Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 25 Apr 2017
  • visibility 513
  • comment 0 komentar
doc. lpm invest

doc. lpm invest

Oleh : Iswatun Ulia

In politics if you want anything said, ask a man, If you want anything done, ask a women.

(The Iron Woman, Margareth Hilda Thatcher)

Peran perempuan tidak bisa dilepaskan dari setiap lini kehidupan. Dalam keluarga misalnya, perempuan memiliki tugas dan kodrat menyelesaikan segala keperluan rumah tangga, yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai 3M, macak (berhias), masak (memasak), manak (mempunyai anak). Namun dalam ranah sosial, eksistensi  perempuan sempat mengalami kemunduran, terutama saat berlakunya patriarkhi, yang mana menganggap bahwa laki-laki memliki kedudukan lebih tinggi dibanding perempuan. Istilah domestikasi, marginalisasi dan pengiburumahtanggaan menjadi platform tanpa memandang kelas sosial perempuan berasal. Pengusungan kesetaraan gender saat ini, nampaknya telah sedikit membuahkan hasil, hal ini terlihat pada partisipasi perempuan dalam pentas panggung politik.

Sebelum Indonesia menjadi Negara demokrasi, potret partisipasi perempuan dapat kita tilik pada era kolonialisme Belanda.  Dalam konstruksi sosial masyarakat yang menganggap bahwa perempuan sebagai inferior laki-laki, terlihat bahwa R.A Kartini mampu  memperjuangkan hak asasi perempuan dalam memperoleh pendidikan. Lain halnya dengan Supeni, yang dikenal sebagai politikus perempuan yang menduduki jabatan penting di parlemen.

Pada zaman Orde Baru pula, partisipasi perempuan dalam kancah politik sangat dibatasi. Perempuan memiliki hak memilih dan dipilih setiap lima tahun sekali, namun perempuan hanya diperkenankan untuk menggunakan hak memilihnya. Hal ini berarti dalam pemilu, suara perempuan digunakan untuk memperbesar suara perolehan dari sebuah partai.

Dalam Undang-undang No. 12 tahun 2003 tentang pemilu telah dijelaskan bahwa keterwakilan perempuan dalam politik memiliki prosentase sebanyak 30%. Hal ini semestinya dijadikan angin segar bagi perempuan untuk menjadikan dirinya sebagai wakil masyarakat di pemerintahan. Sekaligus dapat mendorong aktivis perempuan untuk selalu bergerak  masif memajukan diri dan menyuarakan persoalan kemiskinan, kekerasan seksual kesehatan, dan segala permasalahan perempuan.

Indonesia pada kepemimpinan era Jokowi, setidaknya telah menyingkirkan sejenak sistem patriakhi yang telah lama menjajah eksistensi perempuan, terutama di kancah politik. Pada Minggu, 26  Oktober 2014 presiden  Jokowi telah resmi mengumumkan susunan kabinet kerja yang berjumlah 34 menteri, dimana delapan diantaranya adalah perempuan. Dalam penyusunan kabinet ini, keterlibatan perempuan dalam panggung politik lebih banyak dibanding dengan kabinet kepemimpinan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sepak terjang perempuan mengalami peningkatan.

Partisipasi aktif perempuan tersebut dalam kancah politik maupun bidang lainnya tentu bukanlah berasal dari  perempuan biasa, melainkan perempuan yang memiliki kesadaran, cara pandang, dan memiliki keberpihakan untuk memajukan diri dan kaumnya yang tertinggal. Sekaligus, dapat serta memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat dan negara.

Sebagaimana kita ketahui, pengaruh Hindhuisme dari India telah memberikan pengaruh dalam khazanah budaya Indonesia yang multikultur dan mengenalkan tokoh Dewi Saraswati. Dewi Saraswati merupakan sosok yang ideal bagi perempuan karena digambarkan memiliki empat tangan yang memegang lontar, bunga,  tasbih dan sitar serta berdiri di atas bunga teratai. Analogi tersebut menyiratkan bahwa perempuan harus memiliki pengetahuan, kecantikan batin, iman yang kuat serta harmoni dalam berkomunikasi serta mampu berdiri kuat dalam berbagai kondisi.

Dalam bahasa sansekerta dikenal pula istilah Rupasampat Wahyabyantara, yang berarti kecantikan perempuan yang utuh dan bersinar merupakan harmoni antara kecantikan lahiriah (outer beauty) dan batiniah (inner beauty). Dewi Saraswati merupakan gambaran yang ideal dan tak lekang oleh zaman, hingga di era globalisasi ini, penggambaran perempuan yang sesuai kodratnya adalah sosok yang multi dimensi harus bersikap dan berperan dalam masyarakat.

