Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
  • visibility 1.122
  • comment 0 komentar

(Sumber: pixabay.com)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar tujuh belas ribu pulau, sehingga melahirkan beragam suku, agama, ras, dan sebagainya. Dari ribuan pulau tersebut, terbagi menjadi bagian-bagian yang disebut daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang berbeda-beda. Tradisi dan budaya di masing-masing daerah memiliki keunikan dan kekhasannya tersendiri. Seperti salah satu tradisi yang terdapat di Desa Guyangan. Di Desa Guyangan,  terdapat larangan beternak sapi dan kuda. Tradisi tersebut menjadi sebuah kepercayaan bagi warga desa setempat yang masih dipercaya hingga kini. Desa tersebut bertempat di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.

Tradisi larangan beternak sapi dan kuda di Desa Guyangan menjadi tradisi turun menurun dari generasi terdahulu hingga generasi sekarang. Artinya, tidak hanya kalangan tua yang masih memegang teguh tradisi tersebut, tetapi kalangan muda juga turut mempercayai dan menaati tradisi tersebut, hingga terbukti saat ini tidak ada yang beternak sapi di desa tersebut. Tradisi tersebut masih melekat dan dipercayai oleh warga sekitar. Tradisi tersebut pernah terbukti dengan pelanggaran larangan di Desa Guyangan. Diketahui bahwa pernah terdapat warga desa yang melanggar tradisi tersebut. Awalnya, warga tersebut beternak beberapa sapi di halaman rumahnya, tetapi baru bertahan kira-kira satu bulan, seluruh sapi yang diternak mati satu per satu. Padahal, Desa Guyangan bisa menjadi tempat yang strategis untuk mengembangkan peternakan sapi. Karena letak Desa Guyangan yang dekat dengan laut, sehingga memiliki sumber daya air yang banyak. Selain itu, lahan yang digunakan untuk kandang sapi tersebut terbilang pantas dan sesuai. Warga tersebut juga rutin memberi makan sapi ternaknya. Namun anehnya, sapi-sapi tersebut mati satu per satu tanpa diketahui sebabnya.

Konon, dahulu terdapat leluhur atau danyang yang merupakan seorang janda yang pertama kali menemukan letak Desa Guyangan. Beliau juga menjadi orang yang pertama kali menempati Desa Guyangan. Beliau disebut ‘danyang’ karena konon katanya memiliki kekuatan sakti. Sang Danyang memiliki kuda sebagai kendaraan untuk mengembara. Selain itu, beliau juga memiliki ternak sapi. Konon, Beliau suka meng’guyang’ (memandikan) sapi dan kuda di kolam miliknya. Kata mengguyang menjadi asal nama Desa Guyangan yang digunakan sampai sekarang. Selain itu, kesukaannya dalam beternak sapi dan memelihara kuda menjadi alasan terdapat pantangan bagi warga Desa Guyangan untuk turut beternak sapi dan memelihara kuda. Hal tersebut dikarenakan konon Sang Danyang tidak menyukai apabila ada yang menyamainya dalam beternak sapi dan memelihara kuda. Terutama kuda dan sapi putih merupakan hewan kesukaan Sang Danyang. Setiap ada warga Desa Guyangan yang mencoba usaha untuk ternak sapi, dapat dipastikan peternakannya tidak tahan lama, karena sapi yang tidak dapat bertahan hidup lama di desa tersebut. Sehingga, ternak sapi dan memelihara kuda menjadi sebuah pantangan bagi warga Desa Guyangan.

Setiap daerah memiliki keunikan yang menjadi ciri khas tersendiri bagi daerah tersebut. Sedangkan Indonesia yang terdiri dari sekitar tujuh belas ribu pulau dan terdapat berbagai daerah yang memiliki tradisi dan budaya yang berbeda-beda. Tradisi dan budaya setiap daerah menjadi kepercayaan bagi warga daerah, sehingga menjadi sebuah aturan atau norma yang berlaku di daerah tersebut. Salah satunya seperti tradisi larangan ternak sapi dan pelihara kuda di Desa Guyangan ini. Tradisi tersebut masih dipercayai dan masih dilestarikan hingga kini. Celine_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 672
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Guna menarik minat mahasiswa UIN Walisongo Semarang untuk berinvestasi, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyelenggarakan Seminar Nasional (semnas) Pasar Modal Syariah “Investion”. Rabu, (13/11/2018). Selain itu, lewat semnas yang bertema “Kujawab Problem Finansialmu dengan Gaya Investasi Milenialku”, KSPM FEBI ingin mengajarkan kepada mahasiswa tentang bagaimana teknis-teknis dalam […]

  • Racana Walisongo Melantik 24 Pengurus Harian

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 713
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Pramuka Pandega yang dihimpun di gugusdepan (gudep-red) dalam satuan yang disebut Racana di UIN Walisongo, melaksakan pelantikan kepengurusan baru masa bakti 2016. Jumat, (15/01/2016). Acara yang dilaksanakan di Aula gedung Q lantai 2 kampus 2 UIN Walisongo Semarang ini dihadiri oleh Fauzin, Lift Ma’sunah, serta Suwanto sebagai Pembina Racana Walisongo Semarang. Pelantikan ini diharapkan mampu membuat […]

  • Adakan EI Goes To Village, HMJ EI Ingin Mengedukasi Warga Desa

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 918
    • 0Komentar

    lpminvest.com- EI Goes To Village merupakan kegiatan sosialisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) Fakultas Ekonomi Islam (FEBI) UIN Walisongo. Kegiatan ini tengah berlangsung di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Kegiatan yang bertajuk Langkah Kecil untuk Kebaikan Bersama ini dilaksanakan selama dua hari yaitu hari sabtu dan minggu. Sabtu (16/11/2019). Iqbal Rozaqi, selaku […]

  • Ramai ‘War Takjil’ di Sekitar Kampus 3 UIN Walisongo: Mahasiswa Hemat UMKM Merapat

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 857
    • 0Komentar

    Ngaliyan, (23/02/2026) Sore hari, Jalanan di sekitar kampus 3 UIN Walisongo Semarang dikerumuni oleh aktivitas manusia, terutama para mahasiswa yang memenuhi  pedagang takjil untuk membeli berbagai jenis takjil untuk berbuka puasa. War Takjil adalah salah satu kegiatan yang mereka lakukan selama bulan Ramadhan sembari menunggu adzan magrib tiba. Meilina Dwi mahasiswa semester 6  UIN Walisongo […]

  • Mahasiswi Asal Brebes ini Jadi Wisudawati Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 643
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Mahasiswi asal Brebes, Nahla Nadira Rahmah menjadi wisudawati terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo pada wisuda periode Agustus 2019 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.94. “Saya bukan wisudawan terbaik, tapi kebetulan nilai IPK saya lebih tinggi dari yang lain. Saya yakin masih banyak wisudawan yang jauh lebih baik dari saya. […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

expand_less
Exit mobile version