Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 31 Des 2023
  • visibility 572
  • comment 0 komentar

Oleh: Celine Irfanty (Pimpinan Redaksi)

lpminvest.com – Fear of Missing Out (FOMO) seringkali terdengar di telinga dan dikaitkan dengan generasi Z (gen Z). Generasi yang lahir antara tahun 1997-2012 dimana teknologi berkembang pesat pada tahun-tahun tersebut. Tak heran jika gen Z menjadi generasi yang rentan terpapar digitalisasi, sehingga hampir seluruh aspek kehidupan gen Z erat dengan teknologi.

Generasi Z saat ini berkisar pada usia 26-11 tahun. Pada usia tersebut, penggunaan sosial media tergolong tinggi. Faktanya, gen Z menggunakan sosial media mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Dampaknya, gen Z juga rentan untuk terkena FOMO. Meskipun seluruh kalangan juga bisa terdampak FOMO, tetapi potensi gen Z terkena FOMO lebih besar dibandingkan generasi lainnya.

FOMO bukan merupakan fenomena yang baru, melainkan fenomena yang telah ditemukan oleh Dr. Dan Herman pada tahun 1996 dan tertuang dalam publikasi The Journal of Brand Management. Menurutnya, FOMO merupakan perilaku yang mirip dengan ketakutan akan kehilangan peluang dan kesenangan yang dapat dimiliki.

Fenomena FOMO semakin marak dengan kehadiran media sosial. Media sosial menjadi sarana bagi penggunanya untuk memamerkan kehidupan seseorang yang nampak bahagia. Hal ini dapat menimbulkan perasaan negatif bagi pengguna sosial media lainnya, bahkan rasa iri dapat muncul hanya karena postingan orang lain di media sosial. Sosial media dan konten digital yang disajikan malah meciptakan tekanan sosial.

Gen Z yang secara insentif terlibat dengan media sosial, menciptakan ruang antara perbandingan sosial sehingga kecenderungan merasa tertinggal dapat berkembang. Perkembangan teknologi yang turut membersamai tumbuhnya gen Z juga memengaruhi perubahan dalam cara gen Z berinteraksi dan berkomunikasi.

FOMO yang muncul akibat perbandingan sosial yang diperkuat oleh media sosial. Konten media yang orang lain pamerkan melalui media sosial memberikan tampilan kehidupan yang seolah menjadi standar idealis, bahkan seringkali tidak realistis untuk dicapai. Hal ini memicu kekhawatiran dan perasaan kurang berhasil bagi gen Z sebagai salah satu pengguna media sosial dengan tingkat tinggi saat ini.

Sumber: pinterest

Adanya kemajuan teknologi tak selalu mendatangkan hal positif. Bahkan FOMO menjadi salah satu karakteristik yang dimiliki gen Z. FOMO menimbulkan kecanduan terhadap sosial media. Selain itu, gen Z akan lebih sering merasa tertinggal atau kurang berhasil saat melihat pencapaian dan kehidupan glamor orang lain. Individu dengan tingkat FOMO yang tinggi memiliki ketakutan yang besar akan ketertinggalan berita yang up to date sehingga individu harus selalu memantau segala hal yang ada di sosial media.

Gejala dari FOMO sendiri adalah cemas, tidak terpisahkan dengan ponsel, lebih senang berinteraksi secara online, ingin terlihat eksis di dunia maya, dan selalu ingin mengikuti postingan orang lain. Dampak terburuk dari FOMO adalah stress dan gangguan mental. Dapat disimpulkan, bahwa FOMO dapat mengganggu kesejahteraan gen Z.

Keeratan gen Z dengan teknologi menimbulkan dampak FOMO dari penggunaan sosial media dengan tingkat tinggi. Dampak negatif FOMO bisa dihindari dengan mengurangi tingkat FOMO atau bahkan menghilangkan sifat FOMO pada individu. Langkah kecil yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan sosial media dan menggantinya dengan kesibukan yang real. Mulai menyeimbangkan antara kehidupan real dengan kehidupan di dunia maya, sehingga tidak ada timpang tindih antara keduanya.

Selain itu, penting juga membangun strategi yang tepat bagi gen Z untuk mengenali dan mengatasi FOMO dalam kehidupan sehari-hari. Menciptakan rasa puas dan kebiasaan dalam diri secara sehat dalam menggunakan media sosial dan teknologi. Pemanfaatan sosial media secara lebih positif dengan menyortir konten media yang dikonsumsi dari sosial media, sehingga individu pengguna sosial media dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan memuaskan. Maka dari itu, penting untuk menerapkan sikap yang lebih bijak dan sadar dalam menggunakan media sosial dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk mengembangkan kesadaran diri dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan digital di era saat ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.844 Genwa Semarakkan PBAK UIN Walisongo

    3.844 Genwa Semarakkan PBAK UIN Walisongo

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 394
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Generasi Walisongo (Genwa) 2017 UIN Walisongo Semarang mengikuti upacara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan tema besar “Meneguhkan Integritas Mahasiswa dalam Upaya Memperkokoh NKRI”. Bertempat di lapangan sepakbola Kampus III UIN Walisongo Semarang. Berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4962 tahun 2016, PBAK merupakan perubahan orientasi pengenalan akademik (OPAK) sebagaimana […]

  • Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 529
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa. Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir […]

  • KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 411
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mata pencaharian utama masyarakat Pulau Bali yaitu bidang pariwisata. Bukan hanya sekedar wisata alam, melainkan wisata kuliner, religi, edukasi, sampai wisata lingkungan. Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari kedua ini melanjutkan kuliah lapangan, salah satunya ke wisata lingkungan yaitu Pod Chocolate […]

  • Tanpa Kasih Orang Tua Sejak Kecil, Rivaldi Lulus Cepat dengan Predikat Terbaik FEBI

    Tanpa Kasih Orang Tua Sejak Kecil, Rivaldi Lulus Cepat dengan Predikat Terbaik FEBI

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 385
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang ke-13 sejumlah 95 wisudawan, yang terdiri dari 77 orang Sarjana Strata Satu (S1), 16 Ahli Madya dan dua orang Magister Strata Dua (S2). Prosesi pelepasan wisudawan UIN Walisongo yang yang ke-77 ini berlangsung di Audit II kampus III UIN Walisongo Semarang. Wisudawan Terbaik FEBI dengan Indeks Prestasi […]

  • IMPADIS Pecundangi IMAKE dengan Skor 2-0

    IMPADIS Pecundangi IMAKE dengan Skor 2-0

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 364
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tim futsal putra Ikatan Mahasiswa Pekalongan di Semarang (IMPADIS) membobol gawang tim futsal Ikatan Mahasiswa Kebumen (IMAKE) dengan skor 2-0 di babak final Pekan Orda Walisongo 2019 (POW). Dengan perolehan tersebut, IMPADIS berhasil menjadi juara pertama. Minggu, (21/4/2019). IMAKE terpaksa harus rela berada di posisi juara kedua. Disusul Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP) […]

  • Tiga Anime Paling Banyak Dikoleksi Mahasiswa FEBI versi LPM INVEST

    Tiga Anime Paling Banyak Dikoleksi Mahasiswa FEBI versi LPM INVEST

    • calendar_month Jum, 8 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Seni melukis sebuah karakter dengan  kisah cinta, persahabatan serta semangat mengapai cita-cita memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Beberapa mahasiswa FEBI bahkan memilki koleksi ratusan file serial anime yang disave dalam laptopnya. Tak jarang para pecinta anime ini bertukar file satu sama lain demi menggenapi koleksinya […]

expand_less