Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • visibility 1.189
  • comment 0 komentar

Oleh: Tsalis Mazidatul Khoir

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Instagram, TikTok, Twitter (X), dan Facebook kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga tempat bagi penggunanya untuk berbagi cerita, pengalaman, dan bahkan lifestyle mereka. Beragam hal yang kerap disebarluaskan melalui media sosial biasanya berupa hal-hal menyenangkan. Sehingga, dibalik keindahan yang seringkali diperlihatkan, tersimpan tekanan yang dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Sebenarnya, bagaimana cara media sosial membentuk persepsi diri pada tiap individu? Apakah pengaruhnya lebih cenderung positif atau negatif?

Persepsi diri adalah cara seseorang menilai dan memahami dirinya sendiri. Hal ini mencakup penilaian terhadap citra tubuh, kemampuan, dan nilai diri. Di era digital, persepsi diri seringkali dipengaruhi oleh berbagai hal yang kita konsumsi dari media sosial. Pencapaian tiap orang yang terpampang melalui gadget mampu berimbas pada bagaimana cara kita memandang diri sendiri. Ketika melihat unggahan yang menampilkan kehidupan sempurna, secara naluri kita akan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sumber: RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro

Pengaruh penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu munculnya perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Fenomena tersebut dikenal sebagai social comparison atau perbandingan sosial, yang terjadi ketika seseorang membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial.

Penggunaan media sosial yang berlebihan ini akan berdampak negatif terhadap cara kita memandang diri sendiri. Salah satu dampak yang sering muncul adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. Ketika kita terus-menerus melihat kesempurnaan orang lain kemudian membandingkan kepada diri sendiri, kita akan cenderung merasa sangat kurang. Hal ini mampu mengurangi kepercayaan diri yang akhirnya memunculkan perasaan kurang bahagia.

Dampak lainnya yaitu ketergantungan pada validasi eksternal. Kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan jumlah like, komentar, dan pengikut di media sosial. Ketergantungan pada validasi semacam ini dapat menyebabkan seseorang menginginkan banyak perhatian, dan sering merasa tidak cukup jika tidak mendapatkan perhatian yang diharapkan. Selain itu, media sosial menjadikan kita tidak realistis terhadap citra tubuh. Ini dikarenakan kita yang selalu ingin terlihat sempurna dan kurang puas dengan kekuatan diri kita yang sebenarnya. Contoh sederhananya, banyak pengguna media sosial yang menggunakan filter dan teknik pengeditan untuk menampilkan bentuk diri yang sempurna dan disukai banyak orang. Akibatnya, standar kecantikan menjadi tidak realistis, dan hal ini menimbulkan rasa tertekan bagi seseorang untuk memenuhi ekspektasi tersebut.

Adanya ketergantungan dari validasi juga berhubungan dengan fenomena FOMO (Fear of Missing Out), hal ini menjadikan masalah. Media sosial sering kali menyajikan aktivitas kehidupan yang seru dan menyenangkan, menampilkan trend terkini yang terus menerus berganti. Cepatnya perubahan trend dapat terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, bahkan dapat terjadi beberapa hari saja. Sehingga, ketika seseorang tidak mampu mengikuti pengalaman serupa dapat memunculkan rasa khawatir berlebih apabila tertinggal trend. FOMO yang terus dirasakan seseorang lama-kelamaan bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Oleh karena itu, perlunya memiliki kemampuan mengendalikan diri yang baik dalam menggunakan media sosial. Sehingga media sosial tidak lagi berimbas negatif, justru dapat memberikan manfaat bagi perkembangan persepsi diri. Lalu, apa saja dampak positif yang bisa kita rasakan?

1. Inspirasi dan Motivasi

Hal ini ketika terdapat pengguna media sosial rutin membagikan experience tentang bagaimana perjuangan mereka dan tujuan yang berhasil mereka capai sampai saat ini. Konten semacam itu bisa menjadi sumber inspirasi bagi pengguna lain serta memberikan motivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan mereka.

2. Ajang menunjukkan identitas

Media sosial mampu memberikan kita ruang, bahkan peluang bagi seseorang untuk mengekspresikan diri. Bukan cuma berbagai pengalaman hidup, pegiat media sosial dapat saling share mengenai minat, hobi, bahkan mimpi-mimpi yang mereka inginkan. Dengan demikian, tiap individu akan mampu membangun identitasnya secara lebih jelas.

