Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » BSW Terancam Tutup, Ini Faktor Penyebabnya

BSW Terancam Tutup, Ini Faktor Penyebabnya

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 24 Jan 2018
  • visibility 773
  • comment 0 komentar

22814318_435340363527109_4302838804496589191_n

lpminvest.com– Sejak beroperasi pada 12 November 2015, kini nasib Bank Sampah Walisongo (BSW-red) terancam tutup. Hal itu diungkapkan langsung oleh salah satu pendiri sekaligus Direktur BSW, Ery Santosa.

Ketidakjelasan anggota dan proyek yang dijalankan BSW, menurut Ery menjadi kendala operasional BSW.  “Untuk tahun 2018, saya pergi (wisuda) dan tanggung jawab untuk melanjutkan proyek ini belum pasti, terutama soal pergantian direktur berikutnya,” ungkap Ery saat dihubungi kru lpminvest.com via WhatsApp. Kamis (18/01/2018).

Ery menambahkan, bahwa ada faktor internal dan ekternal yang menyebabkan BSW terancam tutup. Faktor internalnya adalah keterbatasan tempat yang memadai untuk melangsungkan kegiatan BSW. Adapun faktor internalnya ialah sulitnya membentuk tim yang solid.

“Kami terpisah satu sama lain. Jadi di BSW bisa ditemui ada anggota yang tidak kenal satu sama lain, pada akhirnya merembet ke regenerasi,” jelas mahasiswa asal Banyumas.

Sebelum meninggalkan BSW, mahasiswa semester 9 itu akan menyelesaikan masalah keuangan nasabah yang telah menabung ke BSW. “Insyaallah soal tanggung jawab keuangan akan saya selesaiakan terlebih dahulu sebelum saya pergi,” tegasnya.

Menanggapi isu terancam tutupnya BSW, Amimah, salah satu nasabah sangat menyayangkan apabila BSW benar-benar tutup. “Kalau menurut saya mah sangat disayangkan sekali kalau BSW tutup. Eman-eman. BSW kan memiliki manfaat yang sangat baik, tidak hanya bagi lingkungan tapi juga bagi ekonomi,” jelasnya.

Mahasiswi asal Pati itu berharap agar setiap elemen kampus sadar dan peduli akan pentingnya pengelolaan sampah terintegrasi yang dijalankan oleh BSW. Sehingga BSW dapat tetap hidup dan eksis di UIN Walisongo.

“Mungkin perlu adanya kesadaran dari pihak-pihak yang terkait untuk lebih peduli dengan BSW, baik dari para pengurus atau anggota BSW, pihak Fakultas maupun pihak Kampus juga bisa lebih peduli membantu menghidupkan BSW. Ya, kalau saya harap mah jangan sampai bubar pokoknya,” ujar mahasiswi Prodi Ekonomi Islam tersebut. (Gozali-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wadahi Gagasan Mahasiswa Lewat NEC 2019

    Wadahi Gagasan Mahasiswa Lewat NEC 2019

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 877
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna memberi wadah mahasiswa dalam menyalurkan gagasan dan pemikirannya, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan National Essay Competition (NEC) 2019, bertema Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Hasna Aulia, Pimpinan Umum LPM Invest menuturkan bahwa NEC 2019 merupakan follow up dari Pelatihan Menulis […]

  • Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 770
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pandemi virus corona yang mengguncang dunia tak kunjung berakhir. Di tengah pandemi ini HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk  Menganalisis Peluang Industri Halal di Tengah Pandemi. (Rabu, 16/09/2020). “Tema yang diangkat sangat tepat, persoalan tersebut berkaitan dengan Keberlangsungan kebutuhan hidup manusia. Apalagi sebagai seorang […]

  • UIN Walisongo Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Sekitar Ngaliyan

    UIN Walisongo Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Sekitar Ngaliyan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 736
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan sumbangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis yang bertugas di wilayah sekitar kampus yakni Puskesmas Ngaliyan, Puskesmas Tambakaji, Puskesmas Purwoyoso dan Klinik Pratama UIN Walisongo. Kamis, 9/4/2020. Maka melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dibentuk UIN melakukan penggalangan dana melalui donasi para pimpinan dan pegawai […]

  • Wujud Serambi FEBI, Hasil Pengelolaan Dana Infak dan Wakaf

    Wujud Serambi FEBI, Hasil Pengelolaan Dana Infak dan Wakaf

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 933
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dengan tujuan utama untuk meningkatkan kajian keislaman, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo tengah menjalankan proses pembangunan serambi. Serambi atau bisa juga disebut student center ini terletak di depan mushola FEBI. Minggu, (16/2/2020). “Karena kita sebagai universitas Islam, yang di situ harus memiliki ciri Islami yang mendalam maka kita harus memfasiltasi untuk […]

  • Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 889
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Nia Riska Rahmawati, gadis tangguh asli Semarang berhasil menyabet gelar juara pertama lomba cabang olahraga (cabor) wall climbing kategori lead pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) 2019. Dengan perolehan poin 30 dengan durasi waktu 04.41, ia berhasil mengalahkan 17 peserta lain dari berbagai fakultas di UIN Walisongo. Meskipun menjadi juara satu, ia […]

  • Politik Pemerataan Ekonomi Ala Muhammad

    Politik Pemerataan Ekonomi Ala Muhammad

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Hasil rekapitulasi Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pendapatan perkapita rakyat Indonesia telah mencapai rata-rata 4.000 dolar AS per tahun. Sementara hasil survei Bank Pembangunan Asia cukup mencengangkan dengan mengungkapkan bahwa gap tingkat kesejahteraan antara orang kaya dan miskin di negeri ini semakin kentara. Hal ini ditunjukan dengan catatan Bank Pembangunan Asia yang menyatakan bahwa jumlah […]

expand_less