Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 17 Jan 2023
  • visibility 969
  • comment 0 komentar

Oleh: Alya Rahma Falasifah (Bendahara)

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki beranekaragaman suku, bahasa, budaya serta agama. Sebagai negara yang memiliki ragam perbedaan, Indonesia perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai harmoni yang menyatukan satu sama lain. Moderasi menjadi upaya penting untuk perwujudan peradaban dan perdamaian dunia yang bermartabat.

Perlu kita ketahui prinsip moderasi adalah sikap atau cara pandang perilaku yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mempertimbangkan kemaslahatan bersama. Dengan kata lain berupaya menghadirkan manfaat dan mencegah mudarat.

Moderasi tersebut ditekankan atas dasar pengakuan terhadap orang lain, wujud toleransi, menghormati pendapat orang lain, serta tidak memaksakan kehendak orang lain. Sehingga dalam hal tersebut kajian moderasi sosio-religius menjadi salah satu wujud untuk mengintegrasi ajaran agama dan kondisi masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya membutuhkan kesadaran masyarakat, hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang menyadari realita bangsa Indonesia untuk seluruh pihak.

Gambaran moderasi beragama. Sumber: thecolumnist.id

Seluruh dunia tengah dihadapkan dengan fenomena tantangan dari aksi intoleran yang berdampak terhadap perpecahan bangsa. Faktornya juga seringkali mengatasnamakan kelompok tertentu bahkan agama. Hal tersebut tentunya harus diantisipasi sejak dini melalui bangku sekolah.

Sekolah yang merupakan sumber informasi yang digunakan generasi muda untuk menimba ilmu pengetahuan. Sekolah juga seringkali dikatakan sebagai ruang yang tidak bertuan. Hal tersebut berarti sekolah menjadi ruang untuk bertukar ideologi, sehingga dalam hal ini bisa mempengaruhi pola pikir peserta didik, salah satunya pemahaman kebangsaan maupun agama.

Sehingga dalam aspek ini lembaga pendidikan menjadi sebuah wadah yang sangat tepat dalam mewujudkan laboratorium moderasi beragama. Laboratorium beragama disini diartikan sebagai sebuah institusi untuk mengembangkan ideologi yang tidak menyimpang dengan ideologi bangsa. Hal tersebut berguna untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan menumbuhkan toleransi dalam beragama.

Pendidikan dalam hal ini menjadi pondasi untuk memahamkan peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. Hal tersebut tentunya didasari atas dasar kasih sayang sesama dan kemanusiaan berperadaban. Lembaga pendidikan merupakan sarana yang tepat digunakan untuk penyebaran sensitivitas peserta didik dalam beberapa perbedaan. Dalam hal ini pula membuat adanya pembuka ruang dialog berupa guru yang terlibat dalam pemberian pemahaman terkait kajian agama membawa risalah romantisme perdamaian.

Dijelaskan dalam karya Maarif Institute berjudul “Menjaga Benteng Kebhinekaan di Sekolah” dipaparkan terdapat tiga pilar utama mengenai pemahaman radikalisme dan intoleransi dalam mengupas penetrasi di lingkungan sekolah; pertama, melalui adanya ekstrakurikuler. Kedua, peranan guru pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Ketiga, adanya kebijakan sekolah dalam control informasi radikalisme di sekolah.

Sekolah menjadi tatanan ruang tumbuhnya gagasan kebangsaan, penanaman budaya multikulturalisme, pembawa ranah agama yang damai, serta jalan meresapnya cinta kemanusiaan. Hal tersebut tentunya tertuang melalui kurikulum berbasis moderasi beragama.

Romantisme moderasi beragama memiliki beberapa langkah strategis dalam upaya penerapannya oleh pemerintah; pertama, moderasi beragama sebagai upaya perhatian pemerintah untuk membuat perencanaan pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN). Kedua, pelibatan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal untuk meningkatkan rasa kepeduliaan dan kemanusiaan, nilai-nilai kerukunan umat dalam beragama, serta romantisme moderasi  beragama. Ketiga, pengembangan adanya kajian literasi beragama serta pendidikan lintas iman. Keempat, perlu adanya peningkatan pelatihan dan praktik pengalaman pembelajaran lintas agama agar lebih paham tentang toleransi.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Rekomendasi Tontonan dalam Platform Audiovisual nan Mengedukasi

    4 Rekomendasi Tontonan dalam Platform Audiovisual nan Mengedukasi

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Pendidikan sangat luas jangkauannya, tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Lebih dari itu, pendidikan informal juga menjadi bagian dari ranah pendidikan yang patut diajarkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Semuanya bertujuan satu yaitu mengedukasi serta memberi pencerahan kepada orang-orang agar tahu dan mengamalkan ajaran pendidikan yang baik dan luhur. Tahun 2021 ini kita sedang berada dalam […]

  • Raih Skripsi Terbaik dengan Uninstall Rasa Malas Versi Muflihatul Qodriyah  

    Raih Skripsi Terbaik dengan Uninstall Rasa Malas Versi Muflihatul Qodriyah  

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 647
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dengan aktivitas kerja membuat  Muflihatul Qodriyah  harus menunda pembuatan skripsi. Justru penundaan ini membawanya untuk sandang skripsi terbaik tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. “Saya kan akhir semester 7 mulai kerja freelance, cuma berlanjut gitu kontrak berapa bulan lanjut lagi jadi kesulitan bagi waktu. Pernah kerja sambil garap skripsi tapi […]

  • Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berkostum nyentrik ala Sunan Kalijaga, Aldi Hasani Harfi Fadhlani berhasil meraih medali emas untuk cabang lomba khitobah bahasa Indonesia di hari kedua Orsenik 2019. Kamis, (19/9/2019). Dengan menampilkan budaya Jawa dan alat peraga wayang bak sunan Kalijaga, Aldi dengan penuh percaya diri menyampaikan khotbahnya dengan baik. “Karena saya membawa budaya Jawa dan wayang kulit, […]

  • Wujudkan Perdamaian Bangsa Melalui Toleransi dan Demokrasi

    Wujudkan Perdamaian Bangsa Melalui Toleransi dan Demokrasi

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 806
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK-red) UIN Walisongo Semarang gelar Diskusi Publik. Acara berlangsung di Laboratorium Dakwah Kampus III UIN Walisongo Semarang. Bekerjasama dengan Yayasan Langit Indonesia Cemerlang (YLIC), Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, dan Kementerian Dalam Negeri RI. Selasa, (7/03/2017). Acara yang mengusung tema “Memperkuat Kembali Toleransi Antar Umat […]

  • Mempererat Tali Persaudaraan Melalui Musik

    Mempererat Tali Persaudaraan Melalui Musik

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 741
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar parade musik di samping auditorium 2 kampus 3. Rabu, (12/11/2014). Acara yang bertajuk “Semarak Persatuan; bersama UKM musik UIN Walisongo Semarang” ini diadakan dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara UKM Musik satu dengan yang lainnya, serta untuk memperingati hari pahlawan. “Acara ini untuk […]

  • Surgawi di Tanganmu

    Surgawi di Tanganmu

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 796
    • 0Komentar

    Senyum itu, Melengkapi mahkota kecantikan Balut hijab kian berpadu dengan akhlak Mampu membawamu di titik kemuliaan Bukan soal kepalsuan, Bukan soal hinaan, Tapi tentang tanya Bagaimana kau mampu mengalahkan bidadari surga? Pemahat sajakpun tak sanggup Mengurai bait lebih banyak tentangmu Kau terlalu mahir Menjadi pengelola samudra kasih Kau tak pernah lupa membawa serta kerinduan Untuk […]

expand_less