Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • visibility 1.142
  • comment 0 komentar

Oleh: Tsalis Mazidatul Khoir

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Instagram, TikTok, Twitter (X), dan Facebook kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga tempat bagi penggunanya untuk berbagi cerita, pengalaman, dan bahkan lifestyle mereka. Beragam hal yang kerap disebarluaskan melalui media sosial biasanya berupa hal-hal menyenangkan. Sehingga, dibalik keindahan yang seringkali diperlihatkan, tersimpan tekanan yang dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Sebenarnya, bagaimana cara media sosial membentuk persepsi diri pada tiap individu? Apakah pengaruhnya lebih cenderung positif atau negatif?

Persepsi diri adalah cara seseorang menilai dan memahami dirinya sendiri. Hal ini mencakup penilaian terhadap citra tubuh, kemampuan, dan nilai diri. Di era digital, persepsi diri seringkali dipengaruhi oleh berbagai hal yang kita konsumsi dari media sosial. Pencapaian tiap orang yang terpampang melalui gadget mampu berimbas pada bagaimana cara kita memandang diri sendiri. Ketika melihat unggahan yang menampilkan kehidupan sempurna, secara naluri kita akan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sumber: RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro

Pengaruh penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu munculnya perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Fenomena tersebut dikenal sebagai social comparison atau perbandingan sosial, yang terjadi ketika seseorang membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial.

Penggunaan media sosial yang berlebihan ini akan berdampak negatif terhadap cara kita memandang diri sendiri. Salah satu dampak yang sering muncul adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. Ketika kita terus-menerus melihat kesempurnaan orang lain kemudian membandingkan kepada diri sendiri, kita akan cenderung merasa sangat kurang. Hal ini mampu mengurangi kepercayaan diri yang akhirnya memunculkan perasaan kurang bahagia.

Dampak lainnya yaitu ketergantungan pada validasi eksternal. Kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan jumlah like, komentar, dan pengikut di media sosial. Ketergantungan pada validasi semacam ini dapat menyebabkan seseorang menginginkan banyak perhatian, dan sering merasa tidak cukup jika tidak mendapatkan perhatian yang diharapkan. Selain itu, media sosial menjadikan kita tidak realistis terhadap citra tubuh. Ini dikarenakan kita yang selalu ingin terlihat sempurna dan kurang puas dengan kekuatan diri kita yang sebenarnya. Contoh sederhananya, banyak pengguna media sosial yang menggunakan filter dan teknik pengeditan untuk menampilkan bentuk diri yang sempurna dan disukai banyak orang. Akibatnya, standar kecantikan menjadi tidak realistis, dan hal ini menimbulkan rasa tertekan bagi seseorang untuk memenuhi ekspektasi tersebut.

Adanya ketergantungan dari validasi juga berhubungan dengan fenomena FOMO (Fear of Missing Out), hal ini menjadikan masalah. Media sosial sering kali menyajikan aktivitas kehidupan yang seru dan menyenangkan, menampilkan trend terkini yang terus menerus berganti. Cepatnya perubahan trend dapat terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, bahkan dapat terjadi beberapa hari saja. Sehingga, ketika seseorang tidak mampu mengikuti pengalaman serupa dapat memunculkan rasa khawatir berlebih apabila tertinggal trend. FOMO yang terus dirasakan seseorang lama-kelamaan bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Oleh karena itu, perlunya memiliki kemampuan mengendalikan diri yang baik dalam menggunakan media sosial. Sehingga media sosial tidak lagi berimbas negatif, justru dapat memberikan manfaat bagi perkembangan persepsi diri. Lalu, apa saja dampak positif yang bisa kita rasakan?

1. Inspirasi dan Motivasi

Hal ini ketika terdapat pengguna media sosial rutin membagikan experience tentang bagaimana perjuangan mereka dan tujuan yang berhasil mereka capai sampai saat ini. Konten semacam itu bisa menjadi sumber inspirasi bagi pengguna lain serta memberikan motivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan mereka.

2. Ajang menunjukkan identitas

Media sosial mampu memberikan kita ruang, bahkan peluang bagi seseorang untuk mengekspresikan diri. Bukan cuma berbagai pengalaman hidup, pegiat media sosial dapat saling share mengenai minat, hobi, bahkan mimpi-mimpi yang mereka inginkan. Dengan demikian, tiap individu akan mampu membangun identitasnya secara lebih jelas.

3. Dukungan komunitas

Media sosial memungkinkan penggunanya menemukan komunitas yang memiliki minat ataupun pengalaman serupa. Kesamaan dalam komunitas dapat membangun keterikatan emosional antar anggotanya, ini bisa menjadikan pengguna media sosial memiliki dukungan emosional bagi diri mereka.

Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri memang tidak bisa dianggap remeh. Untuk meminimalisir dampak negatifnya, kita perlu mengatur penggunaan media sosial dengan bijak. Pertama, dengan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial agar tidak terjebak dalam dunia virtual dan hal ini akan membantu seseorang untuk lebih fokus pada kehidupan nyata. Selanjutnya, pilihlah akun-akun yang menginspirasi dan memotivasi, serta hindari konten-konten yang bersifat toxic karena bisa membuat kita merasa lebih buruk. Dan sadarilah bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan terpaku pada kesempurnaan yang tampak, karena setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing.

Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan menghargai diri sendiri. Ingatlah bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak ditentukan oleh jumlah likes atau komentar. Serta keberhargaan diri juga tidak ditentukan oleh opini orang lain. Kita tidak boleh membiarkan hal-hal negatif mendikte nilai diri kita. Bahkan harus diingat, bahwa kehidupan nyata jauh lebih berharga dari yang ditampakkan di layar media sosial. Jika media sosial dikelola dengan tepat maka bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan diri, bukan malah merusaknya.

[ Pengurus Invest BPH Periode 24/25 ]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Daftar Nama Wisudawan Terbaik FEBI

    Ini Daftar Nama Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 868
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Nomor 2530/Un.10.5/D/PP.009/09/2018, FEBI mengumumkan nama-nama yang berhasil merebut beberapa nominasi wisudawan FEBI. Nominasi tersebut antara lain wisudawan terbaik dengan predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dan wisudawan berprestasi di bidang kemahasiswaan. Kamis, (06/9/2018). Periode September 2018 ini FEBI meluluskan 199 wisudawan. Wisudawan dengan IPK […]

  • Karena Keunikannya, MABA Tertarik Masuk Teater Mimbar

    Karena Keunikannya, MABA Tertarik Masuk Teater Mimbar

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 776
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berbarengan dengan penampilan parade budaya, Visit Expo UKM dilaksanakan pada hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 di Lapangan Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Setelah sebelumnya para MABA menyaksikan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) di Auditorium 2 Kampus 3 dan Gedung Serba Guna (GSG) pada Minggu (06/08/2023). Terdapat setidaknya […]

  • Tingkatkan Kepedulian, UIN Walisongo Canangkan Klaster Keperpustakaan

    Tingkatkan Kepedulian, UIN Walisongo Canangkan Klaster Keperpustakaan

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 726
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi” –Harvard University.  Slogan tersebut nampaknya sudah tidak asing lagi didengar, khususnya bagi mahasiswa. Sebagaimana saat ini yang akan dicanangkan UIN Walisongo. Ketidakefektifan dalam sosialiasi mengenai keperpustakaan menjadi latar belakang dicetuskannya rencana kelas keperpustakaan, yang akan bertempat di American Corner. Rancangan program tersebut dilakukan melalui pembentukan kelas yang beranggotakan 30 […]

  • Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

    Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul: Burung-Burung Manyar Penulis: Y.B. Mangunwijaya Penerbit: Penerbit Buku Kompas (Cetakan Terbaru) Kota dan Tahun Terbit: Jakarta, 2014 (Pertama kali terbit tahun 1981 oleh Djambatan) Edisi: Ke-16 Jumlah Halaman: 345 halaman ISBN: 978-979-709-825-4 Genre / Bidang Kajian: Novel Sejarah / Sastra Klasik Indonesia             Y.B. Mangunwijaya, atau yang akrab disapa Romo Mangun bukan […]

  • Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

    Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar tujuh belas ribu pulau, sehingga melahirkan beragam suku, agama, ras, dan sebagainya. Dari ribuan pulau tersebut, terbagi menjadi bagian-bagian yang disebut daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang berbeda-beda. Tradisi dan budaya di masing-masing daerah memiliki keunikan dan kekhasannya tersendiri. Seperti salah satu tradisi […]

  • Ngaji Muamalah Bareng Nasrul Zaki ‘Wakaf Modern Investasi Akhirat dan Kemerdekaan Ekonomi’

    Ngaji Muamalah Bareng Nasrul Zaki ‘Wakaf Modern Investasi Akhirat dan Kemerdekaan Ekonomi’

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Ngaji Muamalah yang diselenggarakan kelompok 17 Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang berlangsung dengan lancar dan khidmat. Acara yang  bertajuk “Wakaf modern; Investasi Akhirat dan Kemerdekaan Ekonomi.” Dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi komunikasi Zoom Meeting. “Kami adakan agenda seminar daring ini dengan maksud untuk mengubah persepsi masyarakat. Bahwa wakaf […]

expand_less