Mahasiswa KKN MIT Posko 102 Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun bagi Anak TK dan PAUD Asri Tlogodowo
- account_circle Redaktur LPM Invest
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar

Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 102 UIN Walisongo Semarang mengadakan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi anak-anak TK dan PAUD Asri Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, pada Jumat (7/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dari kelompok TK kecil, TK besar, dan PAUD sebagai bagian dari upaya mengenalkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Kegiatan edukasi CTPS dilaksanakan dengan pendekatan yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan agar materi dapat lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Mahasiswa KKN tidak hanya menjelaskan mengenai pentingnya mencuci tangan, tetapi juga mengajak anak-anak untuk mengenali cara mencuci tangan yang benar serta membiasakan diri menjaga kebersihan tangan dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan langkah-langkah Cuci Tangan Pakai Sabun menggunakan instrumen atau media yang telah disiapkan sebelumnya. Media tersebut digunakan sebagai alat bantu visual agar anak-anak dapat mengikuti setiap tahapan mencuci tangan dengan lebih mudah. Mahasiswa kemudian mendemonstrasikan gerakan mencuci tangan secara bertahap dan mengajak anak-anak untuk melakukannya bersama-sama.
Pengenalan CTPS tidak hanya berfokus pada urutan gerakan mencuci tangan, tetapi juga diarahkan untuk membantu anak memahami mengapa kebiasaan mencuci tangan penting dilakukan. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan tangan, terutama sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan makanan.
Setelah mendapatkan penjelasan dan melihat demonstrasi, anak-anak diberikan kesempatan untuk mempraktikkan gerakan mencuci tangan yang telah dipelajari. Mahasiswa KKN mendampingi dan mengarahkan anak-anak selama kegiatan berlangsung sehingga mereka dapat mengikuti setiap gerakan dengan benar sesuai dengan kemampuan dan usia masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembiasaan perilaku hidup bersih, mahasiswa KKN juga menyediakan sabun cuci tangan yang dapat digunakan oleh anak-anak sebelum makan. Penyediaan sabun tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan edukasi, tetapi juga dapat membantu membangun kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Anak-anak dari kelompok TK kecil, TK besar, dan PAUD mengikuti gerakan yang diperagakan oleh mahasiswa KKN. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan kembali langkah-langkah mencuci tangan yang telah dipelajari. Keterlibatan langsung tersebut membuat kegiatan edukasi tidak hanya berlangsung secara satu arah, tetapi memberikan pengalaman kepada anak untuk belajar melalui praktik.
Suasana kegiatan kemudian semakin menyenangkan ketika mahasiswa KKN mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Lagu dan gerakan digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu anak mengingat materi yang telah diberikan. Dengan pendekatan tersebut, anak-anak dapat belajar mengenai kebersihan tangan sambil bermain dan bergerak bersama.
Salah satu mahasiswa KKN MIT Posko 102 yang terlibat sebagai pemateri menyampaikan bahwa pengenalan kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan sejak usia dini agar anak terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa mencuci tangan bukan hanya dilakukan ketika tangan terlihat kotor, tetapi merupakan kebiasaan penting yang perlu dilakukan dalam aktivitas sehari-hari, terutama sebelum makan. Kami juga ingin agar anak-anak dapat mempraktikkannya secara langsung sehingga lebih mudah diingat,” ujar Alifia, mahasiswa KKN MIT Posko 102.
Edukasi CTPS bagi anak-anak TK dan PAUD Asri Tlogodowo menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MIT Posko 102 UIN Walisongo Semarang dalam mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan anak usia dini. Melalui kegiatan yang menggabungkan penjelasan, demonstrasi, praktik, penyediaan sabun, dan kegiatan bernyanyi, mahasiswa berupaya menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai hal yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam menanamkan kesadaran mengenai kebersihan diri sejak usia dini. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berulang dan didukung oleh lingkungan sekitar, anak-anak diharapkan dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
- Penulis: Redaktur LPM Invest

Saat ini belum ada komentar