Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Santri Mengurangi Antrean PNS

Santri Mengurangi Antrean PNS

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 20 Feb 2016
  • visibility 291
  • comment 0 komentar

Berangkat dari falsafah Santri, bahwa pesantren lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat, Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalharjo-Magelang, berinisiatif ikut mengurangi antrean  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengajarkan santri untuk menjadi santri Entrepreneur. Ujar Yusuf Chudlori-pengasuh santri entrepreneur (Jum’at, 20/02/2016)

Meski ketika santri mondok tidak diajari pelajaran tentang mandiri ekonomi, Yusuf menekankan para santri untuk mandiri dalam berwirausaha setelah mereka lulus ngaji. Akronim dari  API sendiri, memiliki indikasi santri kelak akan menjadi seorang  pengajar atau guru. Mengajarkan agama kepada masyarakat, maupun menjadi guru di bidang wirausaha.

Ayah Gus Yusuf (Kyai Chudlori) sejak awal memang  giat berwirausaha. Beberapa peninggalan masih dapat terbaca jelas, berupa tulisan arab yang terpahat di tembok pondok tentang semangat dalam mandiri ekonomi, seperti syair: “ kebaikan ekonomi adalah  terdapat  pada kebaikan agama. Demikian pula kebaikan agama adalah terdapat pada kebaikan ekonomi”.

Maka tak heran semangat untuk terus mandiri terpatri dalam hati para ahli waris dan santri. Kini API memiliki beberapa usaha yang hasilnya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan 7000 santri. Para santri sejak dini diajarkan mandiri, bahkan mereka  tidak perlu ijazah untuk melamar pekerjaan karena mau tidak mau menjadi santri API harus mandiri.

Santri Entrepreneur

Terlepas dari stigma masyarakat, Santri hanya dapat  menjadi pengajar  agama dan membacakan doa, Gus Yusuf membentuk pelatihan Santri Entrepreneur untuk para santri setelah mereka selesai mondok. Tujuannya untuk membentuk mereka menjadi santri mandiri dalam ekonomi, agar saat santri mengajar ia tidak  terganggu masalah keuangan dan memilki banyak waktu luang dengan pekerjaan yang mereka ciptakan sendiri.

Materi  kewirausahaan sengaja baru diberikan selesai mondok,  agar santri dapat fokus meniti usahanya tanpa terganggu pelajaran pondok saat pelatihan sampai  memulai bisnis.

Selama 35 hari, santri dikarantina dalam pelatihan santri entrepreneur  tersebut.  Bersama beberapa mentor ahli mereka diberi motivasi, pengetahuan berbisnis serta praktik.

Pada pelatihan di Hari pertama, semua barang bawaan peserta dilucuti, mulai dari; dompet, Hp, kendaraan dan assesoris milik semua peserta. Mereka semua dalam keadaan yang  sama, tidak memiliki barang  yang dinamakan harta.

Di pagi hari, Tugas pertama  mencari uang di pasar dan harus pulang  tepat pukul 15.00. Hanya uang  senilai Rp. 2.500 yang diberikan kepada mereka, meski uang  tersebut  akan habis dipakai naik bus ke lokasi pasar. Mereka harus mampu megerjakan apapun untuk mendapatkan uang di pasar. Hasilnya untuk saku pulang dan mengumpulkan modal, karena hanya uang tersebut yang menjadi modal mereka, tidak ada uang lagi untuk 34 hari ke-depan.

Setiap mereka kembali dari pasar uang harus dikumpulkan dalam satu kelompok yang sudah dibentuksebelumnya. Uang tersebut akan dijadikan modal untuk menjadi modal awal bisnis. Bagi kelompok yang  gagal mendapat uang terpaksa harus menikmati nasi tanpa lauk sebagai hukumannya. Dihari selanjutnya, mereka terus berjuang agar dapat nasi lengkap dengan lauk,  yang memberi perbedaan rasa dibanding nasi putih dalam nampan.

“Mereka berjuang mati-matia untuk uang itu, menggunakan kreatifitas dan kerja keras. Salah satu kisah paling fenomenal dari sekian peserta, saat salah satu peserta bekerjasama dengan pedagang bakso yang  saat itu hanya bisa berjualan di luar pasar. Peserta tadi meminjam mangkuk dan sendok penjual bakso untuk  menjualkan bakso di dalam pasar, ia mengetuk-ketuk mangkuk sambil menawari bakso kepada orang-orang di dalam pasar. Setiap ketukan mangkuknya diberi upah Rp.500 oleh pedagang bakso. Memang saat itu penjual bakso mengalami banyak peningkatan penjualan semenjak peserta tadi membantunya. Ini menunjukan bahwa pengusaha membutuhkan kemauan bukan sekedar uang sebagai modal” Ujar Wahyu kartiko sebagai salah satu panitia saat diwawancarai tim Lpminvest

Kegiatan demi kegiatan berjalan,  Sampai pada bagian pelatihan pembukuan keuangan dan fokus pada bisnis masing-masing, hingga pendampingan sebagai tahap terakhir. Beberapa alumni santri entrepreneur berhasil menggeluti bisnis mereka. Bahkan salah satu dari mereka mampu membuka cabang di salah satu mall di Magelang.

