Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
  • visibility 907
  • comment 0 komentar

lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa.

Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir Hadist (HMJ–TH) Fakultas Ushuluddin (FU) mengundang Muhammad Yasser Arafat dan Ahmad Musyafiq, dalam acara Seminar Nasional dengan tema “Ta`aruf Tilawah Langgam Jawa”. Senin, (15/06/2015).

Dalam kesempatan tersebut (“Seminar Nasional”) yang bertempat di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang itu, Yasser menjelaskan bahwa, “Seni merupakan keindahan, hasil daripada kebudayaan. Tilawah merupakan seni suara dalam melantunkan ayat suci Al-Qur`an. Tidak ada yang lebih unggul baik tilawah Jawa ataupun tilawah Arab, keduanya merupakan hasil dari peradaban yang terikat oleh ruang dan waktu.” terangnya.

Masalah perbedaan, Kebudayaan orang jawa pastilah berbeda dengan kebudayaan orang Sumatra, orang Sulawesi, apalagi orang Arab. Apa yang dianggap indah orang Jawa pasti beda pula dengan apa yang dianggap indah oleh orang Sumatra, dan daerah lainya. “Meskipun kadang di titik tertentu kebudayaan “disana” bisa diterima “disini”, dan kebudayaan “disini” bisa pula diterima “disana”. tutur Yasser mengebu-gebu saat diwawancara kru Lpminvest.com.

Langgam Jawa sebetulnya sudah sejak dulu digunakan untuk melantunkan Al-Qur`an yang diajarkan oleh para wali. Yasser Arafat menceritakan satu kisah dirinya bersama temannya, “pernah suatu ketika saya bertilawah Jawa dihadapan seorang teman saya. Setelah saya selesai melantunkannya, sontak kawan saya bilang: persis kaya simbahku!, mbiyen simbahku yo ngono maca Qur`ane (dulu simbah saya juga begitu cara baca Qur`annya)”. tambahnya menjelaskan.

Kesaksian serupa juga ia dapatkan dalam ceramah di YOUTUBE yang diunggah tanggal 20 Mei 2015 kemarin. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA, mengatakan bahwa kakeknya dahulu juga membacanya seperti itu (langgam Jawa), papar Yaser.

Banyak komentar dan cibiran pedas dari berbagai golongan: Ustadz, Ulama, Dai, dan qori` (Pakar Tilawah) via media nyata dan maya seperti; Facebook dan Twitter. Parahnya lagi, selepas ia melantunkan tilawah di Istana Negara, HP Yaser tak henti dihujani SMS yang menghujatnya bahkan mengaggapnya sebagai antek Liberalis. “semoga Allah melaknatmu!, begitu pesan yang saya terima,” ungkap Yasser.

“Pernah, salah satu Ustadz menuduh Yasser Arafat melalui komentar Facebook dan Twitter, saat melantunkan ayat suci di Istana Negara kala itu, Yasser melantunkannya menggunakan nada irama Dhandanggula dan atau Asmaradhana. Tapi dia keliru, saya sebenarnya melantunkannya dengan nada irama Sekar Macapat (Langgam Jawa). saya hanya bisa tertawa geli melihat komentar seperti itu tanpa didasari pengetahuan yang mempuni”. ungkap pria berkaca mata itu.

“Sekar Macapat sebenarnya memiliki makna yang sama dengan Rubaiyyat atau Langgam Arab. Sekar memiliki makna kembang sejati, yakni makrifatullah sedan,gkan Macapat terdiri dari tiga suku kata; “Mata” (mata) plus “Suca” (penglihatan) dan plus Ma`rifat (ma`rifat), Macapat artinya “mata yang melihat dengan makrifat”. Rubaiyyat itu sendiri merupakan syair-syair yang dikelompokkan kedalam tiap empat bait. Rubaiyyat mencirikan keruhanian, jadi orang yang masuk dalam Rubaiyyat atau Macapat telah disirami oleh petunjuk ma`rifat.”Demikian terang Yasser.

