Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Aksi Unjuk Rasa Tolak Perppu Ciptaker; Massa di Represi Aparat

Aksi Unjuk Rasa Tolak Perppu Ciptaker; Massa di Represi Aparat

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
  • visibility 350
  • comment 0 komentar

Massa berusaha memanjat pagar Gedung DPRD Kota Semarang

lpminvest.com-Seruan aksi pada Selasa (14/03/23) di depan Kantor DPRD Jawa Tengah (Jateng) bertajuk “Rakyat Jawa Tengah Tolak Perppu Cipta Kerja” yang di Inisiasi oleh Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Jateng yang melibatkan kawan-kawan mahasiswa se-Semarang raya dan para buruh serta elemen masyarakat berujung mendapatkan represifitas aparat terhadap massa aksi.

Adapun dalam aksi “Rakyat Jawa Tengah Tolak Perppu Cipta Kerja” tersebut Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Jawa Tengah membawa tuntutan sebagai berikut:

  1. Menuntut DPR RI untuk tidak mengesahkan Perppu Cipta Kerja
  2. Menuntut Presiden untuk mencabut Perppu Cipta Kerja
  3. Menuntut Presiden dan DPR RI untuk tunduk terhadap Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020

Aksi ini awalnya damai-damai saja, sampai akhirnya dari massa aksi memaksa masuk kedalam halaman gedung DPRD untuk melakukan sidang rakyat. Tetapi dari aparat kepolisian tidak mengijinkan massa aksi masuk, dan berujung represifitas aparat terhadap massa aksi.

Massa aksi yang berada di barisan terdepan sempat mau merobohkan gerbang karena tidak terima dengan perlakuan represif dari aparat kepolisian kepada teman-teman massa aksi yang menjadi korban, seperti yang diungkapkan oleh Rakan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo.

“Karena saya dapat laporan dari teman-teman yang berada di barisan terdepan, itu mereka dipukuli, ditodong oleh tongkat dari kepolisian yang menyebabkan masa sebagian terluka, jadi kami sebagai mahasiswa yang melakukan gerakan hari ini tidak terima perilaku represif seperti itu,” Ungkapnya.

Adib selaku koordinator lapangan (Korlap) mengecam tindakan represifitas aparat terhadap massa aksi.

“Yang jelas, saya mengecam tindakan represif dari aparat karena sebetulnya massa itu dari awal pengen masuk secara baik baik dan dibukakan oleh aparat, tapi karena aparat tidak mau membukakan, ya mau enggak mau kita harus maksa masuk,” Jelasnya. Kasyif_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rijstta Fest 2016

    Rijstta Fest 2016

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Lpminvest.com-Rijstta Fest 2016 bagikan kupon makan gratis kepada pengunjung yang hadir di kota lama, untuk peringati festival sejarah dan kedatangan menteri dari Belanda. Rabu (23/11/2016) Acara yang diadakan di Taman Sri Gunting- Gereja Blenduk ini, dimulai tanggal 22 hingga 23 November 2016. Serangkaian acara dalam bentuk bagi-bagi kupon makan gratis ini, bertujuan untuk menyambut kunjungan […]

  • Tak Kunjung Ada Kejelasan, KBMW Gelar Aksi Tolak JKN

    Tak Kunjung Ada Kejelasan, KBMW Gelar Aksi Tolak JKN

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 455
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW-red) menggelar aksi terkait penolakan pembuatan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aksi unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut Nota Keberatan No. 001/A/DEMA-U/I/2018 yang dilayangkan Mandataris DEMA  tertanggal 5 Januari 2018. Unjuk rasa berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Ahmad Sylvan, selaku koordinator lapangan (Korlap) […]

  • Resmi! 5712 Unggahan Video Moderasi Beragama Raih Rekor MURI

    Resmi! 5712 Unggahan Video Moderasi Beragama Raih Rekor MURI

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 550
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sebelumnya pada September 2020, Museum Rekor Indonesia (MURI) telah memberikan penghargaan kepada UIN Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemi dengan invited speaker dari 21 negara. Sedangkan pada Senin, […]

  • Tambah Jurusan Baru, Kelas Malam Kembali Berlaku

    Tambah Jurusan Baru, Kelas Malam Kembali Berlaku

    • calendar_month Kam, 19 Jul 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 370
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang membuka jurusan baru. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ali Murtadho, Wakil Dekan I FEBI saat ditemui kru lpminvest.com. Rabu, (17/7/2018). “Atas dasar berubahnya status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN, kami merasa perlu mengupayakan pengajuan permohonan adanya jurusan baru. Jurusan […]

  • FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 374
    • 0Komentar

    lpminvess.com –  Serangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAS MESYA) ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap pembumian ekonomi syariah di Indonesia. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang secara serentak oleh para delegasi dan dipimpin langsung oleh presiden baru FORNAS MESYA, Muhammad Rafsanjani. Sabtu, (19/10/2019). Rangkaian acara Rakernas […]

  • Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

    Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Hari yang buruk. Mobil mogok, hujan lebat dan kehilangan pekerjaan. Semua hal yang aku benci datang secara berturut-turut mengakibatkan tubuh yang lelah luar biasa. Hati, pikiran, dan tubuh. Saking lelahnya, aku hanya bisa terdiam memperhatikan langit dari balik jendela bus tanpa ekspresi. Semuanya terasa begitu datar, bahkan hasrat untuk menangis tak ada. Selain menggenggam tiket […]

expand_less