Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 31 Des 2023
  • visibility 868
  • comment 0 komentar

Oleh: Celine Irfanty (Pimpinan Redaksi)

lpminvest.com – Fear of Missing Out (FOMO) seringkali terdengar di telinga dan dikaitkan dengan generasi Z (gen Z). Generasi yang lahir antara tahun 1997-2012 dimana teknologi berkembang pesat pada tahun-tahun tersebut. Tak heran jika gen Z menjadi generasi yang rentan terpapar digitalisasi, sehingga hampir seluruh aspek kehidupan gen Z erat dengan teknologi.

Generasi Z saat ini berkisar pada usia 26-11 tahun. Pada usia tersebut, penggunaan sosial media tergolong tinggi. Faktanya, gen Z menggunakan sosial media mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Dampaknya, gen Z juga rentan untuk terkena FOMO. Meskipun seluruh kalangan juga bisa terdampak FOMO, tetapi potensi gen Z terkena FOMO lebih besar dibandingkan generasi lainnya.

FOMO bukan merupakan fenomena yang baru, melainkan fenomena yang telah ditemukan oleh Dr. Dan Herman pada tahun 1996 dan tertuang dalam publikasi The Journal of Brand Management. Menurutnya, FOMO merupakan perilaku yang mirip dengan ketakutan akan kehilangan peluang dan kesenangan yang dapat dimiliki.

Fenomena FOMO semakin marak dengan kehadiran media sosial. Media sosial menjadi sarana bagi penggunanya untuk memamerkan kehidupan seseorang yang nampak bahagia. Hal ini dapat menimbulkan perasaan negatif bagi pengguna sosial media lainnya, bahkan rasa iri dapat muncul hanya karena postingan orang lain di media sosial. Sosial media dan konten digital yang disajikan malah meciptakan tekanan sosial.

Gen Z yang secara insentif terlibat dengan media sosial, menciptakan ruang antara perbandingan sosial sehingga kecenderungan merasa tertinggal dapat berkembang. Perkembangan teknologi yang turut membersamai tumbuhnya gen Z juga memengaruhi perubahan dalam cara gen Z berinteraksi dan berkomunikasi.

FOMO yang muncul akibat perbandingan sosial yang diperkuat oleh media sosial. Konten media yang orang lain pamerkan melalui media sosial memberikan tampilan kehidupan yang seolah menjadi standar idealis, bahkan seringkali tidak realistis untuk dicapai. Hal ini memicu kekhawatiran dan perasaan kurang berhasil bagi gen Z sebagai salah satu pengguna media sosial dengan tingkat tinggi saat ini.

Sumber: pinterest

Adanya kemajuan teknologi tak selalu mendatangkan hal positif. Bahkan FOMO menjadi salah satu karakteristik yang dimiliki gen Z. FOMO menimbulkan kecanduan terhadap sosial media. Selain itu, gen Z akan lebih sering merasa tertinggal atau kurang berhasil saat melihat pencapaian dan kehidupan glamor orang lain. Individu dengan tingkat FOMO yang tinggi memiliki ketakutan yang besar akan ketertinggalan berita yang up to date sehingga individu harus selalu memantau segala hal yang ada di sosial media.

Gejala dari FOMO sendiri adalah cemas, tidak terpisahkan dengan ponsel, lebih senang berinteraksi secara online, ingin terlihat eksis di dunia maya, dan selalu ingin mengikuti postingan orang lain. Dampak terburuk dari FOMO adalah stress dan gangguan mental. Dapat disimpulkan, bahwa FOMO dapat mengganggu kesejahteraan gen Z.

Keeratan gen Z dengan teknologi menimbulkan dampak FOMO dari penggunaan sosial media dengan tingkat tinggi. Dampak negatif FOMO bisa dihindari dengan mengurangi tingkat FOMO atau bahkan menghilangkan sifat FOMO pada individu. Langkah kecil yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan sosial media dan menggantinya dengan kesibukan yang real. Mulai menyeimbangkan antara kehidupan real dengan kehidupan di dunia maya, sehingga tidak ada timpang tindih antara keduanya.

Selain itu, penting juga membangun strategi yang tepat bagi gen Z untuk mengenali dan mengatasi FOMO dalam kehidupan sehari-hari. Menciptakan rasa puas dan kebiasaan dalam diri secara sehat dalam menggunakan media sosial dan teknologi. Pemanfaatan sosial media secara lebih positif dengan menyortir konten media yang dikonsumsi dari sosial media, sehingga individu pengguna sosial media dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan memuaskan. Maka dari itu, penting untuk menerapkan sikap yang lebih bijak dan sadar dalam menggunakan media sosial dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk mengembangkan kesadaran diri dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan digital di era saat ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menelisik Sisi Positif dari Game Online

    • calendar_month Sen, 12 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Dilihat dalam beberapa tahun belakangan, industri e–sport berkembang sangat pesat. Menurut data Global Games Market Report 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar game terbesar dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Konsep game online sendiri adalah menjadikan permainan yang dimainkan untuk menuju ke ranah profesional. Hal ini memberikan pengaruh cukup besar bagi masyarakat khususnya kaum muda milenial. […]

  • Tim KKN MIT Ke-IX Posko 68 UIN Walisongo Siaga Antisipasi Banjir di Pecangaan, Jepara

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 722
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Warga Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara bersama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-IX posko 68 UIN Walisongo Semarang usai laksanakan kerja bakti. Minggu (02/02/2020). “Program kerja bakti dalam membersihan sungai ini menjadi kesempatan kami untuk membantu berkontribusi mengatasi permasalahan sampah di desa Karangrandu. Hal ini selaras dengan program divisi […]

  • Duta PBS; Ajang Gali Potensi dan Jati Diri Mahasiswa

    • calendar_month Sel, 21 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 751
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) D3 dan S1 Perbankan Syariah (PBS) mengadakan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Perbankan Syariah bertajuk “Membangun Insan Perbankan yang Profesional”. Selasa, (21/11/2017). Acara yang bertempat di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang tersebut merupakan bagian dari Semarak Expo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 2017. Nur Huda dalam sambutannya […]

  • FEBI & PBAS Bersolawat Hadirkan Habib Syafi’i bin Idrus

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 669
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Perbankan Syariah (PBAS) Bersholawat dalam rangka Dies Natalis FEBI ke-10 dan Dies Natalis PBAS ke-8 sukses digelar pada kamis, (02/11/2023) yang dilaksanakan di auditorium 2 kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Acara ini dimulai pada pukul 19.00 WIB. Menghadirkan Habib Syafi’i bin idrus, K. Marzuqi […]

  • Untung Berlipat Berkat Car Free Day

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 752
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Banyak warga Semarang yang beraktifitas di Jalan Lingkar Simpang Lima Semarang menyambut acara yang hanya sekali dalam satu Minggu, Car Free Day. Mulai dari warga yang berolah raga hingga warga yang berjualan. Minggu, (7/3/2015). Tutik, memanfaatkan momen tersebut untuk mencari uang. Ia menjual dagangannya mulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00 WIB. Setiap […]

  • Menyoal Keakraban Kita

    • calendar_month Sen, 23 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ari Apriliani   Aku nyaris berkawan dengan kesendirian Tapi kamu baik, menjelma setenang mungkin Di setiap sudut pikiranku Kamu bukan segalanya, Tapi segalanya bisa diraih saat menggenggammu Bahkan semua mengangguk, Kamu jendela dunia Kamu lekat dengan segudang ilmu Berulang kali kumencoba meletakkan cinta di dalamnya Agar bebas berkumpul dengan paragrafmu Merasa nyaman […]

expand_less
Exit mobile version