Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Politik Pemerataan Ekonomi Ala Muhammad

Politik Pemerataan Ekonomi Ala Muhammad

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2014
  • visibility 635
  • comment 0 komentar

Hasil rekapitulasi Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pendapatan perkapita rakyat Indonesia telah mencapai rata-rata 4.000 dolar AS per tahun. Sementara hasil survei Bank Pembangunan Asia cukup mencengangkan dengan mengungkapkan bahwa gap tingkat kesejahteraan antara orang kaya dan miskin di negeri ini semakin kentara.

Hal ini ditunjukan dengan catatan Bank Pembangunan Asia yang menyatakan bahwa jumlah orang terkaya di Indonesia sebanyak 20 persen memiliki harta 48 persen harta di negeri ini. Namun ironisnya 40 persen orang miskin di negeri ini hanya memiliki 16 persen.

BPS juga memberikan data profil kemiskinan di Indonesia yang membuktikan bahwa sebagian besar penduduk miskin terpusat di daerah pedesaan, yaitu sebesar 64,23 persen dari 28,55 juta jumlah orang miskin di Indonesia. Ini artinya bahwa mayoritas rakyat Indonesia ekonominya berada dikelas bawah atau miskin, karena dari 237,6 juta warga negara Indonesia mayoritas hidup dipedesaan.

Untuk memecahkan permasalahan itu pemerintah mengirimkan angkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke beberapa negara asing untuk bekerja baik disektor formal maupun informal. Tidak sampai disitu, melihat jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat sementara lapangan pekerjaan tidak memadai.

Sehingga Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar memproyeksikan tahun 2013 angkatan kerja di Indonesia mencapai 121,43 juta jiwa.Meskipun tidak mencapai target karena sampai akhir 2013 Menakertrans memberangkatkan angkatan tenaga kerja Indonesia 512.168 jiwa.

Sungguh fakta yang sangat menyedihkan ditengah negaranya yang kaya sumber daya alam tetapi ribuan rakyat Indonesia justru harus menjadi budak bagi negara lain. Belum lagi banyak angkatan TKI yang mendapat perlakuan kasar, pelecehan seksual sampai pada pembunuhan.

Pada akhirnya pemerataan kesejahteraan ekonomi menjadi harga mati untuk digalakkan pemerintah. Agar apa yang dicita-citakan pada UUD 1945 pasal 33 tentang perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial tercapai. Kenyataan ini juga seharusnya menjadi bahan renungan dan program kerja bagi para capres-cawapres tahun 2014 sekarang ini. Agar masyarakat tidak hanya berbondong-bondong memilih pemimpin tetapi mereka juga ikut merasakan kerja nyata untuk kesejahteraan hidup.

Meneladani Kebijakan Ekonomi Muhammad

Sosok Muhammad dalam daftar orang-orang yang berpengaruh di dunia menduduki peringkat pertama. Banyak hal yang mendasari ini diantaranya kebijakan-kebijakan Muhammad baik disektor politik, ekonomi dan hubungan sosial  berpengaruh pada manusia secara massiv. Meskipun pada zamannya kebijakan Muhammad dianggap frontal dan menyalahi norma-norma sosial yang ada saat itu.

Tetapi satu hal yang perlu dicatat bahwa jazirah Arab kini menjadi salah satu negara yang masyarakatnya sejahtera, dari yang dulunya terpuruk dan angka kemiskinannya tinggi. Salah satu kebijakan beliau yang cukup mengejutkan masyarakat pada waktu itu adalah memecahkan konsentrai ekonomi yang ada di Quraisy.

Sebagai seorang pemimpin Quraisy pada waktu itu Muhammad merasa resah ketika melihat masyarakat di pinggiran jazirah Arab berada digaris kemiskinan yang sangat parah. Banyak orang meregang nyawa gara-gara busung lapar. Hasil pertanian yang ada dipinggiran Arab dieksploitasi seluruhnya ke Quraisy. Akibatnya para petani dan masyarakat di daerah pinggiran Arab miskin di tengah daerahnya yang merupakan sumber pertanian.

