Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
  • visibility 735
  • comment 0 komentar

Oleh : Aisyah Septiasari
Kru LPM Invest 2017

 

“Semua kekecewaan harus dialirkan menjadi energi positif untuk bekerja lebih baik dan lebih keras lagi, sehingga berbagai prestasi yang lebih baik dan lebih tinggi bisa diraih,”ujar Sri Mulyani. Sepertinya ungkapan tersebut sangat relevan dengan keadaan sekarang. Di tengah pandemi covid-19 yang tak tahu menahu kapan berakhirnya ini, sehingga menyebabkan hampir seluruh sektor perekonomian terdampak dan memerlukan energy serta strategi yang ekstra untuk mampu struggle di tengah badai pandemi melanda.

Sudah hampir 3  juta karyawan di PHK secara tiba-tiba oleh perusahaannya, dikarenakan adanya pandemi ini. Pekerja-pekerja dirumahkan, kebangkrutan dimana-dimana, UMKM kecil sempoyongan dan masih banyak lagi. Belum lagi kurs rupiah juga tidak stabil. Sungguh miris keadaan sekarang. Dilansir dari liputan6.com pada hari Senin, 2 November 2020, seirung bertambahnya kasus covid-19 global mejadikan rupiah melemah. Jika dihitung dari awal tahun, kurs rupiah melemah 5,92 persen, dari 14.560 per dolar AS menjadi 14.692 per dolar AS. Hal ini mengindikasikan bahwa rupiah dengan adanya pandemi ini juga terombang ambing. Artinya stabilitas keuangan Indonesia juga melemah.

Disamping itu, patut bagi kita untuk mengatur stabilitas keuangan pribadi. Baik yang sudah bekerja, masih bersekolah, dan sebagai mahasiswa dianjurkan untuk mengelola keuangan pribadi sebijak mungkin di tengah pandemi. Sesuai dengan prinsip ekonomi syariah, keluarkan uang untuk yang perlu, bukan untuk yang ingin. Kalau di perbankan syariah (karena saya mahasiswa perbakan syariah) ada restrukturisasi nasabah, dimana segala pembiayaan di-reschedule  ulang bagi nasabah yang terdampak, maka dalam keuangan diri kita sendiri harus juga ada restrukturisasi keuangan pribadi. Mengapa perlu? Karena dengan adanya hal tersebut kita dituntut untuk me-reschedule semua keuangan pribadi kita, baik itu debit maupun kreditnya.

Kembali lagi pada ungkapan yang dikatakan oleh Menteri Keuangan hebat kita, yakni Ibu Sri Mulyani, we must never give up! Intinya, Memutar otak guna mendapatkan solusi terbaik. Prestasi yang dimaksud menurut saya, bukan melulu soal menang kejuaraan lomba, namun mengelola keuangan secara bijak pun merupakan suatu prestasi yang sangat bermanfaat untuk diriku, dirimu, dan diri kita semua. Karena merubah diri sendiri ke arah yang lebih baik lagi juga termasuk prestasi yang membanggakan. Bayangkan, betapa sengsaranya jika di tengah kondisi krisis seperti ini, keuangan kita tiba-tiba defisit dan tak ada pegangan sama sekali. Sangat menyedihkan bukan? Maka, sangat penting bagi kita untuk muhasabah diri dan mengelola keuangan pribadi kita sebaik dan se-efisien mungkin. Hidup lebih hemat, bak peribahasa Hemat pangkal kaya.

Hal pertama yang harus diketahui untuk melakukan restrukturisasi keuangan pribadi yakni, mencatat. Mencatat pemasukan keuangan pada tiap bulannya, lalu membuat list apa saja yang diperlukan (tagihan pokok yang wajib terbayarkan setiap bulannya) termasuk menabung. Apakah tidak boleh membuat list keinginan? Tentu saja boleh. Namun, pisahkan dari kebutuhan pokok yang wajib dibayar setiap bulannya.

