Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » STRAIGHT NEWS » Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
  • visibility 639
  • comment 0 komentar
Nashrur Rohim, Wisudawan Terinspiratif FEBI yang pernah bekerja menjadi loper koran.

Nashrur Rohim, Wisudawan Terinspiratif FEBI yang pernah bekerja menjadi loper koran.

lpminvest.com – Sudah barang umum mahasiswa UIN Walisongo kuliah sambil bekerja. Biasanya, mereka bekerja sebagai driver ojek online, penjaga toko atau warung makan, ngelesi atau menjadi pegawai cetering. Namun, yang dikerjakan salah satu calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini berbeda dan jarang diambil oleh mahasiswa. Ialah Nashrur Rohim, calon wisudawan dari jurusan D3 Perbankan Syariah yang semasa kuliahnya bekerja sebagai loper koran di salah satu perusahaan media massa di Semarang.

Di wisuda FEBI angkatan 11 periode Agustus ini, Nashrur berhasil menjadi wisudawan paling inspiratif di FEBI. Selain itu, ia juga masuk dalam 15 wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi paralel FEBI, yaitu dengan IPK 3,90.

Saat acara Penglepasan Wisuda FEBI di Ballroom lantai 5 Haris Hotel Senin kemarin, ia bercerita mengenai pekerjaannya sebagai loper koran. Nashrur mengatakan bahwa sehabis Subuh ia harus berkeliling mengantarkan koran ke berbagai kelurahan di Semarang. Ia mengantar koran mulai dari daerah Wonodri, MT. Haryono, Barito, Jl. Majapahit, Jl. Soekarno Hatta dan berakhir di Kelurahan Penggaron. Hal itu dilakukannya setiap hari mulai pukul 05.00 – 06.30 selama sebulan.  Jatah libur hanya jika tanggal merah dan perayaan hari-hari besar.

Nashrur mulai bekerja menjadi loper koran sejak 2016. Selama tiga tahunan ia harus berjuang mengatur dan membagi waktunya antara bekerja dan kuliah. Ia mengatakan, saat masih kuliah pernah beberapa kali harus telat masuk kelas karena harus mengantar koran terlebih dahulu.

“Pernah pas di semester awal yang kuliahnya jam 06.10 atau nggak yang jam 07.00,” terangnya saat diwawancarai kru lpminvest.com via Whatsapp. Selasa, (27/8/2019).

Baca juga: http://lpminvest.com/2019/08/mahasiswi-asal-brebes-ini-jadi-wisudawati-terbaik-febi/

Tak sampai disitu, Nashrur juga menyebut pernah mengalami ban bocor di tengah pagi-pagi buta saat bekerja. Pria yang  lahir di Demak pada 11 Desember 1997 itu pun terpaksa harus mendorong kendaraannya. Ia mengatakan pernah mendorong kendaraannya sampai dua kilometer lebih sampai mendapat tukang tambal ban. Koran-koran yang dibawanya pun pernah sampai berjatuhan di tengah-tengah jalan.

Nashrur Rohim dan Ketua Jurusan D3 Perbankan Syariah Johan Arifin di acara Pengleoasan Wisuda FEBI, Senin, (26/8/2019) di Ballroom Haris Hotel Semarang.

Nashrur Rohim dan Ketua Jurusan D3 Perbankan Syariah Johan Arifin di acara Penglepasan Wisuda FEBI, Senin, (26/8/2019) di Ballroom Haris Hotel Semarang.

Hasil yang ia peroleh dari keliling mengantar koran berkisar Rp 600-an ribu. Penghasilannya tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebagai anak yang telah ditinggal wafat ayahnya, Nashrur bertekad untuk menjadi orang yang mandiri dan tidak membebani keluarganya. Untuk itu ia rela bekerja menjadi seorang loper.

“Motivasinya pasti untuk memenuhi kebutuhan, pasti itu pertama. Terus saya pikir itu pekerjaannya tidak terlalu berat. Kerjanya hanya beberapa jam,” jelas pria dengan empat saudara itu.

Semangatnya dalam bekerja dan belajar sebagai wujud terima kasih kepada keempat saudaranya. Pasalnya saudaranya tersebut yang telah memberi kepercayaan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Walsiongo dan membantu membiayai kuliah.

