Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Cegah Resesi, Pemerintah Racik Tiga Strategi

Cegah Resesi, Pemerintah Racik Tiga Strategi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
  • visibility 946
  • comment 0 komentar
Oleh: Nabila Baitul Izza

Oleh: Nabila Baitul Izza

Bukan rahasia umum lagi bahwa ekonomi dunia saat ini sedang mengalami kemerosotan. Bahkan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah mengalami resesi. Hal ini tentu menjadi momok tersendiri bagi Indonesia karena tetangganya sudah mengalami resesi terlebih dahulu. Dilansir dari cnbcindonesia.com, keadaan ekonomi Indonesia hampir mengalami resesi dan menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kita masih punya waktu sekitar satu bulan untuk menentukan arah ekonomi Indonesia.

Kuartal III tahun 2020, ekonomi Indonesia akan menentukan arah tujunya yaitu apakah resmi mengalami resesi atau justru pulih kembali. Sebagai warga negara Indonesia yang menjiwai rasa nasionalisme, tentu kita berharap arah ekonomi kedepan nantinya akan baik-baik saja atau bahkan cenderung mengalami peningkatan.

Definisi umum resesi adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara atau wilayah selama enam bulanan berturut-turut, atau dua kuartal secara beruntun. Indikator yang dilihat selain PDB yaitu produk industri dan tingkat pengangguran.

Urutan sederhananya, ketika pandemi seperti saat ini adalah rumah tangga tidak bisa menghasilkan pendapatan secara maksimal lalu menurunkan daya belinya. Daya beli yang kurang mengakibatkan produksi dari sebuah rumah produksi mengalami kelesuan pula. Imbasnya, para pekerja dipotong gajinya bahkan sampai kehilangan kontrak kerjanya. Jika hal itu terus menerus terjadi, maka harga produk sekaligus pendapatan masyarakat mengalami penurunan dan PDB menjadi turun pula. Itulah sebab terjadinya resesi.

Langkah Pemerintah Indonesia untuk Menghindari Resesi

Mengutip dari cnnindonesia.com disebutkan bahwa Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebut kuartal ketiga yang akan berakhir pada September 2020 menjadi kunci bagi Indonesia terhindar dari ancaman resesi. Tiga strategi yang diterapkan untuk menghindari jurang resesi ekonomi diantaranya yaitu:  pertama, akselerasi eksekusi program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kedua, mendorong konsumsi pemerintah juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. Ketiga, yakni mendorong konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah dengan mempercepat belanja bantuan sosial (bansos).

Pemerintah Indonesia cukup tanggap dalam menghindar dari resesi ekonomi nasional. Hal tersebut ditandai dengan cairnya bantuan kebutuhan pangan seperti beras, buah, kacang-kacangan, dan telur bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) konsisten setiap bulannya sejak beberapa bulan lalu. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat yang membutuhkan dan terdaftar sebagai penerima. BLT didistribusikan kepada masyarakat dalam rangka menyuntik perputaran ekonomi agar terus meroda.

Tidak hanya PKH dan BLT saja yang menjadi alternatif pemerintah untuk terus menggerakkan roda perekonomian. Baru-baru ini pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan insentif sebesar Rp. 600 ribu bagi karyawan yang bergaji di bawah 5 juta rupiah per-bulan dan yang memenuhi kriteria. Hingga hari ini, sebagian sudah mendapatkannya dan yang lainnya belum cair.

Program pemulihan ekonomi nasional adalah sebuah upaya pemerintah untuk menekan dampak Covid-19. Beberapa program yang berjalan paa bulan Agustus dapat dilangsir dari laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia diantaranya yakni dukungan UMKM sebesar Rp 32,5 T yang meliputi penempatan dana, pembiayaan insentif LPDB, subsidi bunga UMKM. Selain itu pemerintah juga memberikan Rp 16,6 T dana untuk insentif usaha yang meliputi PPh 21 DTP, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsungran PPh 25, pengembalian pendahuluan PPN, penurunan tarif PPh Badan.