Meski rata-rata alumni santri entrepreneur  hanya mampu berusaha dalam usaha mikro, namun penghasilan mereka mampu menyamai para PNS. Nasruddin contohnya, bos sate buah itu mampu mendapatkan Rp. 125.000/harinya. Dan masih banyak lagi para alumnus yang berhasil menggeluti bisnis-bisnis mereka.

Kata Hermawan Kartajaya saat bertamu di rumah Gus Yusuf,  “Nabi anda adalah seorang wirausaha handal, kenapa justru nabi saya yang tukang kayu yang menguasai perniagaan, kalau pengikut Muhammad tidak handal dalam wirausaha itu sangat ironis.” Begitulah katanya.

Kehadiran Hermawan waktu itu menyulut semangat Gus Yusuf untuk kampanye santri entrepreneur.  Hingga 6 angkatan telah berjalan pelatihan santri entrepreneur,  pihak API tetap memberikan pendampingan kepada mereka. Kata Gus Yusuf santri mampu mandiri, tidak menambah beban pemerintah dengan mengantre  dijadikan PNS. Santri mampu karena santri memang terdidik untuk mandiri sejak awal, dan santri merupakan SDM yang lengkap untuk menjadi wirausaha, dengan ketekunan, istiqomah, ketertiban (saat Jama’ah), pekerja keras dan yang paling penting, santri memilki “doa” yang tidak dimilki pengusaha lain. “mereka belum tau saja, kalau surat al-Fatikhah bisa bikin dagangan laris. Pungkas Gus Yusuf Chudlori, bangga dengan santri. (cokro_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 314
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Usai berikan pelatihan dasar jurnalistik di Workshop Materi, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest tantang calon kru magang turun lapangan untuk mempraktikkan materi jurnalistik tempo hari dalam acara Workshop Lapangan. Minggu, (13/10/2019). Acara bertajuk ‘Membentuk Jiwa Kritis Insan Pers dalam Membaca Realitas Sosial’ tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu pagi hingga Minggu siang di kawasan […]

  • Drumband RA Al-Hidayah Tampil dalam Wisuda UIN Walisongo

    Drumband RA Al-Hidayah Tampil dalam Wisuda UIN Walisongo

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 300
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan wisuda ke-88 di gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub pada Selasa, (23/05/2023). Meluluskan sejumlah 762 wisudawan. Berbeda dengan periode sebelumnya, wisuda kali ini dimeriahkan oleh grup drumband dari anak-anak Raudhatul Athfal (RA) Al-Hidayah UIN Walisongo. Drumband ini sudah ada dari dulu dan sempat memenangkan juara satu dan juara […]

  • PU LPM Invest; Mulai Sekarang Kita harus Perkuat Kemampuan Riset

    PU LPM Invest; Mulai Sekarang Kita harus Perkuat Kemampuan Riset

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 285
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan acara Bongkar Nalar dan Upgrading untuk pengurus baru. Minggu, (09/04/2016). Acara yang diadakan di gedung H3 Kampus III UIN Walisongo ini diikuti oleh 15 pengurus yang beberapa hari lalu terpilih dalam acara pergantian pengurus di Gedung M5 Kampus III […]

  • Ngaji Muamalah Bareng Nasrul Zaki ‘Wakaf Modern Investasi Akhirat dan Kemerdekaan Ekonomi’

    Ngaji Muamalah Bareng Nasrul Zaki ‘Wakaf Modern Investasi Akhirat dan Kemerdekaan Ekonomi’

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 262
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Ngaji Muamalah yang diselenggarakan kelompok 17 Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang berlangsung dengan lancar dan khidmat. Acara yang  bertajuk “Wakaf modern; Investasi Akhirat dan Kemerdekaan Ekonomi.” Dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi komunikasi Zoom Meeting. “Kami adakan agenda seminar daring ini dengan maksud untuk mengubah persepsi masyarakat. Bahwa wakaf […]

  • Minuman Herbal Dua Varian Rasa; Bentuk Ikhtiar Sehat dan Usaha Alternatif di Era Pandemi

    Minuman Herbal Dua Varian Rasa; Bentuk Ikhtiar Sehat dan Usaha Alternatif di Era Pandemi

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 306
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu (14/8/2021), kelompok 37 KKN MIT-DR 12 UIN Walisongo mengadakan pelatihan pembuatan dan cara pemasaran minuman herbal rasa original dan rasa manis madu di era pandemi. Acara ini diadakan beserta protokol kesehatan yang ketat di Desa Gebanganom, Rowosari, Kendal dengan Ayu Rahmawati sebagai tutornya. Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan minuman sehat sebagai alternatif usaha […]

  • Penampilan Busana Adat Minang Meriahkan Nusantara Culture Festival 2023

    Penampilan Busana Adat Minang Meriahkan Nusantara Culture Festival 2023

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 431
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (DEMA UIN) Walisongo beserta organisasi-organisasi daerah (Orda) intra kampus, menyelenggarakan acara bertajuk Nusantara Culture Festival 2023 pada hari (25/05/2023). Bertempat di lapangan utama Kampus 3 UIN Walisongo. Mengusung tema “Cara Asyik Mencintai Budaya Indonesia” kolaborasi tersebut mengajak  semua kalangan untuk ikut merayakan keberagaman yang ada dengan rasa gembira. […]

expand_less