Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 1.877
  • comment 0 komentar

(Prosesi pengarakan kerbau untuk seserahan. Sumber: budaya-indonesia.org)

Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dari banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, salah satunya ada pada budaya. Setiap tempat memiliki berbagai adat dan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Jawa Tengah dengan upacara adat Tingkeban, Jawa Timur dengan Ruwatan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ada lebih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di setiap daerah serta mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas.

Sebuah kota di Jawa Tengah yakni Kota Jepara memiliki satu tradisi unik yang berhubungan dengan penyerahan maskawin berupa hewan kerbau. Tradisi ini bernama Prasah dan terdapat di Desa Sidigede, Welahan. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi mahal karena tak sembarang orang bisa melakukannya. Konon, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang mampu melaksanakan tradisi ini.

Prasah merupakan tradisi pemberian maskawin dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan berupa seekor kerbau sebagai bentuk seserahan atau hantaran. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang ada di Desa Sidigede, Jepara. Konon, tradisi Prasah terinspirasi dari cerita Joko Tingkir yang ingin meminang kekasihnya. Joko Tingkir harus menaklukkan kerbau sebagai bukti cintanya kepada putri kerajaan Demak saat itu sebagai persyaratan.

Saat proses penyerahan, kerbau akan diarak dan digiring oleh orang-orang yang berpengalaman dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Tim penarik kerbau yang berjumlah sekitar 15-30 orang itu masing-masing berperan memegang tali yang sudah dikaitkan pada kerbau tersebut. Tak hanya kerbau yang diberikan sebagai seserahan, namun juga perabotan rumah tangga seperti lemari dan lainnya. Dahulu, mempelai laki-laki di Desa Sidigede selalu membawa kerbau berukuran besar dan gemuk untuk mempersunting mempelai perempuan. Hal ini dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki-laki dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu harga kerbau semakin mahal. Tak heran jika tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang dari kalangan mampu karena untuk melakukan tradisi Prasah diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Demi melaksanakan Prasah, kerbau yang disiapkan harus diikat terlebih dahulu. Setelahnya, kerbau perlu dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres. Sisi keseruan dari tradisi ini adalah saat membuat kerbau marah. Semakin kerbau marah, maka semakin seru proses arak-arakan. Dibantu warga, orang-orang yang menggiring kerbau berusaha membuat kerbau tersebut mengamuk dengan berbagai cara, seperti melempar petasan kecil dan lumpur basah. Meski sudah diikat di beberapa sisi, kerbau tersebut terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang. Orang-orang pemegang tali pengikat kerbau yang disebut tukang bracut oleh masyarakat sekitar dibuat kewalahan karena kerbau tersebut hilang kendali. Tak jarang dalam proses pengarakan kerbau, ada saja pagar rumah warga yang rusak atau orang-orang cidera karena amukan kerbau. Namun, amukan itu tak berlangsung lama karena sesampainya di kediaman mempelai perempuan, kerbau tersebut kembali dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kembali tenang.

Tradisi ini dinilai menarik bagi masyarakat Desa Sidigede maupun luar desa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pelaksanaan dari sebelum dan setelah pandemi, setiap ada prosesi keseruan tradisi Prasah selalu menjadi tontonan warga desa. Itulah keseruan budaya unik dari Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya mengandung makna mendalam karena terinspirasi dari kisah Joko Tingkir. Namun lebih dari itu, Prasah menjadi tontonan dan keseruan sendiri bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Winda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa Kasih Orang Tua Sejak Kecil, Rivaldi Lulus Cepat dengan Predikat Terbaik FEBI

    Tanpa Kasih Orang Tua Sejak Kecil, Rivaldi Lulus Cepat dengan Predikat Terbaik FEBI

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 695
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang ke-13 sejumlah 95 wisudawan, yang terdiri dari 77 orang Sarjana Strata Satu (S1), 16 Ahli Madya dan dua orang Magister Strata Dua (S2). Prosesi pelepasan wisudawan UIN Walisongo yang yang ke-77 ini berlangsung di Audit II kampus III UIN Walisongo Semarang. Wisudawan Terbaik FEBI dengan Indeks Prestasi […]

  • Dharma Wanita Persatuan FEBI Raih Juara Umum, Dekan FEBI; Perempuan Perlu Lebih Kreatif dan Inovatif

    Dharma Wanita Persatuan FEBI Raih Juara Umum, Dekan FEBI; Perempuan Perlu Lebih Kreatif dan Inovatif

    • calendar_month Sab, 28 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 635
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi juara umum dalam acara Peringatan Dharma Wanita ke-20 dan Hari Ibu ke-91. Jumat, (27/12/2019). Perlombaan tersebut terdiri atas lima cabang lomba, yaitu merangkai sayur, merangkai buah, mengenakan dasi, lomba cerdas cermat, serta rias wajah dan berbusana. Keberhasian BWP […]

  • UNBK 2017 Prioritaskan Kejujuran

    UNBK 2017 Prioritaskan Kejujuran

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 633
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Semarang- Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu indikator terpenting dunia pendidikan di Indonesia. Tahun 2017 UN akan dilaksanakan pada 4 April mendatang, Sebagaimana sebelumnya, UN dilaksanakan dengan sistem berbasis komputer atau yang dikenal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Salah satu sekolah yang sudah melaksanakan sistem UNBK ini adalah SMA N 8 Semarang. SMA ini […]

  • Kalau Saja

    Kalau Saja

    • calendar_month Sel, 21 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Oleh: Selvina Idha Alifiani Awan bersama angin mengiringi rintik airMembawa setiap hembusan dingin hingga menusuk kulitKala itu, aku duduk bersandarkan dindingMerasakan tiap tarikan napas, yang keluar dari diriku Aku merenung dalam keheninganMembiarkan ingatan itu kembali mengalirMeratapi setiap detik yang telah berlalu Pikiranku berkelana dalam labirin waktuBerpikir, “Kalau saja kala itu aku diam”Apakah tidak akan jadi […]

  • Gelar Festival Sastra, Berikut Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi LPM Invest 2024

    Gelar Festival Sastra, Berikut Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi LPM Invest 2024

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest telah menyelenggarakan Lomba Cipta Puisi dalam rangka Festival Sastra 2024 LPM Invest. Pada Festival Sastra kali ini mengambil tema “Merayakan Keindahan Bahasa Dalam Karya Sastra”. Setelah dibukanya pendaftaran gelombang 1 pada tanggal 24 April-08 Mei 2024 dan pendaftaran gelombang 2 pada tanggal 09-24 Mei 2024. Hingga memasuki tahap pengumpulan karya, […]

  • Program Perpustakaan Keliling, Upaya Merawat Literasi di Tengah Pandemi

    Program Perpustakaan Keliling, Upaya Merawat Literasi di Tengah Pandemi

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 688
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 kELOMPOK 30 UIN Walisongo Semarang, berusaha menjaga literasi di masa pandemi dengan mengadakan perpustakaan keliling di Desa Purworejo. Kecamatan Bonang, Demak. Rabu, (14/10/2020). Kegiatan dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi anak-anak. Ini berlangsung di di halaman Masjid Baiturrahman RT […]

expand_less