Dari sisi kesehatan pemerintah menggelontorkan Rp 7,11 T untuk insentif kesehatan pusat dan daerah, santunan kematian, gugus tugas, insentif pajak kesehatan. Sedangkan dana Rp 86,5 T digunakan untuk program perlindungan sosial yang meliputi 10 Juta keluarga penerima PKH, 20 Juta keluarga penerima kartu sembako, 31,2 Juta rumah tangga penerima diskon listrik, 9 Juta keluarga penerima Bantuan Tunai non Jabodetabek, 1,9 Juta keluarga penerima Bansos Sembako Jabodetabek, 11 Juta keluarga penerima BLT Dana Desa, 5,6 Juta penerima Kartu Pra Kerja.

Adapun Rp 8,6 T untuk program Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang meliputi padat karya K/L, Dana Insentif Daerah (DID) pemulihan ekonomi, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Masyarakat Indonesia secara luas berharap agar semuanya kembali seperti sedia kala. Baik sektor ekonomi maupun kesehatan yang terpenting. Berharap roda ekonomi terus berjalan dan berkurangnya pengangguran. Selain itu supaya bantuan-bantuan yang dikeluarkan pemerintah untuk kesejahteraan di tengah pandemi bijak dimanfaatkan oleh penerimanya.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 773
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pelapasan atau pamitan mahasiswa calon wisudawan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) tidak seperti sebelumnya termasuk pelaksanaan kegiatannya. Seperti yang diketahui, wisuda fakultas yang dijadikan sebagai moment pamitan mahasiswa biasanya diadakan di hotel namun kali ini dilaksanakan di Joglo FEBI pada Senin, (22/5/2023) Acara pamitan mahasiswa FEBI dihadiri oleh 64 mahasiswa dari 106 mahasiswa calon […]

  • Menumbuhkan Tanggung Jawab GENWA melalui Resitasi

    Menumbuhkan Tanggung Jawab GENWA melalui Resitasi

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 801
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo tahun 2017 telah selesai. Dalam upacara penutupan tersebut panitia memberi penghargaan kepada belasan mahasiswa yang artikelnya masuk dalam kategori terbaik. Kamis, (24/08/2017). Ratih, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, menyambut baik dengan diadakannya resitasi ini.  “Saya sama sekali tidak keberatan ketika disuruh membuat artikel. […]

  • Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank   

    Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank  

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 699
    • 0Komentar

    lpminvest.com–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang merubah tampilan mini bank yang ada di kantor Fakultas. Mini bank merupakan fasilitas yang sudah cukup lama berjalan di kampus yang baru saya bertransformasi dari IAIN menjadi UIN ini, namun belum berfungsi secara normal. Mini bank ini diperuntukan untuk mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam serta mahasiswa […]

  • Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.150
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah menyelenggarakan acara wisuda pada Sabtu (07/02/2026) yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga selesai. Wisuda periode Februari 2026 ini dilangsungkan dalam 2 sesi. Sesi 1 dilakukan pada pukul 07.00 – 11.00 WIB mengukuhkan sebanyak 629 mahasiswa, yang terdiri dari 13 lulusan […]

  • Gantikan Atlet Cedera, Anisa Berhasil Sabet Juara

    Gantikan Atlet Cedera, Anisa Berhasil Sabet Juara

    • calendar_month Sab, 22 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 841
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Atlet Lari Sprint Putra dan Putri Fakultas  Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kembali mengantongi dua medali perunggu dalam perhelatan Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Dua atlet yang berhasil menaklukkan jarak 200 meter tersebut ialah Muhamad Hilmi Setiawan dan Anisa Setiana. Sabtu, (22/9/18). Penanggung Jawab (PJ) atlet Lari Sprint, Abdi Ma’rifin Sugeha […]

  • Ahmad Furqon; Mahasiswa Harus Lulus Tepat Waktu

    Ahmad Furqon; Mahasiswa Harus Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 876
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Ekonomi Islam tahun angkatan 2014 mengikuti sarasehan yang bertempat di auditorium I Lt. 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (7/04). Ahmad Furqon, menjelaskan bahwa pelaksanaan sarasehan bertujuan agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu, yaitu maksimal pada semester delapan. “Sosialisasi ini dilaksanakan agar mahasiswa memiliki target, salah satunya adalah mahasiswa Ekonomi Islam dapat […]

expand_less