Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
  • visibility 659
  • comment 0 komentar

Oleh : Aisyah Septiasari
Kru LPM Invest 2017

 

“Semua kekecewaan harus dialirkan menjadi energi positif untuk bekerja lebih baik dan lebih keras lagi, sehingga berbagai prestasi yang lebih baik dan lebih tinggi bisa diraih,”ujar Sri Mulyani. Sepertinya ungkapan tersebut sangat relevan dengan keadaan sekarang. Di tengah pandemi covid-19 yang tak tahu menahu kapan berakhirnya ini, sehingga menyebabkan hampir seluruh sektor perekonomian terdampak dan memerlukan energy serta strategi yang ekstra untuk mampu struggle di tengah badai pandemi melanda.

Sudah hampir 3  juta karyawan di PHK secara tiba-tiba oleh perusahaannya, dikarenakan adanya pandemi ini. Pekerja-pekerja dirumahkan, kebangkrutan dimana-dimana, UMKM kecil sempoyongan dan masih banyak lagi. Belum lagi kurs rupiah juga tidak stabil. Sungguh miris keadaan sekarang. Dilansir dari liputan6.com pada hari Senin, 2 November 2020, seirung bertambahnya kasus covid-19 global mejadikan rupiah melemah. Jika dihitung dari awal tahun, kurs rupiah melemah 5,92 persen, dari 14.560 per dolar AS menjadi 14.692 per dolar AS. Hal ini mengindikasikan bahwa rupiah dengan adanya pandemi ini juga terombang ambing. Artinya stabilitas keuangan Indonesia juga melemah.

Disamping itu, patut bagi kita untuk mengatur stabilitas keuangan pribadi. Baik yang sudah bekerja, masih bersekolah, dan sebagai mahasiswa dianjurkan untuk mengelola keuangan pribadi sebijak mungkin di tengah pandemi. Sesuai dengan prinsip ekonomi syariah, keluarkan uang untuk yang perlu, bukan untuk yang ingin. Kalau di perbankan syariah (karena saya mahasiswa perbakan syariah) ada restrukturisasi nasabah, dimana segala pembiayaan di-reschedule  ulang bagi nasabah yang terdampak, maka dalam keuangan diri kita sendiri harus juga ada restrukturisasi keuangan pribadi. Mengapa perlu? Karena dengan adanya hal tersebut kita dituntut untuk me-reschedule semua keuangan pribadi kita, baik itu debit maupun kreditnya.

Kembali lagi pada ungkapan yang dikatakan oleh Menteri Keuangan hebat kita, yakni Ibu Sri Mulyani, we must never give up! Intinya, Memutar otak guna mendapatkan solusi terbaik. Prestasi yang dimaksud menurut saya, bukan melulu soal menang kejuaraan lomba, namun mengelola keuangan secara bijak pun merupakan suatu prestasi yang sangat bermanfaat untuk diriku, dirimu, dan diri kita semua. Karena merubah diri sendiri ke arah yang lebih baik lagi juga termasuk prestasi yang membanggakan. Bayangkan, betapa sengsaranya jika di tengah kondisi krisis seperti ini, keuangan kita tiba-tiba defisit dan tak ada pegangan sama sekali. Sangat menyedihkan bukan? Maka, sangat penting bagi kita untuk muhasabah diri dan mengelola keuangan pribadi kita sebaik dan se-efisien mungkin. Hidup lebih hemat, bak peribahasa Hemat pangkal kaya.

Hal pertama yang harus diketahui untuk melakukan restrukturisasi keuangan pribadi yakni, mencatat. Mencatat pemasukan keuangan pada tiap bulannya, lalu membuat list apa saja yang diperlukan (tagihan pokok yang wajib terbayarkan setiap bulannya) termasuk menabung. Apakah tidak boleh membuat list keinginan? Tentu saja boleh. Namun, pisahkan dari kebutuhan pokok yang wajib dibayar setiap bulannya.

