Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
  • visibility 905
  • comment 0 komentar

lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa.

Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir Hadist (HMJ–TH) Fakultas Ushuluddin (FU) mengundang Muhammad Yasser Arafat dan Ahmad Musyafiq, dalam acara Seminar Nasional dengan tema “Ta`aruf Tilawah Langgam Jawa”. Senin, (15/06/2015).

Dalam kesempatan tersebut (“Seminar Nasional”) yang bertempat di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang itu, Yasser menjelaskan bahwa, “Seni merupakan keindahan, hasil daripada kebudayaan. Tilawah merupakan seni suara dalam melantunkan ayat suci Al-Qur`an. Tidak ada yang lebih unggul baik tilawah Jawa ataupun tilawah Arab, keduanya merupakan hasil dari peradaban yang terikat oleh ruang dan waktu.” terangnya.

Masalah perbedaan, Kebudayaan orang jawa pastilah berbeda dengan kebudayaan orang Sumatra, orang Sulawesi, apalagi orang Arab. Apa yang dianggap indah orang Jawa pasti beda pula dengan apa yang dianggap indah oleh orang Sumatra, dan daerah lainya. “Meskipun kadang di titik tertentu kebudayaan “disana” bisa diterima “disini”, dan kebudayaan “disini” bisa pula diterima “disana”. tutur Yasser mengebu-gebu saat diwawancara kru Lpminvest.com.

Langgam Jawa sebetulnya sudah sejak dulu digunakan untuk melantunkan Al-Qur`an yang diajarkan oleh para wali. Yasser Arafat menceritakan satu kisah dirinya bersama temannya, “pernah suatu ketika saya bertilawah Jawa dihadapan seorang teman saya. Setelah saya selesai melantunkannya, sontak kawan saya bilang: persis kaya simbahku!, mbiyen simbahku yo ngono maca Qur`ane (dulu simbah saya juga begitu cara baca Qur`annya)”. tambahnya menjelaskan.

Kesaksian serupa juga ia dapatkan dalam ceramah di YOUTUBE yang diunggah tanggal 20 Mei 2015 kemarin. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA, mengatakan bahwa kakeknya dahulu juga membacanya seperti itu (langgam Jawa), papar Yaser.

Banyak komentar dan cibiran pedas dari berbagai golongan: Ustadz, Ulama, Dai, dan qori` (Pakar Tilawah) via media nyata dan maya seperti; Facebook dan Twitter. Parahnya lagi, selepas ia melantunkan tilawah di Istana Negara, HP Yaser tak henti dihujani SMS yang menghujatnya bahkan mengaggapnya sebagai antek Liberalis. “semoga Allah melaknatmu!, begitu pesan yang saya terima,” ungkap Yasser.

“Pernah, salah satu Ustadz menuduh Yasser Arafat melalui komentar Facebook dan Twitter, saat melantunkan ayat suci di Istana Negara kala itu, Yasser melantunkannya menggunakan nada irama Dhandanggula dan atau Asmaradhana. Tapi dia keliru, saya sebenarnya melantunkannya dengan nada irama Sekar Macapat (Langgam Jawa). saya hanya bisa tertawa geli melihat komentar seperti itu tanpa didasari pengetahuan yang mempuni”. ungkap pria berkaca mata itu.

“Sekar Macapat sebenarnya memiliki makna yang sama dengan Rubaiyyat atau Langgam Arab. Sekar memiliki makna kembang sejati, yakni makrifatullah sedan,gkan Macapat terdiri dari tiga suku kata; “Mata” (mata) plus “Suca” (penglihatan) dan plus Ma`rifat (ma`rifat), Macapat artinya “mata yang melihat dengan makrifat”. Rubaiyyat itu sendiri merupakan syair-syair yang dikelompokkan kedalam tiap empat bait. Rubaiyyat mencirikan keruhanian, jadi orang yang masuk dalam Rubaiyyat atau Macapat telah disirami oleh petunjuk ma`rifat.”Demikian terang Yasser.

