Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
Sumber gambar: pixabay.com Penulis : Nina Nuraina Prodi Akuntansi Syariah, KKN Posko 129

Sumber gambar: pixabay.com
Penulis : Nina Nuraina
Prodi Akuntansi Syariah, KKN Posko 129

Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang begitu suram. Coronavirus Disease (Covid-19) mengancam kesehatan bahkan nyawa seluruh manusia di muka bumi. Penyebarannya yang masif, menyebabkan kepanikan dan menimbulkan fenomena kecemasan masal dalam masyarakat.

Kebutuhan pokok bagi tiap individu tidak hanya melulu soal sandang-pangan-papan, tetapi kesehatan juga menjadi salah satunya. Kesehatan tiap individu tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, yang tak kalah penting yaitu kesehatan mental. Topik ini masih dianggap tabu dan sensitif oleh beberapa orang karena minimnya pendidikan tentang kesehatan mental di Indonesia. Kesehatan mental menjadi penyempurna kebutuhan pokok, mengingat semua orang berhak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya.

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental merupakan kondisi yang disadari oleh setiap individu yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk mengolah stress, bekerja secara produktif, dan aktif dalam kegiatan komunitasnya. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa kesehatan mental tidak hanya tanggung jawab individual, namun masyarakat juga mempunyai peran yang besar. World Federation of Mental Health juga menyampaikan bahwa masyarakat yang sehat secara mental adalah masyarakat yang memberikan anggota masyarakatnya kesempatan untuk berkembang sesuai kemampuannya.

Lalu bagaimana jika seseorang mengalami hal yang membuat kesehatan mentalnya terganggu? Zakiah Daradjat, seorang pakar psikologi Islam mengatakan ada empat hal yang memengaruhi kesehatan mental seseorang, antara lain: perasaan, pikiran/kecerdasan, kelakuan, dan kesehatan badan. Pandemi yang tak kunjung berakhir menjadi salah satu akar permasalahan kesehatan mental seseorang terganggu. Tak hanya berdampak pada perekonomian, namun kesehatan mental pun ikut terguncang.

Merebaknya pandemi memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat. Pemutusan hubungan kerja yang berimbas pada penghasilan seseorang. Angka kriminalitas juga meningkat. Harga kebutuhan sehari-hari yang mengalami kenaikan, mendorong berbagai oknum untuk melaksanakan aksi tidak terpujinya seperti menjarah tempat penyimpanan masker, gudang makanan, dan alat-alat kesehatan. Selain itu, penolakan oleh masyarakat terhadap pasien yang positif ataupun keluarga yang meninggal akibat covid, pengucilan kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien covid menjadi masalah sosial yang membuat tiap individu merasa gelisah, cemas, dan khawatir.

Siaran televisi maupun berita online yang setiap saat memberitakan perkembangan kasus COVID-19, memaparkan angka yang terdampak positif covid, angka kematian yang setiap hari mengalami kenaikan, tanpa disadari memberikan suatu guncangan bagi jiwa seseorang.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), 68 persen responden yang tersebar di seluruh Indonesia mengalami gangguan kecemasan dan 67 persen mengalami depresi. Dari hasil tersebut, rentang usia yang mengalami gangguan kesehatan mental adalah usia 17-29 tahun dan lansia yang berusia lebih dari 60 tahun. Dari data yang telah dipaparkan, disebutkan bahwa 1 dari 5 orang memiliki pemikiran tentang ‘lebih baik mati’. Hal tersebut sangat memprihatinkan, mengingat perjalanan hidup masih panjang.

Rentang usia remaja sampai dewasa rentan terkena virus corona karena di usia tersebut, mereka aktif melakukan kegiatan di luar rumah. Yang paling membahayakan, jika seorang remaja yang didiagnosis sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) tanpa mereka sadari bisa menularkannya kepada orang lansia, sementara lansia lebih rentan untuk tertular. Hal ini yang menjadi beban pikiran masyarakat. Mereka terus merasa cemas dengan kondisi yang ada dan tanpa mereka sadari hal tersebut akan mengganggu kesehatan mental mereka.

Salah satu cara untuk tetap menjaga kesehatan mental di tengah pandemi adalah menerapkan pemikiran bahwa kecemasan merupakan hal yang wajar dan kita tidak perlu berlebihan dalam menyikapinya. Kita dapat mencari hal baru untuk mengalihkan perhatian kita seperti mengikuti webinar atau menjalankan hobi kesenian. Akhir-akhir ini sering kali ditemukan webinar yang mengangkat tetang isu kesehatan mental. Hal tersebut dapat dijadikan ajang untuk membenahi mental kita.