Menurut pria yang aktif sebagai dosen UIN Sunan Kaljaga itu, ia malah merasa ganjil dengan satu lagu dangdut milik Rhoma Irama yang di dalam liriknya mengandung ayat Al-Qur`an, mengapa yang seperti “ini” tidak dipermasalahkan. Ujarnya.
Yasser menegaskan bahwa dirinya siap bertatap muka untuk berdiskusi bersama dengan Ustadz, Ulama, atau Tilawah Internasional pun. dia akan memberikan argumen mengenai Langgam Jawa yang ia lantunkan “yang penting dalam rangka mentabayunkan masyarakat, bukan mencari benar atau salah.” Pungkasnya. (Firin-lpminvest.com)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkasa & 56 Hari

    Angkasa & 56 Hari

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 6.573
    • 0Komentar

    Identitas buku Judul Buku      : Angkasa & 56 Hari Penulis             : Destashya Wisna Diraya Putri Penerbit           : Akad Tahun Terbit    : 2021 Tebal               : 263 Halaman Genre              : Fiksi Remaja Peresensi         : Fitrotun Amaliyah Novel Angkasa & 56 Hari mengisahkan perjalanan cinta, persahabatan, dan pengorbanan yang melibatkan tiga tokoh utama: Angkasa, Nadine, dan Nadira. […]

  • BUMN Pelopori Gerakan Nontunai Lewat LinkAja

    BUMN Pelopori Gerakan Nontunai Lewat LinkAja

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 670
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) gelar tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke-21. Dihadiri oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno beserta jajaran direksi dan pejabat kementerian BUMN, acara ini berlangsung di Pantai Marina Semarang. Menariknya, acara yang diawali dengan jalan sehat ini mendapat rekor Muri kategori transaksi terbanyak, yaitu 35 ribu transaksi dalam waktu […]

  • Tagar UIN Walisongo Melawan, Bentuk Aksi di Tengah Pandemi

    Tagar UIN Walisongo Melawan, Bentuk Aksi di Tengah Pandemi

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 924
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis, (18/6/2020) jagat twitter dihebohkan dengan tagar UIN Walisongo Melawan. Tagar ini terus ditulis oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang sebagai bentuk aksi di tengah pandemi seperti ini. Keadaan pandemi covid-19 yang mengharuskan kegiatan kerja, ibadah, dan kuliah di rumah saja ini bukan menjadi hambatan untuk menyuarakan aspirasi. Terbukti, banyak sekali yang menaikkan tagar tersebut […]

  • Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 809
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Semangat para mahasiswa baru (maba-red) UIN Walisongo Semarang seusai mengikuti serangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) belum padam. Pasalnya, agenda besar tahunan bagi maba yaitu Pekan Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) telah menanti mereka.  Jumat, (31/8/2018). Orsenik merupakan ajang perlombaan antarfakultas yang bertujuan untuk menggali minat dan bakat maba. Rencananya Orsenik akan […]

  • Pengumuman Seleksi LPM Invest 2019

    Pengumuman Seleksi LPM Invest 2019

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Salam Pers. Berdasarkan tes seleksi yang telah dilakukan sebelumnya dan pertimbangan hasil tes seleksi oleh LPM Invest, berikut kami sampaikan nama-nama yang lolos seleksi kru magang LPM Invest 2019: Agie Darmawan Ryanji Harimansyah Pedi Pratama Dimas Aji Mahendra Khomsin Nuril Hakim Hidayatul Ulum Alvi Shafira Khoiri Nuriya Alya Rahma Falasifah Annisa Shorea Pinanga Aprilia Nur […]

  • Dengan Keyakinan Hati dan Doa Orang Tua Ghina Nafsiyah Raih S1 Cumlaude

    Dengan Keyakinan Hati dan Doa Orang Tua Ghina Nafsiyah Raih S1 Cumlaude

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 828
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Skripsi yang berjudul “Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap Diversi Sexsual Bullying Yang Pelaku Dan Korbannya Anak (Studi Kasus Nomor B/1508/VII/Res.124/2022/Reskrim Di Polres Kabupaten Tasikmalaya)”. Berhasil mengantarkan Ghina Nafsiyah menjadi wisudawan terbaik di Fakultas Syariah dan Hukum Islam (FSH), UIN Walisongo. Segenap usaha yang Beliau perjuangkan selama 4 tahun tidak sia-sia, Ghina berhasil memperoleh IPK […]

expand_less