Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Aktivis Bawah Pohon

Aktivis Bawah Pohon

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
  • visibility 271
  • comment 0 komentar

Apakah sebelumnya kalian pernah mendengar istilah ini? Aktivis bawah pohon. Begitu kami  menyebut mereka para mahasiswa dan mahasiswi yang membuka stand di bawah pohon, sebelumnya saya juga terinspirasi dari seorang dosen saya yang bercerita melihat para mahasiswa yang sedang berkumpul disepanjang jalan kampus III UIN Walisongo dibawah-bawah pohon.

Memilih tempat di bawah pohon bukanlah tanpa alasan. Strategi itu dilaksanakan selain guna solusi mencari tempat yang strategis, tetapi juga ditujukan untuk kenyamanan dalam pelaksanaan UKM dan guna mengajak mahasiswa yang lain agar mengetahui pentingnya organisasi dan berbagai kegiatan yang ada di kampus. Sehingga tercipta mahasiswa yang bersikap kritis dan peduli terhadap ilmu pengetahuan dan pasang surutnya negeri ini. Karena mahasiswa adalah sebagai agen of change bagi masa depan bangsa Indonesia.

Setiap tahun, setiap mahasiswa baru datang. Para senior selalu melakukan hal sama, membuka stand-stand di depan perpustakaan, depan kelas, depan audit. Tentu saja tujuannya satu, berburu mangsa mencari bakat para mahasiswa baru. Agar mahasiswa baru bisa melihat apa saja unit-unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus yang sekiranya cocok dengan bakat mereka.

Unit kegiatan mahasiswa ini tentu saja sangat bermanfaat, tetapi banyak pula yang terlalu asyik dengan titlenya sebagai aktivis mereka melupakan tugas utama mereka dalam bidang akademik. Bukankah lebih baik dua duanya bisa seimbangi?. Unit kegiatan mahasiswa ini diadakan agar para mahasiswa tidak hanya menjadi para mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) tetapi juga mempunyai kegiatan positive lainnya. Tetapi, sedikit banyak dari mereka menyalah gunakan kegiatan yang seharusnya positive ini, misalkan seperti ngoko-ngoko diwarung hingga larut malam dengan mengatas namakan kegiatan kampus.

UIN Walisongo memiliki unit kegiatan mahasiswa yang sangat beragam, dimulai dari lembaga-lembaga bahasa yang menawarkan para mahasiswa agar bisa memperdalam bahasa arab serta bahasa inggris mereka, lalu lembaga pers mahasiswa yang memberikan peluang kepada mereka untuk mengeluarkan bakat mereka dalam menulis, fotografer, desain grafis dll, lalu ada teater-teater, cabang-cabang olah raga, lalu lembaga yang berbau religius, dan beberapa organisasi-organisasi seperti PMII, HMI, dll.

Aktifis bawah pohon juga berperan menjembatani mahasiswa agar tak hanya mampu sukses kuliah akan tetapi juga sukses organisasi. Diharapkan mahasiswa mampu terjun ke masyarakat dan memajukan bangsa Indoesia. Sehingga aktifis bawah pohon mendapat respon positif sebagai salah satu pilar menjadi mahasiswa yang sukses kuliah dan organisasi. selain itu, diharapkan aktifis bawah pohon tetap menjaga akhlakul karimah sebagai identitas mahasiswa UIN Walisongo Semarang. (Uyun/Niswa) LPM_Invest

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 294
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam LPM Niche Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang berkunjung ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Hasna Aulia, Pimpinan Umum (PU) LPM Invest menyambut baik visitasi dari LPM Niche Undip. Sebagai LPM yang baru berdiri lima […]

  • Mahasiswa KKN Usai Lakukan Sidak Pantai Bersih

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 216
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setiap tahun sampah selalu menjadi salah satu isu utama yang harus dituntaskan, menurut jurnal penelitian yang diterbitkan di jurnal Science setidaknya terdapat 24 juta metrik ton sampah plastik yang masuk ke lingkungan laut di seluruh dunia. Menanggapi hal tersebut, kelompok 65 KKN Reguler Dari Rumah (RDR) 75 UIN Walisongo Semarang mengadakan sidak di salah […]

  • Perjuangan Cinta Yang Tulus

    • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul film        : Until Tomorrow Tanggal rilis     : 29 September 2022 (Indonesia) Sutradara        : Hadrah Daeng Ratu Sinematografi  : Adrian Sugiono Editor               : Wawan I. Wibowo Penata musik   : Joseph S. Djafar Penulis             : Evelyn Afnilia Sinopsis Film Film yang bertajuk Until Tomorrow berkisah […]

  • Kesadaran Mahasiswa Tertib Parkir Minim

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 325
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pelarangan parkir sepeda motor di sepanjang jalan samping Gedung L Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kurang diindahkan oleh mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan masih minimnya kesadaran mahasiswa dalam mematuhi peraturan untuk tertib parkir. “Itu kan sudah jelas, sudah ada papan pelarangannya. Kalau pinggir-pinggir jalannya penuh motor, saya mau buang sampah kan repot tho. Belum […]

  • Hikayat Para Pemeluk Luka

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 152
    • 0Komentar

    ​Di hamparan aspal yang membentang tanpa ujung, sebuah jalur tunggal yang kita sebut takdir. Semua orang adalah pengelana. Tidak ada bangku untuk beristirahat, tidak ada persimpangan untuk berbalik arah. Ribuan langkah berderap serempak, menciptakan irama monoton yang memenuhi udara. ​Jika dilihat dari ketinggian kerumunan itu tampak seperti sungai yang mengalir dalam remang. Namun, jika kau […]

  • Cinta dan Bisnis Itu Universal, Jangan Berhenti di Hari Ini

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 393
    • 0Komentar

    “Selamat hari valentine” semoga kasih sayang senantiasa menyertaimu selalu tanpa terhalang pemberian harapan palsu. Kalau kalian lahir era 90-an pasti pernah lihat musim-musim cokelat, boneka dan setangkai bunga yang diberi cuma-cuma untuk pujaan hati di bangku sekolah menengah pertama, anggap cinta monyetlah. Sabar ya kalau kamu hanya sanggup melihat tanpa merasakan sensasi makan cokelat dari […]

expand_less
Exit mobile version