Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Santri Mengurangi Antrean PNS

Santri Mengurangi Antrean PNS

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 20 Feb 2016
  • visibility 743
  • comment 0 komentar

Berangkat dari falsafah Santri, bahwa pesantren lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat, Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalharjo-Magelang, berinisiatif ikut mengurangi antrean  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengajarkan santri untuk menjadi santri Entrepreneur. Ujar Yusuf Chudlori-pengasuh santri entrepreneur (Jum’at, 20/02/2016)

Meski ketika santri mondok tidak diajari pelajaran tentang mandiri ekonomi, Yusuf menekankan para santri untuk mandiri dalam berwirausaha setelah mereka lulus ngaji. Akronim dari  API sendiri, memiliki indikasi santri kelak akan menjadi seorang  pengajar atau guru. Mengajarkan agama kepada masyarakat, maupun menjadi guru di bidang wirausaha.

Ayah Gus Yusuf (Kyai Chudlori) sejak awal memang  giat berwirausaha. Beberapa peninggalan masih dapat terbaca jelas, berupa tulisan arab yang terpahat di tembok pondok tentang semangat dalam mandiri ekonomi, seperti syair: “ kebaikan ekonomi adalah  terdapat  pada kebaikan agama. Demikian pula kebaikan agama adalah terdapat pada kebaikan ekonomi”.

Maka tak heran semangat untuk terus mandiri terpatri dalam hati para ahli waris dan santri. Kini API memiliki beberapa usaha yang hasilnya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan 7000 santri. Para santri sejak dini diajarkan mandiri, bahkan mereka  tidak perlu ijazah untuk melamar pekerjaan karena mau tidak mau menjadi santri API harus mandiri.

Santri Entrepreneur

Terlepas dari stigma masyarakat, Santri hanya dapat  menjadi pengajar  agama dan membacakan doa, Gus Yusuf membentuk pelatihan Santri Entrepreneur untuk para santri setelah mereka selesai mondok. Tujuannya untuk membentuk mereka menjadi santri mandiri dalam ekonomi, agar saat santri mengajar ia tidak  terganggu masalah keuangan dan memilki banyak waktu luang dengan pekerjaan yang mereka ciptakan sendiri.

Materi  kewirausahaan sengaja baru diberikan selesai mondok,  agar santri dapat fokus meniti usahanya tanpa terganggu pelajaran pondok saat pelatihan sampai  memulai bisnis.

Selama 35 hari, santri dikarantina dalam pelatihan santri entrepreneur  tersebut.  Bersama beberapa mentor ahli mereka diberi motivasi, pengetahuan berbisnis serta praktik.

Pada pelatihan di Hari pertama, semua barang bawaan peserta dilucuti, mulai dari; dompet, Hp, kendaraan dan assesoris milik semua peserta. Mereka semua dalam keadaan yang  sama, tidak memiliki barang  yang dinamakan harta.

Di pagi hari, Tugas pertama  mencari uang di pasar dan harus pulang  tepat pukul 15.00. Hanya uang  senilai Rp. 2.500 yang diberikan kepada mereka, meski uang  tersebut  akan habis dipakai naik bus ke lokasi pasar. Mereka harus mampu megerjakan apapun untuk mendapatkan uang di pasar. Hasilnya untuk saku pulang dan mengumpulkan modal, karena hanya uang tersebut yang menjadi modal mereka, tidak ada uang lagi untuk 34 hari ke-depan.

Setiap mereka kembali dari pasar uang harus dikumpulkan dalam satu kelompok yang sudah dibentuksebelumnya. Uang tersebut akan dijadikan modal untuk menjadi modal awal bisnis. Bagi kelompok yang  gagal mendapat uang terpaksa harus menikmati nasi tanpa lauk sebagai hukumannya. Dihari selanjutnya, mereka terus berjuang agar dapat nasi lengkap dengan lauk,  yang memberi perbedaan rasa dibanding nasi putih dalam nampan.

“Mereka berjuang mati-matia untuk uang itu, menggunakan kreatifitas dan kerja keras. Salah satu kisah paling fenomenal dari sekian peserta, saat salah satu peserta bekerjasama dengan pedagang bakso yang  saat itu hanya bisa berjualan di luar pasar. Peserta tadi meminjam mangkuk dan sendok penjual bakso untuk  menjualkan bakso di dalam pasar, ia mengetuk-ketuk mangkuk sambil menawari bakso kepada orang-orang di dalam pasar. Setiap ketukan mangkuknya diberi upah Rp.500 oleh pedagang bakso. Memang saat itu penjual bakso mengalami banyak peningkatan penjualan semenjak peserta tadi membantunya. Ini menunjukan bahwa pengusaha membutuhkan kemauan bukan sekedar uang sebagai modal” Ujar Wahyu kartiko sebagai salah satu panitia saat diwawancarai tim Lpminvest

Kegiatan demi kegiatan berjalan,  Sampai pada bagian pelatihan pembukuan keuangan dan fokus pada bisnis masing-masing, hingga pendampingan sebagai tahap terakhir. Beberapa alumni santri entrepreneur berhasil menggeluti bisnis mereka. Bahkan salah satu dari mereka mampu membuka cabang di salah satu mall di Magelang.

