Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Nur Zaenab Sampaikan Aspirasi Pemuda dalam Dialog Nasional Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia

Nur Zaenab Sampaikan Aspirasi Pemuda dalam Dialog Nasional Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 16 Agu 2018
  • visibility 609
  • comment 0 komentar

 

Nur Zaenab saat menerima penghargaan sebagai salah satu mahasiswa yang mewakili kaum muda dalam Dialog Nasional Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia. Selasa, (14/8/18)

Nur Zaenab saat menerima penghargaan sebagai salah satu mahasiswa yang mewakili kaum muda dalam Dialog Nasional Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia. Selasa, (14/8/18)

lpminvest.comRajawali Foundation dan Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi) melalui proyek kerja sama USAID-Mitra Kunci Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development in Indonesia (SINERGI) menggelar Dialog Nasional tentang Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia pada Selasa, 14 Agustus 2018 di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta.

Direktur Rajawali Foundation sekaligus Project Director SINERGI, Agung Binantoro, Selasa (14/8), menjelaskan, acara dialog ini adalah bagian ketiga dari rangkaian dialog nasional tentang Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia yang merupakan salah satu dari kegiatan utama Proyek SINERGI. Untuk kesempatan kali ini, dialog nasional yang didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), tersebut akan membahas tema “Kelompok Aksi (POKSI) SINERGI dan Kunci Koordinasi Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia”.

Selaku narasumber diskusi antara lain: Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi P Saronto ST, MSIE; Project Leader SINERGI Bambang Wicaksono; Kabag Humas Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sekaligus Bidang Monitoring & Evaluasi POKSI, Teguh Hadi; perwakilan PT Nuanza Porcelain Boyolali, sekaligus Bidang Program POKSI, Roy Wibisono; serta perwakilan Kaum Muda sekaligus Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa (LKS-BMh) UIN Walisongo Semarang, Nur Zaenab.

Obyek yang paling sering disinggung dalam Dialog Nasional kali ini adalah pemuda. Tidak sedikit pemuda punya mimpi yang besar dalam dunia pekerjaan, namun tak sesuai dengan apa saja yang dilakukan. Sebagian besar dari mereka berusaha keras mewujudkan cita-citanya namun baru dimulai ketika menginjak usia produktif. Usahanya pun cenderung memperdalam hardskill, padahal yang dibutuhkan para sektor swasta adalah softskill dan hardskill mereka secara seimbang dan maksimal.

Dialog Nasional Ketiga ini membuat Perwakilan Kaum Muda mendapat tanggungawab besar untuk menyampaikan kritik dan mewujudkan pesan dari para petinggi yang hadir. Selain itu, mereka ingin Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa (LKS-BMh) bersama pengurus dan anggotanya mengajak para pemuda khususnya di Jawa Tengah agar berkemauan tinggi mengembangkan kemampuan hardskill dan softskill sesuai peminatan.

“Ketika kami menyelidiki dan mempertanyakan kendala pemuda-pemuda yang kami kenal dan disebarluaskan secara berantai, kendala mereka adalah kurangnya informasi dari pemerintah secara menyeluruh dan spesifik, bahkan belum bisa sampai ke telinga pemuda kurang mampu di desa. Selain itu, persyaratan umum karyawan mayoritas pengusaha adalah berpendidikan formal minimal S1, padahal pendidikan formal tidak menjamin keahliannya di bidang pekerjaan yang dicari. Maka kami harap pemerintah dan pengusaha lebih selektif serta melihat kompetensi spesifik individual,” tegas Zaenab setelah ditanya moderator mengenai kondisi pemuda saat ini.

Beberapa jam dialog nasional ini berlangsung, menghasilkan komitmen antara Pemerintah, Pengusaha dan Pemuda bahwa kita semua seharusnya saling bersinergi dan berkoordinasi mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia. Dimulai dari menyamakan perspektif bahwa bekerja bukan soal cari uang atau memperkaya diri, melainkan penegakan HAM untuk pemuda rentan kemiskinan maupun penyandang disabilitas. Para hadirin yang merupakan pemangku kekuasaan di Indonesia sepakat untuk merealisasikan proyek SINERGI. Lalu, mahasiswa UIN Walisongo Semarang menjadi sampel data LKS-BMh dalam pencegahan kaum muda menganggur atau buruh. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri

    Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

    • calendar_month Ming, 22 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Oleh: Tsalis Mazidatul Khoir Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Instagram, TikTok, Twitter (X), dan Facebook kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga tempat bagi penggunanya untuk berbagi cerita, pengalaman, dan bahkan lifestyle mereka. Beragam hal yang kerap disebarluaskan melalui media sosial biasanya berupa hal-hal menyenangkan. Sehingga, […]

  • Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIN Walisongo Salurkan 300 Face Shields ke TPQ

    Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIN Walisongo Salurkan 300 Face Shields ke TPQ

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 563
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Bagi mahasiswa KKN yang ada program kerja berbagi face shield ataupun masker, bisa menghubungi pihak Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo untuk proses pengambilan,” ungkap Ratna Muthia selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75. “Anggota kelompok 17 tersebar di enam kabupaten yaitu Kabupaten Semarang, Pati, Blora, Kudus, […]

  • LPM Invest Menumbuhkan Suasana Akademik Kru Lewat SPE

    LPM Invest Menumbuhkan Suasana Akademik Kru Lewat SPE

    • calendar_month Sen, 25 Feb 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 465
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna menjaga budaya literasi kru di saat libur perkuliahan, LPM Invest menggelar kegiatan Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) yang bertajuk Membangun Insan Pers yang Kritis dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi. Selain menjaga budaya literasi, SPE juga bertujuan sebagai upaya untuk memberikan penguatan landasan berpikir bagi kru di bidang ekonomi. “Kegiatan ini wajib diikuti oleh wadyabala […]

  • Tikus Bergelar

    Tikus Bergelar

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Oleh : Amimah Ulul Demi kefanaan berupa harta meruah Demi tak cukup sesuap nasi, mengaharap hidangan di meja yang meriah Perut membuncit, gelegek pun mendesah Ah… nikmatlah sudah.. Berhias kacamata kinclong bergaya sok songong Wara wiri di gedongan ala orang budiman Penuh gaya di podium, bercakap lantang tentang kerakyatan Si tikus terus bergerilya Di balik […]

  • Aneh

    Aneh

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Oleh: Sahrul Amar Saksena Jalanan ramai Dua orang sibuk ke ujung Seluruh ruang menyempit Menghimpit andai-andai yang membesar  Jari dan asap rokok sibuk menandingi kealpaan suaramu Jendela membelah mata Kanan dan kiri Membelah kenyataan dan harapan Bahwa di tempat yang kecil dan luas ini Aku mendatangimu dan kau tidak menyerahkan dirimu Aku menolak pulang Pulang […]

  • Nah, Ini Formasi MOB Mahasiswa Baru UIN Walisongo 2016

    Nah, Ini Formasi MOB Mahasiswa Baru UIN Walisongo 2016

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 568
    • 0Komentar

     

expand_less