Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • visibility 1.197
  • comment 0 komentar

Oleh: Tsalis Mazidatul Khoir

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Instagram, TikTok, Twitter (X), dan Facebook kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga tempat bagi penggunanya untuk berbagi cerita, pengalaman, dan bahkan lifestyle mereka. Beragam hal yang kerap disebarluaskan melalui media sosial biasanya berupa hal-hal menyenangkan. Sehingga, dibalik keindahan yang seringkali diperlihatkan, tersimpan tekanan yang dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Sebenarnya, bagaimana cara media sosial membentuk persepsi diri pada tiap individu? Apakah pengaruhnya lebih cenderung positif atau negatif?

Persepsi diri adalah cara seseorang menilai dan memahami dirinya sendiri. Hal ini mencakup penilaian terhadap citra tubuh, kemampuan, dan nilai diri. Di era digital, persepsi diri seringkali dipengaruhi oleh berbagai hal yang kita konsumsi dari media sosial. Pencapaian tiap orang yang terpampang melalui gadget mampu berimbas pada bagaimana cara kita memandang diri sendiri. Ketika melihat unggahan yang menampilkan kehidupan sempurna, secara naluri kita akan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sumber: RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro

Pengaruh penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu munculnya perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Fenomena tersebut dikenal sebagai social comparison atau perbandingan sosial, yang terjadi ketika seseorang membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial.

Penggunaan media sosial yang berlebihan ini akan berdampak negatif terhadap cara kita memandang diri sendiri. Salah satu dampak yang sering muncul adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. Ketika kita terus-menerus melihat kesempurnaan orang lain kemudian membandingkan kepada diri sendiri, kita akan cenderung merasa sangat kurang. Hal ini mampu mengurangi kepercayaan diri yang akhirnya memunculkan perasaan kurang bahagia.

Dampak lainnya yaitu ketergantungan pada validasi eksternal. Kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan jumlah like, komentar, dan pengikut di media sosial. Ketergantungan pada validasi semacam ini dapat menyebabkan seseorang menginginkan banyak perhatian, dan sering merasa tidak cukup jika tidak mendapatkan perhatian yang diharapkan. Selain itu, media sosial menjadikan kita tidak realistis terhadap citra tubuh. Ini dikarenakan kita yang selalu ingin terlihat sempurna dan kurang puas dengan kekuatan diri kita yang sebenarnya. Contoh sederhananya, banyak pengguna media sosial yang menggunakan filter dan teknik pengeditan untuk menampilkan bentuk diri yang sempurna dan disukai banyak orang. Akibatnya, standar kecantikan menjadi tidak realistis, dan hal ini menimbulkan rasa tertekan bagi seseorang untuk memenuhi ekspektasi tersebut.

Adanya ketergantungan dari validasi juga berhubungan dengan fenomena FOMO (Fear of Missing Out), hal ini menjadikan masalah. Media sosial sering kali menyajikan aktivitas kehidupan yang seru dan menyenangkan, menampilkan trend terkini yang terus menerus berganti. Cepatnya perubahan trend dapat terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, bahkan dapat terjadi beberapa hari saja. Sehingga, ketika seseorang tidak mampu mengikuti pengalaman serupa dapat memunculkan rasa khawatir berlebih apabila tertinggal trend. FOMO yang terus dirasakan seseorang lama-kelamaan bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Oleh karena itu, perlunya memiliki kemampuan mengendalikan diri yang baik dalam menggunakan media sosial. Sehingga media sosial tidak lagi berimbas negatif, justru dapat memberikan manfaat bagi perkembangan persepsi diri. Lalu, apa saja dampak positif yang bisa kita rasakan?

1. Inspirasi dan Motivasi

Hal ini ketika terdapat pengguna media sosial rutin membagikan experience tentang bagaimana perjuangan mereka dan tujuan yang berhasil mereka capai sampai saat ini. Konten semacam itu bisa menjadi sumber inspirasi bagi pengguna lain serta memberikan motivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan mereka.

2. Ajang menunjukkan identitas

Media sosial mampu memberikan kita ruang, bahkan peluang bagi seseorang untuk mengekspresikan diri. Bukan cuma berbagai pengalaman hidup, pegiat media sosial dapat saling share mengenai minat, hobi, bahkan mimpi-mimpi yang mereka inginkan. Dengan demikian, tiap individu akan mampu membangun identitasnya secara lebih jelas.

