Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Penguatan Ekonomi Pesantren Melalui Bank Wakaf Mikro

Penguatan Ekonomi Pesantren Melalui Bank Wakaf Mikro

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 2 Des 2018
  • visibility 862
  • comment 0 komentar

 

 

Oleh: Iswatun Ulia (Alumnus Mahasiswi UIN Walisongo Semarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)

Oleh: Iswatun Ulia
(Alumnus Mahasiswi UIN Walisongo Semarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)

Salah satu problem mendasar yang dialami masyarakat sampai saat ini adalah persoalan kemiskinan. Kemiskinan dan ketimpangan sosial masih menjadi permasalahan krusial. Bahkan, di negara maju sekalipun tidak terlepas dari persoalan kemiskinan. Pemerintah Indonesia khususnya, saat ini masih terus berupaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka memutus akar permasalahan kemiskinan yakni melalui pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan sosial.

Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut yakni melalui pemanfaatan pesantren. Hal ini dikarenakan selain memiliki fungsi sebagai sumber pengetahuan keislaman dan sumber spritualitas Islam, pesantren juga memiliki fungsi tambahan, yakni pengembangan ekonomi kerakyatan. Pengembangan ekonomi kerakyatan tersebut diantaranya dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat maupun koperasi pondok pesantren (kopontren). Penguatan ekonomi pesantren perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, baik santri maupun masyarakat yang ada di sekitar lingkungan pesantren. Selain melalui pemberdayaan masyarakat dan kopontren, penguatan ekonomi pesantren baru-baru ini dapat dilakukan dengan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM).

Bank Wakaf Mikro (BWM) merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang didirikan atas izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BWM bertujuan menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal (lembaga perbankan). Hingga saat ini, Otoritas Jasa Keuangan mencatat telah memberikan izin sekitar 20 Bank Wakaf Mikro.

Latar belakang pendirian Bank Wakaf Mikro, yakni; pertama, kemiskinan dan ketimpangan masyarakat (poverty and inequality society). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2018 sebanyak 25,95 juta orang. Jumlah tersebut lebih kecil dari total penduduk miskin pada September 2017 yang mencapai 26,58 juta orang. Hal ini menandakan adanya penurunan tingkat penduduk miskin Indonesia sebesar 633,2 ribu orang.

Kedua, jumlah pesantren yang semakin meningkat (increasing of islamic boarding school). Salah satu elemen masyarakat yang memiliki fungsi strategis dalam pendampingan untuk mendorong perekonomian masyarakat adalah pesantren. Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) jumlah pesantren di Indonesia sebanyak 28.194. Jumlah pesantren yang selalu meningkat setiap tahun tersebut merupakan potensi untuk memberdayakan umat sekaligus berperan dalam mengikis kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan.

Pada Desember 2017, BWM memiliki 827 nasabah dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 658 juta. Data tersebut mengalami peningkatan pada 2018 dengan jumlah nasabah 3.876 (naik 368,7%) dan penyaluran pembiayaan Rp 3,63 miliar (naik 452,3%). Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan terus meningkat setiap tahunnya. Pengembangan BWM di seluruh Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mampu mengurangi ketimpangan kemiskinan.

Karakteristik Bank Wakaf Mikro adalah adanya pendampingan. Terdapat tiga karakteristik masyarakat yang dapat menjadi nasabah BWM, yaitu; masyarakat yang telah mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidupnya, masyarakat miskin yang memiliki komitmen untuk mengikuti program pemberdayaan, dan masyarakat miskin yang memiliki usaha produktif atau memiliki kemauan dan semangat untuk bekerja.

Model bisnis Bank Wakaf Mikro dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah bertujuan mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana untuk didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha dengan imbal hasil sangat rendah. Kehadiran BWM diharapkan dapat membantu masyarakat kecil dalam mengakses keuangan dan peminjaman pembiayaan dengan skala kecil. Sehingga masyarakat terhindar dari peminjaman uang kepada rentenir yang sesungguhnya akan menyulitkan masyarakat itu sendiri. Diperlukan peran aktif seluruh elemen masyrakat, agar fungsi dan peran pesantren dalam upaya penguatan ekonomi dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren.

Wallahu’alambisshowab

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politik Indonesia Apakah Akan Selalu Kotor?

    Politik Indonesia Apakah Akan Selalu Kotor?

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    Politik adalah sebuah pembagian kekuasaan di dalam suatu masyarakat yang berwujud proses dalam pengambilan keputusan, menyangkut kehidupan suatu negara. Politik Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat publik saat ini. Sudah tak sedikit lagi politisi-politisi Indonesia yang sudah dibutakan oleh manisnya gula kedudukan. Semestinya ini menjadi beban pikiran manusia karena sangat berdampak bagi nasib semua orang, malah […]

  • FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 688
    • 0Komentar

    lpminvess.com –  Serangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAS MESYA) ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap pembumian ekonomi syariah di Indonesia. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang secara serentak oleh para delegasi dan dipimpin langsung oleh presiden baru FORNAS MESYA, Muhammad Rafsanjani. Sabtu, (19/10/2019). Rangkaian acara Rakernas […]

  • Perpustakaan Lentera, Resmi Lounching di Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    Perpustakaan Lentera, Resmi Lounching di Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perpustakaan Lentera dengan tema Menciptakan Literasi yang Inklusif untuk Generasi Unggul telah diresmikan pada kamis, (20/2/2020) lalu. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa selaku pembina perpustakaan, Mardhiyah dan perwakilan dari siswa-siswi Yayasan Raudhatus Sholihin Desa Loireng. “Hari ini launching Perpustakaan Lentera agar semua warga tahu di Desa Loireng sudah ada perpustakaan bisa membekali […]

  • Akibat Pandemi, Cabor MQK ORSENIK 2021 Dilaksanakan Secara Daring

    Akibat Pandemi, Cabor MQK ORSENIK 2021 Dilaksanakan Secara Daring

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 812
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perlombaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) tahap dua yang dilaksanakan pada Rabu, (10/11/2021). Perlombaan dilaksanakan secara daring menggunakan media Zoom Meeting dengan alasan pandemi. Kitab yang digunakan adalah kitab Fathul Qorib, peserta diwajibkan untuk memilki kitab tersebut. Ada tiga aspek penilaian yaitu […]

  • Wisata Religi; Agama dan Kepentingan Pasar  

    Wisata Religi; Agama dan Kepentingan Pasar  

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 711
    • 0Komentar

     Oleh : M. Maulana Ali Kru Lembaga Pers Mahasiswa Invest Wisata religi menjadi pergumulan yang sangat penting untuk dibahas oleh agamawan, ekonom, budayawan, bahkan akademisi. Fenomena ini erat kaitannya dengan masyarakat Indonesia karena melihat kultur budaya masyarakatnya yang kental dengan mistik. Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam kaitannya dengan penghayatan atas agamanya masing-masing. Wisata berarti rekreasi, […]

  • Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 672
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Suparman, selaku Wakil Rektor III membacakan Nota  Jawaban dihadapan massa terkait Nota Keberatan yang dilayangkan oleh Mandataris Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Syarifudin Fahmi pada tanggal 5 Januari 2018. Nota Jawaban tersebut dibacakan setelah aksi demonstrasi  yang dilakukan oleh  Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) di depan Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Dalam […]

expand_less