Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 608
  • comment 0 komentar

Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen.

Menurut Martius (2004), salah satu faktor terjadinya pengangguran adalah defisit lapangan pekerjaan dan perekonomian secara keseluruhan serta surplusnya jumlah tenaga kerja melebihi kesempatan kerja. Pengangguran macam ini, Martinus menyebutnya dengan pengangguran Deflatoir.

Mengapa bangsa ini mengalami defisit lapangan pekerjaan? Karena mayoritas warga negara kita lebih gemar memilih antri menjadi pekerja ketimbang antri menjadi pengusaha, lebih-lebih menjadi Pegawai Negeri Sipil. Logika sederhananya adalah semakin banyak bangsa ini melahirkan pengusaha sukses, semakin tinggi pula kesempatan rakyat mendapatkan pekerjaan. Demikian sebaliknya, semakin sedikit pengusaha sukses yang kita temukan di negeri ini, semakin sulit rakyat mendapatkan pekerjaan. Kalaupun rakyat mendapatkan pekerjaan, status pekerjaan mereka belum tentu memberikan harapan untuk hidup layak.

Mengapa bangsa ini mengalami surplus tenaga kerja? Karena orientasi pendidikan kita mendidik agar generasi penerus bangsa menjadi pekerja. Bayangkan saja, ratusan ribu lulusan SMA, SMK sederajat hingga perguruan tinggi antri menjadi pekerja, dari buruh pasar hingga buruh outsourcing di perusahaan. Jika tidak puas dengan hasil pekerjaan di negaranya sendiri, mereka memilih menjadi tenaga kerja di luar negeri, walaupun status mereka tetap sama (buruh-red), setidaknya perusahaan luar negeri mampu membayar tinggi keringat para TKI ketimbang gaji di negaranya sendiri.

Sengkarut pengangguran yang menimpa bangsa ini, seharusnya memukul idealisme mahasiswa yang digadang-gadang sebagai agen perubahan sosial. Apa solusi riil mahasiswa untuk menyelesaikan problem pengangguran? Apakah problem pengangguran akan selesai ketika mahasiswa berdemonstrasi menuntut pemerintah?

Menurut hemat saya, hal mudah yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mengurangi angka pengangguran adalah berwirausaha. Mahasiswa tidak perlu malu memulai bisnisnya sejak dini. Banyak sosok muda sukses yang bisa dijadikan teladan dalam merintis bisnis. Sebut saja Valentina Meiliyana, dengan produknya Valentina Meiliyana Shoes, ia bisa mendapat omset 45 hingga 50 juta rupiah perbulan.

Sosok muda lain adalah Yasa Singgih, dengan rintisan bisnisnya kaos oblong bergambar Presiden Soekarno, Yasa Singgih kini memiliki Men’s Republic online shop  dan tempat nongkrong bernama “In Teh Kopi.”

Riset yang dilakukan Nurul Indarti dan Rokhima Rostiani (2008), Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi Perbandingan Antara Indonesia, Jepang dan Norwegia, bisa kita jadikan rujukan bahwa intensi kewirausahaan mahasiswa Indonesia lebih tinggi dibanding mahasiswa Jepang dan Norwegia. Demikian pula kebutuhan akan prestasi, efikasi diri dan kesiapan instrumen mahasiswa Indonesia, berperingkat lebih tinggi dibanding kedua negara maju tersebut.

Dari telaah Nurul dan Rokhima di atas, sesungguhnya mahasiswa Indonesia memiliki bekal yang cukup untuk berwirausaha. Untuk memulainya, mahasiswa bisa mencoba berbisnis dalam bentuk usaha yang kecil seperti, bisnis fashion, bisnis kuliner, membuka jasa percetakan, dan usaha lain yang pangsa pasarnya ada di lingkungan kampus.

Dengan dukungan finansial dan kebijakan pemerintah yang merangsang geliat bisnis mahasiswa untuk berkembang, praktis akan memangkas antrian panjang lulusan perguruan tinggi yang melamar menjadi karyawan.

