Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 715
  • comment 0 komentar

Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red).

Kerusuhan besar yang dipelopori oleh mahasiswa saat itu, telah menghilangkan banyak nyawa. Negara yang seharusnya menggaransi keselamatan jiwa rakyatnya serta memberikan ruang aspirasi kepadanya. Justru membungkam bahkan melenyapkan aktor-aktor demonstran yang diendus oleh penguasa sebagai penyebab kerusuhan. Dalam konteks inilah, para pengamat politik, aktivis dan masyarakat yang kritis menyebut era Soeharto sebagai rezim militer yang antikritik.

Jika kita mau cermat menilai dinamika hubungan antara mahasiswa dengan pemerintah, relasi keduanya telah berperan dalam membentuk ekosistem demokrasi di Indonesia. Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan wujud refleksi kritis mereka terhadap kinerja pemerintah.

Adhie Massardi, seorang pengamat politik mengilustrasikan bentuk ideal relasi mahasiswa dengan pemerintah ibarat angin dan pohon. Bila mahasiswa angin, pemerintah adalah pohon. Pohon membutuhkan angin untuk membersihkan dahan kering dan daun yang menguning. Dahan kering, daun menguning adalah organ pohon yang sudah kehilangan fungsi utamanya; sebagai penyangga buah dan berfotosintesis. Angin juga membantu proses penyerbukan sehingga pohon pemerintah menghasilkan buah manfaat yang bisa dimakan oleh orang yang bernaung di bawahnya.

Angin kampus memang bukan bagian dari organ pohon pemerintah. Dalam sebuah ekosistem demokrasi, angin kampus tidak sendirian. Sebab, terdapat parlemen oposisi yang bisa berperan sebagai kumbang atau kupu-kupu. Juga ada pers dan institusi lainnya yang turut merontokkan dahan dan daun kering yang merusak struktur pohon pemerintah.

Pohon besar Orde Baru tampaknya tidak memahami betul ekosistem demokrasi ini. Dosis pestisida politik yang disemprotkan terlalu banyak. Sehingga, selain hama yang mati, seluruh spesies yang banyak membantu merindangkan pohon pemerintah pun ikut mati.

Setelah hampir delapan belas tahun momentum reformasi, banyak yang mempertanyakan arah gerakan mahasiswa. Memang benar, mereka telah menggelar pertemuan mahasiswa dari level regional hingga level nasional. Reorganisasi kepemimpinan setiap tahun dilakukan. Tak jarang, demonstrasi dengan berbagai tuntutan kepada penguasa menjadi ‘makanan penutup’ setiap momen pertemuan mahasiswa.

Jika rezim Orde Baru begitu ketat menyumbat kebebasan bersuara, rezim setelahnya telah memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bebas bersuara. Mahasiswa sebenarnya memahami ‘peluang emas’ ini. Namun, hingga kini, belum ada terobosan cemerlang yang digagas oleh mahasiswa untuk survive dalam belantara demokrasi.

Sebagian besar kelompok mahasiswa mengambil peran dalam era kebebasan bersuara ini dengan menonjolkan identitas primordialnya. Pada akhirnya suara mahasiswa di mata penguasa menjadi sumbang; tidak utuh sebagai kesatuan refleksi kritis mahasiswa Indonesia terhadap situasi politik mutakhir. Belum lagi potensi tunggangan politik elit yang akan menumpulkan idealisme mahasiswa sebagai spesies pengontrol.

Idealnya, seperti pernyataan Adhie Massardi di atas. Relasi mahasiswa dan pemerintah bak angin dan pohon. Sewaktu-waktu angin kampus berhembus sepoi-sepoi merontokkan daun dan dahan kering. Membuat orang yang berteduh di bawahnya merasa nyaman. Pada momentum yang lain, angin kampus bisa berubah menjadi angin ribut yang mampu menumbangkan pohon pemerintah sekaligus membuat gelisah orang yang bernaung di bawahnya.

(Siham_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta Seminar Motivasi Membludak, Antrian Mengular

    Peserta Seminar Motivasi Membludak, Antrian Mengular

    • calendar_month Kam, 29 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 808
    • 0Komentar

    lpminvest.com –  Road Show Seminar Motivasi bertajuk “Spirit of Indonesia” mengundang antusiasme mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Seminar hasil kerjasama Kami Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) dan UIN Walisongo menyedot lebih dari seribu peserta. Banyaknya peserta membuat antrian mengular dari pintu masuk ruang acara hingga samping Kantor Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH). Antusiasme peserta […]

  • Bukti Kerja Keras Dan Pantang Menyerah Menjadikan Andika  Wisudawan Terbaik

    Bukti Kerja Keras Dan Pantang Menyerah Menjadikan Andika  Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 912
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Andika Iswara mahasiswa yang berasal dari Demak berhasil menjadi salah satu wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) program studi Ekonomi Islam (EI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dengan memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Acara ini diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus UIN Walisongo Semarang pada Sabtu (08/02/2025). Andika menyatakan sebelum diterima […]

  • 300fs bez depozytu vavada kod promocyjny

    300fs bez depozytu vavada kod promocyjny

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2023
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 281
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } 300fs bez depozytu w Vavada kod promocyjny Jeśli szukasz unikalnej okazji do zwiększenia swoich szans w grach hazardowych, 300 darmowych spinów może być odpowiedzią, której potrzebujesz. Oto kluczowe informacje na temat wykorzystania tej oferty w serwisie z szeroką gamą automatów do gry. Zastanawiasz […]

  • Asah Kepekaan Sosial Kru Baru Lewat Workshop

    Asah Kepekaan Sosial Kru Baru Lewat Workshop

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 713
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Demi menumbuhkan kepekaan sosial sebagai jurnalis, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan acara Workshop Materi untuk kru baru usai dinyatakan lolos seleksi. Kamis, (10/10/2019). Bertempat di Pondok Pesantren Al-Ihya 2, Ngaliyan, Semarang, acara ini mengusung tema “Membentuk Jiwa Kritis Insan Pers dalam Membaca Realitas Sosial”.  […]

  • Sidang Paripurna I Ormawa FEBI, Hasilkan Program Kerja

    Sidang Paripurna I Ormawa FEBI, Hasilkan Program Kerja

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 742
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sidang paripurna I Rapat Kerja Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berlangsung di Laboratorium Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Sidang ini dihadiri oleh lembaga intra maupun UKM FEBI. Selasa, (25/2/2020). Adapun lembaga intra yang hadir yaitu Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam, S1 Perbankan Syariah, […]

  • Mempererat Tali Persaudaraan Melalui Musik

    Mempererat Tali Persaudaraan Melalui Musik

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 741
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar parade musik di samping auditorium 2 kampus 3. Rabu, (12/11/2014). Acara yang bertajuk “Semarak Persatuan; bersama UKM musik UIN Walisongo Semarang” ini diadakan dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara UKM Musik satu dengan yang lainnya, serta untuk memperingati hari pahlawan. “Acara ini untuk […]

expand_less