Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Ekofeminisme; Menyoal Keintiman Perempuan dan Alam

Ekofeminisme; Menyoal Keintiman Perempuan dan Alam

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 27 Feb 2018
  • visibility 961
  • comment 0 komentar

Oleh: Iswatun Ulia, Kru LPM Invest

Permasalahan lingkungan nampaknya saat ini masih menjadi masalah yang sangat krusial. Konflik lingkungan acap kali terjadi di Indonesia. Berbagai bentuk perlawananpun tak luput disuguhkan sebagai ajang perlawanan demi menuntut keadilan. Namun, tak jarang pula tuntutan keadilan yang diinginkan harus melalui proses yang amat panjang hingga nyawa yang menjadi taruhannya.

Banyak sekali contoh gerakan perlawanan perempuan di Indonesia, diantaranya adalah perjuangan menolak pabrik semen di Kendeng oleh para Kartini Pegunungan Kendeng. Pada 21 Maret 2017, media massa Indonesia serentak memberitakan sebuah aksi teatrikal di depan Istana Merdeka Jakarta (liputan6.com). Sembilan orang perempuan Kendeng merelakan kaki mereka dicor dengan semen.  Pengecoran kaki ini merupakan simbol atas pemaknaan semiotik bahwa keberadaan pabrik semen yang ada diwilayah mereka akan mengancam keberlangsungan hidup warga di daerah Kendeng.

Munculnya gerakan perempuan Kendeng, tak lepas dari kegelisahan perempuan terhadap praktik-praktik perusakan ekologis yang tak jarang situasi ini dimanfaatkan oleh para kapitalis hingga berujung pada ketidakadilan gender. Keresahan gerakan perempuan terhadap kerusakan lingkungan ini yang kemudian melahirkan kelompok Ekofeminisme.

Ekofenisme secara etimologis diperkenalkan oleh Francoise d’Eaubonne dalam bukunya Le Feminisme oula Mort (Feminisme atau Kematian). Ia merupakan seorang feminis dari Perancis pada kisaran tahun 1974. Teori ekofeminisme adalah teori yang menjelaskan hubungan antara kaum perempuan dengan alam. Teori  ini dicetuskan oleh Vandana Shiva yang merupakan seorang ilmuan sosial berasal dari India. Teori ekofeminisme menggabungkan konsep ekologi dengan feminisme yang merupakan kerangka berpikir untuk memahami kuatnya relasi perempuan dengan alam. Ekofeminisme lahir didasari kondisi dimana bumi yang digambarkan sebagai ibu telah dieksploitasi, dijarah dan dirusak sistem kapitalisme yang berkuasa dengan melanggengkan budaya patriarkhi dan feodalisme .

Perempuan dan alam memiliki beberapa kesamaan, pertama, yaitu persamaan dalam fungsi ‘menghasilkan’. Alam dianggap cenderung bersifat pasif, yang mana alam menghasilkan sumber daya yang begitu melimpah, hasil alam tersebut kemudian dimanfaatkan dan dinikmati oleh manusia. Sedangkan perempuan memiliki fungsi menghasilkan, yang dalam hal ini adalah fungsi reproduksi-biologis, yaitu menghasilkan keturunan yang bertujuan untuk melanggengkan keturunan, melakukan pekerjaan rumah tangga, dan menyediakan makanan yang bergantung pada alam. Antara alam dan perempuan keduanya sama-sama harus dijaga dan dilindungi untuk keberlangsungan kehidupan. Kedua, alam dan perempuan merupakan dua objek yang berbeda, namun keduanya mengalami penindasan. Penindasan yang didominasi dilakukan oleh kaum laki-laki (patriakhi). Sebagaimana perempuan saat ini sangat rentan terhadap kasus pelecehan dan juga diskriminasi. Sedangkan alam, begitu dengan mudahnya di eksploitasi oleh para ‘pemerkosa’ lingkungan.

Keberadaan perempuan dan alam begitu dekat. Keintiman perempuan dan alam bisa dilihat ketika perempuan bersentuhan langsung dengan alam. Misalnya, perempuan memanfaatkan rotan untuk membuat anyaman, membuat produk-produk rumah tangga, bahkan memanfaatkan hasil alam untuk dijadikan lauk demi kelangsungan hidup keluarga. Melihat kedekatan perempuan dengan alam, maka perempuan menjadi kelompok pertama yang lebih rentan dan merasakan dampak jika alam mengalami kerusakan.

