Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
  • visibility 1.058
  • comment 0 komentar
pln

Sumber: google.com

lpminvest.com- Sejak dua pekan kemarin, warga Jl. Tanjungsari, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang mengeluhkan listrik yang padam hampir setiap hari. Padahal mayoritas penduduk yang tinggal di Jl. Tanjungsari adalah mahasiswa. Hal ini membuat mereka geram, bahkan beberapa warga setempat melakukan demonstrasi di depan kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terletak di Jl. Walisongo No.29, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang. Selasa, (9/4/19).

Setelah menemui pihak PLN, ternyata permasalahannya adalah belum ada jaringan listrik yang permanen sebagai ganti pembongkaran jaringan listrik akibat jalan tol.

“Nanti pembangunan jaringan baru yang permanen akan diletakkan di Perumahan Velia Regensi, di daerah Kliwonan. Tapi mereka belum menyediakan akses jalan yang permanen untuk pembangunan jaringan. Ditambah pihak Waskita belum bayar ganti rugi atas pembongkaran jaringan. Kita bongkar jaringan, untuk kepentingan proyek mereka, berarti mereka harus ganti rugi untuk membangun jaringan yang baru,” jelas Wira saat ditemui kru lpminvest.com di PLN Krapyak, Semarang. Sabtu, (13/4/19).

Sumber: google.com

Sumber: google.com

Namun pihak Waskita menyangkal hal tersebut, menurut Humas PT. Waskita, Abdi, masalah keuangan PT Waskita dengan PLN sudah selesai.

“Ganti rugi apa? kita sudah mbayar mbak. Makanya mereka (PLN) mau tanam tiang lagi di situ. Yang belum dibayar tuh di seberang jalan tol, bukan di Tanjungsari. Nanti saya klarifikasi loh pak Budinya (PLN) kalo ngomong begitu,” tegas Abdi saat dihubungi Kru lpminvest.com melalui telepon Whatssapp.

Menurut Abdi, memang ada masalah birokrasi yang belum jelas. Abdi mengatakan bahwa PLN menanam tiang listrik di area Right of Way (RoW)  jalan tol tanpa izin PT. Waskita.

“Nah untuk mengatasi kekurangan daya listrik, mereka (PLN) tanam tiang tanpa izin Waskita, padahal itu adalah RoW-nya jalan tol. Kemudian saya minta surat pernyataan jika nanti tiang listriknya digeser lagi, jangan minta dibayar lagi ke Waskita. Tapi sampai sekarang dia (PLN) belum ngasih surat ke Waskita,” paparnya.

PLN memang membangun jaringan listrik sementara di Tanjungsari, inisiatif itu dilaksanakan pasca beberapa warga berdemonstrasi ke kantor PLN.

“Warga maunya hanya listrik hidup tanpa tahu permasalahan listrik padam, maka kita mendirikan beberapa tiang di pinggir jalan sebagai solusi untuk membuat jaringan sementara, tapi hanya akan bertahan beberapa minggu,” tutur Wira, Staf Teknik PLN Krapyak, Semarang.

Adanya jaringan sementara tidak membuat warga benar-benar lega. Pasalnya jika tegangan terlalu besar, jaringan pun tidak kuat dan mengakibatkan listrik padam.

“Kita berusaha mencari jalan keluar dengan membuat jaringan sementara, dan itu pun tidak kuat untuk menahan tegangan listrik yang besar di daerah Tanjungsari, makanya setiap travo panas, dia akan auto mati,” jelas Wira.

Wira juga menyatakan bahwa jalan menuju Tanjungsari itu bukan jalan permanen, besar kemungkinan jaringan sementara tersebut akan digeser atau bahkan dipindahkan.

“Kita sehari membangun jaringan permanen bisa, tapi permasalahannya akses jalan untuk jaringan itu belum ada. Dampak jalan tol membuat akses Tanjungsari ke Kliwonan menjadi terputus, jadi kita menunggu jalan permanen dari Perumahan Velia. Karena gak mungkin kita bangun tiang di pekarangan warga,” tambahnya.

Bukan hanya warga yang dirugikan, Wira mengaku padamnya listrik di Tanjungsari juga merugikan pihak PLN.

