Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 727
  • comment 0 komentar

Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red).

Kerusuhan besar yang dipelopori oleh mahasiswa saat itu, telah menghilangkan banyak nyawa. Negara yang seharusnya menggaransi keselamatan jiwa rakyatnya serta memberikan ruang aspirasi kepadanya. Justru membungkam bahkan melenyapkan aktor-aktor demonstran yang diendus oleh penguasa sebagai penyebab kerusuhan. Dalam konteks inilah, para pengamat politik, aktivis dan masyarakat yang kritis menyebut era Soeharto sebagai rezim militer yang antikritik.

Jika kita mau cermat menilai dinamika hubungan antara mahasiswa dengan pemerintah, relasi keduanya telah berperan dalam membentuk ekosistem demokrasi di Indonesia. Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan wujud refleksi kritis mereka terhadap kinerja pemerintah.

Adhie Massardi, seorang pengamat politik mengilustrasikan bentuk ideal relasi mahasiswa dengan pemerintah ibarat angin dan pohon. Bila mahasiswa angin, pemerintah adalah pohon. Pohon membutuhkan angin untuk membersihkan dahan kering dan daun yang menguning. Dahan kering, daun menguning adalah organ pohon yang sudah kehilangan fungsi utamanya; sebagai penyangga buah dan berfotosintesis. Angin juga membantu proses penyerbukan sehingga pohon pemerintah menghasilkan buah manfaat yang bisa dimakan oleh orang yang bernaung di bawahnya.

Angin kampus memang bukan bagian dari organ pohon pemerintah. Dalam sebuah ekosistem demokrasi, angin kampus tidak sendirian. Sebab, terdapat parlemen oposisi yang bisa berperan sebagai kumbang atau kupu-kupu. Juga ada pers dan institusi lainnya yang turut merontokkan dahan dan daun kering yang merusak struktur pohon pemerintah.

Pohon besar Orde Baru tampaknya tidak memahami betul ekosistem demokrasi ini. Dosis pestisida politik yang disemprotkan terlalu banyak. Sehingga, selain hama yang mati, seluruh spesies yang banyak membantu merindangkan pohon pemerintah pun ikut mati.

Setelah hampir delapan belas tahun momentum reformasi, banyak yang mempertanyakan arah gerakan mahasiswa. Memang benar, mereka telah menggelar pertemuan mahasiswa dari level regional hingga level nasional. Reorganisasi kepemimpinan setiap tahun dilakukan. Tak jarang, demonstrasi dengan berbagai tuntutan kepada penguasa menjadi ‘makanan penutup’ setiap momen pertemuan mahasiswa.

Jika rezim Orde Baru begitu ketat menyumbat kebebasan bersuara, rezim setelahnya telah memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bebas bersuara. Mahasiswa sebenarnya memahami ‘peluang emas’ ini. Namun, hingga kini, belum ada terobosan cemerlang yang digagas oleh mahasiswa untuk survive dalam belantara demokrasi.

Sebagian besar kelompok mahasiswa mengambil peran dalam era kebebasan bersuara ini dengan menonjolkan identitas primordialnya. Pada akhirnya suara mahasiswa di mata penguasa menjadi sumbang; tidak utuh sebagai kesatuan refleksi kritis mahasiswa Indonesia terhadap situasi politik mutakhir. Belum lagi potensi tunggangan politik elit yang akan menumpulkan idealisme mahasiswa sebagai spesies pengontrol.

Idealnya, seperti pernyataan Adhie Massardi di atas. Relasi mahasiswa dan pemerintah bak angin dan pohon. Sewaktu-waktu angin kampus berhembus sepoi-sepoi merontokkan daun dan dahan kering. Membuat orang yang berteduh di bawahnya merasa nyaman. Pada momentum yang lain, angin kampus bisa berubah menjadi angin ribut yang mampu menumbangkan pohon pemerintah sekaligus membuat gelisah orang yang bernaung di bawahnya.

(Siham_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politik Indonesia Apakah Akan Selalu Kotor?

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    Politik adalah sebuah pembagian kekuasaan di dalam suatu masyarakat yang berwujud proses dalam pengambilan keputusan, menyangkut kehidupan suatu negara. Politik Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat publik saat ini. Sudah tak sedikit lagi politisi-politisi Indonesia yang sudah dibutakan oleh manisnya gula kedudukan. Semestinya ini menjadi beban pikiran manusia karena sangat berdampak bagi nasib semua orang, malah […]

  • NOVEL “3726 MDPL”

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 30.996
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul                : 3726 MDPL Penulis             : Nurwina Sari Penerbit           : Romancious Tanggal terbit  : 19 September 2024 Tebal               : 280 Halaman Genre               : Romance, Fiction dan Campus life Peresensi          : Dwi Rahma Novel ini mengisahkan tentang Rangga Raja, Ketua Panitia OSPEK Fakultas Kehutanan 2023, yang juga diam-diam menyibukkan dirinya dengan mengagumi Andini, adik […]

  • Presiden DEMA UIN Walisongo: Jangan Ada Mahar di Pemilihan Rektor

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 895
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Beberapa hari yang lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Muchammad Romahurmuziy atau yang kerap disapa Gus Romy. OTT tersebut dilakukan atas dugaan kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). KPK menggeladah kantor Kemenag dan menyita sejumlah uang. Setelah KPK melakukan […]

  • 300fs bez depozytu vavada kod promocyjny

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2023
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 293
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } 300fs bez depozytu w Vavada kod promocyjny Jeśli szukasz unikalnej okazji do zwiększenia swoich szans w grach hazardowych, 300 darmowych spinów może być odpowiedzią, której potrzebujesz. Oto kluczowe informacje na temat wykorzystania tej oferty w serwisie z szeroką gamą automatów do gry. Zastanawiasz […]

  • Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 806
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Semangat para mahasiswa baru (maba-red) UIN Walisongo Semarang seusai mengikuti serangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) belum padam. Pasalnya, agenda besar tahunan bagi maba yaitu Pekan Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) telah menanti mereka.  Jumat, (31/8/2018). Orsenik merupakan ajang perlombaan antarfakultas yang bertujuan untuk menggali minat dan bakat maba. Rencananya Orsenik akan […]

  • Sambut Wisudawan, Pramuka Walisongo Menyelenggarakan Prosesi Adat

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 794
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kegiatan penjemputan wisuda menjadi salah satu tradisi beberapa organisasi yang ada di UIN Walisongo Semarang. Setiap organisasi mempunyai prosesi tersendiri yang menjadi ciri khas organisasi tersebut. Salah satunya tradisi yang dilakukan UKK Pramuka yang mengadakan prosesi adat sebagai bentuk apresiasi kepada wisudawan yang sudah menyelesaikan studinya. Rabu, (08/11/2023). Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka mengadakan […]

expand_less
Exit mobile version