Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 684
  • comment 0 komentar

Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen.

Menurut Martius (2004), salah satu faktor terjadinya pengangguran adalah defisit lapangan pekerjaan dan perekonomian secara keseluruhan serta surplusnya jumlah tenaga kerja melebihi kesempatan kerja. Pengangguran macam ini, Martinus menyebutnya dengan pengangguran Deflatoir.

Mengapa bangsa ini mengalami defisit lapangan pekerjaan? Karena mayoritas warga negara kita lebih gemar memilih antri menjadi pekerja ketimbang antri menjadi pengusaha, lebih-lebih menjadi Pegawai Negeri Sipil. Logika sederhananya adalah semakin banyak bangsa ini melahirkan pengusaha sukses, semakin tinggi pula kesempatan rakyat mendapatkan pekerjaan. Demikian sebaliknya, semakin sedikit pengusaha sukses yang kita temukan di negeri ini, semakin sulit rakyat mendapatkan pekerjaan. Kalaupun rakyat mendapatkan pekerjaan, status pekerjaan mereka belum tentu memberikan harapan untuk hidup layak.

Mengapa bangsa ini mengalami surplus tenaga kerja? Karena orientasi pendidikan kita mendidik agar generasi penerus bangsa menjadi pekerja. Bayangkan saja, ratusan ribu lulusan SMA, SMK sederajat hingga perguruan tinggi antri menjadi pekerja, dari buruh pasar hingga buruh outsourcing di perusahaan. Jika tidak puas dengan hasil pekerjaan di negaranya sendiri, mereka memilih menjadi tenaga kerja di luar negeri, walaupun status mereka tetap sama (buruh-red), setidaknya perusahaan luar negeri mampu membayar tinggi keringat para TKI ketimbang gaji di negaranya sendiri.

Sengkarut pengangguran yang menimpa bangsa ini, seharusnya memukul idealisme mahasiswa yang digadang-gadang sebagai agen perubahan sosial. Apa solusi riil mahasiswa untuk menyelesaikan problem pengangguran? Apakah problem pengangguran akan selesai ketika mahasiswa berdemonstrasi menuntut pemerintah?

Menurut hemat saya, hal mudah yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mengurangi angka pengangguran adalah berwirausaha. Mahasiswa tidak perlu malu memulai bisnisnya sejak dini. Banyak sosok muda sukses yang bisa dijadikan teladan dalam merintis bisnis. Sebut saja Valentina Meiliyana, dengan produknya Valentina Meiliyana Shoes, ia bisa mendapat omset 45 hingga 50 juta rupiah perbulan.

Sosok muda lain adalah Yasa Singgih, dengan rintisan bisnisnya kaos oblong bergambar Presiden Soekarno, Yasa Singgih kini memiliki Men’s Republic online shop  dan tempat nongkrong bernama “In Teh Kopi.”

Riset yang dilakukan Nurul Indarti dan Rokhima Rostiani (2008), Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi Perbandingan Antara Indonesia, Jepang dan Norwegia, bisa kita jadikan rujukan bahwa intensi kewirausahaan mahasiswa Indonesia lebih tinggi dibanding mahasiswa Jepang dan Norwegia. Demikian pula kebutuhan akan prestasi, efikasi diri dan kesiapan instrumen mahasiswa Indonesia, berperingkat lebih tinggi dibanding kedua negara maju tersebut.

Dari telaah Nurul dan Rokhima di atas, sesungguhnya mahasiswa Indonesia memiliki bekal yang cukup untuk berwirausaha. Untuk memulainya, mahasiswa bisa mencoba berbisnis dalam bentuk usaha yang kecil seperti, bisnis fashion, bisnis kuliner, membuka jasa percetakan, dan usaha lain yang pangsa pasarnya ada di lingkungan kampus.

Dengan dukungan finansial dan kebijakan pemerintah yang merangsang geliat bisnis mahasiswa untuk berkembang, praktis akan memangkas antrian panjang lulusan perguruan tinggi yang melamar menjadi karyawan.

Siham_(Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melek Teknologi, LPM Frekuensi Gelar Seminar Nasional 2022

    Melek Teknologi, LPM Frekuensi Gelar Seminar Nasional 2022

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 719
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Frekuensi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Seminar Nasional, pada Rabu (16/11/2022). Yang mana kegiatan ini merupakan rangkaian acara hari kedua dari bagian acara Anniversary FST Ke-7. Acara hari pertama telah diselenggarakannya bedah buku. Acara ini dilaksanakan di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo. […]

  • Bcgame Casino Customer Support – What to Expect

    Bcgame Casino Customer Support – What to Expect

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 324
    • 0Komentar

    When venturing into the online casino scene, customer support often becomes a crucial aspect of the overall experience. At Bcgame Casino, players can expect a variety of support options tailored to meet their needs. Whether you’re a seasoned player or just starting out, understanding the support structure can enhance your gaming journey. For details on […]

  • Nusron Wahid Sampaikan Pesan Penting untuk Mahasiswa

    Nusron Wahid Sampaikan Pesan Penting untuk Mahasiswa

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 750
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Usai mengisi acara studium general FEBI, Nusron Wahid memberi pesan kepada mahasiswa betapa pentingnya memberdayakan ekonomi desa. “Jangan sampai habis kuliah, dia (mahasiswa-red) itu berorientasi tinggal di kota. Tapi seharusnya menghidupkan dan menggerakkan roda ekonomi di desa. Itu jauh lebih mulia dalam konteks pemerataan ekonomi,” tutur ketua  BNP2TKI, Nusron Wahid ketika diwawancarai kru lpminvest.com. […]

  • Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 793
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pandemi virus corona yang mengguncang dunia tak kunjung berakhir. Di tengah pandemi ini HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk  Menganalisis Peluang Industri Halal di Tengah Pandemi. (Rabu, 16/09/2020). “Tema yang diangkat sangat tepat, persoalan tersebut berkaitan dengan Keberlangsungan kebutuhan hidup manusia. Apalagi sebagai seorang […]

  • EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 871
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ-EI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan aksi pembagian donasi, berupa nasi bungkus yang dibagikan kepada warga di sekitar pelataran jalan. Jumat, (31/03/2017). EI Donation (gerakan rumah amal) adalah program gerakan sedekah yang digalang oleh HMJ Ekonomi Islam setiap satu minggu sekali. Punbegitu, merupakan realisasi salah satu program kerja kepengurusan. Pasalnya, […]

  • FEBI Fasilitasi Mahasiswa dengan Pelatihan Kepemimpinan

    FEBI Fasilitasi Mahasiswa dengan Pelatihan Kepemimpinan

    • calendar_month Rab, 2 Mar 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 755
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Pelatihan Kepemimpinan pada Selasa-Rabu (1-2/3/2022). Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Gedung H FEBI dengan tujuan untuk membekali mahasiswa sehingga membentuk privilege yang maksimal dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Pelatihan dihadiri oleh perwakilan setiap Ormawa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) beserta jajaran Staf Akademisi FEBI UIN Walisongo. Pelatihan Kepemimpinan […]

expand_less