Melihat kondisi seperti ini Muhammad mengambi langkah tegas dengan memindahkan pusat monumen ritual keagamaan ke Baitul Maqdis(Yerusalem). Menurut riwayat yang falid bahwa Kakbah selain sebagai tempat menghadap orang beribadah, di sana juga menjadi pusat perekonomian orang Arab pada saat itu.

Sehingga disekelilingnya merupakan lahan basah untuk para sodagar-sodagar menjajakkan dagangannya yang dibeli murah dari daerah pinggiran Arab. Akibatnya Quraisy menjadi semacam monopoli ekonomi yang kuasai oleh aristokrat-aristokrat rakus.

Langkah Muhammad ternyata tidak sia-sia meski perpindahan pusat perekonomian  hanya berlangsung cukup singkat yakni 17 bulan tetapi imbasnya sangat terasa sampai sekarang ini. Ekonomi masyarakat Arab kini tidak lagi sentralistik di Quraisy tetapi menyebar ke semenanjung Arab. (Firdaus/[j]).

* Penulis adalah Firdaus, Direktur eLSA Justisia Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 729
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mata pencaharian utama masyarakat Pulau Bali yaitu bidang pariwisata. Bukan hanya sekedar wisata alam, melainkan wisata kuliner, religi, edukasi, sampai wisata lingkungan. Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari kedua ini melanjutkan kuliah lapangan, salah satunya ke wisata lingkungan yaitu Pod Chocolate […]

  • Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 714
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UKM Komunitas Bisnis (KOBI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kedatangan 26 anggota dari Lembaga Kegiatan Mahasiswa Fakultas (LKMF) Febipreneur UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan studi banding ini berlangsung di Laboratorium Minibank FEBI. Jumat, (15/11/2019). “Kunjungan kami untuk melakukan studi banding dan temu sharing dengan UKM KOBI,” terang Rizky Ramadhan selaku […]

  • FEBI Bentuk Dua Lembaga Baru

    FEBI Bentuk Dua Lembaga Baru

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 666
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam ranah perekonomian masa kini, manusia dituntut untuk menjadi seorang ekonom yang cerdas dan kreatif, ekonom yang bukan hanya mengandalkan gaji dari pekerjaannya. Sebagai usaha untuk mewujudkan harapan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo menggagas dua lembaga baru yaitu Lembaga Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (LPK2) dan Lembaga Riset Ekonomi Islam (LREI). […]

  • Pemilwa, Debat Kandidat Jadi Tolok Ukur Pilihan Mahasiswa

    Pemilwa, Debat Kandidat Jadi Tolok Ukur Pilihan Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 14 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 873
    • 0Komentar

    lpminvest.com– UIN Walisongo Semarang bersiap merayakan pesta demokrasi Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) 2017. Diantara rangkaian acaranya adalah debat kandidat serentak pada delapan fakultas yang ada di UIN Walisongo. Adapun debat kandidat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) diadakan di Mushola FEBI. Rabu, (13/12/2017). Acara yang dibuka oleh Khoirul Anwar selaku Wakil Dekan III FEBI itu […]

  • FEIS Kembali Digelar FEBI UIN Walisongo

    FEIS Kembali Digelar FEBI UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 607
    • 0Komentar

    lpminvest – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo kembali mengadakan Festival Ekonomi Islam (FEIs). Acara yang kedua kalinya diadakan ini bertema “Filantropi Islam (Zakat & Wakaf) Menuju Sustainable Economic Development  di Era Revolusi Industri 4.0″. Serangkaian FEIs 2019 diantaranya National Competition Islamic Accounting, Islamic Economic, Sharia Banking yang berlangsung di Auditorium I lantai […]

  • Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

    Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul: Burung-Burung Manyar Penulis: Y.B. Mangunwijaya Penerbit: Penerbit Buku Kompas (Cetakan Terbaru) Kota dan Tahun Terbit: Jakarta, 2014 (Pertama kali terbit tahun 1981 oleh Djambatan) Edisi: Ke-16 Jumlah Halaman: 345 halaman ISBN: 978-979-709-825-4 Genre / Bidang Kajian: Novel Sejarah / Sastra Klasik Indonesia             Y.B. Mangunwijaya, atau yang akrab disapa Romo Mangun bukan […]

expand_less