Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
  • visibility 729
  • comment 0 komentar

Oleh : Mahda Nuurainiyah

Internet di era sekarang sudah seperti kebutuhan pokok, maraknya penggunaan medsos, telepon genggam, dan perangkat cerdas lainnya. Internet menawarkan berbagai kemudahan yang mampu diterima segala usia. Pengoperasian yang mudah telah menjangkau satu dunia, menggantikan peran koran sebagai sumber informasi. Fitur-fitur yang canggih juga memudahkan terbentuknya ruang diskusi daring. Sayangnya internet yang dibekali fitur algoritma rentan menciptakan kubu-kubu dengan pendapat yang berseberangan, atau disebut polarisasi opini, sebenarnya bagaimana peran medsos dalam terbentuknya polarisasi opini?

Internet telah menguasai lebih dari separuh penduduk Indonesia, menurut situs We Are Social pengguna internet di Indonesia mencapai 185 juta jiwa atau setara 66,8% dari populasi penduduk Indonesia, dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 139 juta. Angka ratusan juta itu setiap harinya mampu menghabiskan 6-8 jam menggunakan internet dengan jenis aplikasi teratas yang digunakan berupa, jejaring sosial, aplikasi percakapan, dan mesin pencarian. Penggunaan aplikasi dilakukan untuk berbagai tujuan seperti menjaga hubungan dengan teman dan keluarga, mendengar musik, bermain game, dan banyak lagi lainnya, dan menariknya fungsi teratas penggunaan internet adalah untuk mencari informasi.

Sumber : Website We Are Social

Melalui internet, informasi dapat tersebar ke mana pun juga dicari dari mana pun, dengan duduk, berdiri, bahkan saat antre masuk transum kita bisa mendapat informasi. Menurut data, jejaring sosial atau media sosial merupakan pilihan utama dalam mengais informasi. Beberapa aplikasi seperti Tiktok, Instagram, X (twitter), dan Youtube dapat menjadi media pertukaran info, terlebih adanya kolom komentar yang mampu menghadirkan ruang diskusi daring. Setiap manusia pasti memiliki perspektif yang tidak sama, dalam sebuah isu pasti terdapat pihak pro dan kontra, sehingga adanya ruang diskusi tersebut bisa memberi insight dari berbagai sudut pandang. Ruang diskusi daring memberi kesempatan akun pengguna aplikasi untuk menyuarakan pendapatnya dan/atau informasi yang mereka dapat.

Sayangnya aplikasi sekarang mengadopsi fitur konten yang dipersonalisasi, yang mana menyajikan konten-konten sesuai aktivitas penggunanya. Aplikasi akan mencatat apa saja topik yang dicari, konten seperti apa yang disukai, komentar apa yang sering diberikan, dan aktivitas lain yang dilakukan selama memakai aplikasi. Apabila pengguna menyukai dan berinteraksi dengan konten yang pro dengan sebuah isu maka selanjutnya konten yang ditampilkan berupa konten pro, begitu juga jika berinteraksi dengan konten yang kontra maka selanjutnya konten yang bermunculan di beranda pengguna adalah konten-konten dengan pendapat kontra. Pada akhirnya aplikasi akan menampilkan konten-konten dan pengguna lain yang seragam, hal ini membuat pertukaran informasi hanya terjadi antar pengguna dengan preferensi yang sama, sehingga informasi akhirnya tidak terdapat sudut pandang lain. Fenomena ini disebut gelembung filter.

Sumber : Newslaundry

Istilah gelembung filter diperkenalkan oleh Eli Paliser (aktivis internet dan penulis buku) term ini mengacu pada sistem algoritma aplikasi yang hanya menyajikan konten berdasarkan minat penggunanya. Algoritma bisa mengisolasi pengguna medsos dari informasi yang lebih luas, ia/ini seperti membentuk dinding sehingga pengguna tidak tahu informasi di luar gelembung filternya. Sehingga semakin lama menggunakan medsos justru malah menjadikan informasi yang didapatkan semakin sempit. Kemudian akan ada interaksi dengan pengguna lain yang punya pendapat sama, dan lama-lama menjadikan kita yakin bahwa pendapat kita adalah yang paling benar, fenomena ini disebut echo chamber.

Echo chamber hanya mau menerima pendapat yang sesuai perspektifnya tanpa mau melihat sudut pandang yang lain. Hal ini kurang baik karena pasti adanya kemungkinan pendapat yang berkebalikan dengan kita. Efeknya buruk karena kita akan defensif akan merasa pendapat kita paling benar, padahal pengguna dengan pendapat lain juga merasa pendapatnya yang benar. Echo chamber ini mampu mempermudah penyebaran hoaks dan memungkinkan polarisasi opini dunia maya di mana terbentuknya dua kubu dengan pendapat yang berlawanan. Polarisasi opini ini juga diperparah dengan hadirnya influencer yang memiliki pengikut banyak.