Siham_(Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bearo casino"> Hoe je een Verantwoord Speler blijft bij <a href=bearo casino">

    bearo casino">Hoe je een Verantwoord Speler blijft bij bearo casino

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Key facts: Min. storting 10 EUR | Wagering 37x | Gem. RTP 96.3% | Uitbetalingen 23-47 uur | 1,840 spellen Bij Bearo Casino staat verantwoord spelen voorop. Het platform biedt spelers verschillende tools en richtlijnen om veilig en verantwoord te gokken. Hier bespreken we hoe u een verantwoord speler kunt blijven en vergelijken we Bearo […]

  • Filosofi dan Sejarah Ketupat sebagai Ikon Hidangan Lebaran

    Filosofi dan Sejarah Ketupat sebagai Ikon Hidangan Lebaran

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 899
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Fitri atau lebih akrab disebut dengan Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat Islam. Di Indonesia, Lebaran menjadi sebuah momen penting untuk semua keluarga yang merayakan karena sanak saudara akan berkumpul di kampung halaman. Kerabat yang merantau di kota akan balik kampung demi merayakan Lebaran bersama keluarga besar. Kegiatan itu disebut […]

  • Raih Skripsi Terbaik dengan Uninstall Rasa Malas Versi Muflihatul Qodriyah  

    Raih Skripsi Terbaik dengan Uninstall Rasa Malas Versi Muflihatul Qodriyah  

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 617
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dengan aktivitas kerja membuat  Muflihatul Qodriyah  harus menunda pembuatan skripsi. Justru penundaan ini membawanya untuk sandang skripsi terbaik tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. “Saya kan akhir semester 7 mulai kerja freelance, cuma berlanjut gitu kontrak berapa bulan lanjut lagi jadi kesulitan bagi waktu. Pernah kerja sambil garap skripsi tapi […]

  • Dari Ratusan Pendaftar, Berikut Daftar Nama yang Lolos Menjadi Kru Magang LPM Invest 2023

    Dari Ratusan Pendaftar, Berikut Daftar Nama yang Lolos Menjadi Kru Magang LPM Invest 2023

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Rangkaian seleksi Open Recruitment LPM Invest 2023 telah memasuki tahap akhir. Setelah sebelumnya sudah dilaksanakan pembukaan pendaftaran dan pengumpulan karya pada (06-25/08/2023) yang diikuti oleh sekitar 170-an mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kemudian dilanjutkan dengan Selayang Pandang LPM Invest yang sudah dilaksanakan pada (26/08/2023). Hingga memasuki ke tahap wawancara yang sudah terlaksana dalam […]

  • Meskipun Molor, Inagurasi PBAK FEBI 2023 Tetap Disambut Antusias Oleh Genwa FEBI 2023

    Meskipun Molor, Inagurasi PBAK FEBI 2023 Tetap Disambut Antusias Oleh Genwa FEBI 2023

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 782
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Penyelenggaraan inagurasi PBAK 2023 dilingkup UIN Walisongo diawali oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) FEBI 2023 diakhiri dengan penyelenggaraan inagurasi. Inagurasi dilaksanakan dengan tujuan untuk sebagai simbolis perayaan kepada mahasiswa baru dan perpindahan dari siswa ke mahasiswa. Muhammad Reza selaku ketua panitia menyebutkan konsep dari pelaksanaan inagurasi FEBI […]

  • Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 705
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Guna menarik minat mahasiswa UIN Walisongo Semarang untuk berinvestasi, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyelenggarakan Seminar Nasional (semnas) Pasar Modal Syariah “Investion”. Rabu, (13/11/2018). Selain itu, lewat semnas yang bertema “Kujawab Problem Finansialmu dengan Gaya Investasi Milenialku”, KSPM FEBI ingin mengajarkan kepada mahasiswa tentang bagaimana teknis-teknis dalam […]

expand_less