Jika sudah, jumlah semua kebutuhan pokok dan kurangkan dengan pemasukanmu. Khusus untuk tabungan, ambil 10 persen dari pemasukan uangmu. Pasti awalnya terlihat sedikit. Tapi, kalau itu rutin dilakukan, pasti hasilnya juga akan tambah banyak. Layaknya peibahasa dikit-dikit jadi bukit. Setelah mengetahui jumlah akhir, barulah sisa uang tersebut bisa kalian gunakan untuk jajan atau list keinginan yang kalian buat. Seperti membei baju, make up, buku bacaan favorit kalian dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk sedekah. Karena, sebagian harta yang kita miliki adalah milik mereka yang membutuhkan. Kalau ke temen ya, bisa juga traktir jajan pempek atau apa gitulah. Itu kan juga termasuk sedekah, ye kan.

Maka dari itu semua, bisa diambil kesimpulan bahwa, kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi di masa  mendatang. Kita juga tak pernah bisa memprediksi hari esok bakal seperti apa. Namun, yang harus kita ketahui adalah bagaimana menyususn strategi untuk bertahan hidup, yang menumbuhkan makna kesalingan agar semua setara dan menumbuhkan kemaslahatan bagi diri kita sendiri dan orang lain, sehingga terciptanya tujuan ekonomi yang kaffah, yakni tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat.

 

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • National Essay Competition (NEC) 2019 Lembaga Pers Mahasiswa Invest

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Hidup mahasiswa! Dunia kini tengah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan semakin pesatnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Tidak terkecuali Indonesia, teknologi kian canggih dan digandrungi kaum milenial. Namun di tengah pesatnya perkembangan teknologi, justru semakin banyak yang […]

  • FEBI Bekali Anggota Ormawa dengan Pelatihan Kepemimpinan 2023

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 693
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Guna mempersiapkan pemimpin lembaga, mulai dari eksekutif, legislatif hingga minat bakat yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar “Pelatihan Kepemimpinan” yang dilaksanakan pada hari Senin-Selasa tanggal 30 (30-31/1/2023). Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana acara ini dilaksanakan di kampus, tetapi pada tahun ini bertempat di Balai Diklat […]

  • Debat Terbuka Calon Rektor UIN Walisongo dengan Mahasiswa UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) Bidang Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Walisonggo Semarang telah mengadakan acara debat untuk para  kandidat rektor yang akan memimpin periode selanjutnya, pada Selasa, (02/12/2025). UIN Walisongo memasuki fase penting dalam menentukan arah kepemimpinan baru. Menjelang pergantian rektor, mahasiswa diberikan ruang langsung untuk menilai gagasan, karakter, serta komitmen […]

  • Mengubah Persepsi, Jangan Kambing Hitamkan Pakaian Perempuan

    • calendar_month Rab, 4 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan masih sering terjadi di era modern sekarang ini. Banyak anggapan yang menilai bahwa kekerasan seksual tersebut disebabkan cara berpakaian korban yang terbuka sehingga mengundang nafsu pelaku. Namun pada kenyataannya, pakaian korban saat mendapat perlakuan kekerasan seksual tidak selalu terbuka atau seksi. Kekerasan seksual sendiri merupakan semua tindakan yang menyebabkan korban […]

  • Korupsi dan Upaya Penanganannya di Indonesia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Oleh: Jahfal Bachist Dalam kehidupan bernegara, korupsi telah menjadi ancaman serius yang menggerogoti berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Istilah korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio dengan kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, atau menyimpang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi didefinisikan sebagai penggelapan atau penyalahgunaan dana negara dan perusahaan untuk kepentingan pribadi atau […]

  • Tanah Air Beta Terampas Kapitalis

    • calendar_month Kam, 7 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Oleh: Akhyar Manarul HF Ungkapan Indonesia Tanah Air Beta tentu sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia. Negara dengan kekayaan yang sangat melimpah menjadi surga dunia bagi rakyatnya. Namun kini Indonesia Tanah Air Kapitalis seolah lebih tepat diungkapkan. Rakyat tergusur oleh kepentingan asing dan para pemilik modal yang hendak menguasai kekayaan Indonesia. Mirisnya, hal tersebut […]

expand_less
Exit mobile version