“Kalau bicara rugi bukan hanya warga Tanjungsari yang merasa rugi. PLN juga rugi karena tidak bisa jualan. Kilowatt-hour (kwh) di Tanjungsari tergolong besar, jadi selama listrik padam pendapatan PLN jadi berkurang,” pungkasnya.

Mengetahui hal tersebut, Alma, mahasiswa UIN Walisongo yang berdomisili di Jl. Tanjungsari berharap PT Waskita dan PLN saling komunikasi dengan baik agar tidak ada kesalahpahaman dan tidak ada yang dirugikan antara kedua belah pihak dan juga warga Tanjungsari.

“Bukan karena memihak di salah satu perusahaan, tapi yang namanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alangkah lebih baiknya memberi kesejahteraan untuk warganya. Yang tinggal di sini bukan hanya mahasiswa. Kalau mahasiswa, paling gak bisa belajar dan gak bisa mandi. Tapi kalau warga, mata pencaharian mereka jadi terganggu. Fotokopian, penjual jus, dll harus ditutup,” ujar mahasiswa jurusan Perbankan Syariah itu kepada Kru lpminvest.com. (Ari_[i])

 

 

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    Pasar Bulu Sepi Pengunjung, MIK Semar Gelar Gerebek Pasar

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 891
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) bekerja sama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Bulu, Karang Taruna daerah setempat dan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) menggelar acara Gerebek Pasar. Bertempat di Pasar Bulu Semarang, tepatnya di lantai tiga, pengadaan pengobatan gratis dan bazar UMKM digelar sebagai rangkaian acara Gerebek Pasar. Acara yang dimulai sejak Sabtu, […]

  • UIN Walisongo Deklarasikan Sebagai Kampus Anti Islam Radikal

    UIN Walisongo Deklarasikan Sebagai Kampus Anti Islam Radikal

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Maraknya paham radikal dewasa ini menjadi ancaman bagi persatuan NKRI. Hal ini menggugah segenap civitas akademik UIN Walisongo Semarang untuk memproklamasikan deklarasi antiradikal di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Senin, (17/4/2017). Pelaksanaan deklarasi Antiradikal dilakukan pada saat acara Ngaji Kebangsaan dan Tarbiyah Bersholawat yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan […]

  • Gandeng 15 Desa; Dinkes Pati sebagai Fasilitator Peduli Covid

    Gandeng 15 Desa; Dinkes Pati sebagai Fasilitator Peduli Covid

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 771
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan, mulai dari himbauan, ancang-ancang ekonomi sampai pemberian stimulus di berbagai sektor. Sebaliknya, justru masyarakat yang merasa menjadi korban malah enggan untuk melindungi diri dan orang sekitar, perlindungan terkecil misal memakai masker dan rajin cuci tangan,” statement yang diungkapkan  Dina sebagai bukti Sharing Session Peduli Covid-19 dimulai. Minggu,(11/10/2020). Sesuai tema […]

  • Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

    Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

    • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 962
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lutfi Nur Fadillah adalah salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Falak  Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) angkatan 2014 yang mengikuti prosesi wisuda ke-72. Bertempat di auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (7/03/2018). Lutfi sapaan akrabnya, sempat mendadak  viral di sosial media dikarenakan prestasinya yang mendapat IPK 3,94,  namun dirasa tidak mendapat pengakuan di […]

  • Seminar Enterpreneur, Mahasiswa FEBI Antusias

    Seminar Enterpreneur, Mahasiswa FEBI Antusias

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 780
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan  Seminar Entrepreneurship.  Kamis, (20/11). Seminar bertajuk “Membangun Nalar Mahasiswa yang Kreatif, Inovatif, Profesional dalam Berwirausaha” tersebut diselenggarakan di Audit 1 kampus 1 UIN Walisongo Semarang.  Acara ini berlangsung ramai dihadiri sekitar 180 peserta, khususnya dari FEBI. Seminar kali […]

  • Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

    Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

    • calendar_month Sel, 17 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 981
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki beranekaragaman suku, bahasa, budaya serta agama. Sebagai negara yang memiliki ragam perbedaan, Indonesia perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai harmoni yang menyatukan satu sama lain. Moderasi menjadi upaya penting untuk perwujudan peradaban dan perdamaian dunia yang bermartabat. Perlu kita ketahui prinsip moderasi adalah sikap atau cara pandang perilaku yang moderat, […]

expand_less