Jika sudah, jumlah semua kebutuhan pokok dan kurangkan dengan pemasukanmu. Khusus untuk tabungan, ambil 10 persen dari pemasukan uangmu. Pasti awalnya terlihat sedikit. Tapi, kalau itu rutin dilakukan, pasti hasilnya juga akan tambah banyak. Layaknya peibahasa dikit-dikit jadi bukit. Setelah mengetahui jumlah akhir, barulah sisa uang tersebut bisa kalian gunakan untuk jajan atau list keinginan yang kalian buat. Seperti membei baju, make up, buku bacaan favorit kalian dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk sedekah. Karena, sebagian harta yang kita miliki adalah milik mereka yang membutuhkan. Kalau ke temen ya, bisa juga traktir jajan pempek atau apa gitulah. Itu kan juga termasuk sedekah, ye kan.

Maka dari itu semua, bisa diambil kesimpulan bahwa, kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi di masa  mendatang. Kita juga tak pernah bisa memprediksi hari esok bakal seperti apa. Namun, yang harus kita ketahui adalah bagaimana menyususn strategi untuk bertahan hidup, yang menumbuhkan makna kesalingan agar semua setara dan menumbuhkan kemaslahatan bagi diri kita sendiri dan orang lain, sehingga terciptanya tujuan ekonomi yang kaffah, yakni tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat.

 

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkat Air Rendaman Kurma, Shafira Raih Predikat Skripsi Terbaik Tingkat Universitas

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 963
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Shafira Abdillah, wisudawati asal Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil raih predikat skripsi terbaik tingkat universitas. Ia meraih predikat tersebut ketika diumumkan pada Sidang Senat Terbuka yang diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3. Tugas akhirnya berjudul “Analisis Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Pada Air Nabeez Kurma Ajwa (Phoenix […]

  • Kartiniku

    • calendar_month Kam, 15 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Katamu, Aku adalah hadiah terindah Tuhan Yang dititipkan melalui rahimmu Sebagai penerang malam Dikala engkau dalam kesunyian   Katamu, Kau mungkin bukan ibu yang sempurna Tetapi, kau ingin menjadi ibu terbaik Untukku dan keluargamu Dan ketahuilah ibu.. Kau ibu terbaik yang pernah aku minta   Tuhan, Terimakasih telah memberiku cinta tanpa syarat dari seorang ibu […]

  • Webinar Pra PBAK, Gerakan Mahasiswa terhadap Kebijakan Ekonomi

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 747
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pra Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang berhasil dikemas oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dalam sebuah webinar. Dipersembahkan untuk 440 mahasiswa baru FEBI, webinar ini mengusung tema Gerakan Mahasiswa terhadap Kebijakan Ekonomi. Berlangsung ramai melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Nasrul Fahmi Zaki Fuadi dan Ahmad Lutfi. Minggu, (6/9/2020). “Gerakan […]

  • Guna Menghemat Dana Pemerintah, UIN Walisongo Gunakan Tenaga Out Sourching

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 739
    • 0Komentar

    lpmInvest-Mulai tanggal 01 Juni 2015, Semua tenaga keamanan atau satpam yang ada di UIN Walisongo secara serentak berganti dengan yang baru. Banyak yang bertanya tanya mengenai kebijakan tersebut, apalagi setelah melihat beberapa satpam yang dulu  kini beralih profesi. Satpam tersebut berjumlah dua puluh tujuh orang, diantaranya tiga belas satpam yang telah menjadi  pegawai negeri (PNS) […]

  • Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pelaksanaan wisuda UIN Walisongo Semarang digelar secara luring pada Selasa (24/5/2022). Salah satu momen yang ditunggu-tunggu ialah ketika pembacaan nama wisudawan-wisudawati terbaik. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi salah satu acuan merah predikat tersebut. Farras Khirzi Khanifah mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menjadi wisudawati peraih IPK tertinggi dengan nilai 3,97 (predikat […]

  • FEIS Kembali Digelar FEBI UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 685
    • 0Komentar

    lpminvest – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo kembali mengadakan Festival Ekonomi Islam (FEIs). Acara yang kedua kalinya diadakan ini bertema “Filantropi Islam (Zakat & Wakaf) Menuju Sustainable Economic Development  di Era Revolusi Industri 4.0″. Serangkaian FEIs 2019 diantaranya National Competition Islamic Accounting, Islamic Economic, Sharia Banking yang berlangsung di Auditorium I lantai […]

expand_less
Exit mobile version