Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Seminar Enterpreneur, Mahasiswa FEBI Antusias

Seminar Enterpreneur, Mahasiswa FEBI Antusias

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2014
  • visibility 676
  • comment 0 komentar

lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan  Seminar Entrepreneurship.  Kamis, (20/11).

Seminar bertajuk “Membangun Nalar Mahasiswa yang Kreatif, Inovatif, Profesional dalam Berwirausaha” tersebut diselenggarakan di Audit 1 kampus 1 UIN Walisongo Semarang.  Acara ini berlangsung ramai dihadiri sekitar 180 peserta, khususnya dari FEBI.

Seminar kali ini mendatangkan narasumber Hj. Claudyna C. Ningrum, SE. dan Abuya Munif al hasyir. Selain itu, seminar juga dihadiri oleh Dekan FEBI, Wakil Dekan II serta salah seorang Dosen FEBI.

Imam Yahya yang juga sebagai Dekan memberikan sambutannya, yang kemudian berlanjut membuka acara Seminar.

“Mahasiswa setelah lulus harus memiliki 3 kompeten, yaitu berfikir secara logis dan kompeten, komunikatif, seta solutif (decision),” tutur Imam dalam sambutannya.

Seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan skill khususnya bagi para mahasiswa. apalagi, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi MEA.

“Sebagai generasi penerus, kita harus dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menyongsong pasar bebas MEA,” tutur Jokowi selaku ketua panitia.

“Dalam berwirausaha juga harus profesional, yaitu mampu bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.” timpal Najih ketua HMJ.

Peserta seminar sangat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan oleh pembicara, terlebih ketika Claudyna, pemilik butik Sasono batik semarang tersebut membagikan doorprice kepada para peserta.

“Seminar ini cukup menarik, sangat memotivasi saya untuk melakukan wirausaha,” tutur Wiwin Raras Sari mahasiswa semester I jurusan Ekonomi Islam.

“Seseorang bisa lebih maju dengan memanfaatkan jaringan atau fasilitas pemerintah, pebisnis juga harus mampu bergerak, berinovasi, tidak hanya diukur dengan profit, melainkan benefit,” jelas pemilik butik batik semarang tersebut.

Narasumber yang lain memberikan pesan kepada peserta seminar, bahwa untuk menjadi seorang pebisnis, fisik tidak menjadi halangan, melainkan restu orang tua jauh lebih penting dari sebuah penampilan fisik.

“Fisik tidak menjadi halangan seseorang dalam berbisnis, melainkan restu orang tua-lah yang lebih penting’” pesan Abuya munif al hasyir kepada peserta. (Invest_Iswatun).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

    Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 602
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Silaturrahim Guru Besar dan Akademisi se-Jawa Tengah bertajuk “Rahim Bangsa, Meski Berbeda, Kita Saudara” ini berlangsung di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017). Para Guru Besar dan Akademisi ini mendiskusikan keadaan Indonesia akhir-akhir ini ramai, pasalnya, prasangka, kebencian, fitnah, intoleransi kian mengancam demikrasi dan kebhinekaan kita. Dari silaturrahim ini tercetus ide […]

  • Peringatan Rebo Wekasan Sebagai Upaya Pencegahan Musibah

    Peringatan Rebo Wekasan Sebagai Upaya Pencegahan Musibah

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 723
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Warga Rt 02 Rw 06 Desa Ngembalrejo peringati tradisi rebo wekasan sebagai salah satu cara untuk melindungi diri dan melakukan pencegahan terhadap terjadinya musibah (13/10/2020) Tradisi rebo wekasan atau bisa dimaknai sebagai tradisi yang dilaksanakan pada hari rabu terakhir di bulah Shafar ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan […]

  • Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 715
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2019 UIN Walisongo telah merilis kreasi paper MOB di akun instagram PBAK @pbakuinws. Jumat, (23/8/2019) Paper MOB tersebut membentuk 23 formasi bertemakan kemanusiaan. Dari unggahan tersebut tampak paper MOB dengan  hash tag “Menolak Lupa”. Terlihat gambar-gambar tokoh kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sampai sekarang belum […]

  • Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen. Menurut Martius (2004), salah […]

  • Dies Natalis ke-53; UIN Walisongo Siap Berdaya Membangun Karya

    Dies Natalis ke-53; UIN Walisongo Siap Berdaya Membangun Karya

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 862
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Launching Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ke-53 pada Selasa (14/02/2023) di Gedung Kyai Saleh Darat Lantai 4 Kampus 3 berlangsung lancar. Dies Natalis tahun ini masih berkorelasi dengan tahun sebelumnya terkait tema. Dies Natalis tahun ini mengangkat tema “Berdaya Membangun Karya”. Menurut yang disampaikan Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq, tema […]

  • Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 655
    • 0Komentar

    “Lha ngunu, cah wedok yo kudune resik-resik omah, masak, umbah-umbah,” kata mbahku setiap mendapati aku sedang melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Bukan perkataan pakar ataupun ilmuwan terkemuka, tapi cukup membuatku berpikir bahwa di masyarakat ini perlu ada yang dirubah, pola pikir. Mungkin sebagian besar perempuan, adanya perkataan seperti itu dianggap biasa. Ya, karena itu tugas […]

expand_less