Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

Mengkaji Peran Media Sosial Dalam Polarirasi Opini

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
  • visibility 828
  • comment 0 komentar

Oleh : Mahda Nuurainiyah

Internet di era sekarang sudah seperti kebutuhan pokok, maraknya penggunaan medsos, telepon genggam, dan perangkat cerdas lainnya. Internet menawarkan berbagai kemudahan yang mampu diterima segala usia. Pengoperasian yang mudah telah menjangkau satu dunia, menggantikan peran koran sebagai sumber informasi. Fitur-fitur yang canggih juga memudahkan terbentuknya ruang diskusi daring. Sayangnya internet yang dibekali fitur algoritma rentan menciptakan kubu-kubu dengan pendapat yang berseberangan, atau disebut polarisasi opini, sebenarnya bagaimana peran medsos dalam terbentuknya polarisasi opini?

Internet telah menguasai lebih dari separuh penduduk Indonesia, menurut situs We Are Social pengguna internet di Indonesia mencapai 185 juta jiwa atau setara 66,8% dari populasi penduduk Indonesia, dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 139 juta. Angka ratusan juta itu setiap harinya mampu menghabiskan 6-8 jam menggunakan internet dengan jenis aplikasi teratas yang digunakan berupa, jejaring sosial, aplikasi percakapan, dan mesin pencarian. Penggunaan aplikasi dilakukan untuk berbagai tujuan seperti menjaga hubungan dengan teman dan keluarga, mendengar musik, bermain game, dan banyak lagi lainnya, dan menariknya fungsi teratas penggunaan internet adalah untuk mencari informasi.

Sumber : Website We Are Social

Melalui internet, informasi dapat tersebar ke mana pun juga dicari dari mana pun, dengan duduk, berdiri, bahkan saat antre masuk transum kita bisa mendapat informasi. Menurut data, jejaring sosial atau media sosial merupakan pilihan utama dalam mengais informasi. Beberapa aplikasi seperti Tiktok, Instagram, X (twitter), dan Youtube dapat menjadi media pertukaran info, terlebih adanya kolom komentar yang mampu menghadirkan ruang diskusi daring. Setiap manusia pasti memiliki perspektif yang tidak sama, dalam sebuah isu pasti terdapat pihak pro dan kontra, sehingga adanya ruang diskusi tersebut bisa memberi insight dari berbagai sudut pandang. Ruang diskusi daring memberi kesempatan akun pengguna aplikasi untuk menyuarakan pendapatnya dan/atau informasi yang mereka dapat.

Sayangnya aplikasi sekarang mengadopsi fitur konten yang dipersonalisasi, yang mana menyajikan konten-konten sesuai aktivitas penggunanya. Aplikasi akan mencatat apa saja topik yang dicari, konten seperti apa yang disukai, komentar apa yang sering diberikan, dan aktivitas lain yang dilakukan selama memakai aplikasi. Apabila pengguna menyukai dan berinteraksi dengan konten yang pro dengan sebuah isu maka selanjutnya konten yang ditampilkan berupa konten pro, begitu juga jika berinteraksi dengan konten yang kontra maka selanjutnya konten yang bermunculan di beranda pengguna adalah konten-konten dengan pendapat kontra. Pada akhirnya aplikasi akan menampilkan konten-konten dan pengguna lain yang seragam, hal ini membuat pertukaran informasi hanya terjadi antar pengguna dengan preferensi yang sama, sehingga informasi akhirnya tidak terdapat sudut pandang lain. Fenomena ini disebut gelembung filter.

Sumber : Newslaundry

Istilah gelembung filter diperkenalkan oleh Eli Paliser (aktivis internet dan penulis buku) term ini mengacu pada sistem algoritma aplikasi yang hanya menyajikan konten berdasarkan minat penggunanya. Algoritma bisa mengisolasi pengguna medsos dari informasi yang lebih luas, ia/ini seperti membentuk dinding sehingga pengguna tidak tahu informasi di luar gelembung filternya. Sehingga semakin lama menggunakan medsos justru malah menjadikan informasi yang didapatkan semakin sempit. Kemudian akan ada interaksi dengan pengguna lain yang punya pendapat sama, dan lama-lama menjadikan kita yakin bahwa pendapat kita adalah yang paling benar, fenomena ini disebut echo chamber.

Echo chamber hanya mau menerima pendapat yang sesuai perspektifnya tanpa mau melihat sudut pandang yang lain. Hal ini kurang baik karena pasti adanya kemungkinan pendapat yang berkebalikan dengan kita. Efeknya buruk karena kita akan defensif akan merasa pendapat kita paling benar, padahal pengguna dengan pendapat lain juga merasa pendapatnya yang benar. Echo chamber ini mampu mempermudah penyebaran hoaks dan memungkinkan polarisasi opini dunia maya di mana terbentuknya dua kubu dengan pendapat yang berlawanan. Polarisasi opini ini juga diperparah dengan hadirnya influencer yang memiliki pengikut banyak.