Meski rata-rata alumni santri entrepreneur  hanya mampu berusaha dalam usaha mikro, namun penghasilan mereka mampu menyamai para PNS. Nasruddin contohnya, bos sate buah itu mampu mendapatkan Rp. 125.000/harinya. Dan masih banyak lagi para alumnus yang berhasil menggeluti bisnis-bisnis mereka.

Kata Hermawan Kartajaya saat bertamu di rumah Gus Yusuf,  “Nabi anda adalah seorang wirausaha handal, kenapa justru nabi saya yang tukang kayu yang menguasai perniagaan, kalau pengikut Muhammad tidak handal dalam wirausaha itu sangat ironis.” Begitulah katanya.

Kehadiran Hermawan waktu itu menyulut semangat Gus Yusuf untuk kampanye santri entrepreneur.  Hingga 6 angkatan telah berjalan pelatihan santri entrepreneur,  pihak API tetap memberikan pendampingan kepada mereka. Kata Gus Yusuf santri mampu mandiri, tidak menambah beban pemerintah dengan mengantre  dijadikan PNS. Santri mampu karena santri memang terdidik untuk mandiri sejak awal, dan santri merupakan SDM yang lengkap untuk menjadi wirausaha, dengan ketekunan, istiqomah, ketertiban (saat Jama’ah), pekerja keras dan yang paling penting, santri memilki “doa” yang tidak dimilki pengusaha lain. “mereka belum tau saja, kalau surat al-Fatikhah bisa bikin dagangan laris. Pungkas Gus Yusuf Chudlori, bangga dengan santri. (cokro_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN RdR Kelompok 53 Bantu Konservasi Jamur Tiram di Ponpes Darul Falah Semarang

    KKN RdR Kelompok 53 Bantu Konservasi Jamur Tiram di Ponpes Darul Falah Semarang

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 883
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Senin ( 2/11/2020 ), kelompok 53 Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 melakukan konservasi budidaya jamur ke salah satu pembudidaya jamur. Konservasi ini  berlangsung di rumah Rudi di daerah Bawen, Semarang. Menurut keterangan Rudi seorang petani jamur, mengungkapkan bahwa teknik budidaya jamur tiram memiliki tiga aspek. “Tiga aspek dalam pembuatan benih […]

  • Pelayanan Pas Pelanggan Puas

    Pelayanan Pas Pelanggan Puas

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 727
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa UIN Walisongo Semarang rela antre berdesakan pagi-pagi di Warung Makan Pak Nur Fuad, Jl. Tanjungsari Rt 7 Rw V, Tambakaji, Ngaliyan. Mereka mengantre demi mendapat sebungkus nasi rames untuk sarapan. Minggu, (12/3/17). Warung bercat orange yang sudah berdiri sejak 2008 ini menjadi destinasi favorit mahasiswa dalam mencari makan. Pasalnya, selain tempatnya yang strategis […]

  • Hadapi Kuliah Tatap Muka, FEBI Siapkan Berbagai Rencana

    Hadapi Kuliah Tatap Muka, FEBI Siapkan Berbagai Rencana

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 698
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kuliah blended (pembelajaran kombinasi) UIN Walisongo akan diselenggarakan mulai 11 Oktober nanti hingga akhir semester ganjil ini. Kabar tersebut tertuang dalam Surat Edaran Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 3307/Un.10.0/R.1/DA.05.01/09/2021 tentang Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas, Rabu, (22/09/2021). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengaku menyambut baik […]

  • Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 772
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pelapasan atau pamitan mahasiswa calon wisudawan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) tidak seperti sebelumnya termasuk pelaksanaan kegiatannya. Seperti yang diketahui, wisuda fakultas yang dijadikan sebagai moment pamitan mahasiswa biasanya diadakan di hotel namun kali ini dilaksanakan di Joglo FEBI pada Senin, (22/5/2023) Acara pamitan mahasiswa FEBI dihadiri oleh 64 mahasiswa dari 106 mahasiswa calon […]

  • Mengaku Ingin Murtad,  Salah Satu Netizen Hebohkan PBAK Daring

    Mengaku Ingin Murtad, Salah Satu Netizen Hebohkan PBAK Daring

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.252
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tidak ada kesempatan bertatap muka, antusias mahasiswa baru (maba) tetap terjaga sampai hari ketiga Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Hal ini bisa disaksikan di kanal youtube DEMA UIN Walisongo maupun DEMA Fakultas masing-masing. Rabu, (9/9/2020). Tidak ada tata tertib perihal keaslian akun yang harus digunakan dalam mengikuti PBAK. “Terkait keharusan tidak ada, karena […]

  • Expo UKM-UKK, Munculnya UKK Baru Sampai Keluhan Lahan Sempit

    Expo UKM-UKK, Munculnya UKK Baru Sampai Keluhan Lahan Sempit

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) – Unit Kegiatan Khusus (UKK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo berlangsung meriah. Acara expo ini masih termasuk dalam rangkaian kegiatan PBAK 2024 yang diikuti oleh seluruh unit kegiatan di bawah naungan FEBI, baik UKM juga UKK. Acara ini bertempat di Auditorium I, Kampus 1 […]

expand_less