Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red).

Kerusuhan besar yang dipelopori oleh mahasiswa saat itu, telah menghilangkan banyak nyawa. Negara yang seharusnya menggaransi keselamatan jiwa rakyatnya serta memberikan ruang aspirasi kepadanya. Justru membungkam bahkan melenyapkan aktor-aktor demonstran yang diendus oleh penguasa sebagai penyebab kerusuhan. Dalam konteks inilah, para pengamat politik, aktivis dan masyarakat yang kritis menyebut era Soeharto sebagai rezim militer yang antikritik.

Jika kita mau cermat menilai dinamika hubungan antara mahasiswa dengan pemerintah, relasi keduanya telah berperan dalam membentuk ekosistem demokrasi di Indonesia. Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan wujud refleksi kritis mereka terhadap kinerja pemerintah.

Adhie Massardi, seorang pengamat politik mengilustrasikan bentuk ideal relasi mahasiswa dengan pemerintah ibarat angin dan pohon. Bila mahasiswa angin, pemerintah adalah pohon. Pohon membutuhkan angin untuk membersihkan dahan kering dan daun yang menguning. Dahan kering, daun menguning adalah organ pohon yang sudah kehilangan fungsi utamanya; sebagai penyangga buah dan berfotosintesis. Angin juga membantu proses penyerbukan sehingga pohon pemerintah menghasilkan buah manfaat yang bisa dimakan oleh orang yang bernaung di bawahnya.

Angin kampus memang bukan bagian dari organ pohon pemerintah. Dalam sebuah ekosistem demokrasi, angin kampus tidak sendirian. Sebab, terdapat parlemen oposisi yang bisa berperan sebagai kumbang atau kupu-kupu. Juga ada pers dan institusi lainnya yang turut merontokkan dahan dan daun kering yang merusak struktur pohon pemerintah.

Pohon besar Orde Baru tampaknya tidak memahami betul ekosistem demokrasi ini. Dosis pestisida politik yang disemprotkan terlalu banyak. Sehingga, selain hama yang mati, seluruh spesies yang banyak membantu merindangkan pohon pemerintah pun ikut mati.

Setelah hampir delapan belas tahun momentum reformasi, banyak yang mempertanyakan arah gerakan mahasiswa. Memang benar, mereka telah menggelar pertemuan mahasiswa dari level regional hingga level nasional. Reorganisasi kepemimpinan setiap tahun dilakukan. Tak jarang, demonstrasi dengan berbagai tuntutan kepada penguasa menjadi ‘makanan penutup’ setiap momen pertemuan mahasiswa.

Jika rezim Orde Baru begitu ketat menyumbat kebebasan bersuara, rezim setelahnya telah memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bebas bersuara. Mahasiswa sebenarnya memahami ‘peluang emas’ ini. Namun, hingga kini, belum ada terobosan cemerlang yang digagas oleh mahasiswa untuk survive dalam belantara demokrasi.

Sebagian besar kelompok mahasiswa mengambil peran dalam era kebebasan bersuara ini dengan menonjolkan identitas primordialnya. Pada akhirnya suara mahasiswa di mata penguasa menjadi sumbang; tidak utuh sebagai kesatuan refleksi kritis mahasiswa Indonesia terhadap situasi politik mutakhir. Belum lagi potensi tunggangan politik elit yang akan menumpulkan idealisme mahasiswa sebagai spesies pengontrol.

Idealnya, seperti pernyataan Adhie Massardi di atas. Relasi mahasiswa dan pemerintah bak angin dan pohon. Sewaktu-waktu angin kampus berhembus sepoi-sepoi merontokkan daun dan dahan kering. Membuat orang yang berteduh di bawahnya merasa nyaman. Pada momentum yang lain, angin kampus bisa berubah menjadi angin ribut yang mampu menumbangkan pohon pemerintah sekaligus membuat gelisah orang yang bernaung di bawahnya.

(Siham_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa MPI UIN Walisongo Didorong Untuk Berwirausaha

    Mahasiswa MPI UIN Walisongo Didorong Untuk Berwirausaha

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 458
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kunjungan Studi UIN Raden Fatah Palembang ke UIN Walisongo Semarang, kunjungan studi ini mengusung tema “Achievement Motivation Training  Mahasiswa Prodi MPI”. Senin, (27/2/2017). Kunjungan ini tampak semarak dengan gradasi warna jas almmater hijau muda dan biru muda yang berderet rapi memenuhi Audit 1 lantai 2, kampus I UIN Walisongo Semarang. Acara ini dimulai pukul […]

  • Nahidh Sabet Juara 1 Catur Kategori Cepat Putra

    Nahidh Sabet Juara 1 Catur Kategori Cepat Putra

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 540
    • 0Komentar

    lpminvest.com- KORELASI hari kedua pada Sabtu (8/10/2022) cabang olahraga Catur dilaksanakan di gedung Islamic Development Bank (IsDB) Sosial dan Humaniora (Soshum) Kampus 3 UIN Walisongo Semarang ruang 104. Nahidh Ahfas Mu’afa keluar sebagai juara pertama dalam cabang olahraga (cabor) tersebut kategori Cepat Putra mengalahkan perwakilan atlet dari berbagai fakultas lainnya. Mahasiswa baru (maba) asal Rembang ini […]

  • Menuntut Perbaikan, Mahasiswa Geruduk Rektorat

    Menuntut Perbaikan, Mahasiswa Geruduk Rektorat

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 513
    • 0Komentar

    lpminvest.com-. Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW-red) melakukan aksi long march mulai dari Kampus III hingga gedung rektorat kampus I UIN Walisongo Semarang, Kamis siang, (14/4/16). Mahasiswa menuntut birokrasi kampus untuk segera berbenah diri, Mahasiswa menilai, selama ini pelayanan tidak memuaskan. Seharusnya, bertransformasinya IAIN ke UIN dibarengi pelayanan yang lebih baik. Solihah, […]

  • Belajar Investasi Sejak Dini; Mahasiswa UIN Walisongo Hadiri Seminar Pasar Modal

    Belajar Investasi Sejak Dini; Mahasiswa UIN Walisongo Hadiri Seminar Pasar Modal

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 422
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar Seminar Pasar Modal Syariah di Auditorium II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Selasa, (21/04/2015). Dalam seminar tersebut, KSPM menghadirkan dua narasumber handal yang benar-benar tahu mengenai pasar modal syariah. Pembicara pertama, Fani Rifki el-Fuad seorang dosen ekonomi manajemen investasi (Bursa Efek Indonesia). […]

  • Korupsi dan Upaya Penanganannya di Indonesia

    Korupsi dan Upaya Penanganannya di Indonesia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Oleh: Jahfal Bachist Dalam kehidupan bernegara, korupsi telah menjadi ancaman serius yang menggerogoti berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Istilah korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio dengan kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, atau menyimpang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi didefinisikan sebagai penggelapan atau penyalahgunaan dana negara dan perusahaan untuk kepentingan pribadi atau […]

  • Surat yang Berlayar di Selokan

    Surat yang Berlayar di Selokan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan. Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih […]

expand_less