Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Semenjak Kamu Pergi, Aku Bukan Lagi Penyair

Semenjak Kamu Pergi, Aku Bukan Lagi Penyair

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 5 Mei 2019
  • visibility 734
  • comment 0 komentar
Oleh: Ahyar Manarul Hidayat Fatah

Oleh: Ahyar Manarul Hidayat Fatah


Entah apa yang membuatku bersedia datang ke tempat ini, Le Quartier Restaurant. Sebuah restoran dengan desain yang kental nuansa Paris ini sudah lama sekali aku tidak menyambanginya.

Malam ini gerimis mencoba mendinginkan siapa saja yang ditetesinya. Dedaunan, pot bunga, atap restoran, atau bahkan otakku yang selalu pening dengan berbagai pekerjaan setiap hari.

Turun dari mobil, berbekal sebuah payung hitam aku berhasil mendapati pintu rumah makan tersebut dan langsung masuk. Di sebelah kanan dari pintu masuk terdapat seorang perempuan duduk di bangku paling ujung. Dres biru donker yang membalut tubuhnya, serta bibir tipis dan merah yang melengkung membentuk senyum, membuat dia terlihat tetap cantik seperti empat tahun yang lalu. Namanya Elina, dia tak banyak berubah.

Dia melambaikan tangan dan melempar senyum, isyarat bahwa aku harus menghampirinya. Memang benar, untuk apa lagi aku datang ke sini selain untuk menemuinya.

“Silakan duduk, Mas,” dia mengawali.

Kemudian aku menurutinya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutku. Sampai tiba-tiba aku sedikit dikagetkan dengan minuman yang sudah dia pesan lebih dulu. “Loh ini kan…”

“Sidecar eskrim vanilla. Minuman favorit kamu.” Dia memotong seenaknya.

“Kamu masih ingat saja,” ucapku.

“Tentu aku ingat, bahkan hampir semuanya tentangmu. Kamu tidak banyak berubah ya Mas.” Ia menatapku. Matanya tajam terlihat memperhatikanku dengan jeli.

“Ya begitulah,” jawabku kikuk.

Hujan di luar masih terus menghujam bumi. Jalanan berlubang telah penuh dengan airnya. Kenangan para pengendara yang ban kendaraannya terseok karena genangan itu sayup-sayup terputar lagi. Sebagian tertawa mengingatnya, dan lainnya mungkin mengumpat karenanya.

Di hadapannya seperti ini, kenangan lamaku bersamanya juga ikut terbawa suasanya. Tatapan matanya yang lentik penuh kemanjaan. Tutur katanya yang lembut serasi dengan bibirnya yang merah muda. Jiwaku bergolak. Antara kepahitan yang dia ukir dan manisnya kisah yang dia sodorkan kepadaku.

Lensa matanya tak berpindah dari objek wajahku. Menyadari aku merasa tak nyaman dengan pandangan matanya, dia bergegas melanjutkan pembicaraan yang lain.

“Kamu apa kabar Mas?”

“Aku baik, kamu gimana?” tanyaku datar.

“Tidak lebih baik ketika kamu masih mengirimi aku puisi.”

Jawabannya membuatku sedikit kaget, sedikit menggelitik. Kemudian aku menambahi.

“Puisiku hanya kata-kata receh, kamu bisa menemukannya dimana saja. Ini masa sosmed, angkringan, atau struk pembayaran indomaret.”

“Hehehe… Kamu bisa aja Mas, nyatanya aku kecanduan,” dia mencoba mencairkan suasana. Gigi gingsulnya masih saja menyempurnakan senyumnya.

“Kamu menyuruhku ke sini cuma buat minta puisi?” tanyaku masih tetap datar dan sedikit ketus.

“Rama (kali ini dia memanggil namaku yang asli), setiap orang pernah salah, dan tidak lebih bijak orang yang tidak mau mendengarkan penjelasan orang lain. Alasan mengapa seseorang harus memaafkan orang lain,” ia mencoba menjelaskan. Suaranya pelan, raut mukanya nampak  mengiba.

Sekarang aku tahu maksud dia memintaku datang ke tempat ini.

Matanya yang bening kini mulai mengembun. Lengkung bibir 10 sentinya menyusut. Melihat pemandangan itu, hatiku kembali tersentuh. Tapi lagi-lagi kenyataan pahit yang pernah ia lakukan dengan cepat menepis kelemahan hatiku. Kebencianlah yang memang pantas aku keluarkan.

“Terus menurutmu bekhianat adalah sebuah kebijaksanaan?” tanyaku dengan singkat dan tegas.

“Jika kamu tidak mau mendengarkan apapun, maka berpuisilah. Aku siap mendengarkan sajak-sajakmu walaupun isinya umpatan-umpatan kebencian. Lakukanlah!”

Aku menghela nafas kemudian berdiri. “Kamu tidak akan mendengar apapun lagi mengenai puisiku.” Aku berbalik melangkah pergi. “Kamu tak lagi pantas menerima puisi-puisiku, bahkan jika itu hanya sekedar puisi berisi umpatan.”

Baru tiga langkah, dia berbicara dari belakang dalam keadaan masih duduk. Seperti berpuisi pelan dan ketegasan tiap katanya terasa. Aku berhenti dan mencoba menyimak.

Aku pikir untaian sajakmu kemarin adalah bait syair yang agung,

Suci dari dosa-dosa kebencian dan dendam.

Namun, sebotol whisky telah tumpah pada kain sajadah.

Aku tidak sadar,

Wangi melati telah membaur dengan harum

Sari anggur putih.

Dibuatnya aku mabuk dan kecanduan.

 

Dia berhenti, dan aku tersenyum ketus sambil setengah menengok. “Itu kamu sudah bisa berpuisi, tidak perlu aku lagi. Dan ketahuilah, semenjak kamu pergi, aku bukan lagi penyair. Mendengar kau membacakan puisimu, membuatku semakin muak dengan puisi,” kataku sembari mengembalikan arah pandanganku ke depan. Aku melanjutkan langkah yang sempat terhenti.

“Di luar habis turun hujan, banyak genangan. Semoga bisa menenggelamkan kebencian dan dendam yang ada padamu. Setidaknya jika baru sampai mata kaki,” katanya setengah teriak.

Aku tetap melanjutkan langkah dengan tidak peduli. Tidak peduli dengan kata-katanya Elina, atau para pengunjung yang penasaran terus menatap kami bergantian. Angin bekas hujan telah membekukan hatiku. Biarlah aku pergi membawa kebencian ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merayakan Setiap Perjuangan para Wisudawan UIN Walisongo Semarang

    Merayakan Setiap Perjuangan para Wisudawan UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 708
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu, (02/11/2024) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan sidang senat terbuka Magister (S2) ke-61 dan Sarjana (S1) ke-94 yang  bertempat Auditorium 2 kampus 3. Dalam acara Sidang Senat terbuka, UIN Walisongo Semarang meluluskan sebanyak 558 wisudawan dan wisudawati. Diantaranya, 30 wisudawan  Magister (S2), dan 528 wisudawan Strata 1 (S1). Prosesi wisuda dilaksanakan dalam […]

  • Keterbatasan Ekonomi Tidak Menghalangi Mila Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Semarang

    Keterbatasan Ekonomi Tidak Menghalangi Mila Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 875
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sidang Senat Terbuka Universita Islam Negeri (UIN) Waliongo Semarang berhasil meluluskan 558 wisudawan. Mila Nur Fatikhah mahasiswa (S1) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat fakultas pada Sabtu (02/11/2024) di Gedung Auditorium II Kampus 3. Ia berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks […]

  • PTJD Sebagai Langkah Awal Membentuk Jiwa Jurnalis

    PTJD Sebagai Langkah Awal Membentuk Jiwa Jurnalis

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 721
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) merupakan gerbang awal bagi para Kru Magang (Kruma) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest 2024 untuk lebih dalam mengenal dunia kejurnalistikan. PJTD ini adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh LPM Invest dalam rangka menciptakan jurnalis yang kompeten dan meningkatkan critical thingking dengan penuh kreativitas. Dalam PJTD 2024 ini mengangkat […]

  • Surgawi di Tanganmu

    Surgawi di Tanganmu

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Senyum itu, Melengkapi mahkota kecantikan Balut hijab kian berpadu dengan akhlak Mampu membawamu di titik kemuliaan Bukan soal kepalsuan, Bukan soal hinaan, Tapi tentang tanya Bagaimana kau mampu mengalahkan bidadari surga? Pemahat sajakpun tak sanggup Mengurai bait lebih banyak tentangmu Kau terlalu mahir Menjadi pengelola samudra kasih Kau tak pernah lupa membawa serta kerinduan Untuk […]

  • Как зайти на Вавада без регистрации и ограничений

    Как зайти на Вавада без регистрации и ограничений

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2024
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 277
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } Вход на Вавада без регистрации и ограничений Для тех, кто ищет возможность начать играть в онлайн-казино без предварительной авторизации, существуют удобные и надежные способы, позволяющие запустить любимые игры в одно мгновение. Такой подход выигрывает благодаря своей простоте и быстроте. Теперь нет необходимости заполнять […]

  • UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    lpminvest.com – UIN Walisongo Semarang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) guna mempererat kerjasama dengan 23 universitas dari China. Acara yang bertajuk “Jianngsu Education Expo 2019” itu bertempat di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (25/10/2019). ”Tujuan diadakannya Jiangsu Education Expo intinya adalah agar adanya hubungan dan kerjasama antara UIN Walisongo dengan universitas […]

expand_less