Adanya hal tersebut semestinya menjadikan kita dapat menghindari pandangan negatif bahwa perempuan tidak  lebih rendah dari pada laki-laki. Melalui derasnya arus informasi dan kecanggihan teknologi, perempuan dapat meningkatkan kualitas diri melalui pencarian pengetahuan, baik melalui jalur instansi pendidikan tinggi maupun peningkatan kemampuan diri (skill). Hingga pada akhirnya, keterlibatan perempuan dalam dunia politik tidak diragukan lagi. Waalhua’lam bisshowab.

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Rekomendasi, Tontonan dari Series Barat hingga Asean

    Lima Rekomendasi, Tontonan dari Series Barat hingga Asean

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Di tengah pandemi Covid-19 ini kita semua diharuskan untuk di rumah saja. Bekerja, ibadah, sekolah ataupun kuliah juga di rumah saja. Hal tersebut bukannya tanpa alasan, tetapi bisa membantu mengurangi persebaran covid-19 yang belum ada obatnya itu. Keuntungannya adalah tenaga kesehatan menjadi tidak terlalu terbebani dengan melonjaknya jumlah pasien dan bisa fokus terhadap pasien-pasien yang […]

  • KKN MIT-DR Kelompok 6 Usung Webinar Stop Pernikahan Dini

    KKN MIT-DR Kelompok 6 Usung Webinar Stop Pernikahan Dini

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 447
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis, (15/7/2021) Kelompok 6 KKN MIT-DR UIN Walisongo Semarang tengah mengadakan webinar bertajuk “Stop Pernikahan Dini! Siapkan Generasi Muda yang Berencana.” Melalui Zoom Meeting, acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan di kalangan mahasiswa akan bahayanya pernikahan dini. Pernikahan dini merupakan pernikahan/perkawinan yang melibatkan anak-anak berusia kurang dari 18 tahun. Baik antara anak dengan sesamanya, maupun […]

  • Sejarah Baru Kepengurusan LPM Invest 2020

    Sejarah Baru Kepengurusan LPM Invest 2020

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 462
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tasyakuran wisuda beserta reorganisasi LPM Invest berlangsung hari ini di Mushola Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Minggu, (19/1/2020). Agenda ini dijadikan satu pasalnya pengurus inti LPM Invest periode 2018/2019 yaitu Pemimpin Umum (PU) dan Pemimpin Redaksi (Pemred) dinyatakan lulus oleh Surat Keputusan Rektor Nomor 100 Tahun 2019 pada bulan November […]

  • Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 504
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pandemi virus corona yang mengguncang dunia tak kunjung berakhir. Di tengah pandemi ini HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk  Menganalisis Peluang Industri Halal di Tengah Pandemi. (Rabu, 16/09/2020). “Tema yang diangkat sangat tepat, persoalan tersebut berkaitan dengan Keberlangsungan kebutuhan hidup manusia. Apalagi sebagai seorang […]

  • Mahasiswi Asal Brebes ini Jadi Wisudawati Terbaik FEBI

    Mahasiswi Asal Brebes ini Jadi Wisudawati Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 468
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Mahasiswi asal Brebes, Nahla Nadira Rahmah menjadi wisudawati terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo pada wisuda periode Agustus 2019 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.94. “Saya bukan wisudawan terbaik, tapi kebetulan nilai IPK saya lebih tinggi dari yang lain. Saya yakin masih banyak wisudawan yang jauh lebih baik dari saya. […]

  • Peduli Terhadap Sosial; Lindu Aji Putra Mabes 26 Gelar Bhakti Ramadhan

    Peduli Terhadap Sosial; Lindu Aji Putra Mabes 26 Gelar Bhakti Ramadhan

    • calendar_month Sen, 13 Jun 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Lpminvest.com – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, Lindu Aji Putra Mabes 26 Semarang, menggelar Bhakti Ramadhan di Desa Jimbaran Kecamatan Bandungan Semarang. Minggu, (12/06/16). Agenda bersifat sosial ini mengusung tema “Semangat Berbagi Sempurnakan Ibadah di Bulan Suci” berlangsung lancar dan tidak ada kendala sedikitpun. Niko (35) selaku ketua panitia Bhakti Ramadhan tersebut mengungkapkan bahwa […]

expand_less