Selain itu, mengeksplor kemampuan diri sendiri adalah hal yang patut kita coba. Mengerjakan kegiatan-kegiatan yang kita suka, bisa menjadikan pelampiasan agar fokus kita terhadap covid dapat terdistraksi. Fokus pada diri sendiri untuk berinovasi dan mencoba produktif. Tidak menelan informasi mentah-mentah juga bagian dari antisipasi masuknya pemahaman yang salah, selama pandemi ini banyak beredar hoax yang sumbernya tidak jelas.

Hal yang tak kalah penting untuk menjaga kesehatan mental yaitu dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan meningkatkan keimanan kita terhadapNya akan merasa lebih nyaman dan bersyukur bahwa kita masih diberikan nyawa untuk bernafas serta hidup akan lebih bermakna.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Asal Kendal Ini Raih Skripsi Terbaik Se-Universitas

    Pria Asal Kendal Ini Raih Skripsi Terbaik Se-Universitas

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 240
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Joko Budi Santoso merupakan salah satu wisudawan yang mendapat kebahagiaan berlipat ganda pada gelaran wisuda UIN Walisongo Semarang Periode Maret 2019 kemarin. Pasalnya, selain berhasil merampungkan studi strata satunya, namanya juga disebut sebagai pemilik skripsi terbaik tingkat universitas. Rabu, (6/3/19). Adapun judul skripsinya adalah Pengembangan Mock-up Mitosis dan Meiosis menggunakan “Lego Miniset” sebagai Pendukung […]

  • Cabang Lomba Tulis Puisi Sumbang Medali Emas untuk FEBI

    Cabang Lomba Tulis Puisi Sumbang Medali Emas untuk FEBI

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 203
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Cabang lomba tulis sastra pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) 2019 berlangsung di Pusat Pengembangan Bahasa lantai 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kamis, (18/9/2019). Cabang lomba tulis sastra dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori cerpen, puisi, dan naskah sastra. Adapun total peserta yang mengikuti lomba tersebut secara keseluruhan berjumlah 24 orang […]

  • Penampilan 30 Orda Ramaikan Parade Budaya PBAK 2019

    Penampilan 30 Orda Ramaikan Parade Budaya PBAK 2019

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 185
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Parade budaya lagi-lagi mewarnai acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo. Parade budaya yang turut memeriahkan acara prosesi penerimaan mahasiswa baru (maba-red) sejak tiga tahun terakhir ini sebagai ajang pengenalan budaya-budaya daerah yang ada di Indonesia dari berbagai daerahnya mahasiswa UIN Walisongo. Peserta yang tampil pada arak-arakan budaya tersebut merupakan mahasiswa dari […]

  • Langkah Tak Berhenti

    Langkah Tak Berhenti

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh : Miftakhu Rozaq Di bawah langit yang kelabu, Kujalani jalan penuh liku, Dengan mimpi yang kugenggam erat, Meski angin kerap membawa penat. Langkah kecil kutapaki perlahan, Di atas tanah keras penuh harapan, Beban di pundak bukanlah halangan, Hati ini penuh tekad dan impian. Mentari mungkin tak selalu bersinar, Namun kuyakini cahaya akan hadir, Di […]

  • Tarif Trump 32%: Pemicu Lompatan Ekonomi Indonesia?

    Tarif Trump 32%: Pemicu Lompatan Ekonomi Indonesia?

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Kebijakan terbaru Donald Trump menaikkan tarif impor kepada beberapa negara menjadi perbincangan pasar global karena berpotensi mengubah lanskap perdagangan internasional, kekhawatiran akan perang dagang dan berdampak signifikan terhadap pantai rasokan serta pertumbuhan ekonomi berbagai negara. Salah satu kebijakan ini yaitu menaikkan tarif impor kepada Negara Indonesia menjadi 32 persen. Sebagai mitra dagang dari Amerika Serikat […]

  • Doorprize dan Musik; Daya Tarik Acara FEBI SEWINDU

    Doorprize dan Musik; Daya Tarik Acara FEBI SEWINDU

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 234
    • 0Komentar

    lpminvest.com- FEBI Sewindu merupakan acara peringatan hari lahir (Harlah) yang ke delapan tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo, Jumat (17/12/2021). Acara yang diselenggarakan dari pagi hingga sore itu bervariasi, mulai dari jalan sehat, pembagian doorprize, pemilihan Duta FEBI, hingga pertunjukan menarik dari beberapa grup musik. Panggung utama acara ini berada di Gedung […]

expand_less