Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Minuman Herbal Dua Varian Rasa; Bentuk Ikhtiar Sehat dan Usaha Alternatif di Era Pandemi

Minuman Herbal Dua Varian Rasa; Bentuk Ikhtiar Sehat dan Usaha Alternatif di Era Pandemi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
  • visibility 196
  • comment 0 komentar

Ayu Rahmawati (duduk) dan Ibu-Ibu Desa Gebanganom-Rowosari, Kendal sedang berpose dengan minuman herbal yang dibuat

lpminvest.com- Sabtu (14/8/2021), kelompok 37 KKN MIT-DR 12 UIN Walisongo mengadakan pelatihan pembuatan dan cara pemasaran minuman herbal rasa original dan rasa manis madu di era pandemi. Acara ini diadakan beserta protokol kesehatan yang ketat di Desa Gebanganom, Rowosari, Kendal dengan Ayu Rahmawati sebagai tutornya. Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan minuman sehat sebagai alternatif usaha di era pandemi pada masyarakat setempat.

Minuman herbal terdiri dari dua varian rasa yaitu rasa orisinal dan rasa manis madu. Rempah-rempah merupakan bahan utama, seperti jahe, serai, dan kayu manis. Cara pembuatan minuman ini adalah sebagai berikut: pertama, mencuci bersih semua bahan; lalu geprek jahe dan serainya; langkah ketiga, masukkan semua bahan ke dalam panci yang sudah diisi air secukupnya dan rebus hingga mendidih; terakhir, jika sudah mendidih matikan kompor kemudian tunggu sampai hangat lalu siap untuk diminum.

“Dari langkah-langkah pembuatan itu, rasa yang original cukup langsung diminum dan untuk yang manis tambahkan madu. Minuman ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan menambah imunitas tubuh di saat pandemi,” terang Ayu Rahmawati.

Dalam pelatihan ini Ayu Rahmawati juga mengedukasi cara pemasaran minuman herbal tersebut. Hal ini dilakukan sebagai alternatif usaha untuk membantu perekonomian masyarakat setempat pada saat pandemi. Cara pemasaran minuman ini yaitu dengan memanfaatkan platform media sosial yang dimiliki oleh masyarakat. Dipasarkan secara online dengan cara pre-order agar lebih efektif juga untuk meminimalisir kerugian dalam penjualan dan untuk mengurangi kontak fisik kepada pembeli.

Gayung bersambut, masyarakat berterima kasih kepada Ayu Rahmawati atas ilmu yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan ini karena dapat menambah pengetahuan saya. Bisa saya jadikan sebagai alternatif usaha di saat pandemi seperti ini untuk menambah pendapatan keluarga. Apalagi dengan cara pembuatan dan pemasaran yang cukup mudah bagi kaum emak-emak seperti saya,”  ucap Suriyah selaku peserta pelatihan.

Ayu rahmawati berharap bahwa dengan pelatihan ini masyarakat bisa menjaga kesehatan. Juga bisa memberikan solusi alternatif usaha online untuk menyejahterakan perekonomian masyarakat setempat.

“Saya berharap kepada Ibu-Ibu semua dengan diadakannya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan Ibu-Ibu semua untuk hidup sehat. Serta menjadikan minuman ini atau produk lainnya yang bisa Panjenengan semua buat sebagai usaha alternatif yang dapat menambah pendapatan keluarga pada saat pandemi yang kita tahu semuanya serba sulit,” jelas Ayu yang juga mahasiswi jurusan Sosiologi UIN Walisongo. Dimas_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak FEBI Bersholawat

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 150
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah baru saja resmi dilantik, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan program pertamanya yang bertajuk Febi Bersholawat. Acara perdana ini dilaksanakan di depan Kantor FEBI Kampus 3 UIN Walisongo. Selasa, (03/03/2015). Selain dihadiri oleh mahasiswa, dalam acara ini juga turut dihadiri Dekan, Wakil Dekan dan segenap pimpinan […]

  • Choirul Huda: Do It Sama dengan Duit

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 248
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Di Auditorium II Kampus III, dosen membekali mahasiswa jurusan Ekonomi Islam (EI) angkatan 2015 tentang strategi menjadi wirausaha handal sebelum melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Senin, (30/4/18). Menjadi wirausahawan salah satu alternatif mengentaskan kemiskinan, khususnya pengangguran. Pasalnya, banyak kelebihan yang diperoleh ketika berwirausaha. “Kelebihan berwirausaha antara lain kita mendapat jaminan pekerjaan, fleksibel, lebih […]

  • Sistem  GPN BI; Perlu Interkoneksi dan Interopebilitas Antarlembaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sosialisai Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Bank Indonesia usai dilaksanakan di Kantor Bank Indonesia cabang kota Semarang. Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai mahasiswa dari universitas sekota Semarang. Kamis (14/11/2019). Irwan Daud, Departemen Elektronifikasi Bank Indonesia Pusat (Jakarta) memaparkan bahwa GNP adalah sistem untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). “Gerakan Pembayaran Nasional ini akan mendukung […]

  • Kecelakaan dalam Pertandingan Futsal Putra Piala FEBI Tahun Ini

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 305
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (16/11/22) Piala FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Cabang Olahraga (cabor) futsal putra, menjadi cabor yang dipertandingkan pada hari ke-2. Pertandingan antara Tim Wani Ngeyel Futsal Club dari jurusan Perbankan Syari’ah (PBAS) Vs Tim Joloho Futsal Club perwakilan dari jurusan Ekonomi Islam (EI) mengalami insiden tak terduga yang menimpa salah satu pemain dari […]

  • Prodi Ekonomi Islam Mengkaji Wisatawan Pulau Dewata; Penyokong Wisata Halal

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 183
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang beserta pembimbing Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melanjutkan studi lapangan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terletak di Puja Mandala Kabupaten Badung, Bali. Mayoritas pendapatan daerah didapatkan dari sektor pariwisata, yang menjadi penyokong dalam penerapkan wisata halal. “Wisata halal di sini diartikan […]

  • Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Oleh: Iswatun Ulia Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi antar sesamanya. Perkembangan zaman yang semakin modern turut membawa perubahan pula terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah budaya gotong royong. Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sebagai wujud loyalitas dalam sebuah kesatuan terhadap sesama masyarakat. Pada hakikatnya bentuk solidaritas ini merupakan bentuk dari rasa […]

expand_less
Exit mobile version