Kelompok ekofeminisme melihat bahwa perempuan lebih banyak bersentuhan langsung dengan alam, sehingga partisipasi perempuan patut diikutsertakan dalam pengelolaan alam. Kelompok ekofeminisme juga memiliki ciri khas dalam cara pandang. Hal ini dapat dilihat dari klaim yang diajukan kelompok ini, yaitu jika kita ingin keluar dari krisis lingkungan, maka perempuan harus memiliki porsi yang setara dengan laki-laki. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa kelompok ekofeminisme mengharapkan adanya pengakuan terhadap peran perempuan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan agar tetap terjaga.

Wallahua’lambisshowab

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Sibuk Kerja Sampingan, Mahasiswi FDK ini Raih Predikat Skripsi Terbaik

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 727
    • 0Komentar

    lpminvest.com_ Sri Setyawati, mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo semarang menjadi peraih predikat skripsi terbaik di fakultasnya. Dengan predikat tersebut, ia ingin menunjukkan bahwasannya kuliah sambil kerja tidak menjadi penghalang untuk berprestasi dan lulus tepat waktu. Rabu, (28/8/2019). “Ada orang yang bilang mahasiswa yang kerja pasti skripsinya susah kelarnya  dan keteteran tapi itu menurut […]

  • Mahasiswa KKN Berupaya Melestarikan Rebana sebagai Media Dakwah Cinta Rosul

    • calendar_month Rab, 18 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 859
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (18/11/2020) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Rumah Kelompok 4 UIN Walisongo Semarang melaksanakan pelatihan rebana dengan beberapa santri pesantren Tabarukan Cengker Desa Giri Kecamatan Kebomas, Gresik. “Sebenarnya pelatihan ini bukan hanya sekali, tetapi sudah tiga kali. Dengan tujuan agar seni musik Islam dapat terus berkembang dan dilestarikan generasi Z. Selain itu, […]

  • Deeptalk Entrepreneur HMJ EI UIN Walisongo, Perluas Kreativitas dan Inovasi Anak Muda dalam Berbisnis

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 608
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (30/6/2021) Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) UIN Walisongo Semarang mengadakan acara Deeptalk Entrepreneur. Tema yang diusung adalah “Find Your Creativity! Grow Your Business. Temukan Kreatifitasmu! Kembangkan Bisnismu.” Acara ini dimaksudkan untuk memperluas cakrawala bisnis di kalangan anak muda khususnya mahasiswa. Internet of things membawa dunia dalam genggaman kita. Segala informasi dari […]

  • Tasyakuran Warnai Peringatan Harlah FEBI Ke IV

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (harlah-red) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang ke IV,  Keluarga Besar Dosen FEBI UIN Walisongo Semarang mengadakan acara tasyakuran. Selasa, (16/01/2018). Harlah yang bertempat di Gedung H Ruang H1 FEBI itu dimulai pukul 10.15 WIB dengan membaca Al-Quran dan tahlil bersama. Imam Yahya selaku Dekan FEBI dalam […]

  • DEMA FEBI Bekali Pengurus Ormawa dengan Ilmu Keadministrasian

    • calendar_month Kam, 22 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 674
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam rangka membekali para pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) dalam melakukan laporan pertanggungjawaban (LPJ), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar Sekolah Administrasi dan Gathering Ormawa. Acara itu mengusung tema “Pengoptimalan Administrasi sebagai Penunjang Profesionalitas”. Kamis, (22/03/207). Nur Afifah selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa acara tersebut bertujuan untuk membantu para […]

  • Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan Melalui PAG KOPMA Walisongo

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 838
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Koperasi mahasiswa (KOPMA)  Walisongo menggelar Pendidikan 3700 Anggota (PAG) ke XIV bertajuk “Be a Young Pioneer of Coperation,” bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.  Selasa, (29/08/2017). PAG KOPMA Walisongo telah berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (28-29/8). Pada hari sebelumnya, peserta PAG Kompa merupakan mahasiswa baru  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), […]

expand_less
Exit mobile version