Perang Iran dan Bayang-bayang Ketidakpastian terhadap IHSG
- account_circle Redaktur LPM Invest
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar

Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran dan sejumlah negara lain. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik global tetapi juga memengaruhi pasar keuangan internasional, termasuk pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator utama kinerja pasar saham domestik menjadi salah satu instrumen yang sensitif terhadap perubahan sentimen global. Dalam konteks ini eskalasi konflik Iran menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik dapat langsung tercermin dalam pergerakan pasar modal Indonesia.
Dalam beberapa periode terakhir ketegangan yang melibatkan Iran telah memicu reaksi negatif di pasar saham global dan domestik. IHSG tercatat mengalami penurunan ketika kekhawatiran investor terhadap konflik Timur Tengah meningkat. Dikutip data dari Antara News pada awal Maret 2026 IHSG ditutup melemah sekitar 0,96 persen ke level 7.939,77 seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut (Antara News, 2026). Sentimen negatif ini muncul karena investor khawatir konflik akan mengganggu stabilitas ekonomi global serta pasokan energi dunia.
Salah satu faktor utama yang menghubungkan konflik Iran dengan pasar saham adalah harga minyak dunia. Ketika konflik meningkat harga minyak cenderung naik karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Kenaikan harga minyak tersebut dapat memicu inflasi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini biasanya membuat investor lebih berhati-hati dan cenderung mengalihkan dana dari aset berisiko seperti saham ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas atau obligasi.
Dampak lain yang muncul adalah meningkatnya volatilitas di pasar keuangan. Dalam situasi konflik investor global sering mengambil langkah “risk-off” yaitu menarik dana dari pasar negara berkembang dan memindahkannya ke instrumen investasi yang lebih stabil. Arus keluar modal asing tersebut dapat menekan nilai tukar dan pasar saham di negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya, IHSG dapat mengalami tekanan jual yang menyebabkan penurunan indeks dalam jangka pendek.
Namun demikian, pengalaman historis menunjukkan bahwa dampak konflik geopolitik terhadap IHSG umumnya bersifat sementara. Beberapa studi pasar modal menunjukkan bahwa penurunan indeks akibat konflik di Timur Tengah biasanya hanya berlangsung dalam periode singkat sebelum pasar kembali stabil. Hal ini karena fundamental ekonomi domestik sering kali lebih berperan dalam menentukan arah pasar dalam jangka panjang. Dengan kata lain meskipun konflik Iran dapat menimbulkan gejolak, sementara pengaruhnya terhadap pasar saham Indonesia tidak selalu bersifat permanen.
Melihat kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perang atau konflik yang melibatkan Iran memiliki potensi memberikan tekanan terhadap IHSG melalui jalur sentimen global, kenaikan harga minyak, serta perpindahan modal investor. Akan tetapi dampak tersebut cenderung bersifat jangka pendek dan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik serta kekuatan fundamental ekonomi Indonesia. Oleh karena itu stabilitas ekonomi domestik dan kebijakan pemerintah tetap menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian global.
[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
- Penulis: Redaktur LPM Invest

Saat ini belum ada komentar