Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Santri Mengurangi Antrean PNS

Santri Mengurangi Antrean PNS

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 20 Feb 2016
  • visibility 742
  • comment 0 komentar

Berangkat dari falsafah Santri, bahwa pesantren lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat, Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalharjo-Magelang, berinisiatif ikut mengurangi antrean  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengajarkan santri untuk menjadi santri Entrepreneur. Ujar Yusuf Chudlori-pengasuh santri entrepreneur (Jum’at, 20/02/2016)

Meski ketika santri mondok tidak diajari pelajaran tentang mandiri ekonomi, Yusuf menekankan para santri untuk mandiri dalam berwirausaha setelah mereka lulus ngaji. Akronim dari  API sendiri, memiliki indikasi santri kelak akan menjadi seorang  pengajar atau guru. Mengajarkan agama kepada masyarakat, maupun menjadi guru di bidang wirausaha.

Ayah Gus Yusuf (Kyai Chudlori) sejak awal memang  giat berwirausaha. Beberapa peninggalan masih dapat terbaca jelas, berupa tulisan arab yang terpahat di tembok pondok tentang semangat dalam mandiri ekonomi, seperti syair: “ kebaikan ekonomi adalah  terdapat  pada kebaikan agama. Demikian pula kebaikan agama adalah terdapat pada kebaikan ekonomi”.

Maka tak heran semangat untuk terus mandiri terpatri dalam hati para ahli waris dan santri. Kini API memiliki beberapa usaha yang hasilnya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan 7000 santri. Para santri sejak dini diajarkan mandiri, bahkan mereka  tidak perlu ijazah untuk melamar pekerjaan karena mau tidak mau menjadi santri API harus mandiri.

Santri Entrepreneur

Terlepas dari stigma masyarakat, Santri hanya dapat  menjadi pengajar  agama dan membacakan doa, Gus Yusuf membentuk pelatihan Santri Entrepreneur untuk para santri setelah mereka selesai mondok. Tujuannya untuk membentuk mereka menjadi santri mandiri dalam ekonomi, agar saat santri mengajar ia tidak  terganggu masalah keuangan dan memilki banyak waktu luang dengan pekerjaan yang mereka ciptakan sendiri.

Materi  kewirausahaan sengaja baru diberikan selesai mondok,  agar santri dapat fokus meniti usahanya tanpa terganggu pelajaran pondok saat pelatihan sampai  memulai bisnis.

Selama 35 hari, santri dikarantina dalam pelatihan santri entrepreneur  tersebut.  Bersama beberapa mentor ahli mereka diberi motivasi, pengetahuan berbisnis serta praktik.

Pada pelatihan di Hari pertama, semua barang bawaan peserta dilucuti, mulai dari; dompet, Hp, kendaraan dan assesoris milik semua peserta. Mereka semua dalam keadaan yang  sama, tidak memiliki barang  yang dinamakan harta.

Di pagi hari, Tugas pertama  mencari uang di pasar dan harus pulang  tepat pukul 15.00. Hanya uang  senilai Rp. 2.500 yang diberikan kepada mereka, meski uang  tersebut  akan habis dipakai naik bus ke lokasi pasar. Mereka harus mampu megerjakan apapun untuk mendapatkan uang di pasar. Hasilnya untuk saku pulang dan mengumpulkan modal, karena hanya uang tersebut yang menjadi modal mereka, tidak ada uang lagi untuk 34 hari ke-depan.

Setiap mereka kembali dari pasar uang harus dikumpulkan dalam satu kelompok yang sudah dibentuksebelumnya. Uang tersebut akan dijadikan modal untuk menjadi modal awal bisnis. Bagi kelompok yang  gagal mendapat uang terpaksa harus menikmati nasi tanpa lauk sebagai hukumannya. Dihari selanjutnya, mereka terus berjuang agar dapat nasi lengkap dengan lauk,  yang memberi perbedaan rasa dibanding nasi putih dalam nampan.

“Mereka berjuang mati-matia untuk uang itu, menggunakan kreatifitas dan kerja keras. Salah satu kisah paling fenomenal dari sekian peserta, saat salah satu peserta bekerjasama dengan pedagang bakso yang  saat itu hanya bisa berjualan di luar pasar. Peserta tadi meminjam mangkuk dan sendok penjual bakso untuk  menjualkan bakso di dalam pasar, ia mengetuk-ketuk mangkuk sambil menawari bakso kepada orang-orang di dalam pasar. Setiap ketukan mangkuknya diberi upah Rp.500 oleh pedagang bakso. Memang saat itu penjual bakso mengalami banyak peningkatan penjualan semenjak peserta tadi membantunya. Ini menunjukan bahwa pengusaha membutuhkan kemauan bukan sekedar uang sebagai modal” Ujar Wahyu kartiko sebagai salah satu panitia saat diwawancarai tim Lpminvest

Kegiatan demi kegiatan berjalan,  Sampai pada bagian pelatihan pembukuan keuangan dan fokus pada bisnis masing-masing, hingga pendampingan sebagai tahap terakhir. Beberapa alumni santri entrepreneur berhasil menggeluti bisnis mereka. Bahkan salah satu dari mereka mampu membuka cabang di salah satu mall di Magelang.

