Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 17 Jan 2023
  • visibility 732
  • comment 0 komentar

Oleh: Alya Rahma Falasifah (Bendahara)

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki beranekaragaman suku, bahasa, budaya serta agama. Sebagai negara yang memiliki ragam perbedaan, Indonesia perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai harmoni yang menyatukan satu sama lain. Moderasi menjadi upaya penting untuk perwujudan peradaban dan perdamaian dunia yang bermartabat.

Perlu kita ketahui prinsip moderasi adalah sikap atau cara pandang perilaku yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mempertimbangkan kemaslahatan bersama. Dengan kata lain berupaya menghadirkan manfaat dan mencegah mudarat.

Moderasi tersebut ditekankan atas dasar pengakuan terhadap orang lain, wujud toleransi, menghormati pendapat orang lain, serta tidak memaksakan kehendak orang lain. Sehingga dalam hal tersebut kajian moderasi sosio-religius menjadi salah satu wujud untuk mengintegrasi ajaran agama dan kondisi masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya membutuhkan kesadaran masyarakat, hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang menyadari realita bangsa Indonesia untuk seluruh pihak.

Gambaran moderasi beragama. Sumber: thecolumnist.id

Seluruh dunia tengah dihadapkan dengan fenomena tantangan dari aksi intoleran yang berdampak terhadap perpecahan bangsa. Faktornya juga seringkali mengatasnamakan kelompok tertentu bahkan agama. Hal tersebut tentunya harus diantisipasi sejak dini melalui bangku sekolah.

Sekolah yang merupakan sumber informasi yang digunakan generasi muda untuk menimba ilmu pengetahuan. Sekolah juga seringkali dikatakan sebagai ruang yang tidak bertuan. Hal tersebut berarti sekolah menjadi ruang untuk bertukar ideologi, sehingga dalam hal ini bisa mempengaruhi pola pikir peserta didik, salah satunya pemahaman kebangsaan maupun agama.

Sehingga dalam aspek ini lembaga pendidikan menjadi sebuah wadah yang sangat tepat dalam mewujudkan laboratorium moderasi beragama. Laboratorium beragama disini diartikan sebagai sebuah institusi untuk mengembangkan ideologi yang tidak menyimpang dengan ideologi bangsa. Hal tersebut berguna untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan menumbuhkan toleransi dalam beragama.

Pendidikan dalam hal ini menjadi pondasi untuk memahamkan peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. Hal tersebut tentunya didasari atas dasar kasih sayang sesama dan kemanusiaan berperadaban. Lembaga pendidikan merupakan sarana yang tepat digunakan untuk penyebaran sensitivitas peserta didik dalam beberapa perbedaan. Dalam hal ini pula membuat adanya pembuka ruang dialog berupa guru yang terlibat dalam pemberian pemahaman terkait kajian agama membawa risalah romantisme perdamaian.

Dijelaskan dalam karya Maarif Institute berjudul “Menjaga Benteng Kebhinekaan di Sekolah” dipaparkan terdapat tiga pilar utama mengenai pemahaman radikalisme dan intoleransi dalam mengupas penetrasi di lingkungan sekolah; pertama, melalui adanya ekstrakurikuler. Kedua, peranan guru pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Ketiga, adanya kebijakan sekolah dalam control informasi radikalisme di sekolah.

Sekolah menjadi tatanan ruang tumbuhnya gagasan kebangsaan, penanaman budaya multikulturalisme, pembawa ranah agama yang damai, serta jalan meresapnya cinta kemanusiaan. Hal tersebut tentunya tertuang melalui kurikulum berbasis moderasi beragama.

Romantisme moderasi beragama memiliki beberapa langkah strategis dalam upaya penerapannya oleh pemerintah; pertama, moderasi beragama sebagai upaya perhatian pemerintah untuk membuat perencanaan pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN). Kedua, pelibatan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal untuk meningkatkan rasa kepeduliaan dan kemanusiaan, nilai-nilai kerukunan umat dalam beragama, serta romantisme moderasi  beragama. Ketiga, pengembangan adanya kajian literasi beragama serta pendidikan lintas iman. Keempat, perlu adanya peningkatan pelatihan dan praktik pengalaman pembelajaran lintas agama agar lebih paham tentang toleransi.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Futsal Competition: Ajang Pererat Silaturahmi Mahasiswa EI

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 550
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fun Futsal Competition merupakan salah satu rangkaian acara dalam event Sharia Economic Celebration (SEC) pada Jumat (04/11/2022) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam (EI). Acara Fun Futsal Competition bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang dan diikuti oleh 11 tim yang terdiri dari mahasiswa EI angkatan 2020 sampai angkatan […]

  • Meriahkan FEBI FAIR, Ebisport Gelar Turnamen Futsal, Ini Para Pemenangnya

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 479
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna memeriahkan acara FEBI FAIR yang diadakan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ebisport mengadakan turnamen futsal antar Fakultas Ekonomi se-Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Turnamen tersebut bertajuk FEBI Cup dengan mengusung tema “Membangun Jiwa Pemenang Sejati dengan Sportivitas Tanpa Batas”. Acara […]

  • Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Kontingen Bersamai Maskot Fakultas 2023

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 792
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat (4/8/2023) Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 terdapat beberapa rangkaian acara. Salah satunya penampilan maskot yakni penampilan ciri khas setiap fakultas sebagai bentuk pengenalan kepada Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.  Penampilan maskot kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya kontingen Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di setiap fakultas […]

  • Sepucu Surat Untuk IAIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 619
    • 0Komentar

    Kampus merupakan tempat yang sudah tak asing lagi dewasa ini, di mana kita melanjutkan pendidikan setelah kita menempuh perjalanan selama 12 tahun di bangku sekolah. Seakan kita membuka lembaran baru, disini kita mulai mengenal dunia pendidikan yang sesungguhnya, kita melihat cakrawala dunia yang cukup luas, dan kita genggam niat dengan erat demi mencapai kesusksesan. Salah […]

  • Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 551
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pendiri Dompet Duafa, Erie Sudewo memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa dalam acara Stadium General Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Selasa, (3/3/2015). Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan materi berkaitan dengan bisnis dan sosial, kapitalis dan feodal, perbedaan tujuan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, […]

  • Kiai Budi Ajak Ratusan Mahasiswa Berkidung Cinta

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 666
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ratusan mahasiswa UIN Walisongo Semarang kerumuni lapangan utama kampus 3 UIN Walisongo untuk menghadiri acara UIN Walisongo Mengaji. Acara pengajian bersama Habib Ahmad al-Habsyi Solo, Kiai Amin Budi Harjono Semarang, Habib Rizal Syahab, dan Habib Hamid Ba’agil merupakan serangkaian acara semarak miladiyah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) eL-Fasya yang ke […]

expand_less
Exit mobile version