Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 245
  • comment 0 komentar

Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen.

Menurut Martius (2004), salah satu faktor terjadinya pengangguran adalah defisit lapangan pekerjaan dan perekonomian secara keseluruhan serta surplusnya jumlah tenaga kerja melebihi kesempatan kerja. Pengangguran macam ini, Martinus menyebutnya dengan pengangguran Deflatoir.

Mengapa bangsa ini mengalami defisit lapangan pekerjaan? Karena mayoritas warga negara kita lebih gemar memilih antri menjadi pekerja ketimbang antri menjadi pengusaha, lebih-lebih menjadi Pegawai Negeri Sipil. Logika sederhananya adalah semakin banyak bangsa ini melahirkan pengusaha sukses, semakin tinggi pula kesempatan rakyat mendapatkan pekerjaan. Demikian sebaliknya, semakin sedikit pengusaha sukses yang kita temukan di negeri ini, semakin sulit rakyat mendapatkan pekerjaan. Kalaupun rakyat mendapatkan pekerjaan, status pekerjaan mereka belum tentu memberikan harapan untuk hidup layak.

Mengapa bangsa ini mengalami surplus tenaga kerja? Karena orientasi pendidikan kita mendidik agar generasi penerus bangsa menjadi pekerja. Bayangkan saja, ratusan ribu lulusan SMA, SMK sederajat hingga perguruan tinggi antri menjadi pekerja, dari buruh pasar hingga buruh outsourcing di perusahaan. Jika tidak puas dengan hasil pekerjaan di negaranya sendiri, mereka memilih menjadi tenaga kerja di luar negeri, walaupun status mereka tetap sama (buruh-red), setidaknya perusahaan luar negeri mampu membayar tinggi keringat para TKI ketimbang gaji di negaranya sendiri.

Sengkarut pengangguran yang menimpa bangsa ini, seharusnya memukul idealisme mahasiswa yang digadang-gadang sebagai agen perubahan sosial. Apa solusi riil mahasiswa untuk menyelesaikan problem pengangguran? Apakah problem pengangguran akan selesai ketika mahasiswa berdemonstrasi menuntut pemerintah?

Menurut hemat saya, hal mudah yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mengurangi angka pengangguran adalah berwirausaha. Mahasiswa tidak perlu malu memulai bisnisnya sejak dini. Banyak sosok muda sukses yang bisa dijadikan teladan dalam merintis bisnis. Sebut saja Valentina Meiliyana, dengan produknya Valentina Meiliyana Shoes, ia bisa mendapat omset 45 hingga 50 juta rupiah perbulan.

Sosok muda lain adalah Yasa Singgih, dengan rintisan bisnisnya kaos oblong bergambar Presiden Soekarno, Yasa Singgih kini memiliki Men’s Republic online shop  dan tempat nongkrong bernama “In Teh Kopi.”

Riset yang dilakukan Nurul Indarti dan Rokhima Rostiani (2008), Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi Perbandingan Antara Indonesia, Jepang dan Norwegia, bisa kita jadikan rujukan bahwa intensi kewirausahaan mahasiswa Indonesia lebih tinggi dibanding mahasiswa Jepang dan Norwegia. Demikian pula kebutuhan akan prestasi, efikasi diri dan kesiapan instrumen mahasiswa Indonesia, berperingkat lebih tinggi dibanding kedua negara maju tersebut.

Dari telaah Nurul dan Rokhima di atas, sesungguhnya mahasiswa Indonesia memiliki bekal yang cukup untuk berwirausaha. Untuk memulainya, mahasiswa bisa mencoba berbisnis dalam bentuk usaha yang kecil seperti, bisnis fashion, bisnis kuliner, membuka jasa percetakan, dan usaha lain yang pangsa pasarnya ada di lingkungan kampus.

Dengan dukungan finansial dan kebijakan pemerintah yang merangsang geliat bisnis mahasiswa untuk berkembang, praktis akan memangkas antrian panjang lulusan perguruan tinggi yang melamar menjadi karyawan.

Siham_(Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana Lomba Debat Terbuka Tegang, FPK Berhasil Sabet Juara

    Suasana Lomba Debat Terbuka Tegang, FPK Berhasil Sabet Juara

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 405
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Jumat, (12/11/2021) Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) UIN Walisongo tahap dua menggelar cabang lomba (cabor) Debat Terbuka. Lomba tersebut diikuti oleh seluruh fakultas yang berjumlah delapan (8). Setiap fakultas mengirimkan tiga delegasi terbaik untuk diperlombakan hingga menciptakan suasana tegang dan sengit. Acara diadakan secara offline di ruang sidang Fakultas Syariah dan Hukum […]

  • HMJ Biologi: Kesehatan sangat penting, tanpa kesehatan kita sulit berfikir

    HMJ Biologi: Kesehatan sangat penting, tanpa kesehatan kita sulit berfikir

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Lpminvest.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, menggelar stand kesehatan di Taman  Jati kampus II UIN Walisongo Semarang. Kamis, (11/06/2015). Agenda tersebut dalam rangka ulang tahun HMJ pendidikan Biologi yang ke-7. Pihak HMJ mendatangkan Sri sebagai salah satu dokter dari poliklinik kampus 1 dan Arif […]

  • 274 Calon Wisudawan FEBI Lepas Status Mahasiswanya

    274 Calon Wisudawan FEBI Lepas Status Mahasiswanya

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 298
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebanyak 274 calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang angkatan 11 mengikuti prosesi Pelepasan Wisuda. Senin, (26/8/2019). Acara tersebut bertempat di Ballroom lantai 5 Haris Hotel Semarang. Dalam laporan yang disampaikan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI Ali Murtadho, calon wisudawan dari jurusan S2 Ekonomi Syariah sebanyak 7 orang […]

  • KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 328
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mata pencaharian utama masyarakat Pulau Bali yaitu bidang pariwisata. Bukan hanya sekedar wisata alam, melainkan wisata kuliner, religi, edukasi, sampai wisata lingkungan. Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari kedua ini melanjutkan kuliah lapangan, salah satunya ke wisata lingkungan yaitu Pod Chocolate […]

  • Si Tua Butuh Teman Mati

    Si Tua Butuh Teman Mati

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Oleh : Amimah Ulul Mualifah Sayup-sayup lampu uplik usang tak temaram oleh hembusan desah nafasnya Dengan nafas tersengal-sengal ia tertegun dengan suatu makna mendalam Ayat-ayat cinta Sekelilingnya terkepung dingin angin malam Bambu di luar rumah bambunya berdecit-decit, Ikut bertasbih, menemani si tua bersemedi dalam sajadah berkaratnya Dengan Warna pudar tiada berlukis rupa Khusuk sampai tertunduk […]

  • Menyoal Keakraban Kita

    Menyoal Keakraban Kita

    • calendar_month Sen, 23 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ari Apriliani   Aku nyaris berkawan dengan kesendirian Tapi kamu baik, menjelma setenang mungkin Di setiap sudut pikiranku Kamu bukan segalanya, Tapi segalanya bisa diraih saat menggenggammu Bahkan semua mengangguk, Kamu jendela dunia Kamu lekat dengan segudang ilmu Berulang kali kumencoba meletakkan cinta di dalamnya Agar bebas berkumpul dengan paragrafmu Merasa nyaman […]

expand_less