Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » 74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
  • visibility 736
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani Kru LPM Invest 2017

Oleh: Dwi Ari Apriliani
Kru LPM Invest 2017

Kata merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki tiga makna. Pertama, bebas. Maksud bebas di sini tentu sudah kita rasakan sejak 17 Agustus 1945, yakni bebas dari penjajah. Hal ini tidak terlepas dari peran pahlawan yang gugur di medan perang maupun yang berjuang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, tidak terkena atau lepas dari tuntutan. Maksud tuntutan tersebut merujuk pada tuntutan penjara seumur hidup. Ketiga, tidak terikat, yakni tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Pekikan merdeka sudah sering didengar dan diucapkan oleh khalayak umum, utamanya kita para pemuda. Bahkan media sosial selalu ramai dengan status, caption, dan hasthtag yang mungkin menjadi trending topic saat peringatan hari merdeka tiba. Namun entah kita sadar atau tidak apakah kita sudah benar-benar memaknai pernyataan merdeka yang selalu diagungkan setiap bulan delapan tanggal tujuh belas tersebut dengan benar.

Created by: Mudrik Syahrullah (Kru Magang Lpm Invest 2018)

Created by: Mudrik Syahrullah (Kru Magang Lpm Invest 2018)

Kini 74 tahun sudah kata merdeka itu disandang oleh Indonesia. Mirisnya, budaya literasi belum seutuhnya memerdekakan generasi muda dari belenggu kebodohan dan kemalasan. National Institut for Literacy memaknai literasi sebagai kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Dari kelima hal ini, yang tidak mudah dibudayakan ialah membaca dan menulis. Sulit dijelaskan berapa buku yang habis terbaca oleh seseorang dalam satu tahun. Bukan masalah sarana baca minim, tapi lebih tepatnya kesadaran mengolah informasi dari buku tergolong rendah.

Follow up dari membaca ialah mengembangkan gagasan, yang salah satunya diwujudkan dalam sebuah tulisan. Tentu masih teringat jelas quote Pramoedya Ananta Toer  bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”.  Lalu bagaimana dapat terampil menulis jika membaca belum menjadi prioritas? Pengembangan kosakata perlu diasah dengan membaca, sedangkan ide atau gagasan akan muncul dan meluas dari berbagai aktivitas, misal diskusi.

Suasana diskusi rutinan Kru Lpm Invest.

Suasana diskusi rutinan Kru Lpm Invest.

Berdasarkan data hasil tes Programme for International Student Assesment (PISA) yang digagas oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pada tahun 2018 skor PISA Indonesia lebih rendah dibanding Vietnam, meskipun persentase anggaran pendidikannya sama yaitu 20% dari APBN.

Fakta lain menurut United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), tingkat literasi Indonesia masih tercatat 0,001 persen. Hal ini dapat dipahami bahwa dari 1000 orang, hanya satu yang memiliki minat baca tinggi. Jumlah ini masih tergolong rendah dibanding negara lain. Namun kabar baiknya, tingkat buta huruf di Indonesia kian menurun di tahun 2018 yakni sebesar 2,07% jiwa. Jauh berbeda dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,08% jiwa.

Namun begitu, sejatinya budaya literasi bisa dipupuk sejak dini. Di sini peran keluarga menjadi tonggak utama untuk mewujudkan hal tersebut. Sebagian besar justru orang tua terlalu sibuk dengan masalah finansial dan mempercayakan sepenuhnya anak ke sekolah, tanpa tahu sejauh mana anak menyerap ilmu pendidikan. Oleh karena itu, mari bersama memaknai kemerdekaan dengan perubahan yang lebih baik, minimal menolak kebodohan dengan bersama-sama menguatkan budaya literasi kita.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Tolak RUU Penyiaran oleh Aliansi Jurnalis Jawa Tengah

    Aksi Tolak RUU Penyiaran oleh Aliansi Jurnalis Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 678
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Aliansi Jurnalis Jawa Tengah bersama masyarakat sipil dan Aksi Kamisan menggelar aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah pada Kamis (30/05/2024). Aksi ini merupakan bentuk reaksi jurnalis terhadap adanya pembahasan revisi undang-undang penyiaran yang kini tengah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam aksi ini […]

  • Bentuk Apresiasi; Mahasiswa ISAI Gelar Parade Penyambutan Wisudawan

    Bentuk Apresiasi; Mahasiswa ISAI Gelar Parade Penyambutan Wisudawan

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 907
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pelaksanaan Sidang Senat terbuka Wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo berlangsung ramai dengan adanya Penyambutan Wisudawan. Salah satunya dari mahasiswa Prodi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI). Acara ini berlangsung meriah, wisudawan diarak mulai dari Landmark menuju depan Gedung Rektorat pada Rabu, (08/11/2023). Kegitan ini menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk apresiasi untuk kelulusan […]

  • Banyak Siswa Belum Siap UN Online

    Banyak Siswa Belum Siap UN Online

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 773
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ujian Nasional (UN) mulai dilaksanakan serentak pada hari Senin 13 April 2015. Ujian yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan diikuti seluruh siswa menengah umum . Salah satunya SMAN 8 Semarang. Kabar yang berhembus dilaksanakannya ujian secara online kurang diterima SMAN 8 khususnya para siswa-siswi. Senin, (13/04/2015) Ketidaksiapan dalam menghadapi Ujian online dikarenakan sarana […]

  • Terorisme; Ideologi dan Ekonomi   

    Terorisme; Ideologi dan Ekonomi  

    • calendar_month Sen, 18 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Selepas terjadinya ledakan bom di kawasan sarinah Jakarta menimbulkan berbagai macam hipotesa terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya terorisme, antara faktor tersebut adalah sejarah, politik, ideologi, maupun ekonomi. Walaupun sebenarnya belum ada yang bisa memastikan penyebab terjadinya aksi terorisme. Secara pasti. Namun demikian, di antara faktor-faktor tersebut, ada dua faktor yang menurut penulis menjadi faktor […]

  • Langkah kecil Menuju Mimpi

    Langkah kecil Menuju Mimpi

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 2.044
    • 0Komentar

    Oleh : Miftakhu Rozaq Di sebuah desa kecil, tinggal seorang pemuda bernama Arif. Ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan penuh semangat meski hidup dalam keterbatasan. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya hanya menjual gorengan di pinggir jalan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Arif punya satu mimpi besar: menjadi seorang pengusaha sukses dan membantu keluarganya […]

  • Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 766
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang mengenalkan dan mengajar program matematika detik kepada siswa kelas 5 SDN 2 Gadu, Blora. Kegiatan pengenalan dan pembelajaran dilakukan di salah satu rumah siswa dengan menerapkan protokol kesehatan. Sabtu, (17/10/2020) Kegiatan ini dilakukan berturut-turut selama dua hari yaitu pada hari […]

expand_less