Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 31 Des 2023
  • visibility 256
  • comment 0 komentar

Oleh: Celine Irfanty (Pimpinan Redaksi)

lpminvest.com – Fear of Missing Out (FOMO) seringkali terdengar di telinga dan dikaitkan dengan generasi Z (gen Z). Generasi yang lahir antara tahun 1997-2012 dimana teknologi berkembang pesat pada tahun-tahun tersebut. Tak heran jika gen Z menjadi generasi yang rentan terpapar digitalisasi, sehingga hampir seluruh aspek kehidupan gen Z erat dengan teknologi.

Generasi Z saat ini berkisar pada usia 26-11 tahun. Pada usia tersebut, penggunaan sosial media tergolong tinggi. Faktanya, gen Z menggunakan sosial media mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Dampaknya, gen Z juga rentan untuk terkena FOMO. Meskipun seluruh kalangan juga bisa terdampak FOMO, tetapi potensi gen Z terkena FOMO lebih besar dibandingkan generasi lainnya.

FOMO bukan merupakan fenomena yang baru, melainkan fenomena yang telah ditemukan oleh Dr. Dan Herman pada tahun 1996 dan tertuang dalam publikasi The Journal of Brand Management. Menurutnya, FOMO merupakan perilaku yang mirip dengan ketakutan akan kehilangan peluang dan kesenangan yang dapat dimiliki.

Fenomena FOMO semakin marak dengan kehadiran media sosial. Media sosial menjadi sarana bagi penggunanya untuk memamerkan kehidupan seseorang yang nampak bahagia. Hal ini dapat menimbulkan perasaan negatif bagi pengguna sosial media lainnya, bahkan rasa iri dapat muncul hanya karena postingan orang lain di media sosial. Sosial media dan konten digital yang disajikan malah meciptakan tekanan sosial.

Gen Z yang secara insentif terlibat dengan media sosial, menciptakan ruang antara perbandingan sosial sehingga kecenderungan merasa tertinggal dapat berkembang. Perkembangan teknologi yang turut membersamai tumbuhnya gen Z juga memengaruhi perubahan dalam cara gen Z berinteraksi dan berkomunikasi.

FOMO yang muncul akibat perbandingan sosial yang diperkuat oleh media sosial. Konten media yang orang lain pamerkan melalui media sosial memberikan tampilan kehidupan yang seolah menjadi standar idealis, bahkan seringkali tidak realistis untuk dicapai. Hal ini memicu kekhawatiran dan perasaan kurang berhasil bagi gen Z sebagai salah satu pengguna media sosial dengan tingkat tinggi saat ini.

Sumber: pinterest

Adanya kemajuan teknologi tak selalu mendatangkan hal positif. Bahkan FOMO menjadi salah satu karakteristik yang dimiliki gen Z. FOMO menimbulkan kecanduan terhadap sosial media. Selain itu, gen Z akan lebih sering merasa tertinggal atau kurang berhasil saat melihat pencapaian dan kehidupan glamor orang lain. Individu dengan tingkat FOMO yang tinggi memiliki ketakutan yang besar akan ketertinggalan berita yang up to date sehingga individu harus selalu memantau segala hal yang ada di sosial media.

Gejala dari FOMO sendiri adalah cemas, tidak terpisahkan dengan ponsel, lebih senang berinteraksi secara online, ingin terlihat eksis di dunia maya, dan selalu ingin mengikuti postingan orang lain. Dampak terburuk dari FOMO adalah stress dan gangguan mental. Dapat disimpulkan, bahwa FOMO dapat mengganggu kesejahteraan gen Z.

Keeratan gen Z dengan teknologi menimbulkan dampak FOMO dari penggunaan sosial media dengan tingkat tinggi. Dampak negatif FOMO bisa dihindari dengan mengurangi tingkat FOMO atau bahkan menghilangkan sifat FOMO pada individu. Langkah kecil yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan sosial media dan menggantinya dengan kesibukan yang real. Mulai menyeimbangkan antara kehidupan real dengan kehidupan di dunia maya, sehingga tidak ada timpang tindih antara keduanya.

