Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » KKN MIT-DR Kelompok 6 Usung Webinar Stop Pernikahan Dini

KKN MIT-DR Kelompok 6 Usung Webinar Stop Pernikahan Dini

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
  • visibility 627
  • comment 0 komentar
Widayat Mintarsih Sedang Memaparkan Materi tentang Stop Pernikahan Dini

Widayat Mintarsih Sedang Memaparkan Materi tentang Stop Pernikahan Dini

lpminvest.com- Kamis, (15/7/2021) Kelompok 6 KKN MIT-DR UIN Walisongo Semarang tengah mengadakan webinar bertajuk “Stop Pernikahan Dini! Siapkan Generasi Muda yang Berencana.” Melalui Zoom Meeting, acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan di kalangan mahasiswa akan bahayanya pernikahan dini.

Pernikahan dini merupakan pernikahan/perkawinan yang melibatkan anak-anak berusia kurang dari 18 tahun. Baik antara anak dengan sesamanya, maupun pernikahan antara usia dewasa dengan seseorang yang berusia kurang dari 18 tahun. Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak, usia yang kurang dari 18 tahun itu masih tergolong anak-anak dan harus dilindungi. Maka dari itu, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) idealnya suatu pernikahan adalah pada wanita yang telah berusia 21 tahun dan pria yang telah mencapai 25 tahun umumnya.

Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2019 bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun. Undang-undang tersebut merupakan perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 yang menimbang bahwa perkawinan pada usia anak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang mereka. Selain itu, negara juga menjamin hak-hak anak.

“Peserta webinar di sini rata-rata sudah berusia 20 tahun ke atas, ya. Secara hukum dan kematangan psikologis, organ reproduksi, serta emosi sudah cukup untuk menikah,” ucap Widayat Mintarsih selaku narasumber pada webinar ini.

Ruangan Webinar via Zoom Meeting Ramai dengan Peserta

Ruangan Webinar via Zoom Meeting Ramai dengan Peserta

Pernikahan dini disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya: faktor tingkat pendidikan, pergaulan remaja dan anak, faktor ekonomi dan finansial, faktor budaya, dan faktor lain seperti MBA atau marriage by accident. Dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini juga beragam, seperti: angka kematian ibu dan bayi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kesehatan reproduksi, dan drop out.

“Seks bebas pada remaja bisa mengakibatkan pernikahan dini karena segera menikah untuk menutupi aib keluarga (kehamilan di luar nikah). Akibat yang ditimbulkan, dilihat dari aspek ekonomi adalah pemenuhan kebutuhan kehamilan dan gizi anak padahal belum siap secara finansial karena usianya,” tutur Widayat Mintarsih yang juga Sekretaris Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Walisongo.

Upaya Preventif yang Dapat dilakukan Mahasiswa KKN

Sosialisasi dan akses pendidikan menjadi penting bagi penghentian pernikahan dini yang ada di masyarakat. Apalagi selama pandemi covid-19 ini terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 300 persen pada pernikahan dini di Indonesia. Mahasiswa KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat perlu menggaungkan stop pernikahan dini.

“Peserta KKN stop pernikahan dini dan siap menjadi fasilitator untuk pencegahan dan penghentian pernikahan dini. Bisa menjadi penyuluh, pendamping, dan konselor bagi masyarakat. Konsul sebaya juga erat dengan anak muda sekarang padahal sudah disediakan tempat konseling di kampus. Tapi itu tidak apa-apa,” terang Widayat Mintarsih.

Di berbagai kampus maupun sekolah juga sudah banyak Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Bahkan di desa-desa atau puskesmas setempat. Selain itu ada Generasi Berencana (GenRe) dari BKKBN untuk memfasilitasi para remaja agar berperilaku dan hidup sehat untuk ketahanan generasi bangsa. Selain itu, GenRe dan PIK-R merupakan ajang meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia yang dibentuk dan dibina BKKBN.

“Webinar ini merupakan ajang pencerahan dan pengetahuan bagi remaja. Melihat pergaulan remaja zaman sekarang yang perlu atensi. Semoga dengan diadakannya webinar ini membuat pemikiran remaja terbuka dan berubah mengenai pernikahan dini,” kata Rangga selaku Ketua Koordinator kelompok 6 KKN MIT-DR. Nabilla_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 579
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Acara Seminar Lokakarya (Semiloka) day 2 yang dilaksanakan pada Kamis, (11/5/2023) merupakan kelanjutan dari Semiloka day 1 yang telah dilaksanakan pada hari Senin, (8/5/2023). Diselenggarakan di Gedung Teater ISdb Soshum Lantai 3 dengan dua pemateri yaitu Muhammad Fika Shauqy dan Irwansyah. HMJ S1 Perbankan Syariah (PBAS) mengganti nama event yang sebelumnya bernama “Seminar dan […]

  • Bentuk Apresiasi; Mahasiswa ISAI Gelar Parade Penyambutan Wisudawan

    Bentuk Apresiasi; Mahasiswa ISAI Gelar Parade Penyambutan Wisudawan

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 800
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pelaksanaan Sidang Senat terbuka Wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo berlangsung ramai dengan adanya Penyambutan Wisudawan. Salah satunya dari mahasiswa Prodi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI). Acara ini berlangsung meriah, wisudawan diarak mulai dari Landmark menuju depan Gedung Rektorat pada Rabu, (08/11/2023). Kegitan ini menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk apresiasi untuk kelulusan […]

  • Webinar Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Negara Selama Pandemi

    Webinar Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Negara Selama Pandemi

    • calendar_month Sen, 16 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 749
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Juruan (HMJ) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai mengadakan webinar dengan tema “Strategi Pengelolaan Keuangan Badan Pemerintah dan  Badan Usaha di Masa Pandemi Covid-19.” Acara dilaksanakan  menggunakan media Zoom Meeting dan Streaming Youtube. Senin, (16/11/2020). Tujuan webinar tersebut yakni untuk  meningkatkan pemahaman serta informasi yang transparan […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

  • Hari Santri Nasional, Refleksi Jati Diri Santri

    Hari Santri Nasional, Refleksi Jati Diri Santri

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Hari Santri Nasional bukan hanya tentang euforia perayaan, tetapi bagaimana pemaknaannya untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, kaum santri harus benar-benar memahamkan dirinya, mereka harus sadar bahwa santri memiliki peran yang sangat penting demi keberlangsungan Indonesia ke depan. Sepak terjang Nahdhatul Ulama sebagai lembaga keagamaan tidak bisa dipisahkan dari keterlibatannya dalam percaturan politik di […]

  • Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Sabtu, (27/7/2019) di dinginnya pagi kebun buah Mangunan Yogyakarta, aku beserta rombonganku dari Semarang sangat antusias bersiap menerima materi kewirausahaan. Dalam ruangan berukuran tujuh kali lima belas meter, aku dan semua peserta Santripreneur Camp 2019 yang berseragam serba putih meluapkan rasa ingin tahu bak lele yang sedang berebut makanan. Meski terkadang harus berebut tempat ternyaman […]

expand_less