Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Mengolah Kecerdasan Spiritual Untuk Mengontrol Pikiran

Mengolah Kecerdasan Spiritual Untuk Mengontrol Pikiran

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 9 Des 2015
  • visibility 185
  • comment 0 komentar

 

Judul                            : Menyentuh Hati Menyapa Tuhan

Penulis                         : Aribowo Prijosaksono

Penerbit                       : Elek Media Komputindo

Tahun Terbit                : 2010

Jumlah Halaman          : 172

Teks Bahasa               : Indonesia

Kategori                     : Spiritual

Peresensi                   : Novia Candrawati

­­­­

Buku berjudul  Menyentuh Hati Menyapa Tuhan merupakan karya dari Aribowo Prijosaksono. Ia merupakan pakar dan praktisi pengembangan diri serta penulis buku-buku kategori spiritual. Sekaligus motivator yang handal. Selain buku Menyentuh Hati Menyapa Tuhan   beberapa buku lain yang pernah ditulis oleh beliau adalah Sang Guru Menyapa Hati, Sukses dalam Kegagalan, Transformation Code dan masih banyak lagi.

Buku ini berisi tentang  ajaran untuk memahami cinta yang hakiki. Dimana cinta adalah tingkatan kecerdasan spiritual tertinggi. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang paling utama dibandingkan dengan jenis kecerdasan lain. Dalam buku ini kita diajarkan tentang bagaimana mengontrol pikiran, serta menata hati kita supaya antara pikiran dan hati bisa berjalan beriringan. Metode yang digunakan dalam buku ini untuk mengontrol pikiran dan menata hati adalah dengan berpuasa dan meditasi. Manfaat serta cara meditasi yang baik dan benar  ditulis secara detail dalam buku ini.

Selain itu dalam buku ini terdapat banyak pesan yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran untuk menjalani kehidupan di dunia. Salah satu pesannya adalah “ada banyak hal yang bisa menarik mata kita tapi sedikit yang bisa menarik hati kita, jadi ketika kau temukan sesuatu yang menarik hatimu kejarlah itu.” (halm. 52)

Hal ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Dimana, banyak dari kita yang cenderung mengejar sesuatu yang  terlihat menarik di mata tapi belum tentu menarik di hati.

Buku ini juga berisi banyak sekali diksi yang dirangkai dengan indah sehingga pembaca akan sangat terhibur dengan kecerdasan penulis dalam merangkai kata. Selain itu kualitas kertas yang digunakan dalam buku ini juga cukup bagus. Serta ditambah beberapa gambar dalam setiap halamannya akan membuat pembaca tidak merasa bosan saat membaca. Dalam meningkatkan kecerdasan spiritual penulis memberikan metode sekaligus contoh konkrit. Sehingga pembaca akan mampu mempraktekannya.

Namun, buku ini terlalu tipis. Beberapa kalimat dalam buku ini juga sangat sulit dipahami, bahkan ada beberapa kalimat yang menggunakan Bahasa Inggris, tanpa dilengkapi dengan terjemahannya sehingga pembaca dituntut untuk pandai dalam memahami kalimat tersebut.

Buku ini tidaklah luput dari kekurangan  tetapi dibalik kekurangan tersebut buku ini memiliki banyak sekali kelebihan dan pesan moral yang bisa kita ambil. Selain itu buku ini juga sangat penting untuk dimiliki oleh semua orang baik itu anak-anak, mahasiswa, pelajar bahkan orang dewasa sekalipun. Sehingga buku ini sangat layak untuk dibaca agar pembaca mampu mengambil pelajaran dan mampu meningkatkan kecerdasan spiritual agar tercapai kebahagiaan yang hakiki.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 212
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UKM Komunitas Bisnis (KOBI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kedatangan 26 anggota dari Lembaga Kegiatan Mahasiswa Fakultas (LKMF) Febipreneur UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan studi banding ini berlangsung di Laboratorium Minibank FEBI. Jumat, (15/11/2019). “Kunjungan kami untuk melakukan studi banding dan temu sharing dengan UKM KOBI,” terang Rizky Ramadhan selaku […]

  • Mengaumlah

    Mengaumlah

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Oleh: Mahda Nuurainiyah   Yang tertindas, tak punya rupa, Mewujud berupa angka belaka Dalam data tanpa suara,   Maka mengaumlah pada hari itu, Hari tunggal berhimpunnya suara, Serentak rintihan pekik disoroti, Puas-puaskan!   Tiada usang dalam hal berbenah, Tiada akhir untuk revolusi, Tuntutlah tuntut sampai runtut,   Buang sejenak topeng setan bernama sopan, Pastikan semua […]

  • Observasi Mahasiswa EI di Industri Kreatif Joger

    Observasi Mahasiswa EI di Industri Kreatif Joger

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 283
    • 0Komentar

    lpminvest.com– FEBI UIN Walisongo Semarang mengunjungi Wisata Joger Bali di hari ke dua Kuliah Kerja Nyata (KKL) pada pukul 12.00 WITA. Sebanyak 140 mahasiswa menikmati keunikan joger. Selasa, (3/3/2020) Joger yang telah berdiri sejak 1987 menawarkan keanekaragaman produk seperti sandal, tas, kaos, cinderamata, kerajinan tangan, dan masih banyak lagi yang tidak bisa didapat di tempat […]

  • Nur Syamsuddin Himbau Mahasiswa Jaga Pemilu Damai

    Nur Syamsuddin Himbau Mahasiswa Jaga Pemilu Damai

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 190
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar seminar bertajuk “Politik Cerdas Menuju Indonesia Emas”. Senin, (18/02/19). Seminar yang diadakan di Auditorium I Lantai I Kampus I UIN Walisongo ini merupakan bagian dari acara pelantikan pengurus baru SEMA FEBI 2019. Adapun narasumber yang diundang dari pengamat politik, anggota Komisi […]

  • Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 163
    • 0Komentar

    “Lha ngunu, cah wedok yo kudune resik-resik omah, masak, umbah-umbah,” kata mbahku setiap mendapati aku sedang melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Bukan perkataan pakar ataupun ilmuwan terkemuka, tapi cukup membuatku berpikir bahwa di masyarakat ini perlu ada yang dirubah, pola pikir. Mungkin sebagian besar perempuan, adanya perkataan seperti itu dianggap biasa. Ya, karena itu tugas […]

  • Sang Ada yang Fana

    Sang Ada yang Fana

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Berkawan dengan sang ada, Mungkinkah dia kekal? Tidak, nanti akan kukenalkan dengan fana Waktu akan bersiteru juga “Sang ada pasti pergi” Tiada kekal di medan sandiwara Semangat, Sigap dan siaga, lumpuhkan lelah itu Semua raga berilusi, “lekas membaik”   World Heath Day 2020

expand_less