“Sebelum beliau (ayahnya) pulang, beliau pesen sama saudara-saudara saya. Saudara-saudara saya kebetulan sudah menikah, tinggal saya. Kebetulan saya dititipkan kepada saudara-saudara saya. Kata Ayah ke saudara-saudaraku, adikmu tinggal satu tolong dibantu, saya percayakan kepada kalian,” tutur Nasrur terharu.

Sontak para wisudawan dan tamu undangan yang hadir di Penglepasan Wisuda memberikan tepuk tangan dengan meriah.

Kini, Nashrur sudah tak lagi menjadi loper koran. Setelah kelulusannya ia tidak muluk-muluk akan menjadi apa nantinya. Ia hanya berpegangan bahwa hidup yang penting harus produktif.

“Yang pasti harus produktif. Soalnya buat Ibu juga, Ibu sama aku soalnya,” terangnya. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

    1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Prosesi Wisuda UIN Walisongo periode Agustus dilaksanakan di ruang maya melalui Live Streaming Youtube UIN Walisongo Semarang. Menurut Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 Tahun 2020  disebutkan bahwa ada 1.661 wisudawan yang dilepas hari ini, baik dari tingkat Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), dan Diploma (D3). Bahkan wisudawan juga menerima gelar  sebagai Duta Walisongo. Kamis, (6/8/2020). “Selamat, […]

  • Demi Membantu Ibunya, Mahasiswi Berjualan di Gedong Songo

    Demi Membantu Ibunya, Mahasiswi Berjualan di Gedong Songo

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 670
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Siang ini pengunjung Candi Gedong Songo, Semarang, masih tampak ramai, akses jalan menuju pintu masuk area Candi masih tampak macet, sesekali klakson mobil terdengar nyaring karena macet yang tak kunjung terurai. Raut wajah pengunjung Gedong Songo yang terjebak macet terlihat muram. Berbeda dengan mereka, Herliana (23), Perempuan berparas ayu ini tampak bahagia di balik […]

  • Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 758
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Investion 2019 adalah seminar nasional pasar modal syariah yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Seminar ini dihadiri oleh tiga narasumber yakni Herry Gunawan Muhammad, Davis Giola Lesmana, dan Fanny Rifqi El Fuad. Seminar nasional pasar modal syariah yang bertajuk Sukses Sejak Dini Dimulai dengan Investasi Halal Masa Kini  ini berlangsung di Audit II […]

  • Gus Muwafiq; Sikapi Perbedaan dengan Ilmu Pengetahuan

    Gus Muwafiq; Sikapi Perbedaan dengan Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 643
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (PERANTARA), mengadakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, (14-15/9/2019), di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Acara ini diawali dengan suguhan penampilan tari Sigeh Pengunten oleh mahasiswa perantau asal Lampung untuk menyambut tamu undangan, salah satunya Gubernur Jawa Tengah. Agan Maraka menyatakan tujuan acara ini ialah menjadikan […]

  • Babak I, 69 Esai Siap Rebutkan 10 Kursi Esai Terbaik

    Babak I, 69 Esai Siap Rebutkan 10 Kursi Esai Terbaik

    • calendar_month Rab, 24 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 607
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pendaftaran National Essay Competition (NEC) 2019 oleh Lembaga Pers Mahasiswa Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Walisongo Semarang resmi ditutup pada Sabtu (20/4/2019) lalu. Terhitung, sebanyak 69 peserta yang berasal dari 38 universitas di Indonesia kini telah memasuki seleksi tahap I, yaitu seleksi berkas dan administrasi guna memperebutkan kursi 10 finalis esai terbaik. 10 […]

  • Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    Orsenik Semakin Dekat, MABA Siap Gali Minat Bakat

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 719
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Semangat para mahasiswa baru (maba-red) UIN Walisongo Semarang seusai mengikuti serangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) belum padam. Pasalnya, agenda besar tahunan bagi maba yaitu Pekan Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) telah menanti mereka.  Jumat, (31/8/2018). Orsenik merupakan ajang perlombaan antarfakultas yang bertujuan untuk menggali minat dan bakat maba. Rencananya Orsenik akan […]

expand_less