3. Dukungan komunitas

Media sosial memungkinkan penggunanya menemukan komunitas yang memiliki minat ataupun pengalaman serupa. Kesamaan dalam komunitas dapat membangun keterikatan emosional antar anggotanya, ini bisa menjadikan pengguna media sosial memiliki dukungan emosional bagi diri mereka.

Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri memang tidak bisa dianggap remeh. Untuk meminimalisir dampak negatifnya, kita perlu mengatur penggunaan media sosial dengan bijak. Pertama, dengan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial agar tidak terjebak dalam dunia virtual dan hal ini akan membantu seseorang untuk lebih fokus pada kehidupan nyata. Selanjutnya, pilihlah akun-akun yang menginspirasi dan memotivasi, serta hindari konten-konten yang bersifat toxic karena bisa membuat kita merasa lebih buruk. Dan sadarilah bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan terpaku pada kesempurnaan yang tampak, karena setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing.

Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan menghargai diri sendiri. Ingatlah bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak ditentukan oleh jumlah likes atau komentar. Serta keberhargaan diri juga tidak ditentukan oleh opini orang lain. Kita tidak boleh membiarkan hal-hal negatif mendikte nilai diri kita. Bahkan harus diingat, bahwa kehidupan nyata jauh lebih berharga dari yang ditampakkan di layar media sosial. Jika media sosial dikelola dengan tepat maka bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan diri, bukan malah merusaknya.

[ Pengurus Invest BPH Periode 24/25 ]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Mencoba Patahkan Stigma Bahasa Inggris Susah, Lewat Aplikasi English For Kids

    Mahasiswa KKN Mencoba Patahkan Stigma Bahasa Inggris Susah, Lewat Aplikasi English For Kids

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 813
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) menginisiasi program belajar bahasa Inggris kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Kegiatan belajar di lakukan di serambi Mushola Baitur Ridho RT 01/ RW 01 Kelurahan Dombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Minggu, (18/10/2020) Kegiatan ini di lakukan sebagai upaya mematahkan stigma anak, bahwa belajar bahasa Inggris itu […]

  • Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

    Kontestasi Politik Perempuan Berbasis Kesetaraan Gender

    • calendar_month Sel, 25 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Oleh : Iswatun Ulia In politics if you want anything said, ask a man, If you want anything done, ask a women. (The Iron Woman, Margareth Hilda Thatcher) Peran perempuan tidak bisa dilepaskan dari setiap lini kehidupan. Dalam keluarga misalnya, perempuan memiliki tugas dan kodrat menyelesaikan segala keperluan rumah tangga, yang dalam bahasa Jawa dikenal […]

  • Vella Rizki Lulusan S2 yang Konsisten Menjadi Wisudawan Terbaik

    Vella Rizki Lulusan S2 yang Konsisten Menjadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu (21/08/2024) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Sidang Senat Terbuka untuk pelepasan Wisuda Doktor (S3) Ke-36, Magister (S2) Ke-60, dan Sarjana (S1) Ke-93 yang terbagi dalam dua sesi, bertempat di Auditorium II Kampus 3 UIN Waliongo. Dalam sambutannya, M. Nizar Ali selaku Rektor UIN berpesan agar para wisudawan terus berkembang. “Ketika kalian […]

  • Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 2.859
    • 0Komentar

    “Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh […]

  • Ketua ICW; Politisi Muda adalah Pengusir Hantu

    Ketua ICW; Politisi Muda adalah Pengusir Hantu

    • calendar_month Ming, 29 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 906
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Donald Fariz, Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan apresiasi bagi para politisi muda. Pasalnya mereka telah berani masuk ke dalam rumah berhantu yang diisi hantu para politisi korup. Baginya, politisi muda yang berintegritas dan memiliki kualitas yang akan mengusir para hantu di rumah partai politik (parpol). Sabtu, (28/4/2018). “Para politisi muda yang sholeh, berintegritas, […]

  • Pra PBAK FEBI 2023 Usung Tema: Ekonomi Kreatif dan Pilar Perekonomian Masa Depan Indonesia

    Pra PBAK FEBI 2023 Usung Tema: Ekonomi Kreatif dan Pilar Perekonomian Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Kegiatan Pra-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2023 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang diisi Seminar Lokakarya. Mengangkat tema “Ekonomi kreatif sebagai pilar perekonomian masa depan Indonesia”.  Seminar ini dihadiri sebanyak 713 Mahasiswa Baru (MABA) FEBI (03/08/23). Reza selaku ketua panitia PBAK FEBI menjelaskan maksud dan tujuan tema yang diambil yaitu sebagai pembuka […]

expand_less