Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » STRAIGHT NEWS » Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
  • visibility 374
  • comment 0 komentar
Nashrur Rohim, Wisudawan Terinspiratif FEBI yang pernah bekerja menjadi loper koran.

Nashrur Rohim, Wisudawan Terinspiratif FEBI yang pernah bekerja menjadi loper koran.

lpminvest.com – Sudah barang umum mahasiswa UIN Walisongo kuliah sambil bekerja. Biasanya, mereka bekerja sebagai driver ojek online, penjaga toko atau warung makan, ngelesi atau menjadi pegawai cetering. Namun, yang dikerjakan salah satu calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini berbeda dan jarang diambil oleh mahasiswa. Ialah Nashrur Rohim, calon wisudawan dari jurusan D3 Perbankan Syariah yang semasa kuliahnya bekerja sebagai loper koran di salah satu perusahaan media massa di Semarang.

Di wisuda FEBI angkatan 11 periode Agustus ini, Nashrur berhasil menjadi wisudawan paling inspiratif di FEBI. Selain itu, ia juga masuk dalam 15 wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi paralel FEBI, yaitu dengan IPK 3,90.

Saat acara Penglepasan Wisuda FEBI di Ballroom lantai 5 Haris Hotel Senin kemarin, ia bercerita mengenai pekerjaannya sebagai loper koran. Nashrur mengatakan bahwa sehabis Subuh ia harus berkeliling mengantarkan koran ke berbagai kelurahan di Semarang. Ia mengantar koran mulai dari daerah Wonodri, MT. Haryono, Barito, Jl. Majapahit, Jl. Soekarno Hatta dan berakhir di Kelurahan Penggaron. Hal itu dilakukannya setiap hari mulai pukul 05.00 – 06.30 selama sebulan.  Jatah libur hanya jika tanggal merah dan perayaan hari-hari besar.

Nashrur mulai bekerja menjadi loper koran sejak 2016. Selama tiga tahunan ia harus berjuang mengatur dan membagi waktunya antara bekerja dan kuliah. Ia mengatakan, saat masih kuliah pernah beberapa kali harus telat masuk kelas karena harus mengantar koran terlebih dahulu.

“Pernah pas di semester awal yang kuliahnya jam 06.10 atau nggak yang jam 07.00,” terangnya saat diwawancarai kru lpminvest.com via Whatsapp. Selasa, (27/8/2019).

Baca juga: http://lpminvest.com/2019/08/mahasiswi-asal-brebes-ini-jadi-wisudawati-terbaik-febi/

Tak sampai disitu, Nashrur juga menyebut pernah mengalami ban bocor di tengah pagi-pagi buta saat bekerja. Pria yang  lahir di Demak pada 11 Desember 1997 itu pun terpaksa harus mendorong kendaraannya. Ia mengatakan pernah mendorong kendaraannya sampai dua kilometer lebih sampai mendapat tukang tambal ban. Koran-koran yang dibawanya pun pernah sampai berjatuhan di tengah-tengah jalan.

Nashrur Rohim dan Ketua Jurusan D3 Perbankan Syariah Johan Arifin di acara Pengleoasan Wisuda FEBI, Senin, (26/8/2019) di Ballroom Haris Hotel Semarang.

Nashrur Rohim dan Ketua Jurusan D3 Perbankan Syariah Johan Arifin di acara Penglepasan Wisuda FEBI, Senin, (26/8/2019) di Ballroom Haris Hotel Semarang.

Hasil yang ia peroleh dari keliling mengantar koran berkisar Rp 600-an ribu. Penghasilannya tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebagai anak yang telah ditinggal wafat ayahnya, Nashrur bertekad untuk menjadi orang yang mandiri dan tidak membebani keluarganya. Untuk itu ia rela bekerja menjadi seorang loper.

“Motivasinya pasti untuk memenuhi kebutuhan, pasti itu pertama. Terus saya pikir itu pekerjaannya tidak terlalu berat. Kerjanya hanya beberapa jam,” jelas pria dengan empat saudara itu.

