Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Situs Keramat Sendang Kauripan

Situs Keramat Sendang Kauripan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 29 Des 2017
  • visibility 267
  • comment 0 komentar
Seorang wanita sedang mengambil air di Sendang Kauripan, yang berlokasi di Desa Gondorio, Kelurahan Wates Ngaliyan Semarang Barat

Seorang wanita sedang mengambil air di Sendang Kauripan, yang berlokasi di Desa Gondorio, Kelurahan Wates Ngaliyan Semarang Barat

S e m a r a n g– Hutan lindung Perum Perhutani KPH (Kesa-tuan Pengelolaan Hutan)  Kendal yang bertempat di Desa Gondorio, Kelurahan Wates Ngaliyan Semarang Barat ternyata menyimpan situs sumber mata air yang dikeramatkan warga sekitar. Ialah Sendang Kauripan yang berada di tengah-tengah hutan lindung seluas empat setengah hektar tersebut.

 Berbeda dengan sumber mata air lainnya, Sendang Kauripan memiliki keunikan tersendiri. Sumber mata airnya berasal dari akar serabut pohon Jambu Klampok yang tampak di permukaan tanah. Pohon tersebut berada di pinggir sendang dan memiliki ukuran lebih besar dari pohon jambu pada umumnya.

Sujar, juru kunci sendang mengatakan bahwa sendang tersebut telah ada sejak lama. Dan adanya Hutan Lindung guna menjaga dan melindungi kelestarian Sendang Kauripan. Adapun hutan lindung tersebut baru diresmikan sejak 10 tahun yang lalu.

Usut punya usut, sendang itu memiliki aura mistis. Ketika berada di sendang, lanjut pria berambut gondrong itu, bahwa pengunjung tidak diperkenankan berkata yang “jelek” karena dapat mendatangkan bahaya.

“Pernah kejadian, nom-noman daerah sini angel kandanane dan tidak mengindahkan larangan tersebut. Mereka mencoba membuktikan, akhirnya apa, mereka hampir saja tertimpa batang kayu Jambu Klampok itu,” jelas juru kunci saat ditemui kru Warta Ngaliyan di kediamannya.Senin, (11/12/2017).

Meskipun begitu, kekayaan alam tersebut menurut Sujar selayaknya dijaga dengan baik agar tetap terawat.

“Sendang Kauripan merupakan ciptaan Allah. Apa salahnya kita uri-uri, kita jaga, kita baik-baiki. Kita terima apa adanya pemberian Allah itu, kita syukuri. Karena kita tidak bisa membuat itu. Iya tho?” ucap Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

Menanggapi adanya sendang tersebut, Faida, warga sekitar sendang menilai perlunya rasa menghormati atas kepercayaan kekeramatan sendang tersebut.

“Sendang Kauripan sudah ada sejak lama. Mengenai kepercayaan kekeramatan sendang, sudah seharusnya kita menghormatinya,”ujar perempuan berjilbab itu. (Dyah-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MADRE

    MADRE

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Tak ada bahan, Kalimatku habis Sedari aku menjudulkan namamu Bagaimana bisa merangkai kata Sedang engkau lebih indah Dari syair-syair para pujangga   Tak ada bahan, Tintaku kering Seiring aku mengaksarakan namamu Bagaimana mau bersajak Sedang kasihmu terlampau luas untuk kujejak   Tak ada bahan, Kertasku raib Sejak kuniatkan untuk menulismu Bagaimana mampu menulis bait Sedang […]

  • 2019, Lembaga Eksekutif FEBI Pertama Kalinya Lakukan LPJ-an

    2019, Lembaga Eksekutif FEBI Pertama Kalinya Lakukan LPJ-an

    • calendar_month Ming, 22 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 194
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Minggu, (22/12/2019) untuk pertama kalinya Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo melaksanakan Sidang Paripurna Laporan Pertanggungan di akhir kepemimpinannya.  Berlangsung di ruang H4 dan H5, agenda ini dihadiri oleh  70 peserta dari lembaga intra, mahasiswa, dan  Wakil Dekan (WD) III FEBI. . “Sebelumnya belum pernah ada sidang paripurna di […]

  • Dekan FEB Undip: Mesin Tak Bisa Gantikan Otak Manusia

    Dekan FEB Undip: Mesin Tak Bisa Gantikan Otak Manusia

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 165
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dalam rangka meramaikan Dies Natalise UIN Walisongo Semarang ke-49, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar Stadium General bertajuk “Menyiapkan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0”. Kamis, (14/03/2018). Stadium general tersebut menghadirkan narasumber Suharnomo, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro Semarang. Dalam kesempatan itu, Suharmono menyatakan bahwa […]

  • Cahaya dalam Sujud

    Cahaya dalam Sujud

    • calendar_month Sen, 12 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Widi Astuti Pagi ini kudapati sebuah hamparan pemandangan yang membuatku tiada hentinya bersyukur kepada-Nya betapa indah apa yang tengah berada di depanku ini, yang tengah kulihat saat ini.             “Subhanallah” desahku dengan melepas nafas setelah merasakan betapa sejuknya udara pagi ini di pondok putri daerah Yogyakarta yang sudah kurang lebih tiga tahun kutempati […]

  • PUISI: Pilu di Ujung Rindu

    PUISI: Pilu di Ujung Rindu

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Pilu di Ujung Rindu Oleh: Putri Ayu Prajayanti Kutunggu dirimu, Tuan, hingga di ujung rindu Mawar di sudut mata pun kini berakhir layu Dunia tanpamu bagai hidup yang kaku Kini, musim gugurnya hati adalah ceritaku. Kapan kubisa temukan dirimu, di saat awan mengisyaratkan hilang Kita terpaku menatap langit yang sama Kemudian ikatan di antara kita […]

  • KKN Posko 55 UIN Walisongo,  Tumbuhkan Karakter Keislaman dengan FAS

    KKN Posko 55 UIN Walisongo,  Tumbuhkan Karakter Keislaman dengan FAS

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 168
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Lomba Festifal Anak Sholeh (FAS) yang usai digelar oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang posko 55 menerima tanggapan positif dari masyarakat. Terbuti dengan antusias peserta yaitu kurang lebih 150 anak yang mengikuti lomba, baik dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Dasar (SD). Selasa, (19/11/2019). “Di Desa […]

expand_less