Meski rata-rata alumni santri entrepreneur  hanya mampu berusaha dalam usaha mikro, namun penghasilan mereka mampu menyamai para PNS. Nasruddin contohnya, bos sate buah itu mampu mendapatkan Rp. 125.000/harinya. Dan masih banyak lagi para alumnus yang berhasil menggeluti bisnis-bisnis mereka.

Kata Hermawan Kartajaya saat bertamu di rumah Gus Yusuf,  “Nabi anda adalah seorang wirausaha handal, kenapa justru nabi saya yang tukang kayu yang menguasai perniagaan, kalau pengikut Muhammad tidak handal dalam wirausaha itu sangat ironis.” Begitulah katanya.

Kehadiran Hermawan waktu itu menyulut semangat Gus Yusuf untuk kampanye santri entrepreneur.  Hingga 6 angkatan telah berjalan pelatihan santri entrepreneur,  pihak API tetap memberikan pendampingan kepada mereka. Kata Gus Yusuf santri mampu mandiri, tidak menambah beban pemerintah dengan mengantre  dijadikan PNS. Santri mampu karena santri memang terdidik untuk mandiri sejak awal, dan santri merupakan SDM yang lengkap untuk menjadi wirausaha, dengan ketekunan, istiqomah, ketertiban (saat Jama’ah), pekerja keras dan yang paling penting, santri memilki “doa” yang tidak dimilki pengusaha lain. “mereka belum tau saja, kalau surat al-Fatikhah bisa bikin dagangan laris. Pungkas Gus Yusuf Chudlori, bangga dengan santri. (cokro_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Kontingen Bersamai Maskot Fakultas 2023

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat (4/8/2023) Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 terdapat beberapa rangkaian acara. Salah satunya penampilan maskot yakni penampilan ciri khas setiap fakultas sebagai bentuk pengenalan kepada Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.  Penampilan maskot kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya kontingen Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di setiap fakultas […]

  • Launching Oikos Edisi 15 Mengenai Ekonomi Hijau

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

      LPM Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan bangga mempersembahkan Majalah Oikos Edisi 15 yang resmi diluncurkan pada 20 November 2025 dengan tema “Ekonomi Hijau: Merawat Bumi sambil Memicu Pertumbuhan”. Edisi spesial ini menghadirkan blueprint ekonomi hijau yang membuktikan bahwa investasi hari ini bisa menghasilkan return menguntungkan sekaligus menyelamatkan planet di masa depan. Kamu […]

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menjadi inspirasi Bagi UMKM di Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 5.719
    • 0Komentar

    PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi bagian penting dari sektor pertanian Indonesia. Sebagai bagian dari Penanaman Modal Asing (PMA), CPIN didirikan pada 7 Januari 1972 dan memulai operasinya secara komersial pada tahun yang sama. Perusahaan ini bergerak dalam pemeliharaan ayam ras, melakukan pemotongan dan pengepakan daging di rumah, mengolah dan mengawetkan daging-daging dan daging […]

  • Puisi Untuk Ibu

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Oleh: Dyah Naf’ul Ummah Ibu, aku tak sepenuhnya mengerti tentangmu Tak sepenuhnya ingat akan kasihmu Bahkan aku tak pernah memahami Semua perjuangan untuk aku, anakmu Ibu, kutuliskan beberapa bait puisi ini untukmu Hanya rangkaian kata sederhana Dengan harapan penggugur rindu Di kala senja Dan penenang hati di kala lara Ibu, aku tahu Takdir telah memisahkan […]

  • Webinar Mangrove Academy; Ajang Temu Perdana dan Pengenalan Mangrove bagi Peserta

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu (11/8/2021) Mangrove Academy Batch 1 melaksanakan temu perdana sekaligus webinar tatap layar untuk pertama kalinya lewat platform Zoom Meeting. Pertemuan virtual ini merupakan alternatif karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 16 Agustus nanti. Temu perdana ini bertemakan “Introduction to Mangrove Academy Batch #1” yang menghadirkan peraih  Kalpataru sekaligus pegiat lingkungan […]

  • Alchemy of Souls (Season 1)

    • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 3.553
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul                  : Alchemy of Souls (Season 1) Genre                 : Fantasy, Romance, Historical, Action Durasi                : 20 episode (sekitar 60–80 menit per episode) Sutradara           : Park Joon-hwa Penulis  […]

expand_less
Exit mobile version