Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Perjalanan Hidup Sastrawan Sekaligus Ulama Asal Minangkabau

Perjalanan Hidup Sastrawan Sekaligus Ulama Asal Minangkabau

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar

Identitas Film

Judul               : Buya Hamka Vol. I

Sutradara         : Fajar Bustomi

Produser          : Frederica, Chand Parwez Servia

Ditulis oleh     : Alim Sudio, Cassandra Massardi

Pemeran          : Vino G.Bastian, Laudya Cynthia Bella

Perusahaan      : Falcon Pictures

Produksi          : Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kharisma StarVison Plus

Tanggal Rilis   : 19 April 2023

Durasi Vol. I    : 1 jam 46 menit

Bahasa            : Indonesia, Minangkabau, Arab, Melayu, Belanda, Jepang

Anggaran        : Rp. 23 Miliar

Sinopsis Film

Film biografi ini mengangkat kisah perjalanan hidup seorang sastrawan dan juga ulama yang Bernama Abdul Malik Karim Amrullah, atau kerap disapa dengan Hamka. Perjalanan hidup Buya Hamka dikehidupan nyata penuh dengan perjuangan, maka dari itu Buya Hamka dikenal sebagai tokoh inspiratif oleh masyarakat.  Tak heran Falcon Pictures mengangkat kisahnya ke layar lebar. Film Buaya Hamka dibagi menjadi 3 Volume.

Film Buya Hamka Vol. I. Menceritakan seorang Buya Hamka yang merupakan seorang pengurus Muhammadiyah di Makasar yang berhasil memberikan kemajuan yang pesat terhadap organisasi. Hamka juga seorang penulis sastra koran, dan juga cerita roman yang disukai oleh para pembaca. Selain menjadi pengurus Muhammadiyah Hamka juga diangkat sebagai pemimpin redaksi majalah Pedoman Masyarakat.

Buya Hamka bersama keluarga kecilnya harus pindah ke Medan karena diangkat menjadi Pemimpin Redaksi Pedoman Masyarakat. Pedoman masyarakat mengalami kemajuan yang pesat hingga dikenal seluruh Masyarakat setelah dipegang beliau. Hal tersebut membuat Buya Hamka berkonflik dengan Jepang. Perselisihan tersebut membuat redaksi yang dipimpin Buya Hamka harus ditutup, karena dianggap berbahaya oleh Jepang. Saat permasalahan tersebut belum selesai, Buya Hamka kembali ditimpa musibah, yaitu salah satu anaknya meninggal dunia karena jatuh sakit.

Buya Hamka berusaha menyelesaikan permasalahannya dengan Jepang dengan melakukan pendekatan terhadap pihak jepang. Tetapi usaha beliau dianggap sebagai penghianat dan dimusuhi, karena dianggap sebagai antek-antek Jepang. Sampai beliau dipaksa mengundurkan diri sebagai pengurus Muhammadiyah.

Kelebihan dari film Buya Hamka Vol. I ini yaitu desain produksinya bisa terlihat sangat ciamik. Berlatarkan pada masa-masa penjajahan Belanda dan Jepang, memunculkan susana masa lalu Indonesia. Mulai dari tempat-tempat bersejarah sampai pakaian yang dikenakan oleh para karakter. Totalitas make up untuk menampilkan karakter yang lebih tua juga dilakukan dengan sangat baik sehingga terlihat sangat realistis.

Kekurangan film Buya Hamka Vol. I yaitu, kurang terlihatnya chemistry antara Buya Hamka dan anak-anaknya. Tak terlihat adanya interaksi keluarga yang harmonis antara ayah dan anak.

Malika Rahma Arifina (Tim Sastra)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan dan Raker Fornasmebi di IAIN Purwokerto, Muncul Harapan ‘Berkolaborasi dengan Link Aja Syariah’

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 827
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Selasa hingga Kamis, (22-27 Mei 2021) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam Indonesia (Fornasmebi) Wilayah III Jateng-DIY melaksanakan Pelantikan, Rapat Kerja Wilayah III (rakerwil), dan Jambore Ekonomi Syariah (JES). Penyelenggaraan kegiatan dituan rumahi oleh IAIN Purwokerto yang menjadi satu di antara tujuh Perguruan Tinggi Islam se Jateng-DIY ke dalam anggota Fornasmebi. Wilayah III […]

  • Ingin Bertemu Novelis Terkenal, Mahasiswa Rela Berpanasan di GSG

    • calendar_month Ming, 11 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 684
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG)  Kampus III UIN Walisongo Semarang, dilaksanakan Ngaji Sastra bersama Habiburrahman El-Shirazy. Acara ini mengusung tema “Berdakwah dengan Sastra: Manifestasi Budaya”. Ngaji sastra ini merupakan bagian dari serangkaian peringatan Dies Natalis CSSMora UIN Walisongo Semarang. Minggu, (11/12). Acara ini dilaksanakan pukul 08.00-12.30 WIB dan diikuti oleh 700 peserta, dengan […]

  • Hari Capucino Sedunia, Tora Bika Bagi-bagi Kopi Gratis

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 814
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kopi Tora Bika Capucino dalam memperingati hari capucino sedunia bagikan kopi gratis kepada mahasiswa UIN Walisongo. (26/11/2015). Banyak mahasiswa yang berbondong-bondong menuju ke audit 2 kampus 3 untuk menikmati kopi gratis yang telah disediakan oleh kopi tora bika capucino. “Bagi-bagi kopi gratis di UIN Walisongo ini dilakukan untuk memperingati hari capucino sedunia yang jatuh […]

  • FEBI Fasilitasi Mahasiswa dengan Pelatihan Kepemimpinan

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 737
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Pelatihan Kepemimpinan pada Selasa-Rabu (1-2/3/2022). Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Gedung H FEBI dengan tujuan untuk membekali mahasiswa sehingga membentuk privilege yang maksimal dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Pelatihan dihadiri oleh perwakilan setiap Ormawa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) beserta jajaran Staf Akademisi FEBI UIN Walisongo. Pelatihan Kepemimpinan […]

  • Akibat Pandemi, Cabor MQK ORSENIK 2021 Dilaksanakan Secara Daring

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 812
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perlombaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) tahap dua yang dilaksanakan pada Rabu, (10/11/2021). Perlombaan dilaksanakan secara daring menggunakan media Zoom Meeting dengan alasan pandemi. Kitab yang digunakan adalah kitab Fathul Qorib, peserta diwajibkan untuk memilki kitab tersebut. Ada tiga aspek penilaian yaitu […]

  • Perempuan di Titik Nol

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Judul            : Perempuan di titik nolPenulis         : Nawal el-SaadawiPenerjemah : Amir Sutaarga (Bahasa Indonesia)Tahun terbit : 2002 (edisi ke-6)Penerbit       : Yayasan Obor Indonesia, JakartaHalaman      : 156 halamanJudul asli      : Emra’a enda noktas el sifr Buku ini menceritakan perjalanan hidup Firdaus sejak […]

expand_less
Exit mobile version