Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Situs Keramat Sendang Kauripan

Situs Keramat Sendang Kauripan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 29 Des 2017
  • visibility 957
  • comment 0 komentar
Seorang wanita sedang mengambil air di Sendang Kauripan, yang berlokasi di Desa Gondorio, Kelurahan Wates Ngaliyan Semarang Barat

Seorang wanita sedang mengambil air di Sendang Kauripan, yang berlokasi di Desa Gondorio, Kelurahan Wates Ngaliyan Semarang Barat

S e m a r a n g– Hutan lindung Perum Perhutani KPH (Kesa-tuan Pengelolaan Hutan)  Kendal yang bertempat di Desa Gondorio, Kelurahan Wates Ngaliyan Semarang Barat ternyata menyimpan situs sumber mata air yang dikeramatkan warga sekitar. Ialah Sendang Kauripan yang berada di tengah-tengah hutan lindung seluas empat setengah hektar tersebut.

 Berbeda dengan sumber mata air lainnya, Sendang Kauripan memiliki keunikan tersendiri. Sumber mata airnya berasal dari akar serabut pohon Jambu Klampok yang tampak di permukaan tanah. Pohon tersebut berada di pinggir sendang dan memiliki ukuran lebih besar dari pohon jambu pada umumnya.

Sujar, juru kunci sendang mengatakan bahwa sendang tersebut telah ada sejak lama. Dan adanya Hutan Lindung guna menjaga dan melindungi kelestarian Sendang Kauripan. Adapun hutan lindung tersebut baru diresmikan sejak 10 tahun yang lalu.

Usut punya usut, sendang itu memiliki aura mistis. Ketika berada di sendang, lanjut pria berambut gondrong itu, bahwa pengunjung tidak diperkenankan berkata yang “jelek” karena dapat mendatangkan bahaya.

“Pernah kejadian, nom-noman daerah sini angel kandanane dan tidak mengindahkan larangan tersebut. Mereka mencoba membuktikan, akhirnya apa, mereka hampir saja tertimpa batang kayu Jambu Klampok itu,” jelas juru kunci saat ditemui kru Warta Ngaliyan di kediamannya.Senin, (11/12/2017).

Meskipun begitu, kekayaan alam tersebut menurut Sujar selayaknya dijaga dengan baik agar tetap terawat.

“Sendang Kauripan merupakan ciptaan Allah. Apa salahnya kita uri-uri, kita jaga, kita baik-baiki. Kita terima apa adanya pemberian Allah itu, kita syukuri. Karena kita tidak bisa membuat itu. Iya tho?” ucap Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

Menanggapi adanya sendang tersebut, Faida, warga sekitar sendang menilai perlunya rasa menghormati atas kepercayaan kekeramatan sendang tersebut.

“Sendang Kauripan sudah ada sejak lama. Mengenai kepercayaan kekeramatan sendang, sudah seharusnya kita menghormatinya,”ujar perempuan berjilbab itu. (Dyah-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

  • GenBI UIN Walisongo Gelar Kitchen Talk, Perkenalkan Superfood Lokal untuk Cegah Stunting

    GenBI UIN Walisongo Gelar Kitchen Talk, Perkenalkan Superfood Lokal untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 794
    • 0Komentar

    lpminvest.com– GenBI Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan Kitchen Talk bertema “Superfood Lokal: Bahan Lokal dengan Gizi Maksimal” pada hari Minggu (16/2/2025) di Balai Desa Getas. Tujuan penyelenggaran kegiatan tersebut untuk mengenalkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi, meningkatkan kesadaran pola makan sehat, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan […]

  • Pondok Damai, Tumbuhkan Toleransi Pemuda Antar Agama

    Pondok Damai, Tumbuhkan Toleransi Pemuda Antar Agama

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 804
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Adanya keberagaman di Indonesia, menjadikan beberapa kaum muda lintas iman berkumpul dan saling bertukar fikiran mengenai agama dan kepercayaan yang ada. “PONDOK DAMAI” lebih tepatnya nama sebuah perkumpulan yang memberikan wadah untuk kaum muda yang haus akan rasa penasaran dengan keberagaman. Pondok damai pertama kali diadakan pada tahun 2005, bertempat di Vihara Syailendra Kopeng. Kegiatan […]

  • FEBI Lepas 142 Wisudawan

    FEBI Lepas 142 Wisudawan

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 772
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang melepas 142 wisudawan pada Pelepasan Wisuda Ke-10 dan Pengukuhan Keluarga Alumni (KALAM) FEBI Periode 2018-2022, bertempat di Ballroom lantai 5 Harris Hotel Semarang. Senin, (4/3/2019). Berdasarkan laporan Ali Murtadho, Wakil Dekan I Bidang Akademik, wisudawan dari S2 Ekonomi Syariah sebanyak 8 orang. Adapun wisudawan […]

  • Ruchman Basori: Pemuda Indonesia Perlu Out of The Box

    Ruchman Basori: Pemuda Indonesia Perlu Out of The Box

    • calendar_month Kam, 5 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 799
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka purnabakti Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI menggelar dialog publik Mengeja Arah Bangsa dengan tajuk “Pemuda Hari Ini Wajah Bangsa Esok Hari” di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Kamis, (5/12/2019). Selain diisi oleh Akademisi UIN Walisongo, Imam Yahya, acara ini […]

  • Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 893
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memicu kemacetan di daerah Ngaliyan, Semarang Barat. Pada Rabu, (23/8/2023) UIN Walisongo telah resmi meluluskan 1.807 wisudawan dan wisudawati yang mana acaranya dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 dan sesi kedua dimulai pukul 13.00 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo. Saat pergantian […]

expand_less