Selain itu, penting juga membangun strategi yang tepat bagi gen Z untuk mengenali dan mengatasi FOMO dalam kehidupan sehari-hari. Menciptakan rasa puas dan kebiasaan dalam diri secara sehat dalam menggunakan media sosial dan teknologi. Pemanfaatan sosial media secara lebih positif dengan menyortir konten media yang dikonsumsi dari sosial media, sehingga individu pengguna sosial media dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan memuaskan. Maka dari itu, penting untuk menerapkan sikap yang lebih bijak dan sadar dalam menggunakan media sosial dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk mengembangkan kesadaran diri dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan digital di era saat ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berlaku Adil Melalui Ilmu Waris

    Berlaku Adil Melalui Ilmu Waris

    • calendar_month Jum, 4 Mar 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Judul Buku                  : Hukum Warisan Dalam Islam Penulis                       : Dra. Hasniah Hasan Penerbit                      : PT. Bina Ilmu Tahun Terbit              : 1987 Cetakan           […]

  • Adakan Sarasehan dengan Wali Mahasiswa, Ini Pesan Wadek III FEBI

    Adakan Sarasehan dengan Wali Mahasiswa, Ini Pesan Wadek III FEBI

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 170
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Melihat maraknya isu radikalisme di lingkungan kampus, Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Saekhu memberi perhatian khusus terkait hal tersebut. Ia berpesan kepada para wali mahasiswa, khususnya wali mahasiswa FEBI agar tidak lepas tangan dan tetap mengawasi putra putrinya agar tidak terpapar radikalisme dan gaya […]

  • Seminar Nasional Harlah Ke-13 Forshei, Bentuk Atensi Percepatan Digitalisasi UMKM Indonesia

    Seminar Nasional Harlah Ke-13 Forshei, Bentuk Atensi Percepatan Digitalisasi UMKM Indonesia

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 171
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Rabu, (16/6/2021) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang merayakan hari lahirnya (harlah) yang ke-13. Diadakan dari tanggal 14-16 Juni 2021, pada hari inilah puncaknya. Puncak kegiatan yang diselenggarakan adalah seminar nasional dengan tajuk “Percepatan Digitalisasi UMKM sebagai Ikhtiar Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi.” Hal tersebut merupakan bagian dari pengabdian Forshei kepada masyarakat […]

  • Apakah Selamanya Minol Dilarang?

    Apakah Selamanya Minol Dilarang?

    • calendar_month Sab, 13 Feb 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Lpminvest.com-  Baru-baru ini, muncul Rancangan Undang-undang dilarangnya Minuman Beralkohol (Minol-red) di Indonesia. BAGIAN UMUM ALINEA 4 penjelasan RUU tersemat: “Minuman beralkohol selain bertentangan dengan norma agama dan jiwa bangsa yang religious, juga telah terbukti menelan korban jiwa yang jumlahnya tidak sedikit”. RUU ini dirasa kurang memihak kepada produsen Minol tradisional asli buatan nusantara. Peraturan Menteri Perdagangan Nomer […]

  • Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 216
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Nia Riska Rahmawati, gadis tangguh asli Semarang berhasil menyabet gelar juara pertama lomba cabang olahraga (cabor) wall climbing kategori lead pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) 2019. Dengan perolehan poin 30 dengan durasi waktu 04.41, ia berhasil mengalahkan 17 peserta lain dari berbagai fakultas di UIN Walisongo. Meskipun menjadi juara satu, ia […]

  • Kongres KUPI II: UIN Walisongo Jadi Tuan Rumah

    Kongres KUPI II: UIN Walisongo Jadi Tuan Rumah

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 200
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) merupakan kongres perkumpulan ulama perempuan dari berbagai daerah. Kongres ke-2 KUPI dilaksanakan di dua tempat yaitu di Semarang dan Jepara. Untuk kongres di Semarang diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu (23/11/2022) saat di wawancarai Tim LPM Invest, Tajudin Arafat selaku Ketua Panitia dari pihak UIN […]

expand_less