Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
  • visibility 639
  • comment 0 komentar

lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa.

Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir Hadist (HMJ–TH) Fakultas Ushuluddin (FU) mengundang Muhammad Yasser Arafat dan Ahmad Musyafiq, dalam acara Seminar Nasional dengan tema “Ta`aruf Tilawah Langgam Jawa”. Senin, (15/06/2015).

Dalam kesempatan tersebut (“Seminar Nasional”) yang bertempat di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang itu, Yasser menjelaskan bahwa, “Seni merupakan keindahan, hasil daripada kebudayaan. Tilawah merupakan seni suara dalam melantunkan ayat suci Al-Qur`an. Tidak ada yang lebih unggul baik tilawah Jawa ataupun tilawah Arab, keduanya merupakan hasil dari peradaban yang terikat oleh ruang dan waktu.” terangnya.

Masalah perbedaan, Kebudayaan orang jawa pastilah berbeda dengan kebudayaan orang Sumatra, orang Sulawesi, apalagi orang Arab. Apa yang dianggap indah orang Jawa pasti beda pula dengan apa yang dianggap indah oleh orang Sumatra, dan daerah lainya. “Meskipun kadang di titik tertentu kebudayaan “disana” bisa diterima “disini”, dan kebudayaan “disini” bisa pula diterima “disana”. tutur Yasser mengebu-gebu saat diwawancara kru Lpminvest.com.

Langgam Jawa sebetulnya sudah sejak dulu digunakan untuk melantunkan Al-Qur`an yang diajarkan oleh para wali. Yasser Arafat menceritakan satu kisah dirinya bersama temannya, “pernah suatu ketika saya bertilawah Jawa dihadapan seorang teman saya. Setelah saya selesai melantunkannya, sontak kawan saya bilang: persis kaya simbahku!, mbiyen simbahku yo ngono maca Qur`ane (dulu simbah saya juga begitu cara baca Qur`annya)”. tambahnya menjelaskan.

Kesaksian serupa juga ia dapatkan dalam ceramah di YOUTUBE yang diunggah tanggal 20 Mei 2015 kemarin. Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA, mengatakan bahwa kakeknya dahulu juga membacanya seperti itu (langgam Jawa), papar Yaser.

Banyak komentar dan cibiran pedas dari berbagai golongan: Ustadz, Ulama, Dai, dan qori` (Pakar Tilawah) via media nyata dan maya seperti; Facebook dan Twitter. Parahnya lagi, selepas ia melantunkan tilawah di Istana Negara, HP Yaser tak henti dihujani SMS yang menghujatnya bahkan mengaggapnya sebagai antek Liberalis. “semoga Allah melaknatmu!, begitu pesan yang saya terima,” ungkap Yasser.

“Pernah, salah satu Ustadz menuduh Yasser Arafat melalui komentar Facebook dan Twitter, saat melantunkan ayat suci di Istana Negara kala itu, Yasser melantunkannya menggunakan nada irama Dhandanggula dan atau Asmaradhana. Tapi dia keliru, saya sebenarnya melantunkannya dengan nada irama Sekar Macapat (Langgam Jawa). saya hanya bisa tertawa geli melihat komentar seperti itu tanpa didasari pengetahuan yang mempuni”. ungkap pria berkaca mata itu.

“Sekar Macapat sebenarnya memiliki makna yang sama dengan Rubaiyyat atau Langgam Arab. Sekar memiliki makna kembang sejati, yakni makrifatullah sedan,gkan Macapat terdiri dari tiga suku kata; “Mata” (mata) plus “Suca” (penglihatan) dan plus Ma`rifat (ma`rifat), Macapat artinya “mata yang melihat dengan makrifat”. Rubaiyyat itu sendiri merupakan syair-syair yang dikelompokkan kedalam tiap empat bait. Rubaiyyat mencirikan keruhanian, jadi orang yang masuk dalam Rubaiyyat atau Macapat telah disirami oleh petunjuk ma`rifat.”Demikian terang Yasser.

