Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

Ini Alasan Listrik di Tanjungsari Sering Mati

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
  • visibility 257
  • comment 0 komentar
pln

Sumber: google.com

lpminvest.com- Sejak dua pekan kemarin, warga Jl. Tanjungsari, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang mengeluhkan listrik yang padam hampir setiap hari. Padahal mayoritas penduduk yang tinggal di Jl. Tanjungsari adalah mahasiswa. Hal ini membuat mereka geram, bahkan beberapa warga setempat melakukan demonstrasi di depan kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terletak di Jl. Walisongo No.29, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang. Selasa, (9/4/19).

Setelah menemui pihak PLN, ternyata permasalahannya adalah belum ada jaringan listrik yang permanen sebagai ganti pembongkaran jaringan listrik akibat jalan tol.

“Nanti pembangunan jaringan baru yang permanen akan diletakkan di Perumahan Velia Regensi, di daerah Kliwonan. Tapi mereka belum menyediakan akses jalan yang permanen untuk pembangunan jaringan. Ditambah pihak Waskita belum bayar ganti rugi atas pembongkaran jaringan. Kita bongkar jaringan, untuk kepentingan proyek mereka, berarti mereka harus ganti rugi untuk membangun jaringan yang baru,” jelas Wira saat ditemui kru lpminvest.com di PLN Krapyak, Semarang. Sabtu, (13/4/19).

Sumber: google.com

Sumber: google.com

Namun pihak Waskita menyangkal hal tersebut, menurut Humas PT. Waskita, Abdi, masalah keuangan PT Waskita dengan PLN sudah selesai.

“Ganti rugi apa? kita sudah mbayar mbak. Makanya mereka (PLN) mau tanam tiang lagi di situ. Yang belum dibayar tuh di seberang jalan tol, bukan di Tanjungsari. Nanti saya klarifikasi loh pak Budinya (PLN) kalo ngomong begitu,” tegas Abdi saat dihubungi Kru lpminvest.com melalui telepon Whatssapp.

Menurut Abdi, memang ada masalah birokrasi yang belum jelas. Abdi mengatakan bahwa PLN menanam tiang listrik di area Right of Way (RoW)  jalan tol tanpa izin PT. Waskita.

“Nah untuk mengatasi kekurangan daya listrik, mereka (PLN) tanam tiang tanpa izin Waskita, padahal itu adalah RoW-nya jalan tol. Kemudian saya minta surat pernyataan jika nanti tiang listriknya digeser lagi, jangan minta dibayar lagi ke Waskita. Tapi sampai sekarang dia (PLN) belum ngasih surat ke Waskita,paparnya.

PLN memang membangun jaringan listrik sementara di Tanjungsari, inisiatif itu dilaksanakan pasca beberapa warga berdemonstrasi ke kantor PLN.

“Warga maunya hanya listrik hidup tanpa tahu permasalahan listrik padam, maka kita mendirikan beberapa tiang di pinggir jalan sebagai solusi untuk membuat jaringan sementara, tapi hanya akan bertahan beberapa minggu,” tutur Wira, Staf Teknik PLN Krapyak, Semarang.

Adanya jaringan sementara tidak membuat warga benar-benar lega. Pasalnya jika tegangan terlalu besar, jaringan pun tidak kuat dan mengakibatkan listrik padam.

“Kita berusaha mencari jalan keluar dengan membuat jaringan sementara, dan itu pun tidak kuat untuk menahan tegangan listrik yang besar di daerah Tanjungsari, makanya setiap travo panas, dia akan auto mati,” jelas Wira.

Wira juga menyatakan bahwa jalan menuju Tanjungsari itu bukan jalan permanen, besar kemungkinan jaringan sementara tersebut akan digeser atau bahkan dipindahkan.

“Kita sehari membangun jaringan permanen bisa, tapi permasalahannya akses jalan untuk jaringan itu belum ada. Dampak jalan tol membuat akses Tanjungsari ke Kliwonan menjadi terputus, jadi kita menunggu jalan permanen dari Perumahan Velia. Karena gak mungkin kita bangun tiang di pekarangan warga,” tambahnya.

