Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gender » Beauty Privilege

Beauty Privilege

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 11 Des 2020
  • visibility 1.231
  • comment 0 komentar
Oleh: Nida Ulya Shofana

Oleh: Nida Ulya Shofana

Ada satu pepatah terkenal yang agak terdengar omong kosong untuk diterapkan di dunia nyata yang serba menggunakan mata. “Dont’t Judge Book by the Cover” atau versi bahasa Indonesianya “Jangan Menilai Buku dari Sampulnya”. Penilaian terhadap objek untuk pertama kalinya tentu menilai secara visual. Mustahil seseorang mampu menilai buku dari isinya sedangkan belum membacanya. Begitu pun saat menilai orang lain, secara tidak sadar mata manusia memindai visualisasi dan memberikan penilaian, seperti “senyumnya manis, pasti dia anak baik”

Mengutip research pusdatin.kemkes.go.id, manusia adalah makhluk visual, bahkan otak manusia 60.000 kali lebih cepat memproses gambar dibanding memproses teks karena 90% informasi yang dikirim ke otak bersifat visual dan 50% kapasitas otak bertugas memproses informasi visual. Hal ini menguntungkan objek dengan visualisasi yang dianggap menarik karena peluang untuk memperoleh nilai yang tinggi semakin besar. Sebaliknya, visualisasi yang dianggap kurang menarik cenderung tidak diuntungkan dengan fakta tersebut.

Belakangan ini, beauty privilege santer dibicarakan. Beauty perivilege adalah keistimewaan yang dimiliki oleh manusia berparas rupawan. Keindahan yang disandang manusia pada wajahnya terbukti mampu memuluskan beberapa urusan. “if someone is easy on eyes, the enjoyment we derive from looking at them colours our perceptions of other attributes,” ungkapan ini dikutip dari jurnal Why Beauty Matters yang intinya manusia yang menarik untuk dilihat otomatis mendapatkan nilai yang lebih baik dari segala aspek dan memiliki kemampuan bersosialisasi lebih tinggi.

Daya tarik fisik atau beauty privilege yang mampu memudahkan urusan sesorang disetuju oleh Oprah Winfrey, katanya “Beauty privilege is real, girl”. Hal ini pun diperkuat dengan fenomena media sosial yang menunjukkan bahwa instagram selebritis berparas rupawan memiliki follower lebih banyak dibanding para aktivis inspiratif. Sebut saja Selena Gomez dan Taylor Swift yang menggaet lebih dari 100 juta follower di instagramnya, sementara instagram Malala, seorang aktivis kemanusiaan hanya diikuti 1,6 juta pengikut dan Greta Thurnberg, seorang aktivis lingkungan hanya  memiliki 10,5 juta pengikut instagram.

Fenomena kehidupan sehari-hari orang biasa pun tak lepas dari beauty privilege. Ada banyak lowongan pekerjaan yang menyertakan berpenampilan menarik. Secara harfiah, menarik tidak harus cantik atau tampan. Namun, tetap saja orang berparas rupawan tetap dianggap lebih menarik dan memiliki nilai lebih dibanding orang yang biasa saja. Jejeran pekerja yang disebut menarik sering kali ditempatkan sebagai front liner untuk membentuk citra perusahaan. Satu lagi, kebanyakan Brand Ambassador dan maincast dalam sebuah laga adalah orang-orang dengan paras bak aphrodite.

Keistimewaan lain yang menghampiri orang berparas rupawan adalah orang-orang cenderung memaklumi kesalahannya. Bandingkan saja reaksi warganet ketika Jefri Nichole dan Mahesa Andika tersandung kasus narkoba. Treatment warganet kepada keduanya sangat berbeda. Nichole mendapatkan banyak dukungan agar kasus hukumnya segera selesai sementara Andika harus menerima ujaran kebencian. Di luar negeri, Isabella Guzman mendapat predikat pembunuh cantik berkat paras cantiknya, bahkan sekumpulan orang mengidolakan dan memaklumi tindakan pembunuhannya sebagai dampak tekanan psikologis.