Sumber : Sageworld

Influencer sebagai seorang yang aktif dalam bermedsos dengan pengikut banyak, memiliki kelebihan untuk menjangkau beranda pengguna medsos khususnya akun-akun yang mengikuti mereka aias followers. Followers mereka cenderung punya ketertarikan yang sama dengan mereka. Jadi apa yang influencer bicarakan secara terbuka di publik akan mendapat reaksi positif dari pengikutnya. Nah pengikut ini cenderung pasif dan hanya setuju dengan informasi yang disampaikan, meskipun informasi tersebut belum tentu lengkap, jadi apabila followers hanya bersumber informasi hanya dari satu influencer bisa memperparah polarisasi opini dalam dunia maya. Pentingnya memilih influencer yang baik dengan pikiran terbuka dan mau menerima pendapat melalui komentar, berdiskusi dengan pendapat lain melalui komentar sehingga followers ikut terpengaruh untuk menerima  opini  dari berbagai sudut pandang.

Tapi sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kita membatasi diri sendiri. Mencari informasi dari berbagai sumber tanpa perlu menunggu informasi disajikan di beranda medsos kita. Perlunya kesadaran diri jika polarisasi opini adalah hal yang sebaiknya dihindari, selain itu juga harus mencoba mengerti sudut pandang yang berseberangan dengan kita, karena sebetulnya memahami pendapat yang berseberangan juga merupakan jalan menuju kemenangan. Namun tetap dengan catatan memiliki pendirian mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tidak mudah terbawa arus informasi atau plin-plan. Sudah saatnya medsos kita manfaatkan untuk menggali informasi secara menyeluruh, bukan malah menjadi perangkap yang mengurung kita dari berbagi informasi.

[Pengurus Invest Redaksi Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Ratusan Pendaftar, Berikut Daftar Nama yang Lolos Menjadi Kru Magang LPM Invest 2023

    Dari Ratusan Pendaftar, Berikut Daftar Nama yang Lolos Menjadi Kru Magang LPM Invest 2023

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Rangkaian seleksi Open Recruitment LPM Invest 2023 telah memasuki tahap akhir. Setelah sebelumnya sudah dilaksanakan pembukaan pendaftaran dan pengumpulan karya pada (06-25/08/2023) yang diikuti oleh sekitar 170-an mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kemudian dilanjutkan dengan Selayang Pandang LPM Invest yang sudah dilaksanakan pada (26/08/2023). Hingga memasuki ke tahap wawancara yang sudah terlaksana dalam […]

  • Perjalanan Hidup Sastrawan Sekaligus Ulama Asal Minangkabau

    Perjalanan Hidup Sastrawan Sekaligus Ulama Asal Minangkabau

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul               : Buya Hamka Vol. I Sutradara         : Fajar Bustomi Produser          : Frederica, Chand Parwez Servia Ditulis oleh     : Alim Sudio, Cassandra Massardi Pemeran          : Vino G.Bastian, Laudya Cynthia Bella Perusahaan      : Falcon Pictures Produksi          : Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kharisma StarVison Plus Tanggal Rilis   : 19 April 2023 Durasi Vol. I    : […]

  • Sukses Muda, Harapan Setiap Pemuda

    Sukses Muda, Harapan Setiap Pemuda

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 591
    • 0Komentar

    IDENTITAS BUKU Judul Buku      : Kaya Sejak Mahasiswa Penulis             : Yanuar Arifin Penerbit           : Buku Biru Cetakan           : Pertama Tahun              : 2010 Kota Terbit      : Jogjakarta Tebal               : 169 Halaman Resensor          : Iswatun Ulia, semester I Mahasiswa UIN Walisongo Semarang “Kesuksesan bukanlah kunci dari kebahagiaan. Sebaliknya, kebahagiaan adalah kunci dari kesuksesan. Apabila kamu menyukai sesuatu […]

  • Gambaran Kehampaan Melalui Film Call Me Chihiro

    Gambaran Kehampaan Melalui Film Call Me Chihiro

    • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.608
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul                    : Call Me Chihiro Produksi              : Asmik Ace, Digital Ace Doproduksi oleh : Netflix, Asmik Ace Distribusi             : Asmik Ace Sutradara            : Imaizumi Rikiya Produser             : Akira Yamano Penulis naskah    : Kaori Sawai, Rikiya Imaizumi Durasi              […]

  • Ciptakan Aplikasi, Hafidh Sandang Skripsi Terbaik Universitas

    Ciptakan Aplikasi, Hafidh Sandang Skripsi Terbaik Universitas

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 511
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Ciptakan aplikasi yang bisa diakses di android, Hafidh Hidayatullah berhasil menjadi wisudawan dengan skripsi terbaik tingkat UIN Walisongo Semarang.  Predikat ini diraih oleh Hafidh Hidayatullah, wisudawan  Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan judul skripsi Aplikasi Android Hisab Awal Bulan Kamariyah dengan Metode Kitab Al Khulasah Al Wafiyah. “Aplikasi yang nantinya bisa dinikmati secara offline ini sudah […]

  • IMPADIS Pecundangi IMAKE dengan Skor 2-0

    IMPADIS Pecundangi IMAKE dengan Skor 2-0

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 543
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tim futsal putra Ikatan Mahasiswa Pekalongan di Semarang (IMPADIS) membobol gawang tim futsal Ikatan Mahasiswa Kebumen (IMAKE) dengan skor 2-0 di babak final Pekan Orda Walisongo 2019 (POW). Dengan perolehan tersebut, IMPADIS berhasil menjadi juara pertama. Minggu, (21/4/2019). IMAKE terpaksa harus rela berada di posisi juara kedua. Disusul Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP) […]

expand_less