Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Miliki Tiga Tantangan Demokrasi, Alumni SPM Khawatir Masyarakat Jadi Apatis

Miliki Tiga Tantangan Demokrasi, Alumni SPM Khawatir Masyarakat Jadi Apatis

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 29 Apr 2018
  • visibility 370
  • comment 0 komentar

Nampak para pemateri pada Diskusi Publik bertajuk “Peluang Politisi Muda di Pemilu 2019”. Sabtu, (28/4/2019).

lpminvest.com – Inklusifitas partai politik (parpol) berdampak besar terhadap kemajuan dan kualitas demokrasi. Semakin inklusif partai politik di suatu negara maka semakin berkualitas demokarasi di negara tersebut. Hal ini dinyatakan oleh Abdul Arif, alumni Sekolah Politisi Muda dalam diskusi publik bertajuk “Peluang Politisi Muda di Pemilu 2019” di Citradream, Jl. Imam Bonjol No. 187, Semarang. Sabtu, (28/4/2018).
Menurutnya, inklusifitas tersebut tercermin dalam tatanan perekrutan politik. Parpol harus memberikan kesempatan yang sama bagi siapapun untuk masuk dalam partai untuk membuktikan kinerja dan kualitasnya.
“Siapa yang berkualitas dan paling berdedikasi dan tahan banting, dialah yang tampil. Tidak memandang apakah dia darah biru apa tidak, tidak memandang apakah dia dari keluarga pemilik saham partai atau tidak, tidak memandang apakah dia memiliki kekuatan finacial atau tidak, sepanjang dia memenuhi kriteria kualifikasi yang kualitatif maka dia berhak untuk tampil pada posisi-posisi penting,” terangnya.
Lebih lanjut Arif mengatakan Palpol yang rekrutmen politiknya cenderung tertutup akan menjadi alat yang mewakili kepentingan pihak yang kuat saja. Ini menyebabkan demokrasi Indonesia tidak mampu naik kelas.
Selain rekruitmen politik, yang menjadi tantangan demokrasi lainnya adalah penegakan hukum dan pragmatisme politik. Arif menilai bahwa penegakan hukum di Indonesia masih tajam ke bawah tumpul ke atas. Masih adanya negosiasi politik di antara para penegak hukum.
Adapun pragmatisme politik berkaitan dengan transaksionalisme. Menurutnya, transaksionalisme merupakan cara berpolitik yang dituntun oleh transaksi. Celakanya adalah kebanyakan para calon menilai bahwa jika tanpa transaksionalisme maka dikhawatirkan tidak dapat menang pemilu.
Hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi Arif. Baginya proses demokrasi yang pemilihan umumnya (pemilu) bukan berdasarkan kualitas dan kapasitas para calon, tetapi karena berdasarkan transaksionalisme merupakan racun yag mematikan Indonesia.
Selain itu, ia juga khawatir masyarakat semakin apatis karena wakil-wakil rakyatnya tidak berkualitas karena hasil transaksionalisme politik.
“Lebih bahaya lagi kalau mereka menjadi tidak percaya lagi pada demokrasi. Seperti Jerman, yang karena keapatisan mereka, mereka menyerahkan kedaulatan kepada seorang fasis. Saya khawatir, kalau kita gagal menjawab transaksionalisme ini dua atau tiga pemilu yang akan datang masyarakat akan putus asa kepada elit politik, putus asa kepada demokrasi, bisa berbalik kepada sistem otoriter lagi,” jelas pria berkemeja putih itu. (Amimah-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluk Lara dalam Asa

    Peluk Lara dalam Asa

    • calendar_month Jum, 2 Jun 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Peluk Lara dalam Asa Oleh : Ummi Zahrotun N Kaki yang hampir tak kuat berpijak Telinga yang hampir saja tuli Lisan yang hampir saja membisu Raga yang hampir saja goyah Hati yang hampir saja mati Angan-angan yang hampir saja musnah Perjalanan berkelana ini sungguh melelahkan, Tuhan Kelana ini hanya dipenuhi dengan ketidakmungkinan Kelana ini hanya […]

  • Setelah Sheila On 7, Kali Ini Raisa Bakal Konser di UIN Walisongo

    Setelah Sheila On 7, Kali Ini Raisa Bakal Konser di UIN Walisongo

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 422
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kabar gembira bagi mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang 2019. Pasalnya, Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) bakal mengadakan gelaran akbar untuk menyambut para mahasiswa baru dengan mengundang penyanyi kondang Raisa Andriana. Acara yang diberi nama ‘Uincredible 2.0’ ini bukan kali pertama diadakan oleh DEMA-U. Tahun lalu, acara serupa diadakan dengan mengundang band legendaris Sheila On […]

  • Menepis Budaya Konsumtif di Bulan Ramadan

    Menepis Budaya Konsumtif di Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Bagi umat Muslim, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa. Keistimewaan pada bulan  yang dalam kalender Islam di urutan kesembilan, yaitu antara bulan Sya’ban dan Syawal ini di antaranya adanya kewajiban berpuasa sebulan penuh bagi umat Islam di seluruh dunia sebelum meraih kemenangan Idul Fitri. Di bulan ini pula Allah menurunkan mukjizat yang besar bagi Nabi […]

  • Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 448
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Investion 2019 adalah seminar nasional pasar modal syariah yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Seminar ini dihadiri oleh tiga narasumber yakni Herry Gunawan Muhammad, Davis Giola Lesmana, dan Fanny Rifqi El Fuad. Seminar nasional pasar modal syariah yang bertajuk Sukses Sejak Dini Dimulai dengan Investasi Halal Masa Kini  ini berlangsung di Audit II […]

  • Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 452
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Usai berikan pelatihan dasar jurnalistik di Workshop Materi, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest tantang calon kru magang turun lapangan untuk mempraktikkan materi jurnalistik tempo hari dalam acara Workshop Lapangan. Minggu, (13/10/2019). Acara bertajuk ‘Membentuk Jiwa Kritis Insan Pers dalam Membaca Realitas Sosial’ tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu pagi hingga Minggu siang di kawasan […]

  • Ayahku Sang Patriot

    Ayahku Sang Patriot

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul Buku                    : Sebelas Patriot Penulis                         : Andrea Hirata Penerbit                       : PT. Bentang Pustaka Tahun Penerbit              : 2011 Ukuran Dimensi Buku     : 20,5 Tebal Buku                   : xii + 112 hlm Jumlah Bab                  : 14 Bab Harga Buku                  : Rp. 20.000,00 Perensensi                    : Ade Fitrianingsih […]

expand_less