Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 2.152
  • comment 0 komentar

(Prosesi pengarakan kerbau untuk seserahan. Sumber: budaya-indonesia.org)

Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dari banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, salah satunya ada pada budaya. Setiap tempat memiliki berbagai adat dan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Jawa Tengah dengan upacara adat Tingkeban, Jawa Timur dengan Ruwatan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ada lebih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di setiap daerah serta mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas.

Sebuah kota di Jawa Tengah yakni Kota Jepara memiliki satu tradisi unik yang berhubungan dengan penyerahan maskawin berupa hewan kerbau. Tradisi ini bernama Prasah dan terdapat di Desa Sidigede, Welahan. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi mahal karena tak sembarang orang bisa melakukannya. Konon, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang mampu melaksanakan tradisi ini.

Prasah merupakan tradisi pemberian maskawin dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan berupa seekor kerbau sebagai bentuk seserahan atau hantaran. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang ada di Desa Sidigede, Jepara. Konon, tradisi Prasah terinspirasi dari cerita Joko Tingkir yang ingin meminang kekasihnya. Joko Tingkir harus menaklukkan kerbau sebagai bukti cintanya kepada putri kerajaan Demak saat itu sebagai persyaratan.

Saat proses penyerahan, kerbau akan diarak dan digiring oleh orang-orang yang berpengalaman dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Tim penarik kerbau yang berjumlah sekitar 15-30 orang itu masing-masing berperan memegang tali yang sudah dikaitkan pada kerbau tersebut. Tak hanya kerbau yang diberikan sebagai seserahan, namun juga perabotan rumah tangga seperti lemari dan lainnya. Dahulu, mempelai laki-laki di Desa Sidigede selalu membawa kerbau berukuran besar dan gemuk untuk mempersunting mempelai perempuan. Hal ini dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki-laki dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu harga kerbau semakin mahal. Tak heran jika tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang dari kalangan mampu karena untuk melakukan tradisi Prasah diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Demi melaksanakan Prasah, kerbau yang disiapkan harus diikat terlebih dahulu. Setelahnya, kerbau perlu dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres. Sisi keseruan dari tradisi ini adalah saat membuat kerbau marah. Semakin kerbau marah, maka semakin seru proses arak-arakan. Dibantu warga, orang-orang yang menggiring kerbau berusaha membuat kerbau tersebut mengamuk dengan berbagai cara, seperti melempar petasan kecil dan lumpur basah. Meski sudah diikat di beberapa sisi, kerbau tersebut terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang. Orang-orang pemegang tali pengikat kerbau yang disebut tukang bracut oleh masyarakat sekitar dibuat kewalahan karena kerbau tersebut hilang kendali. Tak jarang dalam proses pengarakan kerbau, ada saja pagar rumah warga yang rusak atau orang-orang cidera karena amukan kerbau. Namun, amukan itu tak berlangsung lama karena sesampainya di kediaman mempelai perempuan, kerbau tersebut kembali dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kembali tenang.

Tradisi ini dinilai menarik bagi masyarakat Desa Sidigede maupun luar desa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pelaksanaan dari sebelum dan setelah pandemi, setiap ada prosesi keseruan tradisi Prasah selalu menjadi tontonan warga desa. Itulah keseruan budaya unik dari Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya mengandung makna mendalam karena terinspirasi dari kisah Joko Tingkir. Namun lebih dari itu, Prasah menjadi tontonan dan keseruan sendiri bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Winda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENGANTIN

    PENGANTIN

    • calendar_month Jum, 16 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Kau sunting mesra ayat jihad Dengan lagu logika sesaat Dengan senyum manis Julang anganmu berpeluk bidadari sintal Mencuat payudara legit berlapis   Tepuk sorak Iblis Picukan segera pertemuan princess Segeralah kau mati sebab kunci bidadari di sini Membuka hati dan peluk pelangi mimpi surgawi Ayat jihadmu telah dikufurkan nafsumu merangkum kematian Massif dirimu dan manusia […]

  • WR 1 UIN Walisongo Resmikan “Gazebo Moulebo Park” Program Unggulan KKN MB Posko 81 Desa Lebo

    WR 1 UIN Walisongo Resmikan “Gazebo Moulebo Park” Program Unggulan KKN MB Posko 81 Desa Lebo

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) mengadakan kontestasi program unggulan dimana setiap kabupaten yaitu Kota Semarang, Kendal dan Batang diambil 1 kelompok yang terpilih. Dalam kontestasi tersebut, KKN Moderasi Beragama (MB) Posko 81 Desa Lebo ikut berpartisipasi dan terpilih menjadi kelompok yang menang program unggulan mewakili 43 […]

  • Ziarah ke Makam Waliyullah; Sebuah Usaha Mahasiswa KKN untuk Menggali Pengetahuan

    Ziarah ke Makam Waliyullah; Sebuah Usaha Mahasiswa KKN untuk Menggali Pengetahuan

    • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswa KKN MIT-DR 13 Kelompok 36 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lianah ziarah ke makam Wali Joko dan Wali Gambyang yang ada di Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal Minggu, (20/2/2022). Ziarah ke makam Para Waliyullah itu bertujuan untuk mengingat kematian sekaligus menghormati jasa-jasa dan memohonkan ampunan bagi beliau. Wali Joko merupakan seorang […]

  • Adiwarman Karim, Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa

    Adiwarman Karim, Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Seminar dengan Keynote Speaker Adiwarman Azwar Karim pakar ekonomi Islam dihadiri oleh peserta kurang lebih 110. Dua narasumber handal juga turut mewarnai seminar ini, yaitu Hendro Wibowo selaku Akademisi dan Praktisi Ekonomi Islam dan Muyassarah Akademisi/Dosen FEBI UIN Walisongo Semarang berlangsung secara virtual di Google Meet. Senin, (22/06/2020) Rangkaian acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa […]

  • Ajang Bergengsi Duta FEBI Warnai Acara HUT FEBI ke-8

    Ajang Bergengsi Duta FEBI Warnai Acara HUT FEBI ke-8

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 822
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara peringatan hari lahir yang ke-8 dengan tajuk “FEBI Sewindu” pada Jumat, (17/12/2021). Salah satu kegiatan di dalamnya adalah pemilihan Duta FEBI yang bertujuan untuk memilih perwakilan Putra-Putri terbaik FEBI agar bisa mengenalkan FEBI di lingkungan masyarakat. Ajang ini mengusung tema “Menjadikan FEBI sebagai Garda […]

  • Surgawi di Tanganmu

    Surgawi di Tanganmu

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Senyum itu, Melengkapi mahkota kecantikan Balut hijab kian berpadu dengan akhlak Mampu membawamu di titik kemuliaan Bukan soal kepalsuan, Bukan soal hinaan, Tapi tentang tanya Bagaimana kau mampu mengalahkan bidadari surga? Pemahat sajakpun tak sanggup Mengurai bait lebih banyak tentangmu Kau terlalu mahir Menjadi pengelola samudra kasih Kau tak pernah lupa membawa serta kerinduan Untuk […]

expand_less