Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » 4 Rekomendasi Tontonan dalam Platform Audiovisual nan Mengedukasi

4 Rekomendasi Tontonan dalam Platform Audiovisual nan Mengedukasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
  • visibility 670
  • comment 0 komentar

(Ilustrasi Menonton. Designed from: Canva)

Pendidikan sangat luas jangkauannya, tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Lebih dari itu, pendidikan informal juga menjadi bagian dari ranah pendidikan yang patut diajarkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Semuanya bertujuan satu yaitu mengedukasi serta memberi pencerahan kepada orang-orang agar tahu dan mengamalkan ajaran pendidikan yang baik dan luhur.

Tahun 2021 ini kita sedang berada dalam fase revolusi industri 4.0 dimana semua hal serba bisa diketahui dan diakses hanya dengan internet. Internet of things umum disebut oleh masyarakat dunia. Hanya bermodal jaringan dan kuota internet, maka semua hal dapat diketahui dengan mudah dan cepatnya. Kecanggihan telpon pintar dan kecepatan internet juga dimanfaatkan untuk media edukasi. Audiovisual menjadi salah satu sarana karena dianggap ‘ramah’ kepada segala kalangan. Selain itu, CC dan subtitle juga menjadi perhatian dalam rangka pemenuhan pengetahuan di penjuru dunia.

YouTube menjadi salah satu aplikasi media edukasi yang banyak diunduh oleh orang-orang sekitar kita. Bagi penikmatnya, selain pemenuhan kebutuhan hiburan juga bisa dijadikan sumber ilmu lewat tontonan dan kontennya. Bagi kreator, dapat menjadi ajang transfer kreativitas sekaligus kampanye edukasi. Tidak hanya YouTube, platform audiovisual lain seperti Netflix, Disney+ Hotstar, dan lainnya juga dimanfaatkan demikian oleh banyak orang sekarang ini. Maka dari itu, penulis menyajikan beberapa rekomendasi tontonan yang mengedukasi. Berbasis audiovisual tentunya, berikut keempatnya:

Pertama, Girl From Nowhere 2 (17+) atau dapat disingkat dengan GFN 2 merupakan sebuah series yang berasal dari Thailand. Sekuel dari GFN season pertama ini memiliki kesamaan yang ada pada tokoh utamanya, Nanno. Serial yang berjumlah 8 episode ini menceritakan hal yang berbeda pada tiap episodenya. Namun demikian, isu dan pesan yang diangkat berdekatan dengan masyarakat serta kekinian. Pembuat series ini telah berhasil membawa pesan edukasi kepada masyarakat terkait isu yang perlu ‘ditampar’ dengan tontonan yang edukatif nan satire.

(Cropted Poster Girl From Nowhere 2)

GFN 2 mengajak para penikmatnya untuk sadar akan isu yang telah dinormalisasi selama ini agar diakhiri. Pesan atau amanat yang dapat diambil juga berlaku kepada segala kalangan dan usia, utamanya usia remaja – karena latar dari serial ini adalah sekolah menengah. Dapat diperhatikan bahwa serial ini akan mengandung konten darah, seks, dan hal-hal lain yang perlu menjadi kewaspadaan penontonnya. GFN 2 dapat ditonton dan dinikmati lewat platform Netflix.

Kedua, Law School (15+). Drama Korea atau sering disebut drakor sudah dekat sekali dengan kehidupan remaja masa kini, termasuk di Indonesia. Drakor banyak diminati karena alur cerita dan pesan yang ingin disampaikan pembuat sangat menarik dan complicated. Salah satu drakor yang mengantongi predikat tersebut adalah Law School.

(Para Pemain Drakor Law School sedang Foto Bersama)

Jurusan hukum merupakan salah satu jurusan yang banyak peminatnya dan tergolong bonafide di banyak perguruan tinggi. Di Korea Selatan juga demikian, profesi yang berkaitan erat dengan hukum seperti jaksa, hakim, dan pengacara sangat banyak peminatnya. Untuk mendapatkan posisi tersebut, tentu harus lulus dari fakultas hukum. Drakor Law School inilah yang menceritakan tentang mahasiswa fakultas hukum. Latar yang dominan dalam drakor tersebut adalah di dalam kelas dan ruang sidang. Penonton diedukasi untuk paham istilah-istilah hukum, kinerja para pekerja hukum, dan hukum itu sendiri. Banyak sekali ilmu yang didapatkan apabila menonton Law School ini meski berasal dari jurusan selain hukum. Law School dapat dinikmati secara resmi lewat platform Netflix.

Ketiga, Locker Room (16+). Film pendek ini merupakan karya penulis sekaligus director film Australia, Greta Nash. Film pendek yang menyoroti pemain utamanya, Carla ini mengangkat sebuah pesan edukasi yang dapat mencerahkan masyarakat. Pesan moral dan pendidikan yang diangkat adalah mengenai perilaku remaja yang berkaitan dengan seksualitas.

Bagaimana rasanya putus hubungan dalam sebuah pertemanan? Carla mengalaminya dalam film pendek Locker Room ini. Dirinya menemukan perilaku tidak terpuji teman-teman prianya yang tidak pantas dijadikan alasan sebagai ‘jokes’. Carla benar-benar sosok yang menggambarkan perempuan -kebanyakan- di masyarakat. Ia berani mengambil keputusan yaitu mengakhiri pertemanan demi memberikan sebuah pelajaran. Bagaimanapun juga tindak asusila tidak dibenarkan baik secara verbal maupun non verbal.