Bukan hanya warga yang dirugikan, Wira mengaku padamnya listrik di Tanjungsari juga merugikan pihak PLN.

“Kalau bicara rugi bukan hanya warga Tanjungsari yang merasa rugi. PLN juga rugi karena tidak bisa jualan. Kilowatt-hour (kwh) di Tanjungsari tergolong besar, jadi selama listrik padam pendapatan PLN jadi berkurang,” pungkasnya.

Mengetahui hal tersebut, Alma, mahasiswa UIN Walisongo yang berdomisili di Jl. Tanjungsari berharap PT Waskita dan PLN saling komunikasi dengan baik agar tidak ada kesalahpahaman dan tidak ada yang dirugikan antara kedua belah pihak dan juga warga Tanjungsari.

“Bukan karena memihak di salah satu perusahaan, tapi yang namanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alangkah lebih baiknya memberi kesejahteraan untuk warganya. Yang tinggal di sini bukan hanya mahasiswa. Kalau mahasiswa, paling gak bisa belajar dan gak bisa mandi. Tapi kalau warga, mata pencaharian mereka jadi terganggu. Fotokopian, penjual jus, dll harus ditutup,” ujar mahasiswa jurusan Perbankan Syariah itu kepada Kru lpminvest.com. (Ari_[i])

 

 

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GenBI UIN Walisongo Gelar Grand Opening Desa Binaan Asmaraloka

    GenBI UIN Walisongo Gelar Grand Opening Desa Binaan Asmaraloka

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 178
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan acara Grand Opening Desa Binaan Asmaraloka pada Sabtu, (4/2/2023) yang diadakan di Balai Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini merupakan program kerja wajib GenBI Komisariat Walisongo Semarang, yang menjadi ciri khas dari Bank Indonesia (BI) di Jawa Tengah. Tujuan dari […]

  • Press Release “Grand Opening Wednesday Market”

    Press Release “Grand Opening Wednesday Market”

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Career Center merupakan lembaga persiapan dan pengembangan karir, yang berkerja secara profesional dan modern, didukung oleh para tenaga ahli, para profesional, praktisi di berbagai bidang dan kalangan akademisi yang bertujuan mewujudkan suatu sistem dan pengelolaan karir yang efisien dan efektif. Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang merupakan lembaga non-struktural yang mempunyai tugas untuk memfasilitasi […]

  • Masih Kurang Meratanya Perbankan Syariah

    Masih Kurang Meratanya Perbankan Syariah

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Perbankan syariah/perbankan Islam suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan tuntunan syariah Islam. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa selain perbankan banyak sekali sektor ekonomi dan sektor lainnya yang mungkin akan di targetkan oleh pejabat Indonesia terkait kinerja semua sektor yang berlahan-lahan akan mulai di giring ke jalur syariah. Seperti yang sudah kita lihat sekarang sedang […]

  • Cegah Covid-19, Mahasiswa UIN Walisongo Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Cegah Covid-19, Mahasiswa UIN Walisongo Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 174
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona, mahasiswa KKN Reguler DR UIN Walisongo angkatan ke-75 kelompok 53 melakukan kegiatan kemasyarakatan berupa pembuatan dan penyemprotan cairan disinfektan. Kegiatan ini dilakukan di sekitar jalan serta beberapa tempat umum seperti Masjid dan Madrasah Diniyyah (Madin) Perumahan Bank Niaga. kamis (29/10/2020). Sebelum melakukan penyemprotan disinfektan, mahasiswa membuat sendiri […]

  • Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank   

    Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank  

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 142
    • 0Komentar

    lpminvest.com–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang merubah tampilan mini bank yang ada di kantor Fakultas. Mini bank merupakan fasilitas yang sudah cukup lama berjalan di kampus yang baru saya bertransformasi dari IAIN menjadi UIN ini, namun belum berfungsi secara normal. Mini bank ini diperuntukan untuk mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam serta mahasiswa […]

  • Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen. Menurut Martius (2004), salah […]

expand_less