Apabila ditelaah lebih lanjut, beauty privilege bagaikan dua sisi koin. Keberadaannya dapat memotivasi seseorang untuk menjaga dan merawat, sekaligus meningkatkan kualitas diri atau menerbitkan sifat insecure dan kehilangan kepercayaan diri. Seseorang dengan beauty privilege bisa terlena dan lupa meningkatkan kualitas diri, padahal kecantikan tidak abadi. Skill, manner, emotion control, dan attitude yang terkemas dalam inner beauty-lah yang abadi. Semua orang berhak dihargai serta diberi kesempatan dan kepercayaan. Maksimalkan kemampuan berpikir dan beri penghargaan kepada diri sendiri, maka privilege akan terbentuk.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema Kepesertaan JKN dan Yudisium Nilai

    Dilema Kepesertaan JKN dan Yudisium Nilai

    • calendar_month Sab, 6 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Baru-baru ini mahasiswa UIN Walisongo Semarang digegerkan dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh Kepala Biro AUPK Nomor B-4285/Un.10.0/B1/KU.00.1/12/2017 tertanggal 29 Desember 2017 yang mengacu kepada Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 389 Tahun 2017 tanggal 4 Oktober 2017 tentang kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Sekilas tidak ada yang aneh dari pengumuman tersebut. […]

  • Rayakan Dies Natalis ke-54, UIN Walisongo Adakan Jalan Sehat

    Rayakan Dies Natalis ke-54, UIN Walisongo Adakan Jalan Sehat

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 770
    • 0Komentar

    lpminvest.com– UIN Walisongo mengadakan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis UIN Walisongo yang ke-54 dengan tema “Transformasi dalam Harmoni”. Maksud dari tema tersebut adalah karena tahun ini UIN Walisongo mengalami tranformasi pejabat yang diharapkan bisa harmonis ke segala bidang. Jalan sehat ini merupakan serangkaian kegiatan dari perayaan Dies Natalis UIN Walisongo yang rutin diadakan setiap […]

  • Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berkostum nyentrik ala Sunan Kalijaga, Aldi Hasani Harfi Fadhlani berhasil meraih medali emas untuk cabang lomba khitobah bahasa Indonesia di hari kedua Orsenik 2019. Kamis, (19/9/2019). Dengan menampilkan budaya Jawa dan alat peraga wayang bak sunan Kalijaga, Aldi dengan penuh percaya diri menyampaikan khotbahnya dengan baik. “Karena saya membawa budaya Jawa dan wayang kulit, […]

  • Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 922
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memicu kemacetan di daerah Ngaliyan, Semarang Barat. Pada Rabu, (23/8/2023) UIN Walisongo telah resmi meluluskan 1.807 wisudawan dan wisudawati yang mana acaranya dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 dan sesi kedua dimulai pukul 13.00 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo. Saat pergantian […]

  • Biarkan Semesta Yang Bekerja

    Biarkan Semesta Yang Bekerja

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Oleh: Thoriqotul Hidayah Biarkan semesta yang bekerja Tanpa kau paksa, tanpa kau tanya Ada caranya sendiri, meski tak selalu jelas Menenun nasib dengan benang yang bebas Kau tak perlu tahu ke mana angin berlari Atau kapan hujan akan berhenti Cukup serahkan langkah pada waktu Dan biarkan dunia menjawab rindu Takdir, bagai bintang di malam pekat […]

  • UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    lpminvest.com – UIN Walisongo Semarang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) guna mempererat kerjasama dengan 23 universitas dari China. Acara yang bertajuk “Jianngsu Education Expo 2019” itu bertempat di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (25/10/2019). ”Tujuan diadakannya Jiangsu Education Expo intinya adalah agar adanya hubungan dan kerjasama antara UIN Walisongo dengan universitas […]

expand_less