Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa.

Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir Hadist (HMJ–TH) Fakultas Ushuluddin (FU) mengundang Muhammad Yasser Arafat dan Ahmad Musyafiq, dalam acara Seminar Nasional dengan tema “Ta`aruf Tilawah Langgam Jawa”. Senin, (15/06/2015).

Dalam kesempatan tersebut (“Seminar Nasional”) yang bertempat di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang itu, Yasser menjelaskan bahwa, “Seni merupakan keindahan, hasil daripada kebudayaan. Tilawah merupakan seni suara dalam melantunkan ayat suci Al-Qur`an. Tidak ada yang lebih unggul baik tilawah Jawa ataupun tilawah Arab, keduanya merupakan hasil dari peradaban yang terikat oleh ruang dan waktu.” terangnya.

Masalah perbedaan, Kebudayaan orang jawa pastilah berbeda dengan kebudayaan orang Sumatra, orang Sulawesi, apalagi orang Arab. Apa yang dianggap indah orang Jawa pasti beda pula dengan apa yang dianggap indah oleh orang Sumatra, dan daerah lainya. “Meskipun kadang di titik tertentu kebudayaan “disana” bisa diterima “disini”, dan kebudayaan “disini” bisa pula diterima “disana”. tutur Yasser mengebu-gebu saat diwawancara kru Lpminvest.com.

Langgam Jawa sebetulnya sudah sejak dulu digunakan untuk melantunkan Al-Qur`an yang diajarkan oleh para wali. Yasser Arafat menceritakan satu kisah dirinya bersama temannya, “pernah suatu ketika saya bertilawah Jawa dihadapan seorang teman saya. Setelah saya selesai melantunkannya, sontak kawan saya bilang: persis kaya simbahku!, mbiyen simbahku yo ngono maca Qur`ane (dulu simbah saya juga begitu cara baca Qur`annya)”. tambahnya menjelaskan.

Kesaksian serupa juga ia dapatkan dalam ceramah di YOUTUBE yang diunggah tanggal 20 Mei 2015 kemarin. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA, mengatakan bahwa kakeknya dahulu juga membacanya seperti itu (langgam Jawa), papar Yaser.

Banyak komentar dan cibiran pedas dari berbagai golongan: Ustadz, Ulama, Dai, dan qori` (Pakar Tilawah) via media nyata dan maya seperti; Facebook dan Twitter. Parahnya lagi, selepas ia melantunkan tilawah di Istana Negara, HP Yaser tak henti dihujani SMS yang menghujatnya bahkan mengaggapnya sebagai antek Liberalis. “semoga Allah melaknatmu!, begitu pesan yang saya terima,” ungkap Yasser.

“Pernah, salah satu Ustadz menuduh Yasser Arafat melalui komentar Facebook dan Twitter, saat melantunkan ayat suci di Istana Negara kala itu, Yasser melantunkannya menggunakan nada irama Dhandanggula dan atau Asmaradhana. Tapi dia keliru, saya sebenarnya melantunkannya dengan nada irama Sekar Macapat (Langgam Jawa). saya hanya bisa tertawa geli melihat komentar seperti itu tanpa didasari pengetahuan yang mempuni”. ungkap pria berkaca mata itu.

“Sekar Macapat sebenarnya memiliki makna yang sama dengan Rubaiyyat atau Langgam Arab. Sekar memiliki makna kembang sejati, yakni makrifatullah sedan,gkan Macapat terdiri dari tiga suku kata; “Mata” (mata) plus “Suca” (penglihatan) dan plus Ma`rifat (ma`rifat), Macapat artinya “mata yang melihat dengan makrifat”. Rubaiyyat itu sendiri merupakan syair-syair yang dikelompokkan kedalam tiap empat bait. Rubaiyyat mencirikan keruhanian, jadi orang yang masuk dalam Rubaiyyat atau Macapat telah disirami oleh petunjuk ma`rifat.”Demikian terang Yasser.

Menurut pria yang aktif sebagai dosen UIN Sunan Kaljaga itu, ia malah merasa ganjil dengan satu lagu dangdut milik Rhoma Irama yang di dalam liriknya mengandung ayat Al-Qur`an, mengapa yang seperti “ini” tidak dipermasalahkan. Ujarnya.
Yasser menegaskan bahwa dirinya siap bertatap muka untuk berdiskusi bersama dengan Ustadz, Ulama, atau Tilawah Internasional pun. dia akan memberikan argumen mengenai Langgam Jawa yang ia lantunkan “yang penting dalam rangka mentabayunkan masyarakat, bukan mencari benar atau salah.” Pungkasnya. (Firin-lpminvest.com)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Identitas Film  Judul               : Orang Kaya Baru Penulis            : Joko Anwar Sutradara         : Ody C. Harahap Produser          : Sukhdev Singh. Wicky V. Olindo Di Produksi     : Screenplay Film, Legacy Pictures Durasi             : 99 menit Rilis                : 24 Januari 2019 Negara            : Indonesia Bahasa            : Indonesia Sinopsis Film Orang Kaya Baru adalah film drama komedi Indonesia […]

  • Beasiswa Tahfiz Kembali Dibuka, Segera Lengkapi Persyaratan Ini

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 217
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Melalui surat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Walisongo Semarang Nomor. B-1709/Un. 10.0/R3/PP.00.9/06/2019 tanggal 11 Juni 2019, UIN Walisongo membuka kembali pendaftaran Beasiswa Tahfiz. Masa pendaftaran beasiswa ini dimulai sejak Senin lalu sampai Selasa mendatang (17-25/6/2019). Beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa penghafal al-Quran ini menyediakan kuota 34 orang mahasiswa dengan uang pembinaan […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

  • Sang Ada yang Fana

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Berkawan dengan sang ada, Mungkinkah dia kekal? Tidak, nanti akan kukenalkan dengan fana Waktu akan bersiteru juga “Sang ada pasti pergi” Tiada kekal di medan sandiwara Semangat, Sigap dan siaga, lumpuhkan lelah itu Semua raga berilusi, “lekas membaik”   World Heath Day 2020

  • UIN Walisongo Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis Sekitar Ngaliyan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 157
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan sumbangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis yang bertugas di wilayah sekitar kampus yakni Puskesmas Ngaliyan, Puskesmas Tambakaji, Puskesmas Purwoyoso dan Klinik Pratama UIN Walisongo. Kamis, 9/4/2020. Maka melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dibentuk UIN melakukan penggalangan dana melalui donasi para pimpinan dan pegawai […]

  • Filosofi dan Sejarah Ketupat sebagai Ikon Hidangan Lebaran

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Fitri atau lebih akrab disebut dengan Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat Islam. Di Indonesia, Lebaran menjadi sebuah momen penting untuk semua keluarga yang merayakan karena sanak saudara akan berkumpul di kampung halaman. Kerabat yang merantau di kota akan balik kampung demi merayakan Lebaran bersama keluarga besar. Kegiatan itu disebut […]

expand_less
Exit mobile version