Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
  • visibility 697
  • comment 0 komentar

Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red).

Kerusuhan besar yang dipelopori oleh mahasiswa saat itu, telah menghilangkan banyak nyawa. Negara yang seharusnya menggaransi keselamatan jiwa rakyatnya serta memberikan ruang aspirasi kepadanya. Justru membungkam bahkan melenyapkan aktor-aktor demonstran yang diendus oleh penguasa sebagai penyebab kerusuhan. Dalam konteks inilah, para pengamat politik, aktivis dan masyarakat yang kritis menyebut era Soeharto sebagai rezim militer yang antikritik.

Jika kita mau cermat menilai dinamika hubungan antara mahasiswa dengan pemerintah, relasi keduanya telah berperan dalam membentuk ekosistem demokrasi di Indonesia. Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan wujud refleksi kritis mereka terhadap kinerja pemerintah.

Adhie Massardi, seorang pengamat politik mengilustrasikan bentuk ideal relasi mahasiswa dengan pemerintah ibarat angin dan pohon. Bila mahasiswa angin, pemerintah adalah pohon. Pohon membutuhkan angin untuk membersihkan dahan kering dan daun yang menguning. Dahan kering, daun menguning adalah organ pohon yang sudah kehilangan fungsi utamanya; sebagai penyangga buah dan berfotosintesis. Angin juga membantu proses penyerbukan sehingga pohon pemerintah menghasilkan buah manfaat yang bisa dimakan oleh orang yang bernaung di bawahnya.

Angin kampus memang bukan bagian dari organ pohon pemerintah. Dalam sebuah ekosistem demokrasi, angin kampus tidak sendirian. Sebab, terdapat parlemen oposisi yang bisa berperan sebagai kumbang atau kupu-kupu. Juga ada pers dan institusi lainnya yang turut merontokkan dahan dan daun kering yang merusak struktur pohon pemerintah.

Pohon besar Orde Baru tampaknya tidak memahami betul ekosistem demokrasi ini. Dosis pestisida politik yang disemprotkan terlalu banyak. Sehingga, selain hama yang mati, seluruh spesies yang banyak membantu merindangkan pohon pemerintah pun ikut mati.

Setelah hampir delapan belas tahun momentum reformasi, banyak yang mempertanyakan arah gerakan mahasiswa. Memang benar, mereka telah menggelar pertemuan mahasiswa dari level regional hingga level nasional. Reorganisasi kepemimpinan setiap tahun dilakukan. Tak jarang, demonstrasi dengan berbagai tuntutan kepada penguasa menjadi ‘makanan penutup’ setiap momen pertemuan mahasiswa.

Jika rezim Orde Baru begitu ketat menyumbat kebebasan bersuara, rezim setelahnya telah memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bebas bersuara. Mahasiswa sebenarnya memahami ‘peluang emas’ ini. Namun, hingga kini, belum ada terobosan cemerlang yang digagas oleh mahasiswa untuk survive dalam belantara demokrasi.

Sebagian besar kelompok mahasiswa mengambil peran dalam era kebebasan bersuara ini dengan menonjolkan identitas primordialnya. Pada akhirnya suara mahasiswa di mata penguasa menjadi sumbang; tidak utuh sebagai kesatuan refleksi kritis mahasiswa Indonesia terhadap situasi politik mutakhir. Belum lagi potensi tunggangan politik elit yang akan menumpulkan idealisme mahasiswa sebagai spesies pengontrol.

Idealnya, seperti pernyataan Adhie Massardi di atas. Relasi mahasiswa dan pemerintah bak angin dan pohon. Sewaktu-waktu angin kampus berhembus sepoi-sepoi merontokkan daun dan dahan kering. Membuat orang yang berteduh di bawahnya merasa nyaman. Pada momentum yang lain, angin kampus bisa berubah menjadi angin ribut yang mampu menumbangkan pohon pemerintah sekaligus membuat gelisah orang yang bernaung di bawahnya.

(Siham_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajur ES; Maba ES Tersesat di Jurusan yang Tepat

    Kajur ES; Maba ES Tersesat di Jurusan yang Tepat

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 778
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Pengenalan jurusan menjadi materi terakhir dalam PBAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di hari kedua. Selasa, ( 22/08/17). Pengenalan jurusan dilakukan secara terpisah yang disampaikan oleh ketua jurusan masing-masing. Adapun pembagian tempat pengenalan jurusan meliputi; Akuntansi Syariah bertempat di sebelah utara auditorium 1 kampus 1, Perbankan syariah D3 dan S1 bertempat di lapangan tenis, […]

  • Wakaf Produktif sebagai Upaya Kemandirian Umat

    Wakaf Produktif sebagai Upaya Kemandirian Umat

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 723
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka Dies Natalis UIN Walisongo yang ke-47, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) gelar Studium General di Audit II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (1/03/2017). Acara yang mengusung tema “Filantropi Islam dan Kesejahteraan Umat” ini dihadiri oleh civitas akademik dan seluruh mahasiswa FEBI. Pasalnya, pemilihan tema tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan mahasiswa […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

  • Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan FEBI 2023 dan Stadium General, Bahas Tentang Ekonomi Lingkungan

    Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan FEBI 2023 dan Stadium General, Bahas Tentang Ekonomi Lingkungan

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 727
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dalam rangka melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) periode 2023, seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) melaksanakan reorganisasi. Reorganisasi  diawali dengan pelantikan pengurus Ormawa FEBI UIN Walisongo Semarang sekaligus dilanjutkan dengan Simposium Ekonomi Lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (15/2/2023) di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang dengan  mengusung […]

  • Tim Volly Putri Indonesia Juara 3 ASG 2019

    Tim Volly Putri Indonesia Juara 3 ASG 2019

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 777
    • 0Komentar

    lpminvest.com  – Tim bola Volly Putri Indonesia menjadi juara 3 dalam Asean School Games (ASG) 2019. Indonesia berhasil mengalahkan lawannya, Malaysia dengan tiga set langsung dengan skor 25 – 10, 25 – 16, dan 25 – 17. Andra, salah satu pemain Indonesia, merasa kurang bisa memberikan hasil maksimal di ASG karena hanya mampu menjadi juara […]

  • Vella Rizki Lulusan S2 yang Konsisten Menjadi Wisudawan Terbaik

    Vella Rizki Lulusan S2 yang Konsisten Menjadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu (21/08/2024) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Sidang Senat Terbuka untuk pelepasan Wisuda Doktor (S3) Ke-36, Magister (S2) Ke-60, dan Sarjana (S1) Ke-93 yang terbagi dalam dua sesi, bertempat di Auditorium II Kampus 3 UIN Waliongo. Dalam sambutannya, M. Nizar Ali selaku Rektor UIN berpesan agar para wisudawan terus berkembang. “Ketika kalian […]

expand_less