Menurut pria yang aktif sebagai dosen UIN Sunan Kaljaga itu, ia malah merasa ganjil dengan satu lagu dangdut milik Rhoma Irama yang di dalam liriknya mengandung ayat Al-Qur`an, mengapa yang seperti “ini” tidak dipermasalahkan. Ujarnya.
Yasser menegaskan bahwa dirinya siap bertatap muka untuk berdiskusi bersama dengan Ustadz, Ulama, atau Tilawah Internasional pun. dia akan memberikan argumen mengenai Langgam Jawa yang ia lantunkan “yang penting dalam rangka mentabayunkan masyarakat, bukan mencari benar atau salah.” Pungkasnya. (Firin-lpminvest.com)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siti Dapat TV Dari Kopma

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 685
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Walisongo Menggelar Jalan Sehat dan “Color Fun” dalam rangka Ulang Tahun Kopma yang ke-31. Acara di mulai pukul 07.15 sampai 11.25 WIB. Start dari halaman audit kampus III menuju kampus I, kemudian finis di Kampus III. Acara dimulai dengan pembagian kupon Jalan Sehat di gerbang pintu masuk kampus tiga […]

  • Pembukaan Tidak Sesuai Jadwal, Banyak Mahasiswa Baru Pingsan

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 689
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Banyak mahasiswa baru pingsan karena kelelahan saat menunggu upacara pembukaan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) UIN Walisong. (Selasa,23/8/16). Pelaksanaan OPAK yang dijadwalkan pukul 07.00 Wib terjadi keterlambatan hingga pukul 09.00. Upacara pembukaan dilaksanakan di lapangan kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Sebagaimana yang diklarifikasi Ketua Korps Suka Rela (KSR-red) Palang Merah Indonesia (PMI) UIN Walisongo […]

  • Sistem  GPN BI; Perlu Interkoneksi dan Interopebilitas Antarlembaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Sosialisai Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Bank Indonesia usai dilaksanakan di Kantor Bank Indonesia cabang kota Semarang. Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai mahasiswa dari universitas sekota Semarang. Kamis (14/11/2019). Irwan Daud, Departemen Elektronifikasi Bank Indonesia Pusat (Jakarta) memaparkan bahwa GNP adalah sistem untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). “Gerakan Pembayaran Nasional ini akan mendukung […]

  • PBAK 2022 UIN Walisongo; Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Rekognisi

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 845
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Rabu (3/8/2022), Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo resmi dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Rektor. PBAK 2022 merupakan kegiatan luring pertama bagi mahasiswa baru (maba) setelah dua tahun pandemi. Tema besar PBAK tahun ini “Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Rekognisi” diwujudkan dengan berbagai macam maba dari berbeda-beda wilayah. PBAK tahun ini dilaksanakan […]

  • Tim KKN MIT Ke-IX Posko 68 UIN Walisongo Siaga Antisipasi Banjir di Pecangaan, Jepara

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 819
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Warga Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara bersama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-IX posko 68 UIN Walisongo Semarang usai laksanakan kerja bakti. Minggu (02/02/2020). “Program kerja bakti dalam membersihan sungai ini menjadi kesempatan kami untuk membantu berkontribusi mengatasi permasalahan sampah di desa Karangrandu. Hal ini selaras dengan program divisi […]

  • Gedung Belum Memadahi, UIN Walisongo Buka Tiga Fakultas baru.

    • calendar_month Ming, 8 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 730
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Sebagai tindak lanjut Bertransformasinya IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meresmikan tiga Fakultas baru. Rabu, (4/11/2015). Acara yang dilaksankan di Auditorium II kampus III UIN Walisongo ini dihadiri oleh Menteri Agama RI, serta perwakilan dari Polisi Daerah (POLDA) Jawa Tengah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kantor wilayah (KANWIL) agama Propinsi Jawa […]

expand_less
Exit mobile version