Menurut pria yang aktif sebagai dosen UIN Sunan Kaljaga itu, ia malah merasa ganjil dengan satu lagu dangdut milik Rhoma Irama yang di dalam liriknya mengandung ayat Al-Qur`an, mengapa yang seperti “ini” tidak dipermasalahkan. Ujarnya.
Yasser menegaskan bahwa dirinya siap bertatap muka untuk berdiskusi bersama dengan Ustadz, Ulama, atau Tilawah Internasional pun. dia akan memberikan argumen mengenai Langgam Jawa yang ia lantunkan “yang penting dalam rangka mentabayunkan masyarakat, bukan mencari benar atau salah.” Pungkasnya. (Firin-lpminvest.com)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkasa & 56 Hari

    Angkasa & 56 Hari

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 4.910
    • 0Komentar

    Identitas buku Judul Buku      : Angkasa & 56 Hari Penulis             : Destashya Wisna Diraya Putri Penerbit           : Akad Tahun Terbit    : 2021 Tebal               : 263 Halaman Genre              : Fiksi Remaja Peresensi         : Fitrotun Amaliyah Novel Angkasa & 56 Hari mengisahkan perjalanan cinta, persahabatan, dan pengorbanan yang melibatkan tiga tokoh utama: Angkasa, Nadine, dan Nadira. […]

  • Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 547
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2019 UIN Walisongo telah merilis kreasi paper MOB di akun instagram PBAK @pbakuinws. Jumat, (23/8/2019) Paper MOB tersebut membentuk 23 formasi bertemakan kemanusiaan. Dari unggahan tersebut tampak paper MOB dengan  hash tag “Menolak Lupa”. Terlihat gambar-gambar tokoh kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sampai sekarang belum […]

  • Inilah Omzet tukang parkir Car Free Day di Semarang.

    Inilah Omzet tukang parkir Car Free Day di Semarang.

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 547
    • 0Komentar

      Lpminvst.com-Makin banyak pengunjung dalam sebuah acara, makin banyak juga kebutuhan lahan parkir untuk kendaraan mereka. Acara Car Free Day (CFD_red) di Bundara Air Mancur-Semarang misalnya, setiap hari minggu tak kurang dari ribuan kendaraan bermotor memarkir motor di area Jl. Pahlawan-Semarang (11/6/2016) Menurut Sulis sebagai juru parkir, dalam acara yang dimulai pukul 05.30 hingga  09.00 […]

  • National Essay Competition (NEC) 2019 Lembaga Pers Mahasiswa Invest

    National Essay Competition (NEC) 2019 Lembaga Pers Mahasiswa Invest

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Hidup mahasiswa! Dunia kini tengah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan semakin pesatnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Tidak terkecuali Indonesia, teknologi kian canggih dan digandrungi kaum milenial. Namun di tengah pesatnya perkembangan teknologi, justru semakin banyak yang […]

  • Program Perpustakaan Keliling, Upaya Merawat Literasi di Tengah Pandemi

    Program Perpustakaan Keliling, Upaya Merawat Literasi di Tengah Pandemi

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 506
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 kELOMPOK 30 UIN Walisongo Semarang, berusaha menjaga literasi di masa pandemi dengan mengadakan perpustakaan keliling di Desa Purworejo. Kecamatan Bonang, Demak. Rabu, (14/10/2020). Kegiatan dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi anak-anak. Ini berlangsung di di halaman Masjid Baiturrahman RT […]

  • Keren, UKM JQH Bawa Pulang Predikat Juara Ini dari Rembang

    Keren, UKM JQH Bawa Pulang Predikat Juara Ini dari Rembang

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 612
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) UIN Walisongo Semarang membawa pulang predikat juara aransemen terbaik pada Festival Hadroh Banjari Se-Nusantara. Perlombaan yang diadakan dalam rangka haflah Khotmil Quran, Maulid Nabi Muhammad, Rojabiyyah, dan Haul (KMRH) Pondok Pesantren An-Nurriyah Lasem, Rembang dan guna memperingati hari lahir Nahdhatul Ulama ke 93 ini […]

expand_less