Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 436
  • comment 0 komentar

Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen.

Menurut Martius (2004), salah satu faktor terjadinya pengangguran adalah defisit lapangan pekerjaan dan perekonomian secara keseluruhan serta surplusnya jumlah tenaga kerja melebihi kesempatan kerja. Pengangguran macam ini, Martinus menyebutnya dengan pengangguran Deflatoir.

Mengapa bangsa ini mengalami defisit lapangan pekerjaan? Karena mayoritas warga negara kita lebih gemar memilih antri menjadi pekerja ketimbang antri menjadi pengusaha, lebih-lebih menjadi Pegawai Negeri Sipil. Logika sederhananya adalah semakin banyak bangsa ini melahirkan pengusaha sukses, semakin tinggi pula kesempatan rakyat mendapatkan pekerjaan. Demikian sebaliknya, semakin sedikit pengusaha sukses yang kita temukan di negeri ini, semakin sulit rakyat mendapatkan pekerjaan. Kalaupun rakyat mendapatkan pekerjaan, status pekerjaan mereka belum tentu memberikan harapan untuk hidup layak.

Mengapa bangsa ini mengalami surplus tenaga kerja? Karena orientasi pendidikan kita mendidik agar generasi penerus bangsa menjadi pekerja. Bayangkan saja, ratusan ribu lulusan SMA, SMK sederajat hingga perguruan tinggi antri menjadi pekerja, dari buruh pasar hingga buruh outsourcing di perusahaan. Jika tidak puas dengan hasil pekerjaan di negaranya sendiri, mereka memilih menjadi tenaga kerja di luar negeri, walaupun status mereka tetap sama (buruh-red), setidaknya perusahaan luar negeri mampu membayar tinggi keringat para TKI ketimbang gaji di negaranya sendiri.

Sengkarut pengangguran yang menimpa bangsa ini, seharusnya memukul idealisme mahasiswa yang digadang-gadang sebagai agen perubahan sosial. Apa solusi riil mahasiswa untuk menyelesaikan problem pengangguran? Apakah problem pengangguran akan selesai ketika mahasiswa berdemonstrasi menuntut pemerintah?

Menurut hemat saya, hal mudah yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mengurangi angka pengangguran adalah berwirausaha. Mahasiswa tidak perlu malu memulai bisnisnya sejak dini. Banyak sosok muda sukses yang bisa dijadikan teladan dalam merintis bisnis. Sebut saja Valentina Meiliyana, dengan produknya Valentina Meiliyana Shoes, ia bisa mendapat omset 45 hingga 50 juta rupiah perbulan.

Sosok muda lain adalah Yasa Singgih, dengan rintisan bisnisnya kaos oblong bergambar Presiden Soekarno, Yasa Singgih kini memiliki Men’s Republic online shop  dan tempat nongkrong bernama “In Teh Kopi.”

Riset yang dilakukan Nurul Indarti dan Rokhima Rostiani (2008), Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi Perbandingan Antara Indonesia, Jepang dan Norwegia, bisa kita jadikan rujukan bahwa intensi kewirausahaan mahasiswa Indonesia lebih tinggi dibanding mahasiswa Jepang dan Norwegia. Demikian pula kebutuhan akan prestasi, efikasi diri dan kesiapan instrumen mahasiswa Indonesia, berperingkat lebih tinggi dibanding kedua negara maju tersebut.

Dari telaah Nurul dan Rokhima di atas, sesungguhnya mahasiswa Indonesia memiliki bekal yang cukup untuk berwirausaha. Untuk memulainya, mahasiswa bisa mencoba berbisnis dalam bentuk usaha yang kecil seperti, bisnis fashion, bisnis kuliner, membuka jasa percetakan, dan usaha lain yang pangsa pasarnya ada di lingkungan kampus.

Dengan dukungan finansial dan kebijakan pemerintah yang merangsang geliat bisnis mahasiswa untuk berkembang, praktis akan memangkas antrian panjang lulusan perguruan tinggi yang melamar menjadi karyawan.

Siham_(Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nahidh Sabet Juara 1 Catur Kategori Cepat Putra

    Nahidh Sabet Juara 1 Catur Kategori Cepat Putra

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 552
    • 0Komentar

    lpminvest.com- KORELASI hari kedua pada Sabtu (8/10/2022) cabang olahraga Catur dilaksanakan di gedung Islamic Development Bank (IsDB) Sosial dan Humaniora (Soshum) Kampus 3 UIN Walisongo Semarang ruang 104. Nahidh Ahfas Mu’afa keluar sebagai juara pertama dalam cabang olahraga (cabor) tersebut kategori Cepat Putra mengalahkan perwakilan atlet dari berbagai fakultas lainnya. Mahasiswa baru (maba) asal Rembang ini […]

  • Pelayanan Pas Pelanggan Puas

    Pelayanan Pas Pelanggan Puas

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 495
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa UIN Walisongo Semarang rela antre berdesakan pagi-pagi di Warung Makan Pak Nur Fuad, Jl. Tanjungsari Rt 7 Rw V, Tambakaji, Ngaliyan. Mereka mengantre demi mendapat sebungkus nasi rames untuk sarapan. Minggu, (12/3/17). Warung bercat orange yang sudah berdiri sejak 2008 ini menjadi destinasi favorit mahasiswa dalam mencari makan. Pasalnya, selain tempatnya yang strategis […]

  • Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 570
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Nia Riska Rahmawati, gadis tangguh asli Semarang berhasil menyabet gelar juara pertama lomba cabang olahraga (cabor) wall climbing kategori lead pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) 2019. Dengan perolehan poin 30 dengan durasi waktu 04.41, ia berhasil mengalahkan 17 peserta lain dari berbagai fakultas di UIN Walisongo. Meskipun menjadi juara satu, ia […]

  • Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 529
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) kembali diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang. Agenda tahunan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik. Rabu, (18/9/2019). Cabang olahraga (cabor) tenis meja merupakan salah satu yang diperlombakan di hari pertama Orsenik 2019. Perlombaan cabor tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) […]

  • Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 451
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orasi aksi merupakan salah satu cabang perlombaan yang dipertandingkan di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Orasi aksi diselenggarakan di depan perpustakaan pusat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (21/9/2018). Pilihan tema yang diangkat pada orasi aksi yaitu lingkungan, korupsi, dan pendidikan. Adapun jumlah masa yang disepakati untuk menyampaikan satu […]

  • Daftar 69 Peserta National Essay Competition (NEC) 2019 LPM Invest

    Daftar 69 Peserta National Essay Competition (NEC) 2019 LPM Invest

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Hidup mahasiswa! Setelah masa pendaftaran dan pengumpulan karya National Essay Competition (NEC) 2019 bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” usai pada 20 April 2019, berikut hasil rekapitulasi peserta yang turut berpartisipasi dalam ajang perlombaan nasional Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest: NO NAMA PERGURUAN TINGGI JUDUL ESAI 1 Ayu Nihlatun N UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Perpustakaan […]

expand_less