3. Dukungan komunitas

Media sosial memungkinkan penggunanya menemukan komunitas yang memiliki minat ataupun pengalaman serupa. Kesamaan dalam komunitas dapat membangun keterikatan emosional antar anggotanya, ini bisa menjadikan pengguna media sosial memiliki dukungan emosional bagi diri mereka.

Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri memang tidak bisa dianggap remeh. Untuk meminimalisir dampak negatifnya, kita perlu mengatur penggunaan media sosial dengan bijak. Pertama, dengan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial agar tidak terjebak dalam dunia virtual dan hal ini akan membantu seseorang untuk lebih fokus pada kehidupan nyata. Selanjutnya, pilihlah akun-akun yang menginspirasi dan memotivasi, serta hindari konten-konten yang bersifat toxic karena bisa membuat kita merasa lebih buruk. Dan sadarilah bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan terpaku pada kesempurnaan yang tampak, karena setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing.

Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan menghargai diri sendiri. Ingatlah bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak ditentukan oleh jumlah likes atau komentar. Serta keberhargaan diri juga tidak ditentukan oleh opini orang lain. Kita tidak boleh membiarkan hal-hal negatif mendikte nilai diri kita. Bahkan harus diingat, bahwa kehidupan nyata jauh lebih berharga dari yang ditampakkan di layar media sosial. Jika media sosial dikelola dengan tepat maka bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan diri, bukan malah merusaknya.

[ Pengurus Invest BPH Periode 24/25 ]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Webinar Kesetaraan Gender; Dilema Perempuan dan Kemampuan Multitaskingnya

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 857
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Webinar Kesetaraan Gender dengan tema “Peran Penting Wanita Karier dalam Pekerjaan dan Keluarga” digelar pada Kamis, (4/11/2021). Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN RdR Angkatan 77 Kelompok 21 UIN Walisongo Semarang lewat platform virtual Zoom Meeting. Tema ini diangkat untuk menegaskan bahwa perempuan diputari oleh dilema atas keadaan karena ke-serba bisaan-nya atau multitasking. Webinar […]

  • Ini 26 Cabang Lomba Orsenik 2018

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 757
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Acara besar untuk penyambutan mahasiswa baru (maba-red) setelah Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) adalah Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik). Orsenik merupakan ajang bagi maba untuk menunjukkan bakat minat dan ajang bagi mahasiswa lama menjaring bibit-bibit unggul yang ada di UIN Walisongo Semarang. Mengusung tema “Show Your Sportifity, Make a Creation”, Dewan Eksekutif […]

  • Usai Workshop Materi, LPM Invest Gelar Workshop Lapangan Bagi Kru Magang

    • calendar_month Sen, 23 Okt 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 616
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Walisongo Semarang melaksanakan workshop lapangan di Candi Gedong Songo Semarang. Jumat, (13/10/17). Tujuan diselenggarakannya workshop lapangan adalah memupuk solidaritas antarkru magang. Selain itu, workshop lapangan juga bertujuan untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan kru magang saat workshop materi, pada 10-11 Oktober 2017 lalu di […]

  • Pengurus FORNAMESYA SE-INDONESIA RESMI DILANTIK HARI INI

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAMESYA) se-Indonesia periode 2019-2021 resmi dilantik pada hari ini oleh Arief Budiman selaku Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang. Pelantikan tersebut bertempat di Wisma Perdamaian Rumah Rakyat, Jl.Imam Bonjol No.29, Kota Semarang, Jawa Tengah dengan dihadiri oleh 43 delegasi dari 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. […]

  • Di Tengah Pandemi, HMJ Manajemen Gelar Webinar Analisa Peluang Industri Halal

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 765
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pandemi virus corona yang mengguncang dunia tak kunjung berakhir. Di tengah pandemi ini HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk  Menganalisis Peluang Industri Halal di Tengah Pandemi. (Rabu, 16/09/2020). “Tema yang diangkat sangat tepat, persoalan tersebut berkaitan dengan Keberlangsungan kebutuhan hidup manusia. Apalagi sebagai seorang […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

expand_less
Exit mobile version