Semangatnya dalam bekerja dan belajar sebagai wujud terima kasih kepada keempat saudaranya. Pasalnya saudaranya tersebut yang telah memberi kepercayaan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Walsiongo dan membantu membiayai kuliah.

“Sebelum beliau (ayahnya) pulang, beliau pesen sama saudara-saudara saya. Saudara-saudara saya kebetulan sudah menikah, tinggal saya. Kebetulan saya dititipkan kepada saudara-saudara saya. Kata Ayah ke saudara-saudaraku, adikmu tinggal satu tolong dibantu, saya percayakan kepada kalian,” tutur Nasrur terharu.

Sontak para wisudawan dan tamu undangan yang hadir di Penglepasan Wisuda memberikan tepuk tangan dengan meriah.

Kini, Nashrur sudah tak lagi menjadi loper koran. Setelah kelulusannya ia tidak muluk-muluk akan menjadi apa nantinya. Ia hanya berpegangan bahwa hidup yang penting harus produktif.

“Yang pasti harus produktif. Soalnya buat Ibu juga, Ibu sama aku soalnya,” terangnya. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelompok 93 KKN RdR Ciptakan Mars untuk TPQ Miftahul Huda sebagai Cenderamata

    Kelompok 93 KKN RdR Ciptakan Mars untuk TPQ Miftahul Huda sebagai Cenderamata

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 489
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Selasa (3/11/20) Kelompok 93 Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) ke-75 UIN Walisongo mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Hal tersebut dalam rangka program kerja kelompok sebagai bentuk pengabdian di bidang pendidikan dan dakwah. Pengabdian ini dilaksanakan di TPQ NU 27 Miftahul Huda yang berlokasi di Dusun Welang, Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, […]

  • Momen Wisuda Jadi Ajang Raup Untung Para Pedagang

    Momen Wisuda Jadi Ajang Raup Untung Para Pedagang

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 422
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda gabungan akhir tahun 2022 dilaksanakan pada Selasa (8/11/2022) oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Momen wisuda digelar secara offline dengan meluluskan 609 wisudawan. Acara ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat bahkan masyarakat luar untuk berjualan di depan gerbang Kampus 3 UIN Walisongo. Para pedagang memanfaatkan momen wisuda untuk mencari pundi-pundi rupiah. Acara wisuda […]

  • Waktu Kurang Memadahi, Donor Darah Sepi Peminat

    Waktu Kurang Memadahi, Donor Darah Sepi Peminat

    • calendar_month Rab, 9 Des 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 310
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Korps Suka Rela (KSR) UIN Walisongo kembali bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk menggelar Donor Darah di UIN Walisongo Semarang. Senin, (23/11/2015). Donor Darah kali ini mengusung tema “Kita Peduli dan Ada Untuk Berbagi”, acara di gelar di beberapa titik kampus. Yaitu di teras perpustakaan Universitas, gedung Pusat Kegiatan Mahasisa (PKM) Ushuludin, […]

  • Cabor Mobile Legend Menemui Kendala, Begini Penyelesaiannya

    Cabor Mobile Legend Menemui Kendala, Begini Penyelesaiannya

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 433
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat, (18/11/2022) Piala FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) 2022 yang dihandle oleh UKM EBI Sport mengadakan lomba Mobile Legend Bang Bang (MLBB). Cabang olahraga (cabor) e-sport ini diadakan di Gedung L kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Cabor MLBB diikuti oleh 8 tim dengan setiap jurusan mengirim masing-masing dua (2) tim. Cabor e-sport satu […]

  • Peroleh Akreditasi A, UIN Walisongo Targetkan AUN-QA Tingkat ASEAN

    Peroleh Akreditasi A, UIN Walisongo Targetkan AUN-QA Tingkat ASEAN

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 564
    • 0Komentar

      lpminvest.com- 13 hari penantian UIN Walisongo menunggu hasil Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) berbuah manis. Meskipun Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) belum terbit, namun BAN-PT melalui whatsapp secara resmi menyatakan bahwa UIN Walisongo telah dinyatakan terakreditasi A dengan skor  368. Selasa, (5/3/2019). “Alhamdulilah kita sudah mendapatkan akreditasi A hari  ini. Info […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

expand_less