(Cropted Poster Film Pendek Locker Room)

Film pendek yang telah mendapat banyak penghargaan salah satunya Flickerfest 2018 Mayoral Prize for Best Film ini dapat menjadi ajang edukasi bagi para orang tua, remaja, dan tingkatan usia lain. Greta Nash telah berhasil menyampaikan kampanye pelecehan seksual kepada para penontonnya. Dibuktikan dengan 100 ribu likes di kanal YouTube Omeleto. Kalian juga bisa menontonnya secara gratis sekaligus mode offline di sana.

Keempat, film Coco (13+) garapan Disney PIXAR. Film yang rilis tahun 2017 silam ini mendapat rating 8.4/10 oleh IMDb dan telah memperoleh banyak penghargaan termasuk sebagai Best Animated Feature Film dalam Oscar. Coco memperlihatkan keeratan hubungan sebuah keluarga dan kegigihan seorang anak dalam menggapai passionnya.

(Karakter Miguel Merupakan Sosok Anak yang Memegang Gitar Putih)

Pada tahun rilisnya, Coco amat populer di kalangan masyarakat dunia. Latar yang diambil adalah perayaan day of the dead dalam kepercayaan masyarakat Meksiko. Film tersebut menceritakan sosok Miguel yang ditentang keluarga karena minatnya pada musik. Dia berpetualang di dunia para mayat untuk mencari sosok buyutnya yang merupakan seorang musisi. Film ini mengedukasi penonton tentang arti penting keluarga dan dukungannya untuk sebuah mimpi atau cita-cita. Lebih lagi, pesan moral yang dapat diambil patut diterapkan dalam dunia nyata. Animasi dan musik yang apik merupakan daya tarik tersendiri dari film ini. Kalian bisa menontonnya lewat platform Disney+ Hotstar bersama dengan keluarga tercinta. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Buku Sedunia, Perpustakaan UIN Walisongo Gratiskan Denda Keterlambatan

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 654
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perpustakaan UIN Walisongo Semarang dalam memperingati Hari Buku Sedunia (World Book Day) mebebaskan denda bagi mahasiswa yang terlambat mengembalikan buku yang dipinjam. (23/4/2015). Banyak mahasiswa yang terlambat mengembalikan buku perpustakaan. Jika mereka mengembalikan pada hari ini, akan dibebaskan dari tanggungan denda telat pengembalian buku,  berapapun nominal dendanya. “Ada mahasiwa semester akhir yang mengembalikan buku […]

  • Terungkap! Budget Wisuda Online Ramah di Kantong

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 791
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kamis, (6/08/2020) menjadi hari yang paling bersejarah bagi UIN Walisongo Semarang. Pasalnya, wisuda periode Agustus 2020 ini digelar secara virtual dan melahirkan 1.661 wisudawan. Rincian wisudawan yaitu ada 69 orang Ahli Madya, 1.553 orang Sarjana, serta 51 orang Magister dan 8 orang Doktor. Wisuda kali ini memanfaatkan teknologi Face Animation Tracking (FAT), dimana wisudawan […]

  • UKM PSHT Lakukan Penjemputan Wisuda yang Unik

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Penjemputan wisudawan dengan arak-arakan sudah menjadi budaya tersendiri oleh organisasi ekstra maupun intra di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Hal tersebut ditandai dengan ramainya penjemputan wisudawan-wisudawati dari pintu keluar venue hingga jalan utama Kampus 3. Kamis, (09/2/2023). Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan penjemputan sekaligus arak-arakan untuk wisudawan dan Wisudawati yang telah menyelesaikan study. […]

  • Masdar Farid Mas’udi; Indonesia Jadi Negara Super Power Islam

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 523
    • 0Komentar

    lpminvest.com­– Keluarga Alumni Walisongo (KALAM Walisongo) adakan Halaqoh Kebangsaan bertajuk “Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Kaum Santri” bertempat di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Jumat, (12/5/2017). Perbedaan suku, agama, ras, dan budaya (SARA) masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan di Indonesia, terlebih ketika SARA diikutkan dalam kontestasi perpolitikan. “Melibatkan argumentasi SARA dalam perpolitikan […]

  • Berikut Surat Edaran Resmi Rektor UIN Walisongo, Pencegahan Penyebaran Covid-19

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 778
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rektor UIN Walisongo resmi mengeluarkan surat edaran Nomor B-1630/Un.10.0/R/HM.00/03/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang ditujukan kepada civitas akademika UIN Walisongo. Berikut isi surat tersebut, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan hormat, menindaklanjuti Arahan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada tanggal 15 Maret 2020; Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK 02.01/MENKES/199/2020; Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 069-08/2020 […]

  • Langkah yang Menjauh, Hati yang Pulang

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Langkah yang Menjauh, Hati yang Pulang Oleh : Zahra Wulandari Aku melangkah pergi, bukan karena tak ingin tinggal, tapi karena mimpi memanggil lebih jauh dari peluk yang paling hangat Di kota asing, aku belajar menjadi kuat tanpa suara yang biasa menenangkanku, tanpa tangan yang dulu selalu ada Rindu datang tanpa aba-aba, menyelinap di sela malam […]

expand_less
Exit mobile version