Sumber : Sageworld

Influencer sebagai seorang yang aktif dalam bermedsos dengan pengikut banyak, memiliki kelebihan untuk menjangkau beranda pengguna medsos khususnya akun-akun yang mengikuti mereka aias followers. Followers mereka cenderung punya ketertarikan yang sama dengan mereka. Jadi apa yang influencer bicarakan secara terbuka di publik akan mendapat reaksi positif dari pengikutnya. Nah pengikut ini cenderung pasif dan hanya setuju dengan informasi yang disampaikan, meskipun informasi tersebut belum tentu lengkap, jadi apabila followers hanya bersumber informasi hanya dari satu influencer bisa memperparah polarisasi opini dalam dunia maya. Pentingnya memilih influencer yang baik dengan pikiran terbuka dan mau menerima pendapat melalui komentar, berdiskusi dengan pendapat lain melalui komentar sehingga followers ikut terpengaruh untuk menerima  opini  dari berbagai sudut pandang.

Tapi sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kita membatasi diri sendiri. Mencari informasi dari berbagai sumber tanpa perlu menunggu informasi disajikan di beranda medsos kita. Perlunya kesadaran diri jika polarisasi opini adalah hal yang sebaiknya dihindari, selain itu juga harus mencoba mengerti sudut pandang yang berseberangan dengan kita, karena sebetulnya memahami pendapat yang berseberangan juga merupakan jalan menuju kemenangan. Namun tetap dengan catatan memiliki pendirian mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tidak mudah terbawa arus informasi atau plin-plan. Sudah saatnya medsos kita manfaatkan untuk menggali informasi secara menyeluruh, bukan malah menjadi perangkap yang mengurung kita dari berbagi informasi.

[Pengurus Invest Redaksi Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUISI: NAHKODA KEHIDUPAN

    PUISI: NAHKODA KEHIDUPAN

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Nahkoda Kehidupan Oleh: Ikfina Kamalia Ini peranku sebagai nahkoda Menyisir riuh di atas semesta Mengiring manusia tanpa suara Terbungkam karena ulahnya Nahkoda penentu jalan Untuk mereka yang tak paham Tanggung jawab yang ku emban Dengan harapan tanpa tuntutan Imajinasiku berulah Sebagai nahkoda yang hilang arah Melewati cacian hanya karena tak searah Memenuhi keinginan yang tak […]

  • Kongres KUPI II: UIN Walisongo Jadi Tuan Rumah

    Kongres KUPI II: UIN Walisongo Jadi Tuan Rumah

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 549
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) merupakan kongres perkumpulan ulama perempuan dari berbagai daerah. Kongres ke-2 KUPI dilaksanakan di dua tempat yaitu di Semarang dan Jepara. Untuk kongres di Semarang diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu (23/11/2022) saat di wawancarai Tim LPM Invest, Tajudin Arafat selaku Ketua Panitia dari pihak UIN […]

  • Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

    Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Usai Ujian Nasional SD, waktunya bagi saya untuk mencari sekolah baru ke jenjang pendidikan SMP. Setelah beberapa sekolah saya kunjungi, keputusan jatuh di Sekolah Negeri yang menurutku cukup bagus di daerah Bekasi. Setelah beberapa hari datanglah brosur Pondok Pesaantren dari salah satu teman saya. Akhirnya, orang tua memberikan usulan agar mondok saja. Sempat terpikir kala […]

  • Rangkaian Rekrutmen Anggota Baru, LPM Invest Gelar Selayang Pandang dan Pelatihan Menulis Esai

    Rangkaian Rekrutmen Anggota Baru, LPM Invest Gelar Selayang Pandang dan Pelatihan Menulis Esai

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 553
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest mengadakan acara Selayang Pandang dan Pelatihan Esai pada Minggu, (29/8/2021). Acara diadakan melalui platform virtual meeting Zoom dalam rangka mengenal lebih dekat LPM Invest terkait Open Recruitment. Acara yang diikuti oleh mahasiswa baru (maba) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ini menghadirkan pembicara yang merupakan alumni pers […]

  • Indonesia Development Forum 2022: 4 Strategi Pertumbuhan di Masa Depan

    Indonesia Development Forum 2022: 4 Strategi Pertumbuhan di Masa Depan

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Indonesia Development Forum (IDF) merupakan forum berskala Internasional ang dihadiri para petinggi luar Negeri dan turut mengundang pemerintah Indonesia dimana pembahasan utamanya adalah tentang pembangunan. Pada tahun 2022, forum IDF diadakan di Bali, Indonesia pada tanggal 21-22 November yang lalu dengan usungan tema The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigma for Indonesia’s Economic Transformation”. Pembahasan […]

  • KKL; Kompetensi dan Eksistensi Syariah

    KKL; Kompetensi dan Eksistensi Syariah

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 669
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Prodi S1 Ekonomi Islam (EI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). 5 (lima) rombongan bus FEBI UIN Walisongo Semarang, dipersiapkan untuk peserta dan beberapa dosen pendamping yang akan melaksanakan KKL. Selasa, (25/4/17). Pemberangkatan KKL dengan rute perjalanan menuju Malang dan Pasuruan, dan tujuan mengunjungi beberapa lembaga, […]

expand_less