Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
  • visibility 683
  • comment 0 komentar

nasional.inilah.com

Oleh: Ahmad Gozali

Tahun 2018 menjadi panggung politik bagi partai politik (parpol). Pasalnya, Indonesia bakal menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Bali, Maluku, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Tidak cukup di situ, panggung politik masih berlanjut pada 2019 dengan adanya pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden. Maka dari itulah, pilkada 2018 menjadi salah satu penentu kesuksesan parpol dalam pemilu legislatif dan presiden tahun depan.

Pentingnya pilkada tahun ini menjadikan para pasangan calon (paslon) berusaha dengan getol agar dapat melenggangkan sayap di kursi tertinggi pemimpin daerah. Mengingat strategisnya pilkada 2018 untuk memenangkan pemilu 2019, sehingga rawan sekali akan terjadinya gesekan-gesekan yang berisukan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) maupun berita burung, terutama di ranah media sosial. Penyebaran informasi hoax dan hate speech  yang bermuatan SARA pada beberapa pemilu digunakan sebagai alat untuk memenangkan kompetisi politik. Tujuan penyebaran hoax dan hate speech tak lain untuk men-downgrade (menjatuhkan) sosok paslon dan partai pengusung serta partai pendukungnya.

Tentunya masih segar dalam ingatan, bagaiamana isu-isu SARA maupun informasi hoax merajarela pada pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Oknum-oknum tak bertanggung jawab menggunakan informasi hoax dan hate speech untuk memobilisasi massa agar menambah kantong suara dalam kontestasi politik pada salah satu paslon.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), untuk pengaduan konten negatif terkait SARA dan ujaran kebencian menduduki urutan ketiga setelah pornografi dan radikalisme. Sebagai informasi, sepanjang 2016 hingga 2017 terdapat 3.252 konten negatif di Twitter yang dilaporkan ke Kemkominfo. Sedangkan pada Google dan YouTube terdapat 1.204 konten negatif.

Pertengahan 2017 lalu, Satuan Tugas Patroli Direktorat Siber Bareskrim Polri baru saja menangkap tiga orang yang tergabung dalam sindikat penyebar ujaran kebencian bernama Saracen. Kelompok ini memanfaatkan kemajuan teknologi media sosial untuk menyebarkan hate speech maupun informasi hoax yang bermuatan SARA. Keberadaan kelompok seperti itu bisa saja masih banyak yang berkeliaran dan menciptakan polemik di tengah-tengah masyarakat. Untuk itulah perlu adanya keseriusan dari pihak yang berwenang untuk menangani persoalan tersebut. Mengingat keberadaan kelompok-kelompok seperti Saracen tidak bisa dinafikan sebagai kelompok yang dapat memecah belah kerukunan, sesrawungan dan keharmonisan umat dan bangsa Indonesia. Baik karena alasan ekonomi ataupun pesanan bermuatan politik, penyebaran informasi hoax maupun hate speech harus dientaskan.

Terkait hal ini seharusnya para pemangku kebijakan dan petugas penegak hukum selalu intens memberikan pengawasan dan menindak secara tegas para pelaku yang telah membuat gaduh di kalangan masyarakat. Tentunya juga diharapkan menyiapkan strategi untuk menangkal maupun mengatasi permasalahan munculnya fenomena berita hoax dan ujaran kebencian di jejaring media sosial. Terutama menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 mendatang yang sangat rentan dimuati kecurangan-kecuarangan dan kampanye kotor.

Selain itu, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih berita yang tidak mengandung unsur hate speech dan belum tentu kebenarannya. Serta perlu meningkatkan literasi media agar masyarakat lebih cermat dalam menggunakan kecanggihan teknologi di era digital ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Omset Tukang Parkir Melejit

    Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Omset Tukang Parkir Melejit

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 835
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Rabu, (07/10/2020) Demo besar-besaran telah terjadi di depan Gedung DPRD Jawa Tengah yang berada di Kota Semarang. Ribuan mahasiswa dan para buruh se-Semarang berkumpul jadi dalam rangka menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Dengan kondisi yang sangat ramai otomatis tukang parkir khusus nya,mendapatkan omset yang cukup lumayan “alhamdulilah sangat tidak saya sangka akan ada demo,karena […]

  • Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berkostum nyentrik ala Sunan Kalijaga, Aldi Hasani Harfi Fadhlani berhasil meraih medali emas untuk cabang lomba khitobah bahasa Indonesia di hari kedua Orsenik 2019. Kamis, (19/9/2019). Dengan menampilkan budaya Jawa dan alat peraga wayang bak sunan Kalijaga, Aldi dengan penuh percaya diri menyampaikan khotbahnya dengan baik. “Karena saya membawa budaya Jawa dan wayang kulit, […]

  • Lagi-lagi, Wadyabala Invest Jadi Wisudawan Terbaik

    Lagi-lagi, Wadyabala Invest Jadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 721
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah Maya Sofiah (PU LPM Invest tahun 2017-2018), Pipit Larasati (Sekretaris umum LPM Invest tahun 2016-2017), dan Siti Rahmawati (Bendahara umum LPM Invest tahun 2017-2018), kini Agus Tri Budiyarno (Kru LPM Invest angkatan 2014) juga mengantongi predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo pada Pelepasan Wisuda ke-10 FEBI Tahun 2019 […]

  • PENGANTIN

    PENGANTIN

    • calendar_month Jum, 16 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Kau sunting mesra ayat jihad Dengan lagu logika sesaat Dengan senyum manis Julang anganmu berpeluk bidadari sintal Mencuat payudara legit berlapis   Tepuk sorak Iblis Picukan segera pertemuan princess Segeralah kau mati sebab kunci bidadari di sini Membuka hati dan peluk pelangi mimpi surgawi Ayat jihadmu telah dikufurkan nafsumu merangkum kematian Massif dirimu dan manusia […]

  • Hari Kedua SPE,  Singkatnya Seperti ini Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi

    Hari Kedua SPE,  Singkatnya Seperti ini Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 899
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Hari Kedua, Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) 2020 LPM Invest ditemani oleh pemateri dari akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang yaitu Luksi Visita. Mengacu pada sub tema Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi, kegiatan ini berlangsung secara virtual di ruang Google Meet. Sabtu, (18/7/2020). “Sebenarnya, ekonomi sosialis modern dapat kita lihat dari […]

  • KKN MIT-DR Kelompok 6 Usung Webinar Stop Pernikahan Dini

    KKN MIT-DR Kelompok 6 Usung Webinar Stop Pernikahan Dini

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 731
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis, (15/7/2021) Kelompok 6 KKN MIT-DR UIN Walisongo Semarang tengah mengadakan webinar bertajuk “Stop Pernikahan Dini! Siapkan Generasi Muda yang Berencana.” Melalui Zoom Meeting, acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan di kalangan mahasiswa akan bahayanya pernikahan dini. Pernikahan dini merupakan pernikahan/perkawinan yang melibatkan anak-anak berusia kurang dari 18 tahun. Baik antara anak dengan sesamanya, maupun […]

expand_less