Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Menepis Budaya Konsumtif di Bulan Ramadan

Menepis Budaya Konsumtif di Bulan Ramadan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
Oleh: Nida Ulya Shofana Kru Lpm Invest 2017

Oleh: Nida Ulya Shofana
Kru Lpm Invest 2017

Bagi umat Muslim, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa. Keistimewaan pada bulan  yang dalam kalender Islam di urutan kesembilan, yaitu antara bulan Sya’ban dan Syawal ini di antaranya adanya kewajiban berpuasa sebulan penuh bagi umat Islam di seluruh dunia sebelum meraih kemenangan Idul Fitri. Di bulan ini pula Allah menurunkan mukjizat yang besar bagi Nabi Muhammad Saw, yaitu Al-Quran. Selain itu, setiap ibadah yang dilakukan di bulan mulia ini akan dilipatgandakan pahalanya.

Mengutip dari laman republika.co.id, Ramadan dapat dimaknai sebagai bulan untuk mengasah jiwa, mempertajam pikiran, dan kejernihan hati melalui ibadah sehingga dapat membakar dosa dan sifat tercela. Hal ini selaras dengan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. “Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim).

Puasa dalam perspektif bahasa artinya menahan. Orang yang sedang menahan disebut sha’im atau orang yang sedang berpuasa. Secara istilah, puasa merupakan serangkaian usaha mukalaf untuk menahan diri dari kegiatan yang dapat mengurangi pahala atau membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.

Secara logika, menilik pengertian di atas seharusnya puasa mampu menekan angka konsumsi karena masyarakat sedang menahan diri, termasuk menahan diri dari makan, minum, dan belanja. Namun realitasnya, angka konsumsi masyarakat menjelang puasa hingga lebaran justru berkecenderungan meningkat. Makna konsumsi yang semula untuk memenuhi kebutuhan hidup telah berubah menjadi pelampiasan hasrat dan pemenuhan keinginan setelah menahan diri.

Peningkatan jumlah konsumsi berarti ada lonjakan permintaan. Sesuai teori ekonomi yang berlaku apabila permintaan meningkat sementara persediaan barang berkurang maka akan terjadi kenaikan harga untuk barang tertentu. Mengantisipasi hal itu, pemerintah sebagai salah satu pelaku ekonomi makro akan menyiapkan stok barang yang lebih banyak dan menjaga kestabilan harga agar tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi.

Bukti lain kenaikan jumlah konsumsi masyarakat ditunjukkan oleh kemunculan penjual-penjual baru di jalanan hingga pertokoan yang laris diserbu dari tahun ke tahun. Aneka jajanan berbuka tidak pernah sepi pembeli. Display mini market pun menjadi lebih sesak oleh penambahan produk makanan yang cenderung dicari masyarakat seperti sirup dan roti kaleng.

Pola perilaku konsumtif masyarakat juga merambah pasar digital. Melansir kompas.com, lalu lintas akses menuju situs e-commerce pada Ramadan tahun lalu meningkat 5% hingga 10%. Diperkirakan Ramadan tahun ini pun mengalami peningkatan. Hal ini didukung oleh promo besar-besaran platform belanja online dan gaya hidup masyarakat yang instan.

Euforia Ramadan dalam menyambut Idul Fitri membentuk mindset serba baru yang menuntut masyarakat untuk membeli lebih, dengan kata lain masyarakat akan tetap membeli barang meskipun tidak terlalu dibutuhkan dan berharga mahal. Masyarakat cenderung konsumtif karena memiliki dua sumber pendapatan menjelang Idul fitri, yaitu pendapatan tetap dan Tunjangan Hari Raya (THR). THR adalah bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan di samping gaji yang biasanya berjumlah dua hingga tiga kali lipat gaji. Kenaikan pendapatan ini mendorong masyarakat membelanjakan uangnya untuk kebutuhan di Hari Raya, dari primer hingga tersier.

Perilaku konsumtif dan berlebih-lebihan menyalahi esensi puasa dan tidak disukai Allah. Hal ini dijelaskan dalam Qs. Al Isra : 26-27, yaitu “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Puasa hendaklah dipahami secara batiniah agar timbul kesadaran filosofis puasa yang bermuara pada ketaqwaan kepada Allah dengan cara menumbuhkan kepekaan nurani. Mari manfaatkan momen Ramadan yang menjanjikan pahala berlipat ganda sebagai sarana pengikat ukhuwah dan berbagi untuk sesama agar mencapai kemenangan yang hakiki.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 219
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memicu kemacetan di daerah Ngaliyan, Semarang Barat. Pada Rabu, (23/8/2023) UIN Walisongo telah resmi meluluskan 1.807 wisudawan dan wisudawati yang mana acaranya dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 dan sesi kedua dimulai pukul 13.00 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo. Saat pergantian […]

  • Saekhu Sebut KTI sebagai Jantung Perguruan Tinggi

    Saekhu Sebut KTI sebagai Jantung Perguruan Tinggi

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 233
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Di ruang H4 dan H5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) telah berlangsung acara Workshop Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh 45 mahasiswa (FEBI) yang telah berhasil melalui tahap seleksi. Sabtu (19/10/2019). Ketua panitia acara, Muhaimin mengungkapkan tujuan workshop ini yakni meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI). “Workshop ini untuk […]

  • Parade Budaya PBAK: HIMSU Turut Memeriahkan dengan Tari Daerahnya

    Parade Budaya PBAK: HIMSU Turut Memeriahkan dengan Tari Daerahnya

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 231
    • 0Komentar

      lpminvest.com–  Rabu, (3/8/2022) hari pertama Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) berlangsung secara meriah. Terdapat beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan pada hari pertama PBAK. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjut dengan pertunjukan marching band, kemudian papermob,dan sedikit penampilan maskot dari masing-masing fakultas. Selanjutnya, terdapat penampilan dari beberapa organisasi daerah (ORDA).  Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara (HIMSU) ikut […]

  • FEBI Bawa Dua Medali dari Cabor Voli

    FEBI Bawa Dua Medali dari Cabor Voli

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 164
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tim voli putra Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil mengantongi medali emas dalam Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Ketrampilan (Orsenik). Pertandingan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang . Kamis, (19/09/2019). Zhafar Arjuna mewakili timnya mengaku senang telah membawa predikat juara pertama karena dapat berguna untuk fakultas. “Kami merasa senang dengan […]

  • Sampaikan Rencana Blended Learning, Unit Pengelola Prodi AKS Gelar Ngobrol Gayeng Virtual dengan Orang Tua Mahasiswa

    Sampaikan Rencana Blended Learning, Unit Pengelola Prodi AKS Gelar Ngobrol Gayeng Virtual dengan Orang Tua Mahasiswa

    • calendar_month Rab, 11 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 165
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Pengelola Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah (AKS) UIN Walisongo Semarang menggelar acara bertajuk “NGOBROL GAYENG : Unit Pengelola Program Studi dengan Orang Tua/Wali Mahasiswa Akuntansi Syariah”. Acara diikuti 125 Wali Mahasiswa Akuntansi Syariah. Rabu, (11/11/2020). Ratno Agriyanto selaku Kepala Program Studi Akuntansi Syariah menyampaikan pentingnya dukungan Wali Mahasiswa dalam kegiatan belajar Mahasiswa. […]

  • Filosofi FEBI De-Volution: Puncak Ulang Tahun FEBI ke-10

    Filosofi FEBI De-Volution: Puncak Ulang Tahun FEBI ke-10

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 299
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan jalan sehat dalam rangka ulang tahun FEBI yang ke-10 yang diberi nama FEBI DEVOLUTION. Kepanjangan dari nama FEBI De-Volution sendiri adalah Dekade Revolusi. Maksudnya, FEBI akan terus berevolusi setelah usianya 10 tahun.   Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (17/11/23